• Home
  • Berita
  • Strategi Pemasaran Startup: Growth Hacking

Strategi Pemasaran Startup: Growth Hacking

Oleh Ratna Patria

 

Strategi pemasaran startup bisa dilakukan dengan banyak cara. Namun maraknya bisnis startup di Indonesia membuat persaingan menjadi sangat ketat. Marketing sebuah perusahaan harus memahami cara memasarkan produk yang efektif dengan pertumbuhan yang signifikan. Di sinilah growth hacking berperan. Istilah growth hacking sebetulnya sudah ada sejak lama, namun semakin dikenal seiring dengan berkembangnya bisnis start up. Strategi ini tidak bisa diterapkan di semua startup, karena kebutuhan yang berbeda-beda. Strategi growth hacking yang diterapkan oleh Microsoft belum tentu bisa diterapkan oleh Grab. Lalu bagaimana caranya jika ingin menerapkan strategi growth hacking di startup? Yuk, pelajari sama-sama tentang strategi pemasaran startup growth hacking.

Awal Mula Istilah Growth Hacker

strategi pemasaran startup
Sumber: Pexels

Istilah ini diperkenalkan oleh Sean Ellis pada tahun 2010. Dalam ebook The Definitive Guide To Growth Hack yang ditulis oleh Neil Patel dan Bronson Taylor, Sean Ellis adalah seorang entrepreneur, angel investor, dan startup advisor. Ia telah membantu banyak perusahaan mencapai pertumbuhan yang signifikan bahkan memiliki Initial Public Offering (IPO). Ia menjadi orang yang diandalkan ketika sebuah perusahaan ingin menumbuhkan user base. Sean akan memikirkan hal-hal seperti pengaturan sistem, proses, hingga memperbarui pola pikir sehingga sistem yang dibuatnya bisa bertahan ketika ia pergi.

Masalahnya muncul ketika ia mencari pengganti untuk dirinya sendiri. Ia mencoba mencari pengganti dengan latar belakang pendidikan marketing, dan ia mendapatkan banyak resume yang sangat baik. Banyak orang mengirim resume dengan berbagai pengalaman menjadi seorang marketing. Namun Sean sendiri memahami bahwa apa yang ia cari tidak hanya seorang marketing. Jika ia memberikan pekerjaannya pada pekerja baru tersebut hasilnya tidak akan sesuai.

Menurutnya, marketer tradisional memiliki fokus yang lebih luas, lebih kompleks. Hal ini tidak diperlukan oleh startup yang masih dalam tahap awal. Mengelola tim marketing atau membuat rencana strategis marketing bukanlah fokus utama perusahaan startup di tahap awal. Hal yang menjadi fokus utama adalah pertumbuhan atau growth. Ketika Sean mencari seorang marketing, ia mendapat marketing, maka ia mengganti apa yang ia cari, dan disitulah ide untuk mencari seorang Growth Hacker muncul.

Seorang growth hacker tidak akan menggantikan seorang marketing atau lebih baik dari seorang marketing, ia berbeda dari seorang marketing. Sean mengatakan bahwa seorang growth hacker memiliki orientasi penuh pada pertumbuhan. Setiap keputusan yang diambil oleh seorang growth hacker akan terlihat dari pertumbuhan startupnya. Marketing tetap penting, namun startup yang masih dalam tahap awal memerlukan seseorang dengan orientasi yang lebih fokus pada pertumbuhan. Oleh karena itu, strategi pemasaran startup apa yang akan diterapkan adalah hal penting.

Digital Marketing adalah Wajah Pemasaran Masa Kini

Dasar-dasar Menjadi Growth Hacker

strategi pemasaran startup
Sumber: Pexels

Orang yang melakukan growth hacking adalah seorang growth hacker. Growth hacker is a person whose true north is growth, atau orang yang berorientasi pada pertumbuhan. Seorang growth hacker adalah orang yang berani mengambil tanggung jawab (atau mengambil resiko) dan memiliki pola pikir seperti seorang wirausaha.
Satu hal yang menjadi dasar seorang growth hacker, terlepas dari latar belakang pendidikan, adalah mereka menyukai dan paham mengenai analitik.

Seorang growth hacker adalah T-shaped people. T-shaped people adalah orang yang ahli di satu hal dan bisa melakukan banyak hal. Huruf T terdiri dari dua bentuk, vertikal dan horizontal. Garis vertikal merepresentasikan orang yang ahli di satu bidang, horizontal merepresentasikan orang yang mampu melakukan banyak hal. Seorang growth hacker harus familiar dengan skill-skill dari disiplin ilmu lain, seperti psikologi, viral loops, atau email campaign.

Telah disebutkan bahwa dasar seorang growth hacker adalah memiliki kemampuan analitik, namun kreativitas dan keingintahuan juga hal yang penting. Rasa ingin tahu yang rendah tidak akan membuat produk sebuah startup mengalami pertumbuhan. Growth hacker harus aktif mencari sesuatu yang baru untuk dicoba dan bereksperimen. Termasuk mencari tahu tentang strategi pemasaran startup lain yang dirasa cocok untuk pertumbuhan startupnya.

Hal terakhir adalah obsesif. Ingat, orientasi utama seorang growth hacker adalah pertumbuhan, maka ia akan selalu memikirkan itu, pertumbuhan. Namun memikirkan satu hal berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan bisa jadi hal yang sangat membosankan. Masalahnya adalah, growth hack akan terasa hasilnya jika cara tersebut adalah taktik yang tepat untuk startupmu.

Taktik atau strategi apa yang cocok untuk startupmu? Kamu harus cari tau dengan banyak bereksperimen. Bisa jadi, taktik yang cocok dengan startupmu adalah eksperimen ke 101 dan bukan eksperimen ke 7. Itulah mengapa, seorang growth hacker harus memiliki obsesi, keinginan yang sangat kuat untuk bertumbuh. Dan masih ada banyak strategi pemasaran startup yang harus diuji selain dengan growth hack ini.

Langkah Awal Menerapkan Strategi Pemasaran Startup Growth Hack

strategi pemasaran startup
Sumber: Pexels

Setelah penjelasan di atas, strategi pemasaran startup growth hacking terkesan sulit, butuh waktu berbulan-bulan untuk melihat hasilnya. Pernah dengar kutipan ini? Proses tidak akan mengkhianati hasil. Semua butuh proses untuk hasil yang tidak hanya sekali dua kali datangnya, melainkan berkelanjutan. Sulit bukan berarti tidak mungkin, beberapa langkah di bawah ini akan menjelaskan langkah awal dan memberi gambaran bagaimana strategi ini berjalan.

    1. Menentukan Tujuan yang ‘Doable’

      Menentukan tujuan yang mungkin untuk dilakukan penting dilakukan di awal. Growth hacker juga bisa memiliki tujuan lain yang lebih luas namun sia-sia. Tujuan utama adalah pertumbuhan. Tujuan tersebut perlu dipecah menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.

    2. Lakukan Analitik Untuk Melacak Tujuan

      Tanpa analisa, kamu tidak bisa benar-benar mengatakan bahwa tujuan sudah tercapai karena kamu tidak tahu persis sedang berada dimana. Dengan melakukan analisa, kamu akan mendapatkan data-data berharga yang bisa mengubah jalan demi mencapai tujuan. Setiap hasil analisa akan memberikan informasi baru, informasi tersebut akan membentuk strategi baru yang sesuai dengan startup kamu. Tidak semua growth hacker menganalisis dengan tajam pada awalnya. Kuncinya adalah jangan menyerah.

    3. Dongkrak Kekuatan yang Kamu Punya

      Setiap startup punya kekuatan yang bisa menjadi aset untuk didongkrak. Mendongkrak kekuatan sama seperti tuas yang panjang mampu mengangkat benda besar dengan kekuatan kecil. Jika kamu menemukan sesuatu yang memerlukan sedikit tenaga namun menghasilkan banyak, itulah tuas yang bisa mendongkrak kekuatan.

    4. Eksekusi Eksperimen Berdasarkan Data yang Didapat

      Setelah menentukan tujuan, melakukan analisa data-data, dan mendapat beberapa penemuan yang bisa mendongkrak kekuatan, selanjutnya adalah mengeksekusi eksperimen. Mengeksekusi eksperimen berarti melakukan semua yang sudah dipelajari dan ditentukan sebelumnya. Ada beberapa hal penting sebelum kamu melakukan eksperimen, yaitu:
      Membuat hipotesis untuk memperkirakan apa yang akan terjadi setelah eksperimen dilakukan.
      Jangan berkecil hati dengan hasil awal, itulah mengapa untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan beberapa cara.
      Belajar baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Tidak ada data yang buruk. Semua data akan memberikan informasi yang beragam, yang akan memunculkan pilihan-pilihan baru. Kamu bisa belajar dari kesuksesan dan kegagalan, kamu hanya akan berhenti belajar ketika kamu menyerah.

    5. Mengoptimalkan Eksperimen Sebelumnya

      Eksperimen adalah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang. Hasil satu eksperimen dengan lainnya bisa berbeda tergantung bahan apa yang ada di dalamnya. Untuk memudahkan membandingkan hasil eksperimen, kamu bisa menambahkan variabel kontrol. Ketika hasil eksperimen keluar, kamu bisa membandingkan dengan variabel kontrol serta menganalisa hasil eksperimen sesungguhnya dengan variabel kontrol yang telah disiapkan.

    6. Ulang Kembali Langkah-Langkah di Atas

      Ini saatnya mencari eksperimen baru atau mengulang proses untuk mengoptimalkan proses sebelumnya. Keberhasilan yang diperoleh adalah hasil kegigihan, bukan hasil dari keberuntungan. Jadi, jangan menyerah sebelum hasil mulai terlihat.

    Panduan Online Marketing Untuk Pemula [Update 2019]

    Kesimpulan

    Salah satu strategi pemasaran startup yang mampu mendongkrak user base adalah dengan growth hack. Seorang growth hacker adalah orang yang ahli dalam satu bidang namun bisa melakukan banyak hal. Menjadi growth hacker harus berorientasi pada pertumbuhan saja, seorang growth hacker tidak harus orang dengan latar belakang IT, siapapun bisa menjadi seorang growth hacker. Hal terpenting adalah seorang growth hacker adalah orang yang tidak mudah menyerah.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Mengamati Startup Melalui Seri Pendanaan - DomaiNesia
April 27, 2020

[…] Baca juga: Strategi Pemasaran Digital: Growth Hacking […]

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!