DNS Server Not Responding? Ini 8 Cara Mengatasinya
Koneksi Wi-Fi terlihat normal, tetapi website tiba-tiba tidak bisa dibuka dan browser menampilkan pesan DNS server not responding? Masalah ini biasanya terjadi ketika perangkat gagal memperoleh respons dari DNS resolver yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.
Kamu bisa mulai mengatasinya dengan memeriksa koneksi, melakukan restart router, membersihkan cache DNS, mengganti DNS resolver, hingga mereset konfigurasi jaringan. Jika kamu ingin memahami bagaimana proses tersebut bekerja, kamu juga bisa membaca penjelasan tentang DNS Server.
Berikut langkah troubleshooting yang dapat dilakukan secara berurutan agar penyebab error lebih mudah ditemukan tanpa langsung mengubah banyak konfigurasi jaringan sekaligus.

Cara Mengatasi DNS Server Not Responding
Tidak semua error DNS memiliki penyebab yang sama. Karena itu, mulai dari langkah paling sederhana terlebih dahulu sebelum mengubah konfigurasi jaringan yang lebih kompleks.
1. Pastikan Koneksi Internet Berfungsi
Langkah pertama adalah memastikan perangkat benar-benar terhubung ke internet. Coba buka beberapa website atau gunakan perangkat lain yang terhubung ke jaringan Wi-Fi yang sama.
Kamu juga dapat menguji konektivitas ke alamat IP menggunakan Command Prompt atau Terminal:
|
1 |
ping 8.8.8.8 |
Jika alamat IP tersebut dapat dijangkau tetapi domain seperti google.com tetap tidak dapat dibuka, ada kemungkinan masalah terjadi pada proses DNS resolution.
Perlu diingat bahwa perintah ping 8.8.8.8 hanya menguji konektivitas ke alamat IP, bukan menguji DNS secara langsung. Kamu bisa mempelajari lebih lanjut fungsi ping pada jaringan dan cara kerja IP Address.
2. Restart Router atau Modem
Jika koneksi internet tiba-tiba bermasalah, restart router atau modem merupakan langkah sederhana yang patut dicoba.
Matikan perangkat jaringan, tunggu beberapa saat, kemudian hidupkan kembali. Proses ini dapat memperbarui koneksi antara router dan ISP serta membersihkan kondisi sementara yang menyebabkan jaringan tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Setelah router kembali aktif, tunggu hingga koneksi internet stabil sebelum mencoba membuka website lagi. Untuk memahami fungsi perangkat tersebut dalam jaringan, kamu dapat membaca pembahasan mengenai router dan cara kerjanya.
3. Restart Komputer atau Smartphone
Jika router tidak bermasalah, coba restart perangkat yang mengalami error.
Restart dapat membantu memuat ulang konfigurasi jaringan, koneksi Wi-Fi, dan layanan DNS lokal pada perangkat. Langkah ini terutama berguna jika error hanya terjadi pada satu komputer atau smartphone sementara perangkat lainnya tetap dapat mengakses internet.
4. Flush DNS Cache
Perangkat menyimpan cache DNS agar domain yang sebelumnya pernah diakses dapat ditemukan lebih cepat. Namun, cache yang sudah tidak sesuai dapat menyebabkan proses resolusi nama domain bermasalah.
Pada Windows, buka Command Prompt kemudian jalankan:
|
1 |
ipconfig /flushdns |
Pada distribusi Linux yang menggunakan systemd-resolved, kamu dapat menggunakan:
|
1 |
sudo resolvectl flush-caches |
Setelah cache dibersihkan, coba akses kembali website yang sebelumnya menampilkan error. Jika ingin melihat langkah yang lebih lengkap untuk beberapa sistem operasi, baca panduan cara menghapus DNS cache.
5. Gunakan DNS Publik Alternatif
DNS resolver dari ISP juga dapat mengalami gangguan atau tidak memberikan respons dengan baik. Untuk mengujinya, kamu dapat mengganti DNS sementara ke layanan public DNS.
Beberapa alamat DNS yang umum digunakan antara lain:
- Google Public DNS:
8.8.8.8dan8.8.4.4 - Cloudflare:
1.1.1.1dan1.0.0.1
Simpan alamat DNS sebelumnya sebelum melakukan perubahan agar konfigurasi dapat dikembalikan jika diperlukan. Kamu juga dapat melihat referensi mengenai Google Public DNS untuk memahami penggunaannya.
Jika masalah DNS muncul ketika kamu mengelola website atau aplikasi pada server sendiri, jangan hanya memeriksa resolver di perangkat. Periksa juga konfigurasi jaringan dan DNS pada lingkungan server. Untuk kebutuhan server yang memerlukan kontrol konfigurasi lebih luas, kamu dapat melihat pilihan Cloud VPS DomaiNesia.
6. Verifikasi DNS dengan Nslookup
Jika koneksi ke alamat IP berhasil tetapi domain tetap tidak dapat diakses, lakukan pengecekan DNS secara langsung menggunakan nslookup.
Contohnya:
|
1 |
nslookup domainesia.com |
Jika DNS bekerja, perintah tersebut akan mengembalikan informasi mengenai DNS server yang digunakan dan alamat IP hasil resolusi domain.
Kamu juga dapat membandingkannya dengan resolver tertentu, misalnya Google Public DNS:
|
1 |
nslookup domainesia.com 8.8.8.8 |
Apabila query melalui DNS alternatif berhasil sementara DNS default gagal, masalah kemungkinan berkaitan dengan resolver DNS yang digunakan sebelumnya.
7. Periksa VPN, Proxy, Firewall, dan Antivirus
Aplikasi VPN, proxy, firewall, atau software keamanan tertentu dapat mengubah jalur koneksi maupun DNS yang digunakan perangkat.
Jika error mulai muncul setelah menggunakan VPN atau mengubah konfigurasi jaringan, coba putuskan VPN atau proxy sementara lalu ulangi pengujian DNS.
Untuk firewall dan antivirus, periksa apakah aplikasi atau layanan jaringan yang digunakan diblokir. Hindari menonaktifkan proteksi keamanan secara permanen hanya untuk memperbaiki error DNS.
Jika ingin memahami bagaimana VPN memengaruhi jalur koneksi internet, kamu dapat membaca artikel mengenai fungsi VPN.
8. Reset Network Settings
Jika konfigurasi DNS sudah diganti tetapi masalah tetap terjadi, network settings pada perangkat mungkin perlu dikembalikan ke kondisi awal.
Pada Windows, fitur Network Reset tersedia melalui pengaturan Network & Internet. Pada smartphone, biasanya tersedia pilihan untuk mereset Wi-Fi, jaringan seluler, dan Bluetooth.
Catatan: reset network dapat menghapus konfigurasi jaringan yang tersimpan, termasuk beberapa jaringan Wi-Fi dan pengaturan adapter. Pastikan kamu mengetahui password Wi-Fi sebelum melakukannya.
Kenapa DNS Server Not Responding Bisa Terjadi?
Setelah mengetahui langkah perbaikannya, memahami sumber masalah dapat membantu kamu memilih troubleshooting yang lebih tepat jika error kembali muncul.
Beberapa penyebab DNS server not responding yang umum adalah:
- Gangguan koneksi internet. Perangkat kehilangan konektivitas sehingga tidak dapat mencapai DNS resolver.
- DNS resolver ISP bermasalah. Server DNS yang digunakan perangkat sedang lambat, tidak dapat dijangkau, atau gagal menjawab query.
- DNS cache tidak sesuai. Data DNS lama pada perangkat dapat menyebabkan resolusi nama domain bermasalah.
- Konfigurasi DNS keliru. DNS address salah, tidak tersedia, atau tidak dapat dijangkau.
- VPN atau proxy bermasalah. Perubahan jalur jaringan dapat memengaruhi DNS resolver yang digunakan.
- Firewall atau software keamanan. Aturan jaringan tertentu dapat menghambat komunikasi DNS.
- Driver atau firmware jaringan bermasalah. Masalah pada adapter jaringan atau router juga dapat mengganggu konektivitas.
Bagaimana Jika Hanya Satu Website yang Tidak Bisa Dibuka?
Jika sebagian besar website dapat dibuka tetapi hanya satu domain yang bermasalah, jangan langsung menyimpulkan DNS resolver perangkat mengalami gangguan.
Coba buka website tersebut dari perangkat atau jaringan lain. Jika hasilnya tetap sama, masalah dapat berasal dari konfigurasi DNS domain, nameserver, server website, atau layanan yang menjadi tujuan domain tersebut.
Untuk domain yang menggunakan Cloudflare, konfigurasi record dapat diperiksa kembali melalui panduan setting DNS di Cloudflare.
Jika website menggunakan VPS sendiri, pastikan domain sudah mengarah ke alamat IP server yang benar. Kamu dapat mengikuti panduan menghubungkan domain ke Cloud VPS.

Jika Masalah Berasal dari Server yang Kamu Kelola
Troubleshooting pada komputer pengguna dan troubleshooting pada server merupakan dua hal yang berbeda. Jika DNS server not responding terjadi ketika aplikasi di server mencoba mengakses domain atau API tertentu, periksa konfigurasi resolver, routing jaringan, firewall, dan konektivitas dari sisi server.
Cloud VPS dapat menjadi pilihan ketika kamu membutuhkan lingkungan server dengan kontrol konfigurasi yang lebih fleksibel. Namun, penggunaan VPS tidak otomatis memperbaiki error DNS pada komputer atau jaringan rumah karena penyebabnya tetap perlu ditelusuri dari sisi resolver dan jaringan yang bermasalah.
Butuh kontrol lebih luas untuk konfigurasi server?
Kelola Server Lebih Fleksibel dengan Cloud VPS
Gunakan Cloud VPS DomaiNesia untuk menjalankan website atau aplikasi pada lingkungan server yang dapat kamu konfigurasi sesuai kebutuhan. Kamu dapat mengelola sistem operasi, layanan jaringan, web server, dan kebutuhan aplikasi secara lebih fleksibel.
DNS Server Masih Tidak Merespons?
DNS server not responding tidak selalu berarti koneksi internet sepenuhnya mati. Masalah dapat terjadi pada resolver DNS, cache lokal, konfigurasi jaringan, router, VPN, hingga sisi website atau server yang sedang diakses.
Mulailah dari pengecekan konektivitas, restart router dan perangkat, flush DNS cache, lalu coba DNS publik alternatif. Jika belum berhasil, lanjutkan dengan nslookup, periksa VPN atau firewall, dan reset konfigurasi jaringan jika diperlukan.
Jika hanya satu website yang bermasalah, lakukan pengecekan dari sisi domain dan server sebelum mengubah konfigurasi DNS pada seluruh perangkat. Dengan troubleshooting secara bertahap, penyebab error dapat ditemukan dengan lebih cepat tanpa melakukan perubahan jaringan yang tidak diperlukan.