• Home
  • Tips
  • Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting: Mana yang Terbaik untuk Website

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting: Mana yang Terbaik untuk Website

Oleh Ratna Patria
Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting: Mana yang Terbaik untuk Website 1

Memilih layanan hosting yang tepat adalah langkah penting sebelum membangun atau memindahkan website, karena akan memengaruhi kecepatan, stabilitas, keamanan, hingga biaya operasional. Di antara berbagai pilihan yang tersedia, shared hosting dan cloud hosting adalah dua jenis yang paling sering dipertimbangkan—masing-masing menawarkan cara kerja, kelebihan, dan keterbatasan yang berbeda. Agar kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan website, mari mulai dari yang paling umum digunakan, terutama untuk pemula dan website skala kecil.

Apa Itu Shared Hosting?

Shared hosting adalah jenis layanan hosting di mana satu server fisik digunakan bersama oleh banyak pengguna sekaligus. Setiap pengguna mendapatkan bagian kecil dari sumber daya server seperti CPU, RAM, dan storage untuk menjalankan website mereka. Jenis hosting ini banyak digunakan oleh pemula karena biayanya paling terjangkau dan pengelolaannya mudah, tanpa perlu keahlian teknis mendalam. 

  • Kelebihan Shared Hosting

Kelebihan utama shared hosting terletak pada kemudahan penggunaan dan biaya yang sangat terjangkau. Karena satu server digunakan bersama oleh banyak pengguna, biaya operasional dapat dibagi, membuat layanan ini menjadi pilihan ideal untuk pemula, blogger, dan bisnis kecil. Selain itu, shared hosting sudah dilengkapi dengan panel kontrol seperti cPanel atau Plesk yang memudahkan pengguna dalam mengelola domain, email, database, hingga file website tanpa memerlukan kemampuan teknis tinggi. 

  • Kekurangan Shared Hosting

Di balik kemudahannya, shared hosting memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan. Karena sumber daya server dibagi dengan banyak pengguna, performa website bisa menurun saat salah satu situs di server yang sama mengalami lonjakan trafik. Hal ini dapat menyebabkan waktu muat menjadi lambat atau bahkan downtime. Selain itu, pengguna tidak memiliki kontrol penuh atas server sehingga tidak bisa melakukan konfigurasi khusus atau menginstal software tambahan. 

Apa Itu Cloud Hosting?

Cloud hosting adalah layanan hosting yang menggunakan beberapa server virtual yang saling terhubung dalam satu sistem cloud. Tidak seperti shared hosting yang bergantung pada satu server fisik, cloud hosting memanfaatkan infrastruktur berbasis jaringan, sehingga data website tersebar di berbagai server. Hal ini membuat cloud hosting lebih andal, karena jika satu server mengalami gangguan, sistem secara otomatis akan memindahkan beban kerja ke server lain tanpa menyebabkan downtime.

  • Kelebihan Cloud Hosting

Kelebihan utama cloud hosting terletak pada performa dan keandalannya yang jauh melampaui layanan hosting tradisional. Karena data disimpan di banyak server yang saling terhubung, risiko downtime dapat diminimalkan—jika satu server bermasalah, server lain akan langsung menggantikannya. Selain itu, cloud hosting memiliki kemampuan auto-scaling, yang memungkinkan penyesuaian resource seperti CPU, RAM, atau storage secara otomatis sesuai kebutuhan trafik.

  • Kekurangan Cloud Hosting

Meskipun menawarkan banyak keunggulan, cloud hosting juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan sebelum memilihnya. Pertama, biaya layanan cenderung lebih tinggi dibandingkan shared hosting karena infrastruktur dan teknologi yang digunakan jauh lebih kompleks. Beberapa penyedia cloud hosting bahkan menerapkan sistem pay-as-you-go, di mana biaya akan meningkat seiring penggunaan resource.

Perbandingan Shared Hosting vs Cloud Hosting

Setelah memahami konsep dasar masing-masing jenis hosting, langkah berikutnya adalah membandingkan shared hosting dan cloud hosting untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhan website kamu. 

  1. Shared vs VPS vs Cloud Hosting

Shared hosting, VPS, dan cloud hosting sebenarnya berada pada level yang berbeda dalam hal performa dan fleksibilitas. Shared hosting menggunakan satu server fisik yang dibagi untuk banyak pengguna, sehingga cocok untuk website kecil dengan trafik rendah. VPS (Virtual Private Server) menyediakan lingkungan virtual terpisah di dalam satu server, memberikan kontrol dan performa lebih baik, meski masih berbagi infrastruktur fisik. Sementara cloud hosting memanfaatkan beberapa server yang saling terhubung dalam sistem cloud, memastikan uptime tinggi dan kemampuan skalabilitas otomatis. 

  1. Keuntungan Shared Hosting

Shared hosting menawarkan kemudahan dan biaya yang sangat terjangkau, menjadikannya pilihan populer bagi pemula atau website dengan skala kecil. Pengguna tidak perlu memikirkan pengaturan server, keamanan, atau pemeliharaan karena semuanya ditangani oleh penyedia layanan. Panel kontrol seperti cPanel atau Plesk juga mempermudah pengelolaan website, domain, dan email tanpa keahlian teknis mendalam. 

  1. Keuntungan Cloud Hosting

Cloud hosting unggul dalam hal performa, fleksibilitas, dan keandalan. Teknologi berbasis jaringan server memungkinkan website tetap aktif meskipun salah satu server mengalami gangguan, karena sistem akan otomatis memindahkan beban ke server lain. Skalabilitas menjadi kelebihan utama—pengguna bisa menambah kapasitas CPU, RAM, atau storage sesuai kebutuhan tanpa downtime. 

  1. Keamanan Shared Hosting vs Cloud Hosting
Baca Juga:  PositiveSSL: SSL Murah Untuk Keamanan Website

Dari sisi keamanan, cloud hosting jauh lebih unggul dibanding shared hosting. Pada shared hosting, semua website berbagi satu server yang sama, sehingga jika satu situs terkena serangan malware atau DDoS, website lain di server tersebut bisa ikut terdampak. Sebaliknya, cloud hosting memiliki sistem isolasi antar pengguna dan penyimpanan terdistribusi di beberapa server, sehingga risiko serangan berantai dapat diminimalkan. Infrastruktur cloud juga mendukung fitur backup otomatis dan pemulihan cepat jika terjadi gangguan. 

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Kapan Harus Memilih Shared Hosting vs Cloud Hosting?

Menentukan waktu yang tepat untuk memilih antara shared hosting dan cloud hosting tergantung pada kebutuhan, skala, serta tujuan pengembangan website. Keduanya memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu menyediakan ruang penyimpanan dan akses online bagi website, namun berbeda dari sisi performa, fleksibilitas, serta biaya. 

  • Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Hosting

Ada beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih antara shared hosting dan cloud hosting. Pertama adalah anggaran — shared hosting menawarkan harga terjangkau dengan fitur dasar yang cukup untuk website sederhana, sedangkan cloud hosting membutuhkan investasi lebih besar namun sebanding dengan performa dan keamanan yang didapat. Kedua, trafik dan pertumbuhan website — jika website kamu masih baru dan belum memiliki banyak pengunjung, shared hosting sudah cukup. Namun, jika trafik mulai meningkat dan kamu membutuhkan kecepatan serta uptime tinggi, cloud hosting menjadi pilihan logis.

  • Jenis Website yang Cocok dengan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Shared hosting cocok untuk blog pribadi, portofolio, website profil perusahaan kecil (company profile), atau toko online dengan jumlah produk terbatas. Hosting jenis ini memberikan keseimbangan antara kemudahan, biaya rendah, dan fitur dasar yang cukup untuk website dengan trafik ringan. Sementara itu, cloud hosting lebih tepat untuk website berskala menengah hingga besar seperti e-commerce, portal berita, aplikasi web, dan platform edukasi online.

Beli Cloud Hosting DomaiNesia

Perbandingan Kinerja: Shared Hosting vs Cloud Hosting

Dalam memilih layanan hosting, kinerja menjadi salah satu faktor paling penting yang menentukan kenyamanan pengguna dan kesuksesan website. Shared hosting dan cloud hosting sama-sama berfungsi untuk menyimpan serta mengelola data website, namun cara kerja dan performanya sangat berbeda. 

  1. Kecepatan Akses Website dan Responsivitas

Pada shared hosting, performa website bisa melambat ketika ada pengguna lain di server yang menggunakan banyak resource. Hal ini karena semua website di dalam satu server berbagi CPU, RAM, dan bandwidth yang sama. Akibatnya, waktu respon server menjadi tidak konsisten, terutama saat trafik tinggi. Sebaliknya, cloud hosting memiliki sistem distribusi beban kerja di beberapa server (load balancing), sehingga performanya lebih stabil dan cepat. Ketika satu server mengalami overload, sistem secara otomatis mengalihkan trafik ke server lain tanpa mengganggu akses pengguna.

  1. Uptime dan Downtime

Dalam shared hosting, uptime sering kali bergantung pada kondisi satu server. Jika server utama mengalami gangguan, seluruh website yang ada di dalamnya ikut terkena dampaknya, menyebabkan downtime. Karena sifatnya yang terpusat, shared hosting memiliki risiko downtime lebih tinggi, terutama jika penyedia hosting tidak memiliki sistem pemulihan cepat.
Sedangkan cloud hosting menawarkan uptime hampir sempurna (bisa mencapai 99,99%) karena menggunakan beberapa server cadangan. Jika salah satu server gagal, server lain dalam jaringan cloud otomatis mengambil alih fungsi tersebut. 

  1. Skalabilitas dan Penanganan Trafik Tinggi

Pada shared hosting, pengguna tidak bisa menambah resource secara fleksibel. Ketika trafik meningkat tajam, performa website bisa menurun drastis atau bahkan mengalami downtime karena keterbatasan kapasitas server. Berbeda dengan itu, cloud hosting memungkinkan penyesuaian resource secara dinamis. Pengguna dapat menambah CPU, RAM, atau storage hanya dengan beberapa klik tanpa perlu migrasi server. 

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Biaya Perbandingan antara Shared Hosting dan Cloud Hosting

Shared hosting dan cloud hosting memiliki struktur biaya yang berbeda karena keduanya menawarkan tingkat performa, fleksibilitas, serta infrastruktur yang tidak sama. Shared hosting lebih hemat di awal, sedangkan cloud hosting menuntut investasi yang lebih besar namun sebanding dengan keunggulan yang diperoleh. 

  1. Biaya Shared Hosting

Shared hosting dikenal sebagai solusi paling ekonomis dalam dunia web hosting. Dengan model berbagi server bersama pengguna lain, biaya operasional dapat ditekan sehingga harga paketnya sangat terjangkau — biasanya mulai dari puluhan ribu rupiah per bulan. Namun, karena sumber daya server dibagi dengan banyak pengguna, performa dan kecepatan website bisa berfluktuasi, terutama saat salah satu situs di server tersebut mengalami lonjakan trafik.

  1. Biaya Cloud Hosting
Baca Juga:  Keamanan Cloud: Perlindungan Data di Era Digital

Cloud hosting menawarkan performa tinggi dan skalabilitas yang fleksibel, namun dengan biaya yang lebih tinggi dibanding shared hosting. Harga paket cloud hosting biasanya dimulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, tergantung pada kapasitas CPU, RAM, serta penyimpanan yang digunakan. Beberapa penyedia bahkan menerapkan model pay-as-you-go, di mana pengguna hanya membayar sesuai dengan resource yang benar-benar terpakai. 

  1. Biaya Tersembunyi pada Kedua Layanan Hosting

Cloud hosting menawarkan performa tinggi dan skalabilitas yang fleksibel, namun dengan biaya yang lebih tinggi dibanding shared hosting. Harga paket cloud hosting biasanya dimulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, tergantung pada kapasitas CPU, RAM, serta penyimpanan yang digunakan. Beberapa penyedia bahkan menerapkan model pay-as-you-go, di mana pengguna hanya membayar sesuai dengan resource yang benar-benar terpakai. 

Mengelola Website dengan Shared Hosting vs Cloud Hosting

Dalam pengelolaan website, kemudahan manajemen menjadi salah satu faktor penentu yang membedakan shared hosting dan cloud hosting. Meskipun keduanya sama-sama menyediakan akses untuk mengatur file, domain, dan konfigurasi server, tingkat fleksibilitas serta kendali yang ditawarkan berbeda jauh. 

  1. Fitur Manajemen Server

Pada shared hosting, pengelolaan server sepenuhnya ditangani oleh penyedia layanan. Pengguna hanya mendapatkan akses terbatas untuk mengelola file, domain, dan email melalui panel kontrol yang disediakan. Semua pembaruan sistem, patch keamanan, dan konfigurasi jaringan dilakukan secara otomatis oleh pihak hosting, sehingga cocok untuk pemula yang ingin fokus pada pengelolaan konten tanpa repot mengurus aspek teknis. Sebaliknya, cloud hosting memberikan akses yang lebih luas dan fleksibel. Pengguna dapat mengatur konfigurasi server, menambah sumber daya (seperti CPU dan RAM), serta menginstal software tambahan sesuai kebutuhan.

  1. Platform atau Panel Manajemen

Pada shared hosting, pengelolaan server sepenuhnya ditangani oleh penyedia layanan. Pengguna hanya mendapatkan akses terbatas untuk mengelola file, domain, dan email melalui panel kontrol yang disediakan. Sebaliknya, cloud hosting memberikan akses yang lebih luas dan fleksibel. Pengguna dapat mengatur konfigurasi server, menambah sumber daya (seperti CPU dan RAM), serta menginstal software tambahan sesuai kebutuhan. Fitur manajemen ini memungkinkan kontrol penuh terhadap performa dan keamanan website.

  1. Pengaturan dan Pemeliharaan Hosting

Dari sisi pemeliharaan, shared hosting bersifat otomatis dan minim intervensi pengguna. Penyedia hosting biasanya menangani update sistem, patch keamanan, hingga backup berkala tanpa perlu campur tangan pemilik website. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk pengguna non-teknis atau bisnis kecil yang tidak memiliki tim IT.  Berbeda dengan itu, cloud hosting memberikan fleksibilitas penuh dalam pengaturan dan pemeliharaan. Pengguna bisa menjadwalkan backup otomatis, mengatur keamanan server, atau bahkan melakukan optimasi performa sesuai kebutuhan bisnis. Kamu juga bisa mendapatkan web hosting dengan potongan harga spesial di DomaiNesia!

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Keamanan Shared Hosting vs Cloud Hosting

Dalam memilih layanan hosting, keamanan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Setiap jenis hosting memiliki sistem perlindungan yang berbeda tergantung pada arsitektur dan pengelolaan servernya. Shared hosting biasanya lebih rentan terhadap ancaman keamanan karena banyak pengguna berbagi satu server, sementara cloud hosting menawarkan sistem yang lebih modern dengan lapisan keamanan tambahan. 

  1. Risiko Keamanan di Shared Hosting

Shared hosting memiliki tingkat risiko keamanan yang lebih tinggi karena seluruh pengguna berada dalam satu server yang sama dan menggunakan sumber daya yang saling berbagi. Jika salah satu website di server tersebut terkena serangan malware, ada kemungkinan situs lain juga terdampak. Meski begitu, sebagian besar penyedia shared hosting modern kini telah meningkatkan proteksi dengan fitur seperti auto malware scan, SSL gratis, dan firewall dasar.

  1. Keamanan Data di Cloud Hosting

Cloud hosting memiliki sistem keamanan yang lebih canggih karena menggunakan infrastruktur terdistribusi di beberapa server. Data pengguna disimpan di beberapa lokasi berbeda (redundansi), sehingga risiko kehilangan data akibat kegagalan sistem bisa diminimalkan. Selain itu, setiap pengguna mendapatkan lingkungan virtual yang terisolasi, artinya aktivitas di satu akun tidak akan memengaruhi akun lainnya.

  1. Proteksi terhadap Serangan DDoS

Pada shared hosting, perlindungan terhadap serangan DDoS terbatas karena resource server dibagi bersama, sehingga lonjakan trafik dari serangan bisa dengan mudah melumpuhkan seluruh server. Penyedia biasanya hanya menawarkan perlindungan dasar untuk mencegah gangguan ringan. Sementara itu, cloud hosting memiliki sistem pertahanan yang jauh lebih kuat. Karena bekerja dengan banyak server sekaligus, cloud hosting mampu melakukan load balancing untuk mendistribusikan trafik yang masuk secara merata. Jika terjadi serangan, sistem otomatis mengalihkan beban ke server lain tanpa mengganggu akses pengguna.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pilihan Hosting (SEO dan Kecepatan)

Selain keamanan, faktor performa seperti kecepatan loading dan optimasi SEO juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan hosting. Kecepatan website tidak hanya berpengaruh pada pengalaman pengguna, tetapi juga menjadi salah satu indikator utama dalam algoritma peringkat Google. Berikut penjelasan bagaimana kecepatan dan SEO dipengaruhi oleh jenis hosting yang digunakan.

  • Pengaruh Kecepatan Loading Website pada SEO
Baca Juga:  Kupas Tuntas gRPC vs REST: Mana Pilihan Terbaikmu?

Google secara eksplisit menyebutkan bahwa kecepatan website merupakan faktor penting dalam peringkat pencarian. Shared hosting karena berbagi resource dengan banyak pengguna, cenderung memiliki performa yang fluktuatif, terutama saat server mengalami beban tinggi. Sebaliknya, cloud hosting memiliki infrastruktur yang memungkinkan kecepatan loading lebih konsisten. Dengan sistem caching yang optimal dan dukungan CDN (Content Delivery Network), website di cloud hosting mampu memberikan waktu muat lebih cepat bahkan untuk pengguna dari lokasi berbeda. Kecepatan inilah yang membantu meningkatkan visibilitas website di mesin pencari serta meningkatkan konversi dari pengunjung.

  • Keuntungan Cloud Hosting dalam Hal SEO dan Performa

Cloud hosting tidak hanya unggul dalam kecepatan, tetapi juga dalam aspek uptime dan stabilitas. Mesin pencari seperti Google lebih menyukai website yang selalu dapat diakses dengan konsisten. Dengan uptime mencapai 99,9%, cloud hosting memberikan jaminan bahwa website kamu tetap aktif tanpa gangguan.

Tren Hosting Masa Depan

Industri web hosting terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi digital dan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks. Dari sistem cloud yang semakin canggih hingga solusi ramah lingkungan, masa depan hosting mengarah pada efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan. Berikut adalah tiga tren utama yang diprediksi akan mendominasi dunia hosting di masa depan.

  1. Cloud Hosting yang Semakin Berkembang

Cloud hosting akan terus menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan skalabilitasnya. Teknologi baru seperti edge computing dan containerization (misalnya Docker dan Kubernetes) membuat pengelolaan server semakin efisien dan terdistribusi. Dengan dukungan AI untuk optimasi resource secara otomatis, pengguna tidak perlu lagi khawatir soal kelebihan beban atau downtime. 

  1. Green Hosting (Hosting Ramah Lingkungan)

Kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong banyak perusahaan hosting untuk beralih ke green hosting—layanan yang menggunakan energi terbarukan untuk menjalankan server. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari data center yang selama ini dikenal boros energi. Beberapa penyedia bahkan sudah mulai menggunakan panel surya dan pendinginan berbasis air alami untuk menjaga efisiensi. 

  1. Perkembangan Teknologi Serverless dalam Hosting

Hosting serverless adalah tren baru di mana pengguna tidak perlu lagi mengelola server secara manual. Semua proses pengelolaan, alokasi resource, dan skalabilitas dilakukan secara otomatis oleh penyedia cloud. Model ini memungkinkan website dan aplikasi berjalan secara efisien tanpa membayar sumber daya yang tidak digunakan.  Ke depan, konsep serverless diperkirakan akan menjadi standar baru dalam industri hosting karena menawarkan performa optimal dengan kompleksitas pengelolaan yang jauh lebih rendah.

Kesimpulan

Dari seluruh pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemilihan antara shared hosting dan cloud hosting harus disesuaikan dengan kebutuhan, skala bisnis, serta anggaran yang dimiliki. Shared hosting merupakan pilihan ideal bagi pemula atau website dengan trafik ringan karena biayanya murah dan pengelolaannya sederhana. Sementara itu, cloud hosting menawarkan performa yang lebih cepat, keamanan lebih tinggi, serta kemampuan skalabilitas yang fleksibel menjadikannya solusi unggulan bagi bisnis yang terus berkembang dan membutuhkan keandalan tinggi. 

Sebagai langkah lanjutan setelah menentukan hosting yang paling sesuai, kamu juga bisa mulai membangun website dengan lebih cepat dan terarah. Download ebook gratis 30 Menit Membuat Website WordPress: Khusus Pemula untuk panduan praktis dari nol—mulai dari persiapan, instalasi WordPress, hingga website siap online.

FAQ-Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

  1. Apakah shared hosting cocok untuk website WordPress?
    Ya, shared hosting umumnya cocok untuk WordPress, terutama untuk blog pribadi, portofolio, atau website bisnis kecil dengan trafik rendah–menengah. Pastikan paketnya mendukung PHP/MySQL versi terbaru, menyediakan SSL gratis, serta memiliki resource yang memadai agar WordPress tetap cepat dan stabil.
  2. Bagaimana cara mengetahui kapan harus upgrade dari shared hosting ke cloud hosting?
    Kamu sebaiknya mempertimbangkan upgrade ketika website mulai sering lambat saat jam ramai, mengalami downtime, trafik meningkat konsisten, atau membutuhkan resource dan konfigurasi yang lebih fleksibel (misalnya untuk e-commerce, campaign berbayar, atau aplikasi web). Cloud hosting biasanya lebih siap menangani lonjakan trafik dan kebutuhan scaling.
  3. Apakah migrasi dari shared hosting ke cloud hosting menyebabkan downtime, dan bagaimana meminimalkannya?
    Migrasi bisa menyebabkan downtime jika tidak direncanakan, terutama saat perpindahan file/database dan propagasi DNS. Untuk meminimalkannya, lakukan migrasi di jam sepi, turunkan TTL DNS sebelumnya, gunakan staging/preview link, dan pastikan sinkronisasi database terakhir dilakukan tepat sebelum switch DNS agar data tidak tertinggal.
Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds