DNS Server Not Responding: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Koneksi Wi-Fi dapat terlihat normal, tetapi browser tetap gagal membuka website dan menampilkan pesan DNS server not responding atau DNS server isn’t responding. Pesan tersebut menunjukkan bahwa perangkat tidak menerima jawaban dari DNS resolver yang seharusnya menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.
Kamu dapat mulai memperbaikinya dengan memeriksa cakupan gangguan, me-restart router dan perangkat, membersihkan cache DNS, menguji resolver lain, lalu mereset konfigurasi jaringan jika langkah sebelumnya belum berhasil. Urutan tersebut penting agar kamu tidak langsung mengubah banyak pengaturan sebelum mengetahui sumber masalahnya.
Jika kamu ingin memahami proses resolusi nama terlebih dahulu, baca penjelasan mengenai cara kerja DNS server. Namun, jika tujuanmu adalah segera memulihkan koneksi, ikuti diagnosis dan langkah perbaikan berikut secara berurutan.

Periksa Sumber Masalah Sebelum Mengubah Pengaturan
Error DNS tidak selalu berasal dari resolver. Gangguan Wi-Fi, router, ISP, VPN, konfigurasi perangkat, atau DNS domain juga dapat menampilkan gejala yang serupa.
Gunakan empat pemeriksaan berikut untuk mempersempit sumber masalah:
- Coba beberapa website. Jika hanya satu website yang gagal dibuka, masalah kemungkinan berada pada domain atau server website tersebut.
- Coba perangkat lain pada jaringan yang sama. Jika semua perangkat bermasalah, periksa router, modem, resolver, atau layanan ISP. Jika hanya satu perangkat yang bermasalah, fokuskan perbaikan pada perangkat tersebut.
- Coba jaringan lain. Hubungkan perangkat ke hotspot seluler. Jika website dapat dibuka, sumber gangguan kemungkinan berada pada jaringan awal.
- Uji koneksi ke alamat IP. Jalankan
ping 8.8.8.8. Jika alamat IP merespons tetapi nama domain tidak dapat dibuka, gangguan lebih mungkin berkaitan dengan resolusi DNS.
Perintah ping 8.8.8.8 hanya menguji konektivitas ke alamat IP, bukan menguji DNS secara langsung. Kamu dapat membaca pembahasan tentang fungsi ping pada jaringan agar dapat menafsirkan hasil pengujian dengan tepat.
Cara Mengatasi DNS Server Not Responding
Mulailah dari langkah yang paling sederhana dan aman. Setelah menjalankan satu langkah, uji kembali website sebelum melanjutkan agar kamu mengetahui perubahan yang benar-benar menyelesaikan masalah.
1. Uji Website, Perangkat, dan Jaringan Lain
Buka dua atau tiga website yang berbeda, lalu coba akses melalui browser lain. Pengujian ini membantu membedakan masalah DNS dari gangguan yang hanya terjadi pada satu website, satu browser, atau satu ekstensi.
Gunakan perangkat lain pada Wi-Fi yang sama, kemudian bandingkan hasilnya dengan koneksi hotspot seluler. Jika jaringan Wi-Fi tidak muncul atau terus terputus, ikuti panduan mengatasi Wi-Fi yang tiba-tiba hilang sebelum melanjutkan troubleshooting DNS.
2. Restart Router, Modem, dan Perangkat
Matikan router atau modem, tunggu setidaknya 30 detik, lalu hidupkan kembali. Tunggu sampai lampu indikator koneksi stabil sebelum menguji website lagi karena perangkat jaringan memerlukan waktu untuk tersambung kembali ke ISP.
Restart juga komputer atau smartphone yang mengalami error. Proses tersebut memuat ulang adapter jaringan, koneksi Wi-Fi, dan layanan DNS lokal yang mungkin berhenti merespons sementara.
3. Jalankan Troubleshooter dan Periksa VPN atau Proxy
Pada Windows 11, buka aplikasi Get Help, cari Network and Internet troubleshooter, lalu jalankan diagnosis yang tersedia. Pada build tertentu, pintasan menuju troubleshooter tersebut juga tersedia melalui Settings > System > Troubleshoot > Other troubleshooters.
Jika error muncul setelah kamu mengaktifkan VPN atau proxy, putuskan koneksi tersebut untuk sementara dan uji kembali. VPN dapat mengubah jalur koneksi serta DNS yang digunakan perangkat, sehingga kamu perlu memeriksa konfigurasinya jika masalah hilang setelah VPN dihentikan. Pelajari juga fungsi VPN agar perubahan jalur koneksi tersebut lebih mudah dipahami.
Jangan menonaktifkan antivirus atau firewall secara permanen. Jika aplikasi keamanan diduga menjadi penyebabnya, periksa rule jaringan, lakukan pembaruan aplikasi, atau minta bantuan administrator agar perlindungan perangkat tetap aktif.
4. Bersihkan DNS Cache
Sistem operasi menyimpan hasil resolusi DNS agar domain yang pernah dibuka dapat ditemukan lebih cepat. Cache yang sudah tidak sesuai dapat mempertahankan alamat lama atau kegagalan resolusi, sehingga perangkat terus menampilkan error meskipun resolver sudah kembali normal.
Pada Windows, buka Command Prompt sebagai administrator lalu jalankan:
|
1 |
ipconfig /flushdns |
Pada distribusi Linux yang menggunakan systemd-resolved, jalankan:
|
1 |
sudo resolvectl flush-caches |
Setelah cache dibersihkan, tutup dan buka kembali browser sebelum menguji website. Untuk perintah pada sistem operasi lain, ikuti panduan lengkap cara menghapus DNS cache.
5. Reset TCP/IP dan Perbarui Alamat IP di Windows
Jika flush DNS belum berhasil, reset komponen jaringan Windows dan minta alamat IP baru dari router. Buka Command Prompt sebagai administrator, kemudian jalankan perintah berikut secara berurutan:
|
1 2 3 4 5 |
netsh winsock reset netsh int ip reset ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig /flushdns |
Restart komputer setelah semua perintah selesai. Langkah ini memuat ulang Winsock, konfigurasi TCP/IP, DHCP lease, dan cache resolver tanpa mengubah pengaturan router.
6. Gunakan DNS Publik Alternatif
Resolver dari ISP dapat mengalami gangguan atau merespons terlalu lambat. Simpan alamat DNS lama, lalu uji salah satu resolver publik berikut pada koneksi yang sedang digunakan:
- Google Public DNS:
8.8.8.8dan8.8.4.4. - Cloudflare:
1.1.1.1dan1.0.0.1.
Pada Windows 11, buka Settings > Network & internet, pilih Wi-Fi atau Ethernet yang aktif, kemudian ubah DNS server assignment melalui tombol Edit. Gunakan alamat resolver yang dipilih, simpan perubahan, lalu uji kembali koneksi.
Penggantian tersebut hanya memengaruhi perangkat atau koneksi yang kamu konfigurasi. Kamu dapat membaca informasi tambahan mengenai Google Public DNS sebelum menjadikannya konfigurasi tetap.
Jika kebutuhanmu berbeda dan kamu ingin menjalankan website atau aplikasi pada server yang dapat dikonfigurasi sendiri, kamu dapat melihat pilihan Cloud VPS DomaiNesia. Cloud VPS tidak otomatis memperbaiki error DNS pada laptop atau jaringan rumah, sehingga sumber masalah lokal tetap perlu diperiksa secara terpisah.
7. Bandingkan Hasil DNS dengan Nslookup
Gunakan nslookup untuk memeriksa apakah resolver dapat mengembalikan alamat IP sebuah domain. Jalankan perintah berikut pada Command Prompt:
|
1 |
nslookup domainesia.com |
Catat DNS server yang digunakan dan hasil alamat IP yang diberikan. Setelah itu, bandingkan dengan query melalui resolver lain:
|
1 |
nslookup domainesia.com 8.8.8.8 |
Jika query melalui resolver alternatif berhasil tetapi query melalui resolver default gagal, masalah kemungkinan berada pada resolver sebelumnya. Jika kedua pengujian gagal, periksa koneksi, firewall, router, atau status domain yang diuji.
8. Perbarui Adapter Jaringan dan Firmware Router
Adapter jaringan yang bermasalah dapat membuat koneksi terlihat aktif meskipun lalu lintas DNS tidak berjalan dengan benar. Jalankan Windows Update terlebih dahulu, lalu periksa pembaruan driver melalui Device Manager atau website resmi produsen perangkat.
Periksa juga pembaruan firmware router melalui panel administrasi sesuai petunjuk produsennya. Hindari mengunduh driver atau firmware dari website yang tidak terverifikasi karena file tersebut memiliki akses langsung ke perangkat dan jaringan.
9. Gunakan Network Reset sebagai Langkah Terakhir
Pada Windows 11, buka Settings > Network & internet > Advanced network settings > Network reset. Fitur ini menghapus dan memasang ulang adapter jaringan, lalu mengembalikan pengaturannya ke kondisi awal.
Catatan: Network reset dapat menghapus konfigurasi adapter, VPN client, virtual switch, dan jaringan yang tersimpan. Catat password Wi-Fi dan konfigurasi penting sebelum menjalankannya.
Pada smartphone, gunakan reset pengaturan jaringan hanya setelah restart dan pengujian jaringan lain tidak menyelesaikan masalah. Nama menu dapat berbeda menurut merek dan versi sistem operasi.
10. Hubungi ISP atau Administrator Jaringan
Hubungi ISP jika semua perangkat pada satu jaringan mengalami masalah, tetapi perangkat dapat mengakses internet melalui jaringan lain. Sampaikan waktu kejadian, hasil pengujian perangkat lain, serta apakah resolver publik dapat digunakan agar proses diagnosis lebih cepat.
Pada jaringan kantor atau kampus, jangan mengubah DNS secara permanen tanpa persetujuan administrator. Jaringan tersebut dapat memakai resolver internal untuk membuka aplikasi, printer, atau layanan yang tidak tersedia melalui DNS publik.
Kenapa DNS Server Not Responding Bisa Terjadi?
Error ini muncul ketika perangkat tidak menerima jawaban DNS yang dapat digunakan. Penyebabnya dapat berada pada perangkat, router, ISP, resolver publik, atau konfigurasi domain yang sedang diakses.
- Koneksi internet terputus. Perangkat tidak dapat menjangkau resolver karena Wi-Fi, router, modem, atau ISP bermasalah.
- Resolver DNS tidak tersedia. Resolver ISP atau resolver yang dipilih sedang lambat, gagal, atau tidak dapat dijangkau.
- Cache DNS tidak sesuai. Perangkat masih menyimpan alamat lama atau hasil kegagalan resolusi.
- Konfigurasi jaringan keliru. Alamat DNS, TCP/IP, DHCP, atau adapter jaringan tidak bekerja sebagaimana mestinya.
- VPN, proxy, atau firewall mengubah koneksi. Aplikasi tersebut dapat memakai resolver lain atau membatasi lalu lintas DNS.
- DNS domain bermasalah. Record, nameserver, DNSSEC, atau tujuan domain dapat salah ketika hanya satu website yang tidak dapat dibuka.
Bagaimana Jika Hanya Satu Website yang Tidak Bisa Dibuka?
Jika website lain dapat dibuka secara normal, jangan langsung mengganti DNS pada seluruh perangkat. Coba akses domain tersebut dari jaringan dan perangkat lain, lalu periksa apakah domain dapat di-resolve melalui nslookup.
Pengelola website perlu memeriksa nameserver, record A atau AAAA, CNAME, DNSSEC, status domain, serta server tujuan. Jika domain menggunakan Cloudflare, ikuti panduan setting DNS di Cloudflare untuk memeriksa record dan status proxy.

Bagaimana Jika Masalah Berasal dari Domain atau Server yang Kamu Kelola?
Troubleshooting server berbeda dari perbaikan pada perangkat pengguna. Jalankan pengujian dari server, periksa resolver pada sistem operasi, routing, firewall, konektivitas keluar, dan log aplikasi yang gagal mengakses domain atau API.
Pastikan domain mengarah ke alamat IP server yang benar dan layanan tujuan berjalan pada port yang diperlukan. Jika website menggunakan server sendiri, ikuti panduan menghubungkan domain ke Cloud VPS agar record dan tujuan server dapat diperiksa secara berurutan.
FAQ DNS Server Not Responding
Apakah DNS server not responding sama dengan internet terputus?
Tidak selalu. Internet dapat tetap tersambung ke alamat IP, tetapi perangkat gagal membuka nama domain karena resolver DNS tidak memberikan jawaban.
Apakah mengganti DNS ke 8.8.8.8 atau 1.1.1.1 aman?
Keduanya merupakan resolver publik yang umum digunakan. Simpan konfigurasi lama, gunakan dokumentasi resmi, dan ikuti kebijakan administrator jika perangkat terhubung ke jaringan kantor atau kampus.
Kenapa error hanya terjadi pada satu perangkat?
Penyebabnya biasanya berada pada cache DNS, adapter jaringan, VPN, proxy, firewall, atau konfigurasi DNS di perangkat tersebut. Bandingkan hasilnya dengan perangkat lain pada jaringan yang sama sebelum mengubah router.
Kenapa hanya satu website yang tidak bisa dibuka?
Domain tersebut dapat memiliki masalah pada nameserver, record DNS, DNSSEC, masa aktif domain, atau server tujuan. Uji domain melalui perangkat dan jaringan lain sebelum menyimpulkan bahwa resolver perangkat bermasalah.
Apakah antivirus atau IPv6 perlu dinonaktifkan?
Keduanya tidak perlu dinonaktifkan sebagai langkah awal. Periksa rule keamanan dan konfigurasi jaringan terlebih dahulu, lalu lakukan perubahan terbatas hanya ketika diagnosis menunjukkan komponen tersebut sebagai penyebab.
Atasi Error DNS secara Bertahap
DNS server not responding dapat berasal dari perangkat, router, ISP, resolver, domain, atau server website. Karena itu, tentukan dulu apakah gangguan terjadi pada satu website, satu perangkat, atau seluruh jaringan sebelum mengubah pengaturan.
Mulailah dengan pengujian sederhana dan restart, kemudian lanjutkan ke flush DNS, reset TCP/IP, penggantian resolver, serta nslookup. Gunakan network reset sebagai langkah terakhir, dan hubungi ISP atau administrator ketika masalah terjadi pada seluruh jaringan atau memerlukan akses konfigurasi yang tidak kamu miliki.