• Home
  • Tips
  • Ketika Ekstensi Domain Menjadi Strategi Brand: Belajar dari Nectar.tech dan AHA.fun

Ketika Ekstensi Domain Menjadi Strategi Brand: Belajar dari Nectar.tech dan AHA.fun

Oleh Ratna Patria
Ketika Ekstensi Domain Menjadi Strategi Brand: Belajar dari Nectar.tech dan AHA.fun 1

Halo DomaiNesians! Nama domain sering ditentukan ketika bisnis mulai membuat website, padahal alamat tersebut nantinya muncul di berbagai titik pertemuan dengan pelanggan. Domain dapat terlihat pada hasil pencarian, email perusahaan, proposal, presentasi, kartu nama, iklan, hingga percakapan antara tim sales dan calon klien.

Karena itu, pemilihan domain mempunyai konsekuensi yang lebih panjang daripada sekadar memastikan website dapat diakses. Bisnis tidak hanya perlu bertanya, “Apakah nama ini tersedia?”, tetapi juga perlu mempertimbangkan apakah kombinasi nama dan ekstensi tersebut mampu merepresentasikan brand dalam jangka panjang.

Nectar dan AHA Sound & Vision memberikan dua contoh yang menarik. Nectar menggunakan nectar.tech untuk bisnis yang bergerak dalam tokenisasi aset berbasis blockchain, sedangkan AHA Sound & Vision menggunakan aha.fun untuk perusahaan music supervision di industri film dan televisi.

Keduanya menggunakan ekstensi yang dikelola Radix, tetapi strategi branding yang diterapkan berbeda. Nectar memanfaatkan .tech untuk memperjelas kompetensi teknologinya, sedangkan AHA menggunakan .fun untuk memperkuat personality kreatif di balik bisnis B2B yang tetap membutuhkan profesionalisme tinggi.

Domain Tidak Harus Menjelaskan Seluruh Bisnis

Nama domain tidak perlu menjelaskan semua produk, layanan, dan keunggulan perusahaan dalam beberapa kata. Website, halaman produk, proposal, dan tim sales tetap memiliki tugas untuk menyampaikan informasi bisnis secara lebih lengkap kepada calon pelanggan.

Domain justru dapat bekerja dengan baik ketika kombinasinya sederhana dan tetap selaras dengan identitas perusahaan. Karena itu, bisnis sebaiknya menentukan nama domain yang bagus terlebih dahulu, kemudian memilih ekstensi yang dapat memberikan konteks tanpa membuat alamat website menjadi terlalu panjang.

Pendekatan tersebut semakin relevan ketika nama .com yang diinginkan sudah digunakan oleh pihak lain. Bisnis memang dapat menambahkan kata seperti “official”, “get”, “company”, atau kategori produk, tetapi penambahan tersebut perlu dibandingkan dengan pilihan mempertahankan nama brand secara utuh menggunakan ekstensi yang lebih relevan.

Nectar dan AHA mengambil pendekatan kedua tersebut dengan cara yang berbeda. Kedua bisnis mempertahankan nama utama mereka, lalu memanfaatkan ekstensi sebagai bagian dari strategi branding.

Studi Kasus 1: Nectar.tech Menempatkan Teknologi dalam Identitas Brand

Nectar bergerak dalam bidang tokenisasi real-world assets atau RWA dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Infrastruktur yang dikembangkan perusahaan tersebut membantu bisnis dan institusi membuat, mengelola, serta memperdagangkan aset yang telah ditokenisasi.

Model bisnis tersebut menempatkan Nectar pada pertemuan antara teknologi blockchain dan dunia finansial. Perusahaan tidak hanya membutuhkan kredibilitas bisnis, tetapi juga perlu memperlihatkan kemampuan teknologi yang menjadi fondasi produknya.

Dalam konteks tersebut, pilihan nectar.tech menjadi menarik. Nama “Nectar” tetap menjadi identitas utama, sedangkan .tech memberikan petunjuk tambahan mengenai kompetensi yang ingin diperlihatkan kepada audiens.

.tech Membantu Memperjelas Positioning

Nectar sebenarnya dapat menggunakan domain dengan nama yang lebih deskriptif dan memasukkan kata seperti “blockchain”, “tokenization”, atau “securities”. Pendekatan tersebut memang dapat menjelaskan kategori bisnis secara langsung, tetapi nama domain juga berpotensi menjadi lebih panjang dan kurang fleksibel ketika perusahaan berkembang.

Nectar mengambil pendekatan berbeda dengan mempertahankan kata “nectar” sebagai pusat identitasnya. Ekstensi .tech kemudian membantu menghubungkan nama tersebut dengan dunia teknologi tanpa mengubah nama brand menjadi kalimat deskriptif.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa ekstensi domain dapat dipilih berdasarkan kompetensi yang paling ingin diasosiasikan dengan sebuah perusahaan. Pemilik bisnis tidak harus menjelaskan seluruh aktivitas perusahaan melalui domain apabila satu konteks yang kuat sudah cukup untuk membantu audiens memahami positioning-nya.

Radix sendiri memosisikan .tech untuk startup, founder, dan perusahaan yang bergerak dalam teknologi. Saat ini, Radix mencatat lebih dari 500 ribu domain .tech berada dalam pengelolaannya.

Nectar Mempertahankan Nama Brand yang Ringkas

Struktur nectar.tech juga memperlihatkan keuntungan lain dari penggunaan new gTLD. Perusahaan dapat mempertahankan nama brand yang pendek tanpa menambahkan kata tambahan hanya karena ekstensi tertentu sudah tidak tersedia.

Pendekatan tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika perusahaan mempunyai nama yang kuat, tetapi domain .com dengan nama yang sama sudah dimiliki pihak lain. Bisnis dapat membandingkan beberapa ekstensi melalui pembahasan tentang tren nama domain terbaru sebelum mengubah atau memperpanjang nama brand yang sebenarnya sudah tepat.

Jika nama brand kamu sudah kuat, ketersediaan .com tidak harus langsung membuat kamu mengubah identitas tersebut. Kamu dapat mengecek ketersediaan domain di DomaiNesia dan membandingkan ekstensi Radix yang paling sesuai dengan positioning bisnis.

ekstensi domain untuk branding bisnis

Studi Kasus 2: AHA.fun Membuktikan Bisnis B2B Tidak Harus Terlihat Kaku

AHA Sound & Vision mengambil pendekatan branding yang berbeda melalui alamat aha.fun. Sekilas, ekstensi .fun mungkin terlihat terlalu santai untuk perusahaan B2B, tetapi karakter bisnis AHA membuat pilihan tersebut terasa lebih masuk akal.

AHA merupakan perusahaan full-service music supervision yang berbasis di Toronto, Kanada. Perusahaan tersebut menangani musik original, lisensi, dan strategi kreatif untuk berbagai produksi film serta televisi.

Pekerjaan tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan memilih musik yang menarik. Tim music supervision juga harus mempertemukan kebutuhan storytelling, proses lisensi, produksi, anggaran, dan berbagai kepentingan kreatif dalam satu proyek.

Profesional Tidak Selalu Berarti Formal

Hubungan antara domain dan brand AHA semakin menarik ketika dibandingkan dengan rekam jejak bisnisnya. Founder sekaligus lead music supervisor AHA, Andrea Higgins, mempunyai pengalaman lebih dari dua dekade dan menangani berbagai produksi seperti Heartland, Workin’ Moms, Wynonna Earp, JANN, Sight Unseen, dan The Trades.

Higgins juga menerima Canadian Sync Award 2024 untuk kategori Best Sync – Soundtrack, Episodic Series (Drama) melalui Heartland Season 17. Saat ini, ia juga tercatat sebagai Vice President Guild of Music Supervisors Canada.

Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa penggunaan .fun tidak membuat perusahaan kehilangan profesionalisme. Kredibilitas bisnis tetap dibangun melalui pengalaman, portofolio, kualitas pekerjaan, dan reputasi orang-orang yang berada di belakang perusahaan.

.fun Memperlihatkan Personality Brand

AHA menjual keahlian profesional, tetapi hasil pekerjaannya tetap berhubungan dengan pengalaman emosional. Musik dapat membangun suasana, memperkuat cerita, dan menentukan bagaimana penonton merasakan sebuah adegan.

Dalam konteks tersebut, .fun tidak berfungsi untuk menjelaskan layanan AHA secara literal. Ekstensi tersebut justru memperlihatkan personality kreatif yang berada di balik proses kerja perusahaan.

Radix memosisikan .fun untuk gamer, komedian, kreator konten, dan berbagai pihak yang ingin membangun kehadiran digital dengan karakter yang lebih hidup. Radix saat ini mencatat lebih dari 490 ribu domain .fun berada dalam pengelolaannya.

Namun, strategi AHA tidak berarti semua creative agency perlu memilih .fun. Kombinasi tersebut bekerja karena nama “AHA”, industri entertainment, dan personality perusahaan membentuk identitas yang terasa konsisten.

ekstensi domain untuk branding bisnis

Nectar.tech vs AHA.fun: Dua Strategi Domain yang Berbeda

Dua website tersebut membuktikan bahwa perusahaan tidak harus mengikuti satu formula ketika memilih ekstensi domain. Setiap bisnis dapat menentukan fungsi ekstensi berdasarkan asosiasi yang ingin dibangun di benak audiens.

Pertimbangan Nectar.tech AHA.fun
Industri Blockchain dan tokenisasi aset Music supervision, film, dan televisi
Karakter bisnis Teknis dan infrastructure-oriented Kreatif, kolaboratif, dan entertainment
Fungsi ekstensi Memperjelas kompetensi teknologi Memperlihatkan personality brand
Nama utama Nectar AHA
Domain nectar.tech aha.fun
Pelajaran TLD dapat memperkuat kategori bisnis TLD dapat memperkuat karakter brand

 

Nectar menggunakan ekstensi untuk membantu menjawab pertanyaan, “Kami bergerak di bidang apa?”. AHA menggunakan ekstensi untuk memberi gambaran mengenai pertanyaan yang berbeda, yaitu “Karakter brand seperti apa yang akan kamu temui?”.

Perbedaan tersebut penting karena pemilihan domain sebaiknya tidak berhenti pada pencarian nama yang masih tersedia. Domain dapat menjadi bagian dari strategi domain perusahaan yang mempertimbangkan positioning saat ini sekaligus perkembangan brand pada masa depan.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Dua Studi Kasus Ini?

1. Pertahankan Nama Brand Sebelum Memaksakan Ekstensi

Nama brand biasanya digunakan lebih sering daripada ekstensi domain dalam komunikasi perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kembali keputusan mengubah nama yang sudah kuat hanya untuk memperoleh satu ekstensi tertentu.

Bisnis dapat membandingkan beberapa alternatif sebelum menambahkan kata atau tanda hubung ke dalam nama domain. Pilihan ekstensi domain baru dapat membuka kombinasi nama yang sebelumnya sulit diperoleh melalui ekstensi populer.

2. Tentukan Asosiasi yang Ingin Dibangun

Nectar ingin teknologi mudah diasosiasikan dengan brand sehingga .tech menjadi pilihan yang relevan. AHA mempunyai tujuan berbeda karena .fun membantu memperlihatkan kreativitas dan karakter entertainment yang melekat pada pekerjaannya.

Pemilik bisnis dapat menggunakan prinsip yang sama sebelum mendaftarkan domain. Cobalah menentukan asosiasi pertama yang seharusnya muncul ketika calon pelanggan membaca alamat website perusahaan.

3. Jangan Mengejar Keunikan Tanpa Konteks

Domain yang berbeda memang dapat menarik perhatian, tetapi keunikan saja tidak cukup untuk membangun identitas yang kuat. Ekstensi tetap perlu memiliki hubungan yang masuk akal dengan bisnis, produk, industri, atau personality perusahaan.

Hubungan tersebut membuat kombinasi domain lebih mudah dipahami tanpa penjelasan tambahan. Perusahaan teknologi dapat menggunakan .tech, sedangkan toko online dapat mempertimbangkan .store karena fungsi ekstensi tersebut mudah dipahami oleh audiens.

4. Perlakukan Domain sebagai Aset Jangka Panjang

Website dapat mengalami beberapa kali redesign, tetapi nama domain biasanya digunakan jauh lebih lama. Keputusan yang dibuat saat bisnis masih kecil dapat terus digunakan ketika produk bertambah, tim berkembang, dan perusahaan memasuki pasar baru.

Karena itu, perusahaan perlu menilai fleksibilitas sebuah nama sebelum melakukan registrasi. Domain yang sangat sempit mungkin bekerja untuk produk tertentu, tetapi perusahaan perlu memastikan nama tersebut tetap relevan ketika arah bisnis berkembang.

Apakah .tech dan .fun Memberikan Keuntungan SEO?

Penggunaan .tech, .fun, maupun new gTLD lainnya tidak secara otomatis menghasilkan ranking yang lebih tinggi dibandingkan .com. Google Search menjelaskan bahwa sistemnya berusaha memberikan hasil terbaik dan paling relevan kepada pengguna tanpa memberikan keistimewaan ranking hanya berdasarkan penggunaan sebuah gTLD.

Karena itu, strategi Nectar dan AHA lebih tepat dilihat sebagai strategi branding daripada trik SEO. Performa organik tetap membutuhkan konten yang relevan, website yang mudah digunakan, technical SEO yang baik, internal linking, backlink, serta berbagai faktor kualitas lainnya.

Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas kepada perusahaan ketika menentukan domain. Bisnis dapat memprioritaskan nama, positioning, dan kesesuaian brand tanpa beranggapan bahwa penggunaan new gTLD secara otomatis membuat website kalah dari .com.

Bagaimana Jika Bisnismu Bukan Teknologi atau Entertainment?

Nectar.tech dan AHA.fun hanya memperlihatkan dua pendekatan dari portofolio domain Radix yang lebih luas. Setiap ekstensi mempunyai karakter berbeda sehingga bisnis dapat menyesuaikannya dengan produk, industri, maupun positioning yang ingin dibangun.

.store dapat digunakan oleh online seller dan e-commerce, sedangkan .online memberikan pilihan yang lebih fleksibel untuk berbagai jenis bisnis. .site dan .website dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih general, sementara .host, .press, dan .space mempunyai konteks yang lebih spesifik.

Radix juga mengelola ekstensi seperti .uno dan .pw. Pemilik bisnis tidak perlu memilih ekstensi hanya karena sedang populer, tetapi perlu mencari kombinasi yang mampu melengkapi nama brand secara natural.

🏷️

Nama Brand Sudah Tepat? Pertahankan Identitasnya

Nama yang ringkas akan lebih mudah digunakan ketika bisnis berkembang ke berbagai channel digital. Bandingkan ekstensi Radix berdasarkan industri, karakter brand, dan rencana bisnis agar domain tetap relevan dalam jangka panjang.

Cek Ketersediaan Domain di DomaiNesia

Sebelum Membeli Domain Radix, Gunakan Checklist Ini

Sebelum melakukan registrasi, bacalah nama dan ekstensi sebagai satu kesatuan. Pastikan kombinasi tersebut mudah diucapkan, tidak menciptakan makna yang tidak disengaja, dan tetap nyaman ketika digunakan pada email maupun materi bisnis.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa ekstensi mendukung positioning yang ingin dibangun. Bisnis tidak harus memilih TLD yang sangat spesifik apabila arah produknya masih mungkin berubah, tetapi ekstensi spesifik dapat menjadi aset ketika kategori tersebut memang menjadi inti perusahaan.

Selanjutnya, periksa ketersediaan nama, harga registrasi, biaya perpanjangan, dan status premium sebelum melakukan pembelian. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan memahami biaya kepemilikan domain sebelum menjadikannya bagian dari identitas jangka panjang.

Terakhir, perusahaan perlu melihat domain sebagai bagian dari keseluruhan brand. Nama bisnis, logo, produk, website, gaya komunikasi, dan domain sebaiknya membawa audiens menuju persepsi yang konsisten.

Baca Juga:  Kenapa Beli Hosting Domain Satu Provider Lebih Untung?

Domain yang Tepat Membuat Brand Terasa Lebih Utuh

Nectar.tech dan AHA.fun tidak membuktikan bahwa sebuah ekstensi dapat menghasilkan lebih banyak traffic atau penjualan secara otomatis. Namun, keduanya memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat menggunakan TLD secara sengaja untuk memperkuat identitas brand.

Nectar mempertahankan nama yang sederhana lalu menggunakan .tech untuk menempatkan teknologi di depan positioning perusahaan. AHA mengambil pendekatan berbeda dengan menggunakan .fun untuk membawa personality kreatif ke dalam bisnis music supervision yang tetap profesional.

Ketika mencari domain untuk perusahaan, jangan hanya mempertanyakan apakah nama tersebut masih tersedia. Pertimbangkan apakah kombinasi nama dan ekstensi mampu merepresentasikan bisnis ketika digunakan pada website, email, proposal, iklan, hasil pencarian, dan berbagai komunikasi pelanggan selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, domain memang hanya menjadi satu bagian kecil dari identitas bisnis. Namun, bagian kecil tersebut dapat muncul hampir di semua titik ketika pelanggan menemukan, mengingat, dan berinteraksi dengan brand kamu.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya