• Home
  • Tips
  • Cloud VPS Managed vs Unmanaged: Pilih Sesuai Kebutuhan Servermu

Cloud VPS Managed vs Unmanaged: Pilih Sesuai Kebutuhan Servermu

Oleh Mila Rosyida
Cloud VPS Managed vs Unmanaged: Pilih Sesuai Kebutuhan Servermu 1

Cloud VPS Managed cocok untuk kamu yang membutuhkan bantuan menyiapkan server, sedangkan Cloud VPS Unmanaged lebih sesuai bagi pengguna yang ingin mengelola seluruh konfigurasi server secara mandiri. Perbedaan utamanya terletak pada cakupan bantuan teknis, tanggung jawab pengelolaan, tingkat kontrol, dan biaya layanan.

Namun, istilah “managed” tidak selalu berarti penyedia akan mengelola server secara penuh selama layanan digunakan. Cakupan pengelolaan dapat berbeda pada setiap penyedia hosting.

Khusus pada Managed VPS DomaiNesia, bantuan berfokus pada tahap setup awal, meliputi instalasi CloudLinux OS, cPanel, Imunify360, serta konfigurasi SSL. Setelah setup awal selesai, pemeliharaan aplikasi, sistem, backup, keamanan, dan perangkat lunak tambahan menjadi tanggung jawab pelanggan.

Sementara itu, pada Cloud VPS Unmanaged, pengguna mengelola server sejak awal. Mulai dari instalasi sistem operasi, konfigurasi web server, keamanan, backup, pembaruan aplikasi, hingga troubleshooting perlu ditangani secara mandiri.

Secara ringkas, kamu dapat menggunakan panduan berikut:

  • Pilih Managed VPS DomaiNesia apabila membutuhkan bantuan setup awal, tetapi tetap memiliki kemampuan atau tim teknis untuk melanjutkan pengelolaan server.
  • Pilih Unmanaged VPS apabila membutuhkan kontrol penuh dan mampu menangani konfigurasi, keamanan, backup, serta troubleshooting secara mandiri.
  • Periksa selalu batas layanan penyedia karena cakupan Managed VPS dapat berbeda pada setiap perusahaan hosting.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari perbedaan Cloud VPS Managed vs Unmanaged secara umum, batas pengelolaan Managed VPS DomaiNesia, serta pertimbangan yang perlu diperiksa sebelum memilih layanan.

Jika masih belum memahami konsep dasarnya, kamu dapat membaca terlebih dahulu pembahasan mengenai pengertian dan cara kerja VPS.

Apa Itu Cloud VPS Managed?

Secara umum, Cloud VPS Managed adalah layanan VPS yang sebagian pengelolaan teknisnya dibantu oleh penyedia. Pengguna tetap mendapatkan sumber daya server tersendiri, tetapi tidak harus menangani seluruh konfigurasi dan pemeliharaan server secara mandiri.

Cakupan layanan Managed VPS dapat berbeda pada setiap penyedia. Ada penyedia yang menawarkan pengelolaan berkelanjutan, mulai dari instalasi awal, pemantauan server, pembaruan sistem, backup, hingga troubleshooting. Ada pula layanan Managed VPS yang hanya mencakup setup dan konfigurasi awal.

Karena itu, kamu tidak dapat menilai cakupan layanan hanya berdasarkan label “managed”. Sebelum membeli, periksa ketentuan penggunaan, batas dukungan teknis, kebijakan backup, dan tanggung jawab pengguna.

Pembagian tanggung jawab seperti ini juga dapat ditemukan pada berbagai layanan hosting Managed dan Unmanaged.

Bagaimana Cakupan Managed VPS DomaiNesia?

Managed VPS DomaiNesia berfokus pada bantuan setup awal server, bukan pengelolaan penuh secara berkelanjutan.

Artinya, tim DomaiNesia membantu menyiapkan lingkungan awal VPS. Setelah tahap setup selesai, pemeliharaan server, aplikasi, backup, dan keamanan selanjutnya menjadi tanggung jawab pelanggan.

Batas Pengelolaan Managed VPS DomaiNesia

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh teknis mengenai bantuan yang termasuk dan tidak termasuk dalam cakupan Managed VPS DomaiNesia.

Skenario Termasuk cakupan Di luar cakupan
Setup sistem operasi Tim DomaiNesia menginstal CloudLinux OS saat setup awal Mengubah konfigurasi OS untuk kebutuhan aplikasi khusus setelah setup
Setup cPanel Tim memasang dan mengonfigurasi cPanel agar siap digunakan Membuat struktur akun, mengatur setiap website, atau memindahkan konfigurasi aplikasi secara terus-menerus
Setup SSL Tim membantu konfigurasi SSL pada tahap awal Memperbaiki mixed content, redirect yang salah, atau konfigurasi SSL yang rusak akibat perubahan aplikasi
Setup keamanan Tim memasang Imunify360 dan dapat membantu konfigurasi Cloudflare apabila diminta Menangani seluruh insiden keamanan aplikasi, membersihkan kode berbahaya, atau memperbaiki celah aplikasi setelah setup
Backup Tim menyiapkan backup awal di dalam VPS yang sama menggunakan JetBackup Menjadwalkan, memeriksa, memindahkan, dan memulihkan backup secara rutin
Fresh install Tim dapat melakukan instalasi ulang VPS Menginstal ulang dan mengonfigurasi seluruh website atau aplikasi setelah fresh install
DDoS DomaiNesia memantau serangan pada tingkat jaringan dan dapat menerapkan Null Route Menjamin website tetap dapat diakses selama IP terkena serangan atau Null Route
Aplikasi pelanggan Pelanggan dapat memasang aplikasi melalui server yang telah disiapkan Troubleshooting kode, plugin, framework, database, dan software tambahan
Baca Juga:  Cara Cerdas Memilih Serverless, VPS, atau Kombinasinya

Contoh 1: Aplikasi Node.js Berhenti Setelah Server Reboot

Misalnya, pelanggan menjalankan aplikasi Node.js menggunakan PM2. Setelah VPS reboot, aplikasi tidak otomatis aktif karena perintah startup PM2 belum dikonfigurasi.

Contoh konfigurasi yang mungkin diperlukan:

Masalah tersebut menjadi tanggung jawab pelanggan karena PM2 dan aplikasi Node.js merupakan perangkat lunak tambahan yang dipasang setelah setup awal.

Pelanggan perlu:

  • Memastikan service PM2 aktif
  • Memeriksa status aplikasi dengan pm2 status
  • Memeriksa log menggunakan pm2 logs
  • Membuat konfigurasi startup
  • Memastikan port aplikasi dibuka pada firewall
  • Mengatur reverse proxy Nginx atau Apache apabila diperlukan

Tim DomaiNesia tidak melakukan pemeliharaan atau troubleshooting aplikasi Node.js secara berkelanjutan.

Contoh 2: Database MySQL Lambat

Misalnya, website mengalami waktu respons lambat karena query database membutuhkan waktu beberapa detik. Pemeriksaan menunjukkan penggunaan CPU MySQL tinggi dan terdapat query tanpa indeks.

Dalam kondisi ini, optimasi berikut menjadi tanggung jawab pelanggan:

  • Menganalisis slow query log
  • Menambahkan indeks pada tabel
  • Mengoptimalkan query aplikasi
  • Menyesuaikan konfigurasi my.cnf
  • Memeriksa penggunaan koneksi database
  • Membersihkan tabel atau data yang tidak diperlukan
  • Mengoptimalkan struktur database

Tim DomaiNesia tidak otomatis melakukan optimasi query, tuning database, atau perbaikan struktur tabel karena hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan aplikasi pelanggan.

Pengelolaan Aplikasi dan Perangkat Lunak

Setelah setup awal selesai, pelanggan bertanggung jawab memastikan aplikasi, sistem, dan perangkat lunak tambahan dapat berjalan dengan baik.

Tanggung jawab tersebut mencakup:

  • Instalasi aplikasi tambahan
  • Konfigurasi website
  • Pemeliharaan database
  • Pembaruan aplikasi
  • Pengaturan plugin atau ekstensi
  • Penyesuaian setelah pembaruan sistem operasi
  • Troubleshooting aplikasi dan perangkat lunak tambahan

Sebagai contoh, pembaruan CloudLinux OS dapat menyebabkan perubahan kompatibilitas pada aplikasi tertentu. Apabila hal tersebut terjadi setelah setup awal, pelanggan perlu melakukan penyesuaian atau perbaikan yang diperlukan.

Sesuai ketentuan layanan, permasalahan, kerusakan, maupun kehilangan data yang terjadi pada aplikasi, sistem, atau perangkat lunak setelah setup awal menjadi tanggung jawab pelanggan.

Dengan demikian, Managed VPS DomaiNesia tetap membutuhkan pengguna atau tim teknis yang mampu melakukan pemeliharaan aplikasi dan sistem setelah server selesai disiapkan.

Kebijakan Backup Managed VPS DomaiNesia

Tim DomaiNesia menyiapkan backup pada tahap setup awal. Backup tersebut disimpan pada VPS yang sama atau menggunakan skema on-server backup.

Setelah setup awal selesai, pengelolaan dan pemeliharaan backup menjadi tanggung jawab pelanggan. Pelanggan perlu memastikan backup:

  • Diperbarui secara berkala
  • Dapat dipulihkan ketika diperlukan
  • Tidak rusak atau tidak lengkap
  • Memiliki salinan di lokasi terpisah
  • Disimpan sesuai kebutuhan retensi data

Karena backup awal berada di VPS yang sama, pengguna sebaiknya membuat backup tambahan di lokasi berbeda. Backup terpisah dapat membantu mengurangi risiko kehilangan data apabila terjadi kerusakan server, kesalahan konfigurasi, serangan, atau penghapusan data.

Kamu dapat mempelajari langkah dasarnya melalui panduan backup Cloud VPS.

Keamanan Managed VPS DomaiNesia

Setup keamanan VPS oleh DomaiNesia dilakukan pada tahap awal. Bantuan tersebut berupa instalasi Imunify360 dengan pemindaian rutin serta pengaturan Cloudflare apabila diminta oleh pelanggan.

Setelah setup awal selesai, pemeliharaan keamanan VPS menjadi tanggung jawab pelanggan. Pengguna tetap perlu:

  • Memperbarui aplikasi dan perangkat lunak
  • Menggunakan password yang kuat
  • Mengatur hak akses pengguna
  • Memantau aktivitas yang mencurigakan
  • Mengamankan akses SSH
  • Memeriksa log server
  • Menghapus aplikasi yang tidak digunakan
  • Menguji backup secara berkala

Imunify360 membantu meningkatkan perlindungan server, tetapi tidak menggantikan pemeliharaan keamanan secara menyeluruh. Kesalahan konfigurasi, password yang lemah, plugin rentan, atau aplikasi yang tidak diperbarui tetap dapat menimbulkan risiko.

Untuk memperkuat konfigurasi server, kamu dapat mengikuti tips meningkatkan keamanan server VPS.

Pemantauan Serangan DDoS

DomaiNesia tetap melakukan pemantauan serangan Distributed Denial of Service atau DDoS pada tingkat jaringan.

Apabila terdeteksi serangan yang berpotensi mengganggu stabilitas layanan DomaiNesia, sistem dapat menerapkan Null Route secara otomatis.

Null Route merupakan tindakan mengarahkan trafik menuju alamat IP yang diserang ke jalur pembuangan. Langkah ini bertujuan mencegah trafik serangan memengaruhi jaringan dan layanan pengguna lainnya.

Baca Juga:  Alternatif Google Cloud yang Perlu Dicoba

Konsekuensinya, alamat IP yang terkena Null Route dapat tidak diakses untuk sementara hingga serangan mereda atau penanganan selanjutnya dilakukan.

Fresh Install VPS

Pelanggan dapat meminta tim DomaiNesia melakukan fresh install atau instalasi ulang VPS apabila diperlukan.

Namun, bantuan tersebut hanya mencakup instalasi ulang server. Pelanggan tetap bertanggung jawab untuk:

  • Memasang kembali aplikasi
  • Memulihkan data
  • Mengonfigurasi website
  • Mengatur database
  • Memasang perangkat lunak tambahan
  • Mengembalikan konfigurasi yang dibutuhkan

Fresh install dapat menghapus konfigurasi dan data yang berada di server. Oleh karena itu, pastikan backup sudah tersedia dan dapat dipulihkan sebelum mengajukan instalasi ulang.

Siapa yang Cocok Menggunakan Managed VPS DomaiNesia?

Managed VPS DomaiNesia cocok untuk pengguna yang membutuhkan bantuan saat menyiapkan lingkungan awal server, tetapi masih memiliki kemampuan teknis untuk mengelola aplikasi dan sistem setelah setup selesai.

Layanan ini dapat dipertimbangkan apabila kamu:

  • Membutuhkan bantuan instalasi CloudLinux OS dan cPanel
  • Membutuhkan instalasi Imunify360 dan SSL
  • Ingin memperoleh server yang sudah dikonfigurasi pada tahap awal
  • Memiliki pengalaman mengelola website melalui cPanel
  • Memiliki developer atau tim teknis
  • Siap mengelola backup secara mandiri
  • Mampu menangani pembaruan dan troubleshooting aplikasi
  • Memahami bahwa pemeliharaan setelah setup bukan tanggung jawab penyedia

Sebaliknya, apabila kamu membutuhkan pemantauan, pembaruan, backup, dan troubleshooting secara penuh serta berkelanjutan, pastikan kembali apakah ruang lingkup layanan yang dipilih sudah sesuai.

Lihat Paket Managed Cloud VPS DomaiNesia

Apa Itu Cloud VPS Unmanaged?

Cloud VPS Unmanaged adalah layanan VPS yang pengelolaan teknisnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Penyedia menyediakan infrastruktur server, jaringan, dan sumber daya komputasi. Sementara itu, pengguna menangani sistem operasi, aplikasi, keamanan, backup, optimasi, dan troubleshooting.

Pada layanan Unmanaged VPS, pengguna biasanya memperoleh akses root sehingga dapat mengatur server secara lebih bebas.

Kamu dapat menentukan:

  • Sistem operasi yang digunakan
  • Web server seperti Nginx atau Apache
  • Database seperti MySQL, MariaDB, atau PostgreSQL
  • Versi bahasa pemrograman
  • Control panel
  • Firewall
  • Sistem caching
  • Container dan virtualisasi aplikasi
  • Jadwal serta lokasi backup

Kebebasan ini cocok untuk developer, administrator sistem, atau tim teknis yang membutuhkan konfigurasi khusus.

Namun, akses penuh juga berarti tanggung jawab yang lebih besar. Kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan aplikasi tidak berjalan, server tidak aman, atau website mengalami downtime.

Pengguna yang baru mulai mengelola server dapat mempelajari cara menggunakan Cloud VPS untuk pemula sebelum menjalankan aplikasi produksi.

Perbedaan Managed VPS dan Unmanaged VPS

Berikut perbandingan Managed VPS secara umum, Managed Cloud VPS DomaiNesia, dan Unmanaged VPS.

Aspek Managed VPS Secara Umum Managed VPS DomaiNesia Unmanaged VPS
Pengelolaan server Dibantu penyedia sesuai cakupan paket Bantuan terbatas pada setup awal Dikelola pengguna
Instalasi awal Umumnya dibantu penyedia CloudLinux OS, cPanel, Imunify360, dan SSL Dilakukan pengguna
Pemeliharaan setelah setup Dapat ditangani penyedia, tergantung paket Menjadi tanggung jawab pelanggan Menjadi tanggung jawab pengguna
Pembaruan aplikasi Tergantung batas layanan Menjadi tanggung jawab pelanggan Menjadi tanggung jawab pengguna
Troubleshooting aplikasi Dapat termasuk atau tidak termasuk Menjadi tanggung jawab pelanggan Menjadi tanggung jawab pengguna
Backup Dapat dikelola penyedia Disiapkan saat setup awal di VPS yang sama Disiapkan pengguna
Keamanan Dapat mencakup pemeliharaan rutin Setup awal Imunify360 dan Cloudflare jika diminta Dikelola pengguna
Pemantauan DDoS jaringan Tergantung penyedia Dipantau DomaiNesia pada tingkat jaringan Tergantung penyedia
Instalasi ulang Tergantung kebijakan penyedia Dapat diminta, tetapi pengaturan aplikasi dilakukan pelanggan Dilakukan atau diminta pengguna
Kontrol server Dapat dibatasi sesuai kebijakan Tetap membutuhkan pengelolaan pelanggan Kontrol penuh
Keahlian teknis Dasar hingga menengah Menengah atau memiliki tim teknis Menengah hingga mahir
Pengguna ideal Pengguna yang membutuhkan bantuan pengelolaan Pengguna yang membutuhkan bantuan setup awal Developer dan administrator server

Tabel tersebut menunjukkan bahwa perbedaan utama tidak hanya terletak pada harga. Kamu juga perlu mempertimbangkan batas dukungan, kemampuan teknis, waktu pengelolaan, dan risiko operasional.

Kapan Sebaiknya Memilih Managed VPS?

Managed VPS dapat dipertimbangkan ketika kamu membutuhkan bantuan teknis dari penyedia dan tidak ingin memulai seluruh konfigurasi server dari awal.

Layanan ini sesuai apabila:

  • Tidak terbiasa melakukan instalasi server
  • Membutuhkan control panel yang siap digunakan
  • Tidak ingin melakukan konfigurasi keamanan awal secara manual
  • Memiliki tim teknis yang dapat melanjutkan pemeliharaan
  • Membutuhkan lingkungan awal yang sudah disiapkan
  • Ingin menghemat waktu pada tahap deployment awal

Namun, selalu periksa ruang lingkup pengelolaannya. Label Managed VPS tidak otomatis berarti penyedia akan menangani seluruh aplikasi dan sistem selama layanan aktif.

Baca Juga:  Kupas Tuntas gRPC vs REST: Mana Pilihan Terbaikmu?

Kamu dapat membaca tips memilih Managed Cloud VPS untuk memahami aspek dukungan, keamanan, spesifikasi, dan pengelolaan yang perlu diperiksa.

Kapan Sebaiknya Memilih Unmanaged VPS?

Unmanaged VPS lebih tepat ketika kamu membutuhkan kontrol penuh dan mampu mengelola server secara mandiri.

Pilih tipe Unmanaged apabila:

  • Terbiasa menggunakan SSH
  • Memahami administrasi Linux
  • Mampu mengonfigurasi web server dan database
  • Membutuhkan software atau arsitektur khusus
  • Memiliki developer atau administrator sistem
  • Ingin menentukan konfigurasi keamanan sendiri
  • Mampu mengelola backup dan pemulihan data
  • Siap menangani gangguan pada sistem dan aplikasi

Unmanaged VPS sering digunakan untuk lingkungan pengembangan, API, container, aplikasi khusus, server pengujian, sistem otomasi, dan website dengan kebutuhan konfigurasi tertentu.

Biaya layanan Unmanaged biasanya lebih rendah karena tidak menyertakan banyak bantuan pengelolaan. Namun, kamu tetap perlu memperhitungkan biaya tenaga teknis, waktu pemeliharaan, backup, lisensi, dan risiko downtime.

Apakah Managed VPS Selalu Lebih Cepat?

Managed VPS tidak otomatis lebih cepat daripada Unmanaged VPS.

Performa website atau aplikasi tetap dipengaruhi oleh:

  • Jumlah core CPU
  • Kapasitas RAM
  • Jenis penyimpanan
  • Infrastruktur jaringan
  • Konfigurasi web server
  • Optimasi database
  • Sistem caching
  • Kualitas kode aplikasi
  • Jumlah trafik
  • Penggunaan plugin atau ekstensi

Perbedaan Managed dan Unmanaged berkaitan dengan siapa yang mengelola server, bukan seberapa cepat server tersebut bekerja.

Managed VPS dapat lebih konsisten apabila konfigurasi awal dilakukan dengan tepat. Namun, Unmanaged VPS juga dapat menghasilkan performa tinggi apabila dikelola oleh administrator yang berpengalaman.

Karena itu, jangan memilih layanan hanya berdasarkan label pengelolaannya. Periksa juga spesifikasi, arsitektur aplikasi, dan kebutuhan sumber daya.

Bagaimana Pengelolaan Memengaruhi Keamanan VPS?

Tipe pengelolaan menentukan siapa yang bertanggung jawab menjaga keamanan server.

Pada Managed VPS secara umum, penyedia dapat membantu pembaruan sistem, pemasangan patch, konfigurasi firewall, dan pemantauan. Namun, cakupan tersebut tetap bergantung pada ketentuan setiap paket.

Pada Managed VPS DomaiNesia, setup keamanan dilakukan pada tahap awal melalui instalasi Imunify360 serta konfigurasi Cloudflare apabila diminta. Pemeliharaan selanjutnya menjadi tanggung jawab pelanggan.

Sementara itu, pada Unmanaged VPS, pengguna bertanggung jawab penuh atas:

  • Patch sistem operasi
  • Firewall
  • Keamanan SSH
  • Hak akses pengguna
  • Pemantauan log
  • Keamanan aplikasi
  • Backup
  • Pemulihan data
  • Penanganan malware

Apa pun tipe yang dipilih, pengguna tetap harus menjaga keamanan akun, password, aplikasi, plugin, dan data.

Checklist Memilih Layanan VPS

Sebelum menentukan pilihan, gunakan checklist berikut.

1. Periksa Cakupan Layanan

Cari tahu secara jelas apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam layanan. Jangan hanya mengandalkan istilah Managed atau Unmanaged.

2. Evaluasi Kemampuan Teknis

Pertimbangkan apakah kamu atau tim memiliki kemampuan mengelola sistem operasi, aplikasi, database, keamanan, dan backup.

3. Hitung Total Biaya

Selain biaya server, perhitungkan biaya control panel, lisensi keamanan, penyimpanan backup, dan tenaga teknis.

4. Periksa Kebijakan Backup

Cari tahu lokasi backup, frekuensi, masa retensi, dan siapa yang bertanggung jawab melakukan pemulihan.

5. Periksa Dukungan Teknis

Pastikan kamu memahami jenis kendala yang dapat dibantu penyedia. Dukungan terhadap infrastruktur tidak selalu mencakup troubleshooting aplikasi.

6. Perhatikan Skalabilitas

Pilih layanan yang memungkinkan peningkatan CPU, RAM, dan penyimpanan ketika kebutuhan aplikasi berkembang.

7. Baca Ketentuan Penggunaan

Ketentuan penggunaan menjelaskan batas tanggung jawab penyedia dan pelanggan. Bagian ini penting untuk mencegah kesalahpahaman setelah layanan digunakan.

Jadi, Pilih Managed atau Unmanaged?

Managed VPS dan Unmanaged VPS memiliki fungsi yang sama sebagai lingkungan server, tetapi menawarkan pembagian tanggung jawab yang berbeda.

Managed VPS secara umum cocok untuk pengguna yang membutuhkan bantuan pengelolaan dari penyedia. Namun, cakupannya tetap harus diperiksa karena setiap perusahaan hosting memiliki batas layanan masing-masing.

Khusus pada Managed VPS DomaiNesia, bantuan berfokus pada setup awal yang mencakup instalasi CloudLinux OS, cPanel, Imunify360, serta konfigurasi SSL. Setelah setup selesai, pemeliharaan aplikasi, backup, keamanan, dan penyesuaian sistem menjadi tanggung jawab pelanggan.

Sementara itu, Unmanaged VPS cocok untuk pengguna yang membutuhkan kontrol penuh dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola server sendiri.

Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik untuk semua kebutuhan. Pilihan terbaik adalah layanan yang sesuai dengan kemampuan teknis, kebutuhan aplikasi, anggaran, serta waktu yang dapat kamu alokasikan untuk mengelola server.

Apabila kamu membutuhkan kontrol penuh, resource dedicated, dan ruang untuk meningkatkan kapasitas aplikasi, pertimbangkan Managed Cloud VPS DomaiNesia untuk kebutuhan server berperforma tinggi.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya