• Home
  • Server
  • Cara Instal dan Setup Kubernetes Cluster di VPS, Lengkap!

Cara Instal dan Setup Kubernetes Cluster di VPS, Lengkap!

Oleh Ita Sugiharti
Cara Instal dan Setup Kubernetes Cluster di VPS, Lengkap!

Halo, DomaiNesians! Mengelola aplikasi dalam skala besar bisa menjadi tantangan, terutama saat aplikasi tersebut perlu di-deploy ke beberapa server untuk memastikan skalabilitas dan ketersediaan yang tinggi. Di sinilah peran setup Kubernetes (K8s) sebagai platform orkestrasi container yang sangat powerful menjadi penting. Dengan setup Kubernetes yang tepat, maka akan membantu kita mengelola aplikasi container secara otomatis, termasuk scaling, deployment, dan manajemen beban kerja.

Jika kalian baru memulai perjalanan dengan Kubernetes dan ingin tahu bagaimana cara membuat cluster Kubernetes di VPS, berikut adalah tutorial instal dan setup Kubernetes cluster di VPS mulai dari persiapan server hingga konfigurasi node Kubernetes.

Apa Itu Kubernetes?

Kubernetes adalah platform open-source yang digunakan untuk otomatisasi deployment, scaling, dan manajemen aplikasi berbasis container. Dikembangkan oleh Google dan sekarang dikelola oleh Cloud Native Computing Foundation (CNCF), Kubernetes membantu tim developer dan sysadmin mengelola aplikasi container dengan lebih efisien.

Dengan Kubernetes, kalian bisa mengelompokkan container ke dalam unit logis, sehingga lebih mudah ditemukan dan dikelola di banyak cluster. Sistem ini memiliki banyak komponen seperti driver jaringan, utilitas baris perintah atau Command Line Interface (CLI), dan berbagai komponen sistem lain yang bekerja sama untuk menjalankan container secara efisien. 

Kubernetes juga mendukung berbagai tool container seperti Docker, menjadikannya salah satu platform yang paling populer untuk orkestrasi container. 

Kenapa Perlu Menggunakan Kubernetes di VPS?

Menggunakan Kubernetes di VPS memiliki banyak keuntungan, apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan:

  • Skalabilitas: Memungkinkan aplikasi untuk otomatis scaling berdasarkan beban kerja.
  • Manajemen Otomatis: Mengelola deployment dan rollback secara otomatis.
  • Toleransi Gangguan: Mampu mempertahankan aplikasi tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pada salah satu node.
  • Efisiensi Resource: Memaksimalkan penggunaan resource server.
  • Portabilitas: Menjalankan aplikasi di berbagai platform, baik di cloud, VPS, atau bare metal.

Persyaratan untuk Setup Kubernetes di VPS

Untuk bisa menginstal Kubernetes dengan lancar, kalian perlu persiapan yaitu:

  • Minimal 2 VPS: Satu sebagai master node dan satu lagi sebagai worker node. Untuk cluster kecil (10 node atau kurang), satu mesin dengan satu core CPU dan 1 GB RAM sudah cukup. Namun, untuk cluster yang lebih besar, sebaiknya gunakan mesin dengan lebih banyak core.

Arsitektur Kubernetes Cluster

Tutorial Instal dan Setup Kubernetes Cluster di VPS

Nah, setelah tahap persiapan sudah selesai, sekarang kita belajar bagaimana cara instal dan setup Kubernetes cluster di VPS.

Langkah 1: Update dan Siapkan VPS

Untuk setup Kubernetes cluster, kita perlu menyiapkan VPS kita terlebih dahulu.

1. Login ke VPS

Step pertama, login ke masing-masing VPS dan lakukan update paket:

2. Set Hostname

Selanjutnya, set hostname untuk setiap node. Misalnya:

a. Pada Master Node:

b. Pada Worker Node:

Setelah itu, verifikasi perubahan hostname:

Langkah 2: Instal Dependensi

Langkah selanjutnya adalah menginstal dependensi yang dibutuhkan. Tahap ini perlu dilakukan di semua mesin yang akan bergabung dalam cluster Kubernetes.

1. Instal apt-transport-https

Package apt-transport-https diperlukan untuk mengizinkan penggunaan protokol HTTP dan HTTPS di repository apt. Gunakan perintah berikut untuk menginstal package tersebut:

2. Instal Docker

Docker adalah aplikasi penting untuk menjalankan container, yang merupakan dasar dari Kubernetes. Instal Docker dengan perintah berikut:

Catatan: Docker bekerja paling baik di Ubuntu 64-bit atau kernel dengan versi 3.10 atau lebih tinggi. Untuk panduan ini, kita akan menggunakan Ubuntu 22.04 64-bit sebagai server default.

Setelah Docker berhasil diinstal, aktifkan dan mulai layanan Docker:

Untuk mengetahui Docker sudah berjalan atau belum, jalankan perintah berikut:

Langkah 3: Instal Komponen Kubernetes

Setelah Docker berjalan, langkah berikutnya adalah menginstal komponen utama Kubernetes. 

  • kubeadm: Untuk bootstrap cluster Kubernetes.
  • kubelet: Untuk menjalankan pod pada setiap node.
  • kubectl: Untuk mengelola cluster Kubernetes.

Pastikan semua komponen tersebut terinstal di setiap mesin yang akan bergabung dalam cluster.

1. Tambahkan GPG Key

Download dan tambahkan GPG key untuk repositori Kubernetes:

2. Tambahkan Repositori Kubernetes

Tambahkan repository apt untuk Kubernetes dengan perintah:

Setelah itu, update daftar package:

3. Instal Komponen Utama

Instal tiga komponen utama Kubernetes: kubeadm, kubelet, dan kubectl.

Langkah 4: Matikan Swap Memory

Kubernetes tidak mendukung swap aktif, jadi kita perlu menonaktifkannya:

Langkah 5: Inisiasi Cluster di Master Node

Setelah komponen utama terpasang, kamu bisa mulai menginisialisasi mesin master. Jalankan perintah ini di mesin yang akan berfungsi sebagai master:

Setelah inisialisasi selesai, kita akan mendapatkan perintah untuk menghubungkan node ke master. Catat output dari perintah ini, terutama kubeadm join command, karena kita akan menggunakannya untuk menambahkan worker node nanti.

Setelah inisialisasi, jalankan perintah berikut untuk mengkonfigurasi kubectl:

Langkah 6: Instal Plugin Jaringan (CNI)

Agar node bisa saling berkomunikasi, kamu perlu mengkonfigurasi jaringan pod. Salah satu opsi yang populer adalah menggunakan Flannel. Untuk menginstalnya, jalankan perintah berikut di mesin master:

Kemudian tambahkan aturan RBAC dengan perintah:

Untuk memastikan jaringan pod sudah dikonfigurasi dengan benar, gunakan perintah berikut:

Get Pods

Terakhir, cek apakah node sudah aktif:

Get Nodes

Langkah 7: Gabungkan Node ke Master

Sekarang, master Kubernetes kamu sudah siap untuk menerima node. Login ke worker node dan jalankan perintah yang dihasilkan saat inisialisasi master node, contohnya:

Perintah tersebut akan menghubungkan node ke master dan menjadikannya bagian dari cluster. Setelah itu, verifikasi apakah node sudah berhasil tergabung:

Get All Nodes

Langkah 8: Tes Cluster Kubernetes

Untuk memastikan cluster berfungsi dengan baik, kalian bisa mencoba membuat sebuah pod sederhana:

Jika pod berhasil running, maka cluster kamu sudah siap digunakan.

Langkah 9: Atur Otomatisasi Scaling dan Load Balancing

Setelah semua node terhubung, kamu bisa mulai mengelola layanan di cluster. Kubernetes memiliki banyak fitur otomatisasi seperti scaling dan load balancing. Kamu bisa mencoba membuat Deployment dan Service untuk menguji fitur ini. Misalnya:

Sekarang, Kubernetes kalian sudah berhasil terinstal di VPS. Cluster ini terdiri dari satu master dan satu node, tapi kalian bisa menambah node kapan saja untuk meningkatkan skala.

Kesimpulan

Setup Kubernetes cluster di VPS memang membutuhkan beberapa langkah, tapi hasilnya sangat sepadan. Dengan cluster ini, kamu bisa mengelola aplikasi container dengan lebih mudah, scalable, dan efisien. Jangan lupa untuk selalu menjaga keamanan cluster dan rutin melakukan backup data.

Nah, agar setup Kubernetes cluster kamu bisa berjalan lancar, kamu membutuhkan VPS yang aman dan handal. DomaiNesia merupakan penyedia Cloud VPS dan berbagai layanan cloud service lainnya yang sudah terbukti performa dan keamanannya. Jadi, apapun kebutuhan cloud kamu, DomaiNesia solusinya!

Ita Sugiharti

If this post has reached you, then I hope it helps. If you have any questions or feedback, just leave a comment.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds