Infrastruktur Penunjang Unicorn-Unicorn Indonesia

Infrastruktur penunjang unicorn-unicorn yang ada di Indonesia merupakan hal yang juga menjadi fokus para pemerintah. Pada tahun 2016 silam, Presiden Joko Widodo mencanangkan visi untuk indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia”. Untuk memantapkan visi tersebut, beliau kemudian membuat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Kemkominfo pun berharap Indonesia memiliki 1.000 startup di tahun 2020. Lalu sudah sejauh apa pemerintah merealisasikan gerakan tersebut? Pertumbuhan unicorn-unicorn Indonesia sangat penting. Kesuksesannya akan mempengaruhi banyak hal termasuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian nasional.

Strategi Pemerintah Dalam Membangun Startup

infrastruktur penunjang startup

Sumber: Pixabay

Setelah mencanangkan visi tersebut, pemerintah membuat strategi untuk membangun startup di Indonesia. Strategi-strategi dan infrastruktur penunjang unicorn-unicorn tersebut adalah:

  • Ignition
    Pada tahap ini,pemerintah akan memberikan seminar dengan tema entrepreneurship. Pemerintah menargetkan 4000 peserta di setiap tahunnya. Pemerintah akan memilih 50% peserta terbaik untuk mengikuti tahap selanjutnya.
  • Workshop
    Di tahap ini, peserta yang terpilih akan mendapat pembekalan mengenai cara-cara membangun startup. Apa saja yang diperlukan untuk membangun usaha rintisan tersebut. Materi yang dipelajari seperti Market Validation, Design Thinking, dan Business Model. Di tahap ini, pemerintah akan menyaring kembali sebanyak 1.000 peserta untuk mengikuti tahap selanjutnya.
  • Hackathon
    Di tahap Hackathon, peserta diharap dapat membuat prototipe dari ide startup yang mereka ajukan. Dari 1.000 peserta, pemerintah akan mengambil 500 peserta terbaik yang akan mengikuti tahap Bootcamp.
  • Bootcamp
    Bootcamp adalah sesi mentoring secara mendalam. Bertujuan supaya calon startup bisa menjalankan bisnis mereka dengan baik dan konsisten. Peserta akan disaring kembali. 200 yang berhasil akan masuk ke tahap Inkubasi.
  • Inkubasi
    Inkubasi merupakan tahap akhir. Peserta yang berhasil lolos akan kembali mendapat pelatihan supaya startup yang mereka bangun mendapat valuasi sesuai yang diharapkan. Dengan 200 peserta di tiap tahunnya, Indonesia bisa memiliki 1.000 startup di tahun 2020.
    Lalu berapa jumlah startup di Indonesia di tahun 2019 ini? Menurut Startup Ranking, Indonesia ada di urutan ke-5 terbanyak di dunia. Jumlah startup saat ini mencapai 2.057. Di atas Indonesia ada Amerika, India, Inggris, dan Kanada.

Infrastruktur Penunjang Unicorn yang Ideal

infrastruktur penunjang startup

Sumber: Pixabay

Jumlah startup di Indonesia sudah melebihi target yang ditentukan oleh pemerintah. Pertumbuhan yang signifikan sepertinya belum diimbangi dengan ekosistem yang menunjang. Indonesia tidak lagi dalam tahap membangun startup, melainkan ada dalam tahap mengembangkan bisnis rintisan yang ada menjadi unicorn. Startup mencapai angka 2.057, namun yang menjadi unicorn dengan nilai valuasi mencapai 1 Miliar Dollar hanya 4 perusahaan. Indonesia bisa mencontoh beberapa hal dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Menurut World Bank, Singapura sudah terbaik pertama dalam hal kemudahan membuka bisnis. Kementerian perdagangan dan industri Singapura memutuskan untuk menjadikan negaranya negara entrepreneur. Negara yang tidak takut mengambil resiko. Hasilnya sekarang, Singapura menjadi negara yang aktif dalam mendanai startupnya. Lain lagi dengan Malaysia. Pemerintah Negeri Jiran tersebut membuat jaringan laboratorium analisa big data, yang bertujuan untuk mengembangkan startup dan meningkatkan keahlian negaranya dalam hal pengelolaan data.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan memberikan strategi khusus untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia. Ia mengatakan bahwa sumber daya manusia adalah hal mendasar untuk memperkuat dan mengembangkan perusahaan rintisan. Pemerintah sudah membuat prioritas untuk mendahulukan investasi di bidang SDM. pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa rektor universitas untuk menjadikan universitasnya menjadi pusat pengembangan Sumber Daya Manusia atau SDM. Dalam hal pembangunan infrastruktur penunjang unicorn Indonesia, pemerintah telah membuat proyek Palapa Ring, sebuah proyek tentang pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan internet untuk seluruh wilayah Indonesia. Proyek tersebut akan memberikan jaringan internet ke seluruh Indonesia. Wilayah kota akan mendapat akses internet dengan kecepatan minimal 20 Mbps, sementara di wilayah pedesaan mendapat kecepatan minimal 10 Mbps. Pemerintah berharap dengan adanya infrastruktur penunjang unicorn-unicorn ini akan membuka kesempatan untuk setiap orang membuka bisnis.

Baca juga: Rahasia Membuat Startup Dari Nol Hingga Unicorn

Manfaat Inkubator Bisnis Bagi Startup

infrastruktur penunjang startup

Sumber: Pixabay

Inkubator merupakan strategi terakhir yang dibuat oleh pemerintah untuk membangun startup. Menurut D. Hamdani dalam bukunya Conceptualizing and Measuring Business Incubation, inkubator adalah sebuah bentuk organisasi inovatif yang bertujuan menghasilkan nilai dengan cara mengkombinasikan semangat kewirausahaan dari usaha rintisan dengan ketersediaan sumber data yang mencukupi untuk bisnis skala menengah ke atas. Perusahaan rintisan memerlukan fasilitas inkubator karena startup masih mengalami berbagai resiko dan kendala seperti, pendanaan, pemahaman bisnis, akses ke pasar dan pemahaman tentang karakter pasar. Sementara inkubator bisa membantu startup bertahan karena memiliki aspek-aspek seperti infrastruktur, pendanaan, business support dan networking. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat inkubator bagi startup:

  1. Akses Mudah ke Komunitas dan Business Network

    Inkubator adalah tempat bertemunya para entrepreneurship. Di sana mereka akan aktif berdiskusi mengenai permasalahan yang umumnya terjadi pada perusahaan rintisan baru. Selain bisa berdiskusi dengan entrepreneur yang berpengalaman, para pendiri startup bisa sekaligus memperluas networking. Inkubator yang didukung oleh perusahaan besar juga berpotensi menjadi partner yang menguntungkan. Selain bisa bertemu pengusaha lain untuk memperluas networking, inkubator biasanya juga mengadakan acara yang mendatangkan para pemain penting di komunitas startup.

  2. Ilmu dari Mentor yang Berpengalaman

    Tahap awal dalam membangun startup menuntut pelaku usahanya untuk bisa melakukan banyak hal. Dana yang ada bisa jadi belum cukup untuk mempekerjakan banyak orang. Selain fokus dengan produk yang akan dikembangkan, pelaku usaha startup juga harus paham tentang beberapa konsep dasar seperti, sales, business development, finance, atau operation. Dalam inkubator, ada para mentor yang memang menyediakan diri untuk berbagi ilmu pada startup di masa-masa awal. Tidak jarang mereka juga mengadakan workshop dengan topik yang paling dibutuhkan oleh startup.

  3. Tempat Untuk Mematangkan Ide

    Seorang entrepreneur pasti memiliki ide-ide untuk menjalankan bisnisnya. Namun tidak semua bisa terealisasi. Oleh karena itu, para pelaku usaha tersebut memerlukan pendapat orang lain, untuk memastikan ide mere bisa dijalankan dan tetap masuk akal. Inkubator adalah tempat untuk bertemu banyak orang. Pelaku usaha bisa berdiskusi dengan orang yang sudah berpengalaman. Ide yang mereka ingin lakukan juga bisa menjadi bahan diskusi. Tidak hanya itu, pelaku usaha juga harus tahu tentang konsumen mereka. Apa yang dibutuhkan supaya kebutuhan konsumen terpenuhi dengan produk yang diluncurkan. Inkubator bisa jadi tempat yang cocok untuk mencari tahu dan mengumpulkan informasi terkait hal tersebut.

  4. Bantuan Berupa Infrastruktur

    Harga sewa kantor bisa sangat mahal untuk startup, apalagi jika ada di Kota Jakarta. Inkubator juga menyediakan co-working space yang bisa digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan secara gratis atau dengan biaya yang murah. Co-working space di desain layaknya ruang kantor, lengkap dengan internet, ruang rapat dan pantry. Tersedianya kebutuhan kantor akan membantu pelaku usaha untuk fokus pada pertumbuhan produknya, sehingga tidak terganggu dengan urusan yang bersifat administratif. Berkumpul dengan sesama pelaku usaha bisa memunculkan motivasi untuk bertahan jika sedang mengalami kesulitan. Co-working space merupakan salah satu infrastruktur penunjang unicorn Indonesia.

  5. Akses ke Investor

    Inkubator juga merupakan tempat di mana para investor mencari bibit-bibit startup yang menjanjikan untuk diberikan pendanaan. Startup dengan perkembangan yang baik biasanya akan menarik investor. Inkubator memperkenalkan startupnya dengan demo day untuk memberikan simulasi pada investor. Para investor juga akan lebih percaya dengan startup yang tergabung dalam inkubator karena mereka memiliki mentor yang lebih profesional.

Baca juga: 3 Cara Membuat Startup Sederhana

Kesimpulan

Pemerintah mendukung usaha masyarakat Indonesia yang memiliki bisnis startup. Gerakan Nasional 1.000 Startup terbukti efektif karena jumlah startup di Indonesia sudah mencapai dua kali lipat dari yang diharapkan. Pemerintah juga melakukan strategi-strategi untuk membangun startup-startup baru di Indonesia. Kini Indonesia sudah tidak lagi ada di tahap membangun, melainkan mengembangkan. Infrastruktur penunjang unicorn Indonesia seperti Palapa Ring diharapkan akan menunjang para entrepreneur, serta mendorong masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang pelaku bisnis.

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!
>