Panduan Membuat Reseller Plan di Plesk Panel Akun Reseller
Hai DomaiNesians! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Panduan Membuat Reseller Plan di Plesk Panel Akun Reseller secara lengkap dan terperinci. Banyak pemilik akun reseller yang membutuhkan Reseller Plan di Plesk untuk mengelola paket layanan yang ditawarkan kepada pelanggan mereka dengan lebih terstruktur. Panduan ini hadir sebagai solusi praktis agar proses pembuatan Reseller Plan di Plesk menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan langsung.
Mengapa Butuh Reseller Plan?
Reseller Plan di Plesk merupakan paket pengaturan yang menentukan batasan serta hak akses yang diberikan kepada akun reseller. Melalui Reseller Plan di Plesk, seorang reseller dapat membuat dan mengelola subdomain, domain tambahan, ruang disk, bandwidth, serta berbagai fitur hosting lainnya untuk klien mereka tanpa harus mengganggu pengaturan utama server. Plesk Panel menyediakan tampilan khusus Service Provider yang memungkinkan akses penuh untuk menambahkan serta mengelola Reseller Plan di Plesk dengan mudah.
Reseller Plan di Plesk sangat erat kaitannya dengan Akun Reseller itu sendiri. Akun Reseller berfungsi sebagai wadah bagi reseller untuk menjual layanan hosting, sementara Reseller Plan di Plesk menjadi aturan dasar yang mengikat setiap akun yang dibuat di bawahnya. Pada panduan ini kita akan mempelajari cara menambahkan Reseller Plan di Plesk beserta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai proses tersebut.
Berikut adalah beberapa skenario di mana pembuatan Reseller Plan di Plesk Panel sangat berguna.
- Saat ingin menawarkan paket hosting berbeda dengan harga variatif kepada pelanggan.
- Ketika membutuhkan pembagian resource server secara adil antar klien tanpa over-usage.
- Untuk mengatur izin instalasi aplikasi tertentu seperti WordPress atau CMS lain secara selektif.
- Saat mengelola banyak klien sekaligus dengan batasan yang jelas dan terukur.
- Untuk memudahkan upgrade atau downgrade paket layanan tanpa mengubah konfigurasi server secara manual.
Berikut adalah beberapa risiko jika tidak bisa membuat Reseller Plan di Plesk Panel dengan benar.
- Resource server bisa habis digunakan oleh satu klien saja sehingga memengaruhi kinerja keseluruhan.
- Sulit mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh akun reseller.
- Potensi kelebihan penggunaan disk atau bandwidth yang tidak terdeteksi dini.
- Kesulitan dalam memberikan layanan yang konsisten kepada pelanggan akhir.
- Risiko keamanan meningkat karena tidak ada batasan permission yang jelas.
Panduan ini akan membahas solusi lengkap untuk skenario-skenario di atas sehingga Reseller Plan di Plesk dapat dibuat dengan optimal dan aman.
Proses Membuat Reseller Plan
Setelah kita memahami kegunaan serta risiko yang terkait, sekarang kita bisa melanjutkan ke proses pembuatan Reseller Plan di Plesk Panel melalui langkah-langkah berikut.
1. Akses Dashboard Plesk
Nah DomaiNesians, langkah pertama dalam membuat Reseller Plan di Plesk adalah memastikan kita sudah berada di dalam dashboard yang tepat. Setelah memahami sub-sub judul di atas, kita siap memulai proses akses secara langsung.
Panduan ini menggunakan Cloud Hosting DomaiNesia yang didukung teknologi Triple Replication, penyimpanan SSD, serta Dual Stack Network sehingga akses dan keamanan tetap stabil setiap saat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan tersebut, silakan kunjungi https://www.domainesia.com/cloud-vps/. Bagi yang memiliki pertanyaan terkait penggunaan Cloud VPS, jangan ragu untuk menghubungi tim support DomaiNesia kapan saja.
Proses ini menggunakan Plesk Panel versi 18.0.72 pada sistem operasi Linux dengan distro Ubuntu 22.04. Perlu diperhatikan bahwa mungkin terdapat sedikit perbedaan pada antarmuka atau alur jika menggunakan versi lisensi yang berbeda.
Untuk mengakses dashboard Plesk Panel, ketahui terlebih dahulu IP Address VPS yang dimiliki. Akses dilakukan melalui browser dengan menambahkan port 8443 di belakang IP tersebut, misalnya https://IP_ADDRESS:8443. Jika lupa dengan IP Address VPS, periksa langsung pada Dashboard VPS MyDomaiNesia di https://my.domainesia.com/.
Setelah berhasil masuk ke halaman login Plesk Panel, masukkan kredensial akun admin yang memiliki kontrol penuh atas server. Pastikan menggunakan akun dengan hak akses tertinggi agar semua fitur tersedia.
Selanjutnya, untuk mengakses tampilan dashboard Service Provider, klik tombol Change View yang terletak pada sidebar kiri → kemudian pilih opsi Switch To Service Provider View. Tampilan ini wajib digunakan karena hanya di sini fitur pengelolaan Reseller Plan di Plesk dapat diakses sepenuhnya.
2. Tambah Reseller Plans
Setelah berhasil masuk ke Dashboard Plesk dan mengakses tampilan Service Provider, sekarang kita bisa melanjutkan ke langkah berikutnya yaitu membuat Reseller Plan untuk Akun Reseller. Reseller Plans di Plesk Panel adalah template pengaturan yang menentukan batasan resource serta izin yang akan diterapkan pada setiap akun reseller yang dibuat nantinya. Dengan Reseller Plan di Plesk, pengelolaan menjadi lebih terorganisir karena semua akun reseller mengikuti aturan yang sama sesuai paket yang dipilih.
Untuk memulai pembuatan, pada tampilan Service Provider, klik tab Reseller Plans, kemudian tekan tombol Add Plan yang berada di bagian atas.
Pada halaman Creating Reseller Plan yang muncul, isikan nama Reseller Plan pada kolom paling atas. Nama ini sebaiknya deskriptif, misalnya Paket Reseller Pemula, Paket Reseller Bisnis, atau sesuai branding yang digunakan.
Jika setelah membuat Reseller Plan ingin melanjutkan dengan pembuatan akun Reseller itu sendiri, dapat mengikuti panduan lengkap DomaiNesia pada tautan berikut https://www.domainesia.com/panduan/panduan-akun-reseller-di-plesk/.
3. Atur Resources
Tab Resources pada saat membuat Reseller Plan di Plesk Panel berfungsi untuk menentukan batasan penggunaan sumber daya server yang diberikan kepada akun reseller.
Pada tab ini tersedia berbagai pengaturan penting seperti jumlah disk space, jumlah domain, subdomain, mailbox, bandwidth, jumlah database, serta batasan lainnya yang relevan. Pengaturan ini harus disesuaikan dengan kapasitas server agar tidak terjadi over-allocation.
Bagian ini sangat penting karena pengaturan resource akan langsung berpengaruh pada performa hardware server secara keseluruhan. Jika terlalu longgar, satu akun reseller bisa menghabiskan resource yang seharusnya dibagi rata.
4. Atur Permissions
Tab Permissions pada proses pembuatan Reseller Plan di Plesk Panel mengatur hak akses terhadap software serta fitur-fitur tertentu yang boleh digunakan oleh akun reseller.
Di sini kita bisa memilih apakah reseller diizinkan menginstal aplikasi dari katalog aplikasi, mengelola PHP settings, mengatur DNS, melakukan backup, atau mengakses fitur manajemen lain. Pengaturan ini membantu menjaga stabilitas server sekaligus memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
5. Atur IP Addresses
Tab IP Addresses pada pembuatan Reseller Plan di Plesk Panel berfungsi untuk menentukan alamat IP mana saja yang dapat digunakan oleh akun reseller untuk domain-domain yang dikelolanya.
Pilih IP yang tersedia, centang sesuai kebutuhan, kemudian klik tombol OK di bagian bawah halaman untuk menyimpan dan membuat Reseller Plan di Plesk secara final.
Berhasil Tambah Reseller Plans!
Selamat DomaiNesians! Reseller Plan di Plesk sudah berhasil dibuat dengan lengkap mulai dari pengaturan resource, permission, hingga IP addresses. Dengan mengikuti panduan ini, pengelolaan akun reseller menjadi lebih terstruktur, aman, dan efisien. Semua langkah di atas memastikan bahwa batasan serta hak akses sudah sesuai dengan kebutuhan bisnis. Terima kasih telah mengikuti panduan ini hingga selesai. Sampai jumpa di artikel dan panduan DomaiNesia berikutnya!








