• Home
  • Berita
  • MEAN Stack VS MERN Stack, Cari Tahu Mana yang Lebih Baik!

MEAN Stack VS MERN Stack, Cari Tahu Mana yang Lebih Baik!

Oleh Ita Sugiharti
MEAN Stack VS MERN Stack, Cari Tahu Mana yang Lebih Baik!

Halo, DomaiNesians! Masih ingat nggak waktu kita main Lego dulu saat kecil? Membangun berbagai bentuk dari balok-balok dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda. Ada yang buat rumah, istana, robot, bahkan bunga-bunga yang cantik. Nah, konsep inilah yang mirip dengan cara kerja teknologi stack dalam pengembangan aplikasi web.

MEAN dan MERN Stack adalah dua teknologi populer yang sering dipakai dalam pembuatan aplikasi web. Bedanya, MEAN Stack menggunakan Angular di bagian front-end, sementara MERN Stack menggunakan React.js untuk antarmuka pengguna (UI). Biasanya, MEAN Stack lebih cocok untuk proyek besar, sementara MERN Stack lebih banyak dipakai untuk aplikasi yang lebih kecil.

Selain penggunaannya, apa saja perbedaan MEAN Stack Vs MERN Stack? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya!

Apa Itu MEAN Stack dan Bagaimana Cara Kerjanya?

MEAN Stack

(Sumber: Ultahost)

MEAN Stack merupakan kumpulan perangkat lunak open-source berbasis JavaScript yang cukup populer dalam pengembangan aplikasi web dinamis. MEAN Stack sendiri merupakan singkatan dari MongoDB, Express.js, Angular.js, dan Node.js. 

Sebagai salah satu platform open source, MEAN Stack biasanya digunakan untuk pengembangan aplikasi web dan aplikasi mobile. Struktur dasarnya menggunakan pola Model-View-Controller (MVC), yang membuat proses pengembangan aplikasi menjadi lebih cepat dan terstruktur. Selain itu, MEAN Stack memiliki banyak tools dan plugin yang memudahkan proses pengembangan. 

Beberapa perusahaan besar seperti Tumblr, Forbes, Shutterstock, YouTube, PayTm, dan Flickr menggunakan MEAN Stack untuk mengembangkan aplikasi mobile mereka.

Aplikasi MEAN Stack 1

Selain beberapa aplikasi tersebut, beberapa aplikasi mobile dan web besar lainnya seperti LinkedIn, Netflix, UBER, Trello, PayPal, NASA, eBay, Medium, Yahoo, hingga Yandex juga menggunakan MEAN Stack.

Aplikasi MEAN Stack 2

Arsitektur MEAN Stack terdiri dari 3 bagian utama yaitu database, frontend, dan backend. Pada bagian frontend, MEAN menggunakan Angular, sedangkan untuk backend menggunakan Node.js dan Express.js. Data dalam aplikasi MEAN stack disimpan di MongoDB atau database NoSQL. 

Baca Juga:  Heroku: Solusi Mudah untuk Deploy Aplikasi

Framework ini dikenal tangguh dan fleksibel untuk membangun aplikasi web modern yang mudah dalam proses maintenance dan cukup scalable. Berikut komponen yang ada dalam MEAN Stack:

  • MongoDB adalah database tipe NoSQL yang revolusioner dan dirancang untuk menangani segala macam data, baik data yang terstruktur maupun acak dalam jumlah yang besar.
  • Express.js adalah framework sisi server untuk Node.js yang memudahkan pengembangan aplikasi web.
  • Angular.js adalah framework JavaScript yang memungkinkan pembuatan aplikasi web dinamis di sisi klien.
  • Node.js adalah runtime JavaScript sisi server yang memungkinkan pengembangan aplikasi berperforma tinggi dan scalable.

Apa Itu MERN Stack dan Bagaimana Cara Kerjanya?

MERN Stack

(Sumber: Ultahost)

MERN Stack sebenarnya adalah varian dari MEAN Stack yang menggunakan React.js sebagai framework frontend-nya alih-alih Angular.js. Sama seperti MEAN Stack, MERN Stack juga berbasis JavaScript dan menyediakan kumpulan database, runtime environment, serta framework untuk pengembangan aplikasi web. Teknologi ini dikenal karena kecepatan, fleksibilitas, dan efisiensinya, serta sangat cocok untuk aplikasi yang butuh pembaruan data secara real-time.

MERN Stack memiliki 4 komponen utama yang terintegrasi memungkinkan transfer data 2 arah dalam aplikasi web. Komponen tersebut yaitu MongoDB, Express.js, React.js, dan Node.js.

  • MongoDB dalam MERN Stack berfungsi untuk mengelola data dengan volume yang besar dan skema yang dinamis.
  • Express.js adalah framework sisi server untuk Node.js yang memudahkan pengembangan aplikasi web.
  • React.js adalah framework JavaScript untuk pengembangan aplikasi web dinamis di sisi klien.
  • Node.js adalah runtime JavaScript sisi server yang memungkinkan pengembangan aplikasi berperforma tinggi dan bisa diskalakan.

Struktur MERN Stack juga cukup sederhana. Kode di sisi klien yang ditulis dengan React.js akan dikompilasi menjadi file JavaScript, CSS, dan HTML statis yang bisa diakses server. Sementara itu, kode di sisi server ditulis dengan Express.js dan Node.js, yang berfungsi untuk menyediakan endpoint API untuk berkomunikasi dengan database MongoDB.

Beberapa aplikasi populer yang dibangun menggunakan teknologi MERN Stack yaitu Facebook, Airbnb, dan Dropbox.

Aplikasi MERN Stack

MEAN Stack VS MERN Stack, Mana yang Lebih Baik?

Setelah mengenal bagaimana karakter kedua stack ini, mari kita bandingkan MEAN dan MERN Stack. Berikut ini beberapa parameter kunci yang bisa membantu kalian menentukan stack mana yang paling cocok untuk proyek kalian:

1. Frontend Framework

  • MEAN Stack mengandalkan Angular sebagai framework frontend yang bersifat full-featured. Angular menyediakan struktur aplikasi yang jelas sejak awal, lengkap dengan routing, form handling, hingga dependency injection.
  • MERN Stack menggunakan React yang berperan sebagai library UI. React lebih fokus pada pembuatan komponen antarmuka dan memberi kebebasan lebih besar kepada developer untuk menentukan arsitektur dan tools pendukungnya.
Baca Juga:  Apa Itu Cloud Server? Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya!

2. Teknologi

  • MEAN Stack: Angular merupakan JavaScript framework yang lengkap dan opinionated. Banyak keputusan teknis sudah ditentukan oleh framework sehingga developer tinggal mengikuti pola yang ada.
  • MERN Stack: React adalah open-source JavaScript library yang lebih fleksibel. Developer dapat memilih sendiri state management, routing, dan struktur proyek sesuai kebutuhan aplikasi.

3. Arsitektur

  • MEAN Stack umumnya menerapkan pola Model-View-Controller (MVC) yang memisahkan logika bisnis, tampilan, dan data secara tegas. Pola ini membantu menjaga konsistensi kode pada proyek besar.
  • MERN Stack lebih sering menggunakan pendekatan three-tier architecture yang memisahkan frontend, backend, dan database, dengan alur komunikasi yang lebih sederhana dan modular.

4. Didukung Oleh

  • MEAN Stack: Angular dikembangkan dan didukung oleh Google, yang memberikan jaminan stabilitas dan roadmap pengembangan jangka panjang.
  • MERN Stack: React dikembangkan oleh Facebook dan digunakan secara luas pada produk-produk besar, sehingga ekosistem dan adopsinya di industri juga sangat kuat.

5. Skalabilitas

  • MEAN Stack cenderung memiliki tingkat skalabilitas menengah karena struktur Angular yang kompleks dapat menjadi bottleneck jika tidak dikelola dengan baik.
  • MERN Stack menawarkan skalabilitas yang lebih tinggi karena React bersifat ringan, modular, dan mudah dioptimalkan seiring pertumbuhan aplikasi.

6. Alur Data

  • MEAN Stack: Angular menggunakan alur data dua arah (bidirectional data binding), yang memungkinkan perubahan pada UI langsung memengaruhi data model dan sebaliknya. Ini mempercepat pengembangan, tetapi bisa menyulitkan debugging pada aplikasi besar.
  • MERN Stack: React menggunakan alur data satu arah (unidirectional), sehingga aliran data lebih mudah diprediksi dan lebih aman untuk aplikasi kompleks.

7. Produktivitas Developer

  • MEAN Stack sering dianggap lebih tinggi karena Angular sudah menyediakan hampir semua kebutuhan pengembangan dalam satu paket. Developer tidak perlu banyak memilih atau mengonfigurasi library tambahan.
  • MERN Stack memiliki produktivitas yang cenderung sedang, karena meskipun React sederhana, developer perlu mengatur sendiri berbagai dependency tambahan.

8. Preferensi Proyek

  • MEAN Stack lebih cocok untuk proyek skala besar yang membutuhkan struktur kode yang rapi, konsisten, dan mudah dipelihara dalam jangka panjang.
  • MERN Stack lebih ideal untuk aplikasi kecil hingga menengah yang membutuhkan pengembangan cepat dan fleksibel, seperti MVP atau startup product.
Baca Juga:  Voice Search: Teknologi Pencarian yang Perlu Dioptimasi

9. Dukungan Pihak Ketiga

  • MEAN Stack: Angular sudah menyediakan banyak fitur bawaan, sehingga ketergantungan pada library eksternal relatif lebih sedikit.
  • MERN Stack: React, di sisi lain, sangat bergantung pada library tambahan untuk state management, routing, dan fitur lanjutan, meskipun ekosistemnya sangat luas dan aktif.

10. Performa

  • MEAN Stack: Angular menawarkan performa yang baik dalam hal pengelolaan kode dan struktur aplikasi, terutama pada proyek besar.
  • MERN Stack: React unggul dalam rendering UI berkat virtual DOM, yang membuat pembaruan tampilan menjadi lebih efisien dan responsif.

11. Keamanan

  • MEAN Stack memiliki keunggulan karena Angular sudah menyediakan fitur keamanan bawaan seperti proteksi XSS dan sanitasi input.
  • MERN Stack keamanannya lebih bergantung pada implementasi developer dan library tambahan yang digunakan, sehingga tingkat keamanannya bisa bervariasi.

12. Kurva Pembelajaran

  • MEAN Stack kurva pembelajarannya relatif curam karena Angular memiliki banyak konsep, terminologi, dan konfigurasi yang perlu dipahami sejak awal.
  • MERN Stack lebih mudah dipelajari karena React fokus pada komponen dan logika UI yang sederhana, terutama bagi developer JavaScript pemula.

13. Bahasa

  • MEAN Stack: Angular menggunakan TypeScript sebagai standar, yang memberikan keunggulan dalam hal type safety dan maintainability.
  • MERN Stack: React menggunakan JavaScript dan JSX, yang lebih fleksibel dan cepat ditulis, meskipun membutuhkan disiplin tambahan untuk menjaga kualitas kode.

14. Kecocokan

  • MEAN Stack lebih cocok digunakan untuk proyek besar dengan kebutuhan struktur dan keamanan tinggi.
  • MERN Stack lebih pas untuk proyek kecil hingga menengah yang mengutamakan kecepatan pengembangan dan fleksibilitas.

Kesimpulan

MEAN Stack dan MERN Stack keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun MERN Stack semakin populer karena kemudahannya, MEAN Stack menawarkan komunitas yang lebih luas dan koleksi teknologi yang lebih matang. Pilih stack yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek kalian dan pengalaman pengembangan kalian.

Nah, supaya proses pengembangan proyek kalian lebih mudah dan bisa dilakukan secara remote dari mana saja, kalian bisa menggunakan teknologi Cloud VPS dari DomaiNesia yang aman dan terbukti handal. Jadi, jangan lupa pakai Cloud VPS dari DomaiNesia untuk proyek-proyek aplikasi web dan mobile kamu ya!

Ita Sugiharti

If this post has reached you, then I hope it helps. If you have any questions or feedback, just leave a comment.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds