Website Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis & Cara Membuatnya
Website atau situs adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan biasanya berada dalam satu domain. Website dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, membangun identitas online, menjalankan bisnis, menyediakan layanan, hingga menjadi tempat pengguna berinteraksi.
Jika kamu sedang mencari tahu situs artinya apa, istilah “situs” dan “website” pada dasarnya merujuk pada hal yang sama. Agar lebih jelas, artikel ini akan membahas pengertian website, fungsi, jenis, unsur pembentuknya, hingga cara membuat website sendiri.

Apa Itu Situs atau Website?
Situs dan website merupakan istilah yang sering digunakan ketika membahas halaman yang dapat diakses melalui internet. Meskipun penggunaannya terkadang berbeda dalam percakapan sehari-hari, keduanya memiliki makna teknis yang sama.
1. Pengertian Situs dalam Dunia Digital
Secara sederhana, situs artinya sekumpulan halaman web yang saling terhubung dan dapat diakses melalui internet. Halaman-halaman tersebut biasanya berada dalam satu domain dan dapat berisi teks, gambar, video, formulir, aplikasi, maupun berbagai jenis konten lainnya.
Bayangkan sebuah website seperti rumah. Domain menjadi alamat yang membantu pengunjung menemukan rumah tersebut, sementara setiap halaman web dapat dianalogikan sebagai ruangan dengan fungsi berbeda.
Sebuah situs juga dapat memiliki tujuan yang beragam. Ada website untuk menyampaikan berita, menjual produk, memberikan layanan, berbagi pengetahuan, menampilkan portofolio, hingga menjalankan aplikasi berbasis web.
2. Perbedaan Situs dan Website
Secara teknis, situs dan website tidak memiliki perbedaan berarti. Kata “website” berasal dari bahasa Inggris, sedangkan “situs web” merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia.
Dalam percakapan sehari-hari, orang mungkin mengatakan “website bisnis” ketika membahas halaman resmi perusahaan dan “situs berita” ketika merujuk pada portal informasi. Namun, keduanya tetap berupa kumpulan halaman web yang dapat diakses melalui alamat tertentu.
Hal yang perlu dibedakan justru antara website dan halaman web. Sebuah web page adalah satu halaman tertentu, sedangkan website merupakan kumpulan dari berbagai halaman yang saling berhubungan.
3. Contoh Situs Berdasarkan Fungsinya
Website dapat dibangun untuk berbagai kebutuhan. Beberapa contoh yang umum antara lain:
- Situs berita untuk menyampaikan informasi dan publikasi terbaru.
- Situs e-commerce untuk menawarkan produk atau layanan dan memproses transaksi.
- Situs hiburan untuk menyediakan video, musik, permainan, atau konten multimedia.
- Situs edukasi untuk menyediakan materi pembelajaran, kelas, atau dokumentasi.
- Situs pribadi dan blog untuk berbagi tulisan, karya, portofolio, atau membangun personal branding.
Artinya, website bukan hanya tempat menampilkan informasi. Fungsi website dapat berkembang sesuai kebutuhan pemilik dan penggunanya.
Sejarah dan Perkembangan Website
Website yang digunakan saat ini merupakan hasil perkembangan teknologi web selama puluhan tahun. Dari halaman sederhana berbasis teks, website berkembang menjadi aplikasi interaktif yang dapat diakses melalui berbagai perangkat.
1. Awal Perkembangan World Wide Web
World Wide Web dikembangkan oleh Tim Berners-Lee ketika bekerja di CERN. Situs web pertama tersedia pada 1991 dan digunakan untuk menjelaskan proyek World Wide Web serta cara menggunakannya.
Pada masa awal, halaman web didominasi teks dan hyperlink. Kemampuan web kemudian berkembang seiring hadirnya HTML yang lebih lengkap, CSS untuk mengatur tampilan, serta JavaScript untuk menghadirkan interaksi pada halaman.
2. Website Menjadi Semakin Interaktif
Perkembangan web membuat pengguna tidak lagi hanya membaca informasi. Website dapat menyediakan kolom komentar, akun pengguna, formulir, transaksi, unggahan konten, dashboard, hingga aplikasi yang berjalan langsung melalui browser.
Perangkat yang digunakan untuk membuka website juga semakin beragam. Karena itu, desain responsif menjadi penting agar halaman tetap nyaman digunakan melalui komputer, tablet, maupun smartphone.
Selain itu, teknologi keamanan juga ikut berkembang. Website modern umumnya menggunakan HTTPS untuk mengenkripsi komunikasi antara browser dan server. Kamu dapat mempelajari lebih lanjut mengenai apa itu SSL dan perannya dalam keamanan website.
Unsur Utama dalam Sebuah Situs Web
Sebuah website terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja sama. Memahami komponen tersebut akan membantu kamu mengetahui bagaimana sebuah website dapat ditemukan, disimpan, dijalankan, dan ditampilkan kepada pengunjung.
1. Hosting
Hosting menyediakan resource untuk menyimpan dan menjalankan file atau aplikasi website agar dapat diakses melalui internet. Di dalamnya dapat tersimpan berbagai data seperti gambar, source code, database, dan file pendukung lainnya.
Website dapat menggunakan berbagai jenis infrastruktur sesuai kebutuhannya. Untuk memahami konsepnya lebih lengkap, kamu dapat membaca pembahasan mengenai apa itu hosting, fungsi, jenis, dan cara kerjanya.
Pemilihan hosting perlu mempertimbangkan kebutuhan website, seperti kapasitas penyimpanan, resource, teknologi yang digunakan, kemudahan pengelolaan, dan potensi pertumbuhan trafik.
Jika kamu sedang menyiapkan website dan membutuhkan tempat untuk menjalankannya, kamu dapat melihat pilihan Hosting DomaiNesia dan menyesuaikan paket dengan kebutuhan situsmu.
2. Domain
Domain adalah nama yang digunakan untuk membantu pengguna menemukan website tanpa perlu mengingat alamat teknis server. Contohnya adalah domainesia.com.
Nama domain sebaiknya mudah diingat, relevan dengan identitas website, dan tidak terlalu rumit untuk diketik. Jika ingin memahami struktur dan cara kerjanya, baca juga pembahasan mengenai pengertian domain dan fungsinya.
Domain dan hosting memiliki fungsi yang berbeda. Domain membantu pengguna menuju website, sedangkan hosting atau platform yang digunakan menyediakan tempat untuk menjalankan website tersebut.
3. Platform Website
Setelah memiliki alamat dan tempat untuk menjalankan website, kamu membutuhkan platform untuk membangun dan mengelola isinya. Pilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan teknis.
- CMS (Content Management System) seperti WordPress, Joomla, atau Drupal memudahkan pengelolaan konten melalui dashboard. Pelajari lebih lanjut tentang apa itu CMS dan cara memilihnya.
- Website builder menyediakan antarmuka visual sehingga pengguna dapat menyusun halaman tanpa membangun semuanya dari awal.
- Pengembangan kustom memungkinkan developer membangun website menggunakan HTML, CSS, JavaScript, framework, serta teknologi backend sesuai kebutuhan aplikasi.
Pilihan platform akan memengaruhi fleksibilitas pengembangan, kemudahan pengelolaan, biaya, serta kebutuhan teknis website dalam jangka panjang.
Jenis-Jenis Situs Web
Website dapat dibedakan berdasarkan tujuan dan fitur yang disediakan. Berikut beberapa jenis situs yang umum digunakan.
1. Situs Pribadi dan Blog
Situs pribadi digunakan untuk menampilkan informasi mengenai individu, karya, pengalaman, atau aktivitas tertentu. Bentuknya dapat berupa blog, portofolio, CV digital, maupun halaman personal branding.
Blog biasanya memiliki struktur konten yang terus diperbarui dalam bentuk artikel. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk berbagi pengetahuan, membangun audiens, mendokumentasikan pengalaman, atau memperkenalkan keahlian tertentu.
2. Situs E-Commerce dan Marketplace
Situs e-commerce digunakan untuk menjual produk atau layanan secara online. Website jenis ini umumnya menyediakan katalog produk, detail harga, keranjang belanja, pembayaran, akun pelanggan, dan pengelolaan pesanan.
Marketplace memiliki konsep yang sedikit berbeda karena satu platform dapat mempertemukan banyak penjual dan pembeli. Karena menangani transaksi dan data pengguna, website e-commerce biasanya membutuhkan perhatian lebih pada keamanan, performa, serta kemudahan penggunaan.
3. Situs Company Profile
Website company profile digunakan perusahaan atau organisasi untuk memperkenalkan identitas, produk, layanan, portofolio, dan informasi kontak kepada publik.
Website jenis ini dapat membantu calon pelanggan memahami bisnis sebelum melakukan kontak. Karena itu, informasi mengenai layanan, profil perusahaan, portofolio, dan cara menghubungi bisnis sebaiknya disusun dengan jelas dan mudah ditemukan.
4. Situs Komunitas dan Forum
Situs komunitas menyediakan ruang bagi pengguna untuk berdiskusi dan berbagi informasi berdasarkan minat tertentu. Pengguna biasanya dapat membuat topik, memberikan tanggapan, serta berinteraksi dengan anggota lainnya.
Forum dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunitas teknologi dan hobi hingga forum dukungan produk.

5. Situs Berita dan Portal Informasi
Situs berita dan portal informasi digunakan untuk menerbitkan konten secara berkala. Kontennya dapat berbentuk artikel, video, infografik, podcast, atau format multimedia lainnya.
Selain portal berita umum, terdapat website yang berfokus pada topik tertentu seperti teknologi, bisnis, kesehatan, pendidikan, atau industri tertentu.
Manfaat Memiliki Situs Web
Website memberikan ruang digital yang dapat dikendalikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pemiliknya. Manfaatnya dapat berbeda antara individu, organisasi, dan bisnis.
1. Membangun Eksistensi Online dan Branding
Website dapat menjadi pusat informasi mengenai identitas seseorang maupun bisnis. Pemilik website memiliki ruang untuk mengatur tampilan, pesan, portofolio, produk, layanan, dan konten sesuai identitas yang ingin dibangun.
Bagi individu, website dapat menjadi portofolio atau tempat menampilkan karya. Bagi bisnis, website dapat menjadi titik utama yang menghubungkan informasi perusahaan dengan calon pelanggan.
2. Meningkatkan Kredibilitas Bisnis
Website memudahkan calon pelanggan menemukan informasi mengenai bisnis, produk, layanan, portofolio, alamat, hingga kontak yang dapat dihubungi.
Informasi yang jelas, tampilan yang konsisten, navigasi yang mudah dipahami, dan konten yang terawat dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih profesional bagi pengunjung.
3. Mendukung Pemasaran Digital
Website dapat menjadi pusat berbagai aktivitas pemasaran digital, seperti content marketing, email marketing, iklan digital, hingga optimasi mesin pencari.
Melalui SEO atau Search Engine Optimization, misalnya, halaman website dapat dioptimalkan agar lebih mudah ditemukan pengguna melalui mesin pencari ketika mereka mencari informasi yang relevan.
Data dari website juga dapat digunakan untuk mengevaluasi halaman yang paling banyak dikunjungi, sumber trafik, dan perilaku pengguna sehingga aktivitas pemasaran dapat dievaluasi secara lebih terukur.
Bagaimana Cara Membuat Situs Web?
Membuat website tidak selalu mengharuskan kamu membangun semuanya menggunakan kode. Saat ini tersedia CMS, website builder, maupun framework yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
1. Tentukan Tujuan dan Platform Website
Mulailah dengan menentukan tujuan website. Website blog, portofolio, company profile, toko online, dan aplikasi web memiliki kebutuhan yang berbeda.
Setelah menentukan tujuan, pilih platform yang sesuai. WordPress dapat digunakan untuk berbagai jenis website berbasis CMS, website builder cocok untuk pengguna yang mengutamakan antarmuka visual, sedangkan pengembangan kustom sesuai untuk kebutuhan aplikasi dengan fitur yang lebih spesifik.
2. Siapkan Domain dan Hosting
Selanjutnya, tentukan nama domain dan layanan tempat website akan dijalankan. Pilih nama domain yang mudah diingat dan relevan dengan identitas website.
Untuk hosting, pertimbangkan kebutuhan aplikasi, kapasitas penyimpanan, resource, kemudahan pengelolaan, dukungan teknologi, serta kemungkinan website berkembang pada masa mendatang.
Setelah domain dan hosting aktif, arahkan domain ke layanan yang digunakan agar pengunjung dapat mengakses website melalui nama domain tersebut.
3. Bangun dan Publikasikan Website dengan CMS
Jika menggunakan WordPress, proses pembuatan website dapat dilakukan melalui dashboard tanpa harus menulis seluruh kode dari awal. Kamu juga dapat mengikuti panduan cara membuat website sendiri dengan WordPress untuk pemula untuk langkah yang lebih terperinci.
- Instal WordPress. Gunakan installer yang tersedia pada layanan hosting atau lakukan instalasi sesuai konfigurasi server yang digunakan.
- Pilih tema. Gunakan tema yang sesuai dengan tujuan website dan pastikan tampilannya nyaman digunakan pada berbagai ukuran layar.
- Buat halaman utama. Siapkan halaman penting seperti Beranda, Tentang, Layanan atau Produk, serta Kontak sesuai jenis website.
- Tambahkan fitur seperlunya. Plugin dapat digunakan untuk menambahkan formulir, SEO, keamanan, toko online, cache, dan fungsi lainnya. Hindari memasang plugin yang tidak benar-benar dibutuhkan.
- Periksa website. Pastikan navigasi, link, formulir, tampilan mobile, serta halaman penting bekerja sebagaimana mestinya.
- Publikasikan dan lakukan pemeliharaan. Setelah website siap, publikasikan dan lakukan pembaruan konten, CMS, tema, serta plugin secara berkala.
Website juga sebaiknya dipantau setelah dipublikasikan. Periksa keamanan, performa, backup, pengalaman pengguna, dan konten secara berkala agar website tetap dapat digunakan dengan baik.

Kesimpulan
Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menyampaikan informasi, membangun personal branding, menjalankan bisnis, hingga menyediakan layanan berbasis internet.
Sebuah website umumnya melibatkan beberapa komponen seperti domain, hosting atau platform tempat website dijalankan, serta teknologi untuk membangun dan mengelola kontennya. Jenis website yang dipilih dapat disesuaikan dengan tujuan, misalnya blog, e-commerce, company profile, komunitas, atau portal informasi.
Untuk membuat website, tentukan terlebih dahulu tujuan dan platformnya, kemudian siapkan domain serta hosting yang sesuai. Setelah website dibangun dan dipublikasikan, lakukan pemeliharaan secara rutin agar keamanan, performa, dan kontennya tetap terjaga.
Saya sudah 4 tahun-an kalau tidak salah beli domain .id di Domainesia, lebih mahal memang dibandingkan .com. Tapi karena visitor sudah ribuan per-hari, dan nama domainnya pendek, maka saya perpanjang terus.