• Home
  • Berita
  • 11 Tools Desain Layout Website Terbaik untuk Pemula

11 Tools Desain Layout Website Terbaik untuk Pemula

Oleh Hiqbal Fauzi
Tema Blok WordPress

Pilihan tools terbaik agar desain website kamu tampil profesional sejak hari pertama

Apa Itu Desain Layout Website?

Desain layout website adalah proses mengatur elemen-elemen visual seperti teks, gambar, tombol, dan navigasi pada halaman web secara terstruktur dan menarik. Tujuannya adalah memastikan pengunjung website dapat menemukan informasi yang mereka cari dengan mudah, nyaman, dan efisien.

Bagi pemula, memulai desain layout website bisa terasa membingungkan karena banyaknya tools yang tersedia. Setiap tools memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tergantung kebutuhan, tingkat keahlian, dan anggaran kamu.

Artikel ini merangkum 11 tools desain layout website terbaik yang perlu kamu ketahui, lengkap dengan penjelasan fitur, kelebihan, dan kekurangannya, agar kamu bisa memilih yang paling tepat.

Perbandingan Singkat 11 Tools

Berikut ringkasan semua tools yang akan dibahas dalam artikel ini:

perbandingan tools layouttt

11 Tools Desain Layout Website Terbaik

Berikut penjelasan lengkap masing-masing tools, mulai dari fitur utama, kelebihan, hingga kekurangannya.

1. Figma  [ UI/UX Design & Prototyping ]

Figma adalah tools desain berbasis cloud yang saat ini menjadi standar industri untuk desain UI/UX dan layout website. Keunggulan terbesarnya adalah kolaborasi real-time, di mana kamu dan tim bisa bekerja pada file yang sama secara bersamaan, seperti Google Docs tapi untuk desain.

Figma berjalan langsung di browser tanpa perlu instalasi, sehingga sangat mudah diakses dari perangkat mana pun. Versi gratisnya sudah sangat lengkap untuk pemula, termasuk penyimpanan cloud tanpa batas.

Kelebihan Figma

Kolaborasi real-time: Bisa diakses dan diedit bersama tim secara bersamaan tanpa perlu kirim-kirim file.

Berbasis cloud: Tidak perlu instalasi, cukup buka browser dan langsung mulai desain.

Versi gratis yang kuat: Fitur gratis sudah cukup untuk kebutuhan desain web pemula hingga menengah.

Ekosistem plugin yang besar: Tersedia ribuan plugin gratis untuk mempercepat alur kerja desain, seperti ikon, foto stok, dan lain-lain.

Prototyping interaktif: Kamu bisa membuat simulasi navigasi website langsung di Figma tanpa tools tambahan.

Kekurangan Figma

Butuh koneksi internet: Figma sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil untuk bekerja secara optimal.

Fitur keamanan terbatas di paket gratis: Kontrol akses yang lebih ketat seperti audit log hanya tersedia di paket berbayar.

2. Adobe XD  [ UI/UX Design & Wireframing ]

Adobe XD adalah tools desain UI/UX dari ekosistem Adobe yang dirancang khusus untuk membuat wireframe, mockup, dan prototipe website maupun aplikasi mobile. Jika kamu sudah familiar dengan produk Adobe lainnya seperti Photoshop atau Illustrator, Adobe XD akan terasa sangat familiar.

Adobe XD mendukung pembuatan komponen yang bisa digunakan berulang (reusable components) sehingga proses desain menjadi lebih konsisten dan efisien. Tersedia versi gratis dengan fitur dasar yang cukup memadai untuk memulai.

Kelebihan Adobe XD

Integrasi ekosistem Adobe: Terhubung mulus dengan Photoshop dan Illustrator untuk transfer aset tanpa hambatan.

Repeat grid: Fitur unggulan untuk membuat elemen yang berulang seperti daftar produk atau kartu blog secara otomatis.

Baca Juga:  Tools Wajib Jadi Digital Marketing Terbaik

Prototyping yang mudah: Membuat animasi transisi dan interaksi antar halaman website cukup dengan drag-and-drop.

Versi gratis tersedia: Cukup untuk kebutuhan proyek desain web skala kecil.

Kekurangan Adobe XD

Kurang aktif dikembangkan: Adobe telah mengalihkan fokus ke Figma sejak akuisisi, sehingga update Adobe XD melambat.

Komunitas lebih kecil: Jumlah tutorial dan plugin tidak sebanyak Figma, sehingga sumber belajar lebih terbatas.

3. Canva  [ Desain Grafis Web & Media Sosial ]

Canva adalah tools desain grafis berbasis web yang paling ramah pemula. Dengan sistem drag-and-drop yang intuitif dan ribuan template siap pakai, siapa pun bisa membuat desain yang terlihat profesional tanpa latar belakang desain sama sekali.

Untuk kebutuhan desain website seperti banner, thumbnail blog, grafis media sosial, hingga landing page sederhana, Canva adalah pilihan yang sangat praktis dan cepat. Canva juga memiliki fitur kolaborasi tim dan penjadwalan postingan ke media sosial langsung dari platform.

Kelebihan Canva

Sangat mudah dipelajari: Antarmuka drag-and-drop yang intuitif, cocok untuk pemula tanpa pengalaman desain sama sekali.

Ribuan template web: Template siap pakai untuk berbagai kebutuhan web seperti banner, presentasi, media sosial, dan lain-lain.

Versi gratis yang lengkap: Pengguna gratis sudah mendapatkan akses ke ribuan elemen dan template.

Kolaborasi tim: Bisa berbagi dan mengedit desain bersama tim secara real-time.

Bisa langsung publish ke media sosial: Fitur penjadwalan postingan memudahkan manajemen konten website dan sosmed.

Kekurangan Canva

Terbatas untuk desain kompleks: Canva kurang cocok untuk desain UI/UX yang detail atau prototipe website yang interaktif.

Elemen premium berbayar: Banyak template dan elemen terbaik hanya bisa diakses dengan berlangganan Canva Pro.

File hasil unduhan tidak bisa diedit: Setelah diekspor ke PDF atau PNG, file tidak bisa diedit di luar platform Canva.

4. Framer  [ Desain Web Interaktif & No-Code ]

Framer adalah tools desain yang unik karena menggabungkan kemampuan desain visual dengan kemampuan membangun website yang benar-benar bisa dipublish, tanpa harus menulis kode. Ini menjadikan Framer pilihan menarik bagi desainer yang ingin mewujudkan desain mereka langsung menjadi website nyata.

Framer mendukung animasi canggih, interaksi kompleks, dan bahkan komponen berbasis React yang bisa dikustomisasi. Cocok untuk membuat landing page, portofolio, hingga website pemasaran yang interaktif dan modern.

Kelebihan Framer

Desain sekaligus publish website: Hasil desain bisa langsung dipublish sebagai website sungguhan tanpa perlu developer.

Animasi dan interaksi canggih: Mendukung animasi yang kompleks dan halus tanpa menulis kode, jauh melampaui tools desain biasa.

Komponen berbasis CMS: Bisa menghubungkan desain dengan konten dinamis seperti blog atau katalog produk.

Template modern dan profesional: Koleksi template website yang siap pakai dengan tampilan yang sangat modern.

Kekurangan Framer

Kurva belajar lebih tinggi: Dibanding Canva atau Figma, Framer membutuhkan waktu adaptasi lebih lama terutama untuk fitur-fitur lanjutannya.

Fitur lengkap memerlukan berlangganan: Untuk publish website dengan domain sendiri dan fitur CMS, kamu perlu paket berbayar.

5. Adobe Illustrator  [ Desain Aset Vektor untuk Web ]

Adobe Illustrator adalah tools desain vektor profesional yang digunakan untuk membuat aset-aset visual website seperti logo, ikon, ilustrasi, dan elemen grafis lainnya. Karena berbasis vektor, semua aset yang dibuat di Illustrator bisa diperbesar atau diperkecil tanpa kehilangan kualitas, sangat penting untuk kebutuhan desain web yang responsif.

Illustrator terintegrasi dengan baik ke dalam ekosistem Adobe Creative Cloud, memudahkan transfer aset ke Photoshop, InDesign, maupun Adobe XD. Tersedia uji coba gratis selama 7 hari sebelum berlangganan.

Kelebihan Adobe Illustrator

Kualitas vektor terbaik: Standar industri untuk pembuatan logo, ikon, dan ilustrasi web yang skalabel.

Integrasi ekosistem Adobe: Transfer aset ke Photoshop, XD, dan tools Adobe lain secara mulus.

Alat tipografi yang canggih: Kontrol tipografi yang sangat detail, penting untuk konsistensi desain web.

Banyak sumber belajar: Tutorial resmi dan komunitas yang sangat besar memudahkan proses belajar.

Kekurangan Adobe Illustrator

Biaya berlangganan mahal: Biaya bulanan yang signifikan bisa memberatkan pemula atau freelancer dengan anggaran terbatas.

Kurva pembelajaran curam: Banyaknya fitur membuat Illustrator terasa kompleks dan mengintimidasi bagi pengguna baru.

6. Affinity Designer  [ UI Design & Aset Web ]

Affinity Designer adalah alternatif terjangkau dari Adobe Illustrator yang sangat populer di kalangan desainer web. Dengan model pembelian satu kali tanpa biaya berlangganan, Affinity Designer menawarkan fitur profesional yang lengkap dengan harga yang jauh lebih hemat.

Baca Juga:  Kenali Apa Itu Otomatisasi Proses Bisnis dan Manfaatnya

Keunikan Affinity Designer adalah kemampuannya untuk bekerja di mode vektor dan raster dalam satu aplikasi, sehingga kamu tidak perlu berpindah antara dua software yang berbeda saat mendesain aset web.

Kelebihan Affinity Designer

Harga terjangkau, beli sekali: Tidak ada biaya berlangganan, cukup bayar satu kali dan dapatkan semua fitur selamanya.

Vektor dan raster dalam satu aplikasi: Berpindah mode vektor ke raster tanpa perlu membuka aplikasi berbeda.

Unlimited artboards: Ideal untuk mendesain berbagai halaman website sekaligus dalam satu file.

Performa ringan: Berjalan lancar bahkan di komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi.

Kekurangan Affinity Designer

Tidak ada layanan cloud bawaan: File harus disimpan secara lokal atau menggunakan layanan cloud pihak ketiga.

Komunitas lebih kecil: Jumlah tutorial dan sumber belajar tidak sebanyak Adobe Illustrator.

7. Gravit Designer  [ Desain Vektor Web Lintas Platform ]

Gravit Designer adalah tools desain vektor yang bisa dijalankan langsung dari browser tanpa perlu instalasi, menjadikannya pilihan yang sangat fleksibel untuk pemula. Tools ini mendukung berbagai sistem operasi dan perangkat, cocok untuk kamu yang sering berpindah-pindah perangkat.

Berbasis teknologi HTML, Gravit Designer menawarkan tingkat kustomisasi yang tinggi. Versi Pro membuka fitur tambahan seperti penyimpanan cloud tanpa batas, kemampuan bekerja offline, dan ekspor 300 dpi untuk kebutuhan cetak.

Kelebihan Gravit Designer

Gratis dan berbasis browser: Bisa langsung digunakan tanpa instalasi dari browser mana pun.

Kompatibel lintas platform: Berjalan di Windows, macOS, Linux, dan ChromeOS, bahkan di browser.

Antarmuka yang intuitif: Lebih mudah dipelajari dibanding Adobe Illustrator, cocok untuk pemula desain web.

Ekspor beragam format: Mendukung ekspor ke SVG, PDF, PNG, dan format web lainnya.

Kekurangan Gravit Designer

Fitur terbatas di versi gratis: Beberapa fitur penting seperti penyimpanan cloud dan kerja offline memerlukan berlangganan Pro.

Performa bisa melambat: Pada proyek yang kompleks, Gravit Designer bisa terasa lebih lambat dibanding tools desktop.

8. Sketch  [ UI/UX Design (macOS) ]

Sketch adalah tools desain UI/UX yang telah lama menjadi standar industri di kalangan desainer web profesional, khususnya pengguna macOS. Meski kini bersaing ketat dengan Figma, Sketch tetap menjadi pilihan utama bagi banyak tim desain berkat ekosistemnya yang matang dan fitur-fitur yang sangat terfokus untuk desain web dan aplikasi.

Sketch memiliki sistem simbol (symbols) dan shared styles yang sangat canggih, memudahkan kamu membangun design system yang konsisten untuk website dengan banyak halaman.

Kelebihan Sketch

Performa cepat dan stabil: Sebagai aplikasi native macOS, Sketch berjalan sangat responsif bahkan pada file desain yang besar.

Ekosistem plugin yang matang: Ribuan plugin tersedia untuk mengotomasi alur kerja desain web.

Design system yang kuat: Fitur symbols dan shared styles memudahkan pembuatan komponen UI yang konsisten.

Handoff ke developer mudah: Fitur inspect yang memudahkan developer membaca spesifikasi desain (warna, ukuran, font) langsung dari file.

Kekurangan Sketch

Hanya untuk macOS: Tidak tersedia untuk Windows atau Linux, sehingga tidak cocok jika tim menggunakan sistem operasi yang berbeda.

Kolaborasi real-time terbatas: Fitur kolaborasi Sketch tidak semulus Figma yang sudah mendukung multi-user editing secara native.

9. Pixlr  [ Editor Gambar Web Online ]

Pixlr adalah tools pengeditan gambar berbasis browser yang sangat cocok untuk pemula yang butuh mengedit gambar untuk kebutuhan website, seperti mengoptimalkan foto produk, membuat banner promosi, atau menyesuaikan ukuran gambar agar sesuai standar web.

Tersedia dalam dua versi: Pixlr X yang lebih sederhana untuk pemula, dan Pixlr E yang lebih lengkap menyerupai Photoshop. Keduanya bisa diakses gratis langsung dari browser tanpa instalasi.

Kelebihan Pixlr

Gratis dan berbasis browser: Tidak perlu instalasi, langsung buka browser dan mulai edit gambar untuk website.

Dua mode editor: Pixlr X untuk pengeditan cepat dan Pixlr E untuk pengeditan yang lebih detail.

Template konten web siap pakai: Tersedia template untuk banner web, thumbnail blog, postingan sosial media, dan lain-lain.

Harga terjangkau: Versi gratis sudah sangat memadai, dengan opsi berbayar yang terjangkau untuk fitur tambahan.

Baca Juga:  Kelebihan & Perbedaan Domain WEB ID Serta Cara Registrasi

Kekurangan Pixlr

Iklan di versi gratis: Versi gratis menampilkan iklan yang bisa mengganggu pengalaman desain.

Jumlah template terbatas: Pilihan template lebih sedikit dibanding Canva atau Placeit.

10. Placeit  [ Mockup & Branding Website ]

Placeit adalah tools yang sangat berguna untuk membuat mockup website, di mana desain atau screenshot website kamu ditampilkan dalam konteks perangkat nyata seperti laptop, smartphone, atau tablet. Ini sangat membantu untuk keperluan presentasi klien, portofolio, atau halaman landing page.

Selain mockup, Placeit juga menyediakan template untuk logo, banner website, konten media sosial, dan video promosi, semuanya bisa dikustomisasi dalam hitungan menit tanpa keahlian desain yang mendalam.

Kelebihan Placeit

Mockup website yang realistis: Ribuan template mockup perangkat (laptop, HP, tablet) untuk menampilkan desain website secara profesional.

Perpustakaan template yang sangat luas: Lebih dari 50 ribu template mencakup logo, banner, video promosi, dan konten sosial media.

Sangat mudah digunakan: Tidak butuh keahlian desain, cukup upload gambar dan template langsung menyesuaikan.

Hasil resolusi tinggi: Semua output beresolusi tinggi, cocok untuk digunakan di website maupun materi cetak.

Kekurangan Placeit

Kurang fleksibel untuk desain kustom: Placeit lebih cocok untuk kustomisasi template yang sudah ada, bukan membuat desain dari nol.

Biaya berlangganan untuk fitur penuh: Akses ke semua template dan unduhan tanpa batas memerlukan berlangganan.

11. Adobe Photoshop  [ Editing Gambar & Grafis Web ]

Adobe Photoshop adalah standar emas untuk pengeditan gambar dan pembuatan grafis website. Meskipun terkenal sebagai tools pengedit foto, Photoshop juga banyak digunakan oleh desainer web untuk membuat mockup halaman, mengedit gambar produk, membuat banner, hingga mengoptimalkan aset gambar untuk web.

Photoshop memiliki fitur ekspor yang canggih untuk kebutuhan web, termasuk kemampuan mengoptimalkan ukuran file gambar agar website tetap cepat diakses tanpa mengorbankan kualitas visual.

Kelebihan Adobe Photoshop

Pengeditan gambar paling lengkap: Fitur pengeditan foto dan gambar yang tidak tertandingi, ideal untuk mempersiapkan aset visual website.

Ekspor gambar untuk web yang canggih: Fitur Save for Web memungkinkan optimasi ukuran file gambar secara presisi untuk performa website.

Pustaka aset yang sangat luas: Akses ke template, stok gambar, ikon, dan font langsung dari dalam aplikasi.

Integrasi ekosistem Adobe: Terhubung mulus dengan Illustrator, XD, dan tools Adobe lainnya.

Kekurangan Adobe Photoshop

Biaya berlangganan mahal: Model berlangganan bulanan atau tahunan bisa memberatkan pemula atau bisnis kecil.

Menuntut spesifikasi hardware tinggi: Butuh RAM yang cukup besar dan prosesor yang cepat untuk berjalan optimal.

Baca Juga : Wireframe Adalah Kerangka Dasar Pembuatan Desain Website dan Aplikasi

Tips Memilih Tools yang Tepat untuk Pemula

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, memilih tools bisa terasa membingungkan. Berikut panduan singkat untuk membantu kamu memutuskan:

Mulai dari yang gratis dulu. Figma (gratis) dan Canva (gratis) adalah titik awal terbaik untuk pemula. Kamu bisa belajar banyak tanpa mengeluarkan biaya sama sekali.

Sesuaikan dengan tujuan. Jika kamu ingin mendesain tampilan website (UI), pilih Figma atau Adobe XD. Jika kamu ingin langsung publish website tanpa kode, coba Framer.

Pertimbangkan sistem operasi. Pengguna macOS bisa mempertimbangkan Sketch. Pengguna Windows atau Linux lebih cocok dengan Figma, Gravit Designer, atau tools berbasis browser lainnya.

Coba uji coba gratis sebelum bayar. Tools seperti Adobe Illustrator dan Adobe XD menyediakan periode uji coba gratis. Manfaatkan untuk memastikan tools tersebut sesuai dengan alur kerja kamu.

Gunakan Hosting dari DomaiNesia

Kesimpulan

Desain layout website yang baik dimulai dari pemilihan tools yang tepat. Untuk pemula, Figma dan Canva adalah pilihan paling direkomendasikan karena gratis, mudah dipelajari, dan sudah digunakan secara luas di industri. Setelah kamu semakin mahir, kamu bisa mengeksplorasi tools yang lebih canggih seperti Framer atau Adobe Illustrator sesuai kebutuhan proyekmu.

Yang terpenting, jangan terlalu lama memilih tools dan langsung mulai berlatih. Kemampuan desain tumbuh dari pengalaman, bukan dari tools yang paling canggih.

Sudah punya desain website yang siap ditampilkan ke dunia? Pastikan website kamu berjalan pada hosting yang cepat dan andal. Kunjungi DomaiNesia untuk menemukan paket hosting terbaik sesuai kebutuhan proyekmu.

Hiqbal Fauzi

As SEO Specialist at DomaiNesia with a bachelor's in animal husbandry, passionate about digital marketing, especially in SEO.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya