• Home
  • Server
  • Cara Instal dan Membuat Database Lightweight dengan SQLite

Cara Instal dan Membuat Database Lightweight dengan SQLite

Oleh Ita Sugiharti
Cara Instal dan Membuat Database Lightweight dengan SQLite

Halo, DomaiNesians! Jika kalian sedang mencari solusi database yang ringan, sederhana, dan mudah digunakan untuk proyek kecil atau aplikasi yang tidak membutuhkan skala besar, SQLite bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Berbeda dengan database lain seperti MySQL atau PostgreSQL, SQLite tidak membutuhkan server terpisah untuk beroperasi, sehingga sangat cocok untuk aplikasi kecil, prototipe, atau proyek pribadi yang dijalankan di VPS.

Dalam panduan kali ini, kita akan belajar cara menginstal SQLite di VPS Ubuntu 22.04, membuat database, membaca data, menambahkan data, menghapus data, dan menggabungkan data dari beberapa tabel. Yuk, kita simak tutorialnya!

Apa Itu SQLite?

SQLite adalah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang ringan, open-source, dan berbasis file. Berbeda dengan database tradisional seperti MySQL atau PostgreSQL yang menggunakan model client-server, SQLite menggunakan file tunggal untuk menyimpan semua data, sehingga lebih sederhana dan mudah dikelola.

Beberapa kelebihan SQLite adalah:

  • Ringan dan Cepat: Tidak membutuhkan server terpisah dan sangat cepat dalam melakukan operasi data, sehingga memiliki bebean sistem yang minimal.
  • Portabilitas Tinggi: Data disimpan dalam file tunggal, sehingga mudah dipindahkan atau dicadangkan.
  • Fleksibel: Mendukung banyak bahasa pemrograman, seperti C/C++, Python, Java, dan masih banyak lagi.
  • Transaksional: Mendukung transaksi ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability).
  • Mudah Digunakan: Tidak perlu pengaturan dan konfigurasi yang rumit, cukup instal dan mulai gunakan. 

Mengapa Kita Perlu Mempertimbangkan Pakai SQLite di VPS?

Lalu, mengapa kita perlu mempertimbangkan untuk menggunakan SQLite di VPS? Hal ini karena SQLite sangat cocok untuk beberapa kasus penggunaan, seperti:

  • Aplikasi dengan Trafik Rendah: Blog pribadi, proyek hobi, atau aplikasi internal.
  • Prototipe dan Pengembangan Cepat: Proyek yang membutuhkan setup database cepat tanpa konfigurasi yang rumit.
  • Aplikasi IoT atau Edge Computing: Perangkat dengan sumber daya terbatas.
  • Penyimpanan Data Sementara: Cache atau aplikasi yang tidak membutuhkan banyak query kompleks.

Langkah 1: Persiapan VPS

Sebelum menginstal SQLite, pastikan server VPS kalian siap digunakan. Kali ini kita akan menggunakan server dengan sistem operasi Ubuntu 22.04.

1. Akses VPS dengan SSH

Login ke VPS kalian menggunakan SSH:

Ganti root dengan nama pengguna VPS kalian dan 123.45.67.89 dengan alamat IP VPS kalian masing-masing.

2. Update Package Sistem

Sebelum memulai instalasi di VPS, pastikan jika semua package yang ada dalam sistem sudah diperbarui:

Tahap ini penting untuk memastikan kita menginstal versi terbaru dari SQLite dan untuk menghindari masalah kompatibilitas.

Langkah 2: Instalasi SQLite

SQLite biasanya sudah termasuk dalam repository standar dari Linux, jadi proses instalasinya cukup mudah.

1. Instal SQLite

Jalankan perintah berikut untuk menginstal SQLite di server Ubuntu:

2. Cek Versi SQLite

Untuk memastikan instalasi berhasil, cek versi SQLite dengan perintah berikut:

Jika perintah ini menampilkan versi SQLite, berarti instalasi berhasil.

Langkah 3: Membuat Database dengan SQLite

Pada langkah ini, kita akan membuat database yang menyimpan informasi suatu toko. 

1. Buat Database Baru

Gunakan perintah berikut untuk membuat database baru:

Perintah ini akan membuka shell SQLite dan membuat file database toko_jaya.db di direktori saat ini. Kalian bisa mengganti nama database toko_jaya sesuai kebutuhan kalian.

2. Buat Tabel di Database

Setelah membuat database, kita akan membuat tabel di database untuk menyimpan berbagai data. Kali ini, kita akan membuat tabel untuk menyimpan data produk yang dijual.

Tabel ini memiliki kolom id_produk, nama_produk, kategori, harga, dan stok. Kolom id_produk bersifat AUTOINCREMENT, maka kolom tersebut akan otomatis bertambah setiap kali ada data produk baru. Sementara, NOT NULL berarti kolom tersebut tidak boleh kosong dan harus diisi. 

3. Masukkan Data ke Tabel

Setelah membuat tabel produk, langkah selanjutnya adalah memasukkan data produk ke dalam tabel tersebut. 

Perlu diperhatikan, untuk kolom dengan keterangan NOT NULL tidak boleh kosong atau wajib diisi. Sementara kolom id_produk tidak perlu diisi karena akan otomatis terisi jika kita membuat data baru:

4. Melihat Data dalam Tabel

Nah, jika kalian ingin melihat data yang ada dalam tabel produk, kalian bisa menggunakan query berikut:

Query ini akan menampilkan semua data yang ada dalam tabel produk.

Cek Tabel Produk

Kalau kalian ingin melihat data berdasarkan kriteria tertentu, maka tambahkan perintah WHERE dalam query kalian:

Maka, outputnya akan seperti ini:

Cek Fungsi WHERE

5. Memperbarui Data dalam Tabel

Untuk menambahkan kolom baru ke tabel produk yang sudah kita buat sebelumnya, gunakan perintah ALTER TABLE. Misalnya, untuk menambahkan kolom kadaluarsa untuk menyimpan tanggal kadaluarsa produk:

Sekarang, tambahkan nilai untuk kolom umur tersebut:

Cek Fungsi ALTER TABLE

6. Menghapus Data dalam Tabel

Untuk menghapus data berdasarkan kondisi tertentu, gunakan perintah DELETE. Misalnya, untuk menghapus semua produk yang stoknya kurang dari 20:

Cek hasilnya dengan perintah ini:

Cek Fungsi DELETE

7. Menggabungkan Data dari Tabel yang Berbeda

Misalkan kamu memiliki tabel lain bernama transaksi untuk menyimpan data transaksi penjualan:

Cek hasilnya dengan perintah ini:

Cek Tabel Transaksi

Untuk menggabungkan tabel produk dan tabel transaksi, kita bisa gunakan INNER JOIN untuk melihat transaksi dengan detail produk:

Output yang akan keluar:

Cek Fungsi JOIN

Kesimpulan

SQLite adalah pilihan yang tepat untuk aplikasi kecil atau prototipe yang tidak membutuhkan banyak sumber daya. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa dengan mudah mengelola database di VPS tanpa perlu mengkhawatirkan konfigurasi server yang rumit.

Untuk mengelola database di VPS menggunakan SQLite, pastinya kamu membutuhkan VPS. DomaiNesia adalah penyedia Cloud VPS yang sudah terjamin keamanan dan kehandalannya. Selain itu, pelayanan customer service dari DomaiNesia juga 24/7. Jadi, jika kamu masih pemula di dunia VPS, DomaiNesia akan memenuhi kebutuhan VPS dan pelayanan yang maksimal!

Ita Sugiharti

If this post has reached you, then I hope it helps. If you have any questions or feedback, just leave a comment.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds