• Home
  • Tips
  • Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya

Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya

Oleh Ayoni Sulthon
Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya 1

ERD adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan struktur data dalam sebuah database. Melalui ERD, kamu bisa melihat entitas apa saja yang dibutuhkan, atribut yang dimiliki setiap entitas, serta hubungan antar entitas tersebut.

Jika ingin membuat ERD, langkah dasarnya adalah menentukan entitas, menambahkan atribut, memilih primary key, menetapkan relasi, menentukan kardinalitas, lalu menggambarkannya dalam bentuk diagram. Dengan cara ini, rancangan database menjadi lebih rapi, mudah dipahami, dan lebih siap dikembangkan menjadi sistem yang nyata.

Artikel ini akan membahas cara membuat ERD dari dasar, mulai dari pengertian, simbol, komponen, contoh kasus, hingga tools yang bisa kamu gunakan untuk membuat Entity Relationship Diagram.

Apa Itu Basis Data?

Sebelum memahami ERD, kamu perlu mengenal basis data terlebih dahulu. Basis data atau database adalah kumpulan data yang disusun dan dikelola secara terstruktur agar mudah disimpan, diakses, diperbarui, dan digunakan kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari, basis data bisa diibaratkan seperti lemari arsip digital. Bedanya, data tidak hanya disimpan begitu saja, tetapi juga dikelompokkan berdasarkan struktur tertentu agar lebih mudah dicari dan dikelola.

Misalnya, dalam sistem akademik terdapat data mahasiswa, dosen, mata kuliah, ruang kelas, jadwal, dan nilai. Jika semua data tersebut tidak dirancang dengan baik, sistem akan sulit dikembangkan dan rawan terjadi duplikasi data.

Di sinilah ERD berperan. ERD membantu menggambarkan bagaimana data-data tersebut saling berhubungan sebelum database benar-benar dibuat.

ERD Adalah

ERD atau Entity Relationship Diagram adalah diagram yang digunakan untuk memodelkan hubungan antar entitas dalam sebuah database. Diagram ini membantu developer, database administrator, maupun tim bisnis memahami struktur data secara visual.

Dalam ERD, entitas biasanya digambarkan sebagai objek utama yang datanya akan disimpan. Contohnya adalah Mahasiswa, Dosen, Produk, Pelanggan, Buku, atau Transaksi.

Setiap entitas memiliki atribut. Misalnya, entitas Mahasiswa memiliki atribut NIM, nama, alamat, dan tanggal lahir. Hubungan antar entitas kemudian digambarkan melalui relasi, misalnya Mahasiswa mengambil Mata Kuliah.

Secara sederhana, ERD membantu menjawab pertanyaan berikut:

  • Data apa saja yang perlu disimpan?
  • Setiap data memiliki atribut apa saja?
  • Bagaimana hubungan antar data tersebut?
  • Apakah satu data berhubungan dengan satu, banyak, atau beberapa data lain?

Dengan ERD, proses pembuatan database menjadi lebih terarah karena struktur datanya sudah dipetakan sejak awal.

Mengapa ERD Penting?

ERD penting karena membantu perancangan database menjadi lebih jelas dan minim kesalahan. Tanpa ERD, developer bisa saja langsung membuat tabel, tetapi struktur database berisiko tidak efisien atau sulit dikembangkan.

Berikut beberapa manfaat ERD.

  1. Merencanakan struktur database
    ERD membantu developer menentukan tabel, atribut, primary key, foreign key, dan relasi sebelum database dibuat.
  2. Mengurangi duplikasi data
    Dengan rancangan yang jelas, data bisa dikelompokkan secara lebih tepat sehingga risiko data ganda dapat dikurangi.
  3. Memudahkan komunikasi tim
    ERD dapat menjadi bahasa visual antara developer, analis sistem, database administrator, dan stakeholder non-teknis.
  4. Mempermudah pengembangan sistem
    Saat sistem semakin kompleks, ERD membantu tim memahami alur data dan hubungan antar fitur dengan lebih cepat.

ERD juga bisa digunakan bersama diagram lain seperti Use Case Diagram untuk memahami kebutuhan sistem dari sisi pengguna dan struktur data.

Baca Juga:  10 Praktik Terbaik AI dalam Software Development Life Cycle

Komponen Umum Penyusun ERD

Untuk membuat Entity Relationship Diagram, ada beberapa komponen utama yang perlu dipahami, yaitu entitas, atribut, relasi, dan garis penghubung.

1. Entitas (Entity)

Entitas adalah objek yang datanya akan disimpan dalam database. Entitas dapat berupa objek nyata maupun konsep abstrak yang penting bagi sistem.

Contoh entitas konkret adalah mahasiswa, buku, pegawai, pelanggan, produk, dan perusahaan. Sementara itu, contoh entitas abstrak adalah mata kuliah, transaksi, peminjaman, pembayaran, atau jadwal.

Pengertian ERD Adalah: Contoh, Simbol, dan Penjelasan

Dalam ERD, entitas biasanya menjadi kandidat tabel. Misalnya, entitas Mahasiswa nantinya dapat diubah menjadi tabel mahasiswa dalam database.

2. Atribut (Field)

Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya 2

Atribut adalah karakteristik atau informasi yang dimiliki oleh sebuah entitas. Jika entitas diibaratkan sebagai tabel, atribut dapat diibaratkan sebagai kolom.

Contohnya, entitas Mahasiswa memiliki atribut:

  • NIM
  • Nama
  • Alamat
  • Tanggal lahir
  • Email

Beberapa jenis atribut dalam ERD antara lain:

  • Atribut key, yaitu atribut unik yang digunakan untuk membedakan satu data dengan data lain. Contohnya NIM, ID pelanggan, atau kode produk.
  • Atribut composite, yaitu atribut yang dapat dipecah menjadi beberapa bagian. Contohnya nama lengkap yang dapat terdiri dari nama depan dan nama belakang.
  • Atribut multivalue, yaitu atribut yang bisa memiliki lebih dari satu nilai. Contohnya nomor telepon jika satu orang memiliki beberapa nomor.
  • Atribut turunan, yaitu atribut yang nilainya dapat dihitung dari atribut lain. Contohnya usia yang dihitung dari tanggal lahir.

Dalam implementasi database, atribut key akan berkaitan dengan primary key dan foreign key.

3. Relasi (Relationship)

Pengertian ERD Adalah: Contoh, Simbol, dan Penjelasan

Relasi adalah hubungan antara satu entitas dengan entitas lain. Relasi menunjukkan bagaimana data saling terhubung dalam sistem.

Contohnya, dalam sistem akademik:

  • Mahasiswa mengambil Mata Kuliah.
  • Dosen mengajar Mata Kuliah.
  • Dosen membimbing Mahasiswa.
  • Ruang digunakan untuk Jadwal Perkuliahan.

Dalam ERD, relasi juga memiliki kardinalitas. Kardinalitas menunjukkan jumlah hubungan antar entitas.

Jenis kardinalitas yang umum digunakan adalah:

  • One to One (1:1)
    Satu data pada entitas A berhubungan dengan satu data pada entitas B. Contohnya, satu siswa memiliki satu kartu anggota.
  • One to Many (1:N)
    Satu data pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak data pada entitas B. Contohnya, satu dosen membimbing banyak mahasiswa.
  • Many to One (N:1)
    Banyak data pada entitas A berhubungan dengan satu data pada entitas B. Ini adalah kebalikan dari one to many. Contohnya, banyak mahasiswa dibimbing oleh satu dosen.
  • Many to Many (M:N)
    Banyak data pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak data pada entitas B. Contohnya, banyak mahasiswa mengambil banyak mata kuliah.

Pada database relasional, relasi many-to-many biasanya perlu dipecah menjadi tabel penghubung atau associative entity.

4. Garis Penghubung

Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya 3

Garis digunakan untuk menghubungkan entitas, atribut, dan relasi. Garis ini membantu pembaca memahami alur hubungan antar data dalam ERD.

Pada beberapa notasi ERD, garis juga dapat menunjukkan jenis kardinalitas, misalnya hubungan satu, banyak, opsional, atau wajib.

Simbol Notasi dalam ERD

Setiap ERD memiliki simbol yang digunakan untuk menggambarkan entitas, atribut, relasi, dan hubungan antar data. Simbol ini bisa berbeda tergantung notasi yang digunakan, misalnya Chen Notation atau Crow’s Foot Notation.

Dalam notasi dasar, simbol ERD biasanya terdiri dari:

  • Persegi panjang untuk menggambarkan entitas.
  • Oval atau elips untuk menggambarkan atribut.
  • Belah ketupat untuk menggambarkan relasi.
  • Garis untuk menghubungkan entitas, atribut, dan relasi.

Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya 4

Atribut key biasanya diberi garis bawah. Atribut composite digambarkan dengan atribut utama yang bercabang ke beberapa atribut kecil. Sementara atribut turunan biasanya digambarkan dengan oval bergaris putus-putus.

Pada tools modern, bentuk ERD bisa terlihat sedikit berbeda. Misalnya, beberapa tools menampilkan entitas dalam bentuk tabel yang berisi daftar atribut, primary key, dan foreign key.

Cara Membuat ERD

Setelah memahami komponen dan simbolnya, berikut langkah-langkah umum cara membuat ERD.

1. Tentukan Ruang Lingkup Sistem

Langkah pertama adalah menentukan sistem apa yang ingin dibuat. Misalnya sistem akademik, sistem perpustakaan, sistem toko online, atau sistem pemesanan tiket.

Baca Juga:  Mengenal Tren Database Modern dan Teknologi Pendukungnya

Ruang lingkup ini penting agar ERD tidak terlalu luas dan tetap fokus pada kebutuhan utama sistem.

2. Identifikasi Entitas

Setelah ruang lingkup ditentukan, cari objek utama yang datanya perlu disimpan. Objek inilah yang akan menjadi entitas.

Contoh pada sistem akademik:

  • Mahasiswa
  • Dosen
  • Mata Kuliah
  • Ruang
  • KRS atau Pengambilan Mata Kuliah

3. Tentukan Atribut Setiap Entitas

Setiap entitas perlu memiliki atribut yang menjelaskan detail datanya.

Contoh atribut:

  • Mahasiswa: nim, nama_mhs, alamat_mhs
  • Dosen: nip, nama_dsn, alamat_dsn
  • Mata Kuliah: kode_mk, nama_mk, sks
  • Ruang: kode_ruang, lokasi, kapasitas

Atribut ini nantinya bisa dikembangkan menjadi struktur tabel pada database. Jika ingin melanjutkan ke implementasi teknis, kamu juga bisa mempelajari Query SQL agar lebih mudah memahami cara mengambil dan mengelola data.

Setelah rancangan database mulai terbentuk, kamu juga perlu menyiapkan lingkungan website yang stabil untuk mengelola file dan database. Untuk kebutuhan awal seperti website pembelajaran, portofolio, atau aplikasi sederhana, Web Hosting DomaiNesia bisa menjadi pilihan praktis karena sudah mendukung kebutuhan dasar pengelolaan website dan database.

4. Tentukan Primary Key

Primary key adalah atribut unik yang digunakan untuk membedakan setiap baris data dalam tabel.

Contohnya:

  • nim sebagai primary key pada entitas Mahasiswa
  • nip sebagai primary key pada entitas Dosen
  • kode_mk sebagai primary key pada entitas Mata Kuliah
  • kode_ruang sebagai primary key pada entitas Ruang

Primary key sangat penting karena menjadi identitas utama setiap data.

5. Tentukan Relasi dan Kardinalitas

Setelah entitas dan atribut dibuat, langkah berikutnya adalah menentukan hubungan antar entitas.

Contoh relasi dalam sistem akademik:

  • Mahasiswa mengambil Mata Kuliah.
  • Dosen membimbing Mahasiswa.
  • Dosen mengajar Mata Kuliah.
  • Ruang digunakan untuk Jadwal Perkuliahan.

Kemudian tentukan kardinalitasnya. Misalnya, satu dosen dapat membimbing banyak mahasiswa, sedangkan satu mahasiswa biasanya memiliki satu dosen pembimbing.

Untuk relasi Mahasiswa dan Mata Kuliah, hubungannya adalah many-to-many. Satu mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah, dan satu mata kuliah dapat diambil oleh banyak mahasiswa.

6. Buat Tabel Penghubung untuk Relasi Many-to-Many

Relasi many-to-many tidak ideal jika langsung diterapkan dalam database relasional. Karena itu, perlu dibuat tabel penghubung.

Pada contoh sistem akademik, relasi Mahasiswa dan Mata Kuliah dapat dibuat menjadi entitas baru bernama Mhs_Ambil_MK atau KRS.

Entitas penghubung ini dapat memiliki atribut:

  • nim sebagai foreign key dari Mahasiswa
  • kode_mk sebagai foreign key dari Mata Kuliah
  • nilai
  • semester
  • tahun_akademik

Dalam kasus ini, nilai lebih tepat ditempatkan pada tabel penghubung, bukan pada entitas Mahasiswa atau Mata Kuliah. Jika nilai ditempatkan pada Mahasiswa, maka satu mahasiswa akan terlihat memiliki nilai yang sama untuk semua mata kuliah. Jika nilai ditempatkan pada Mata Kuliah, maka semua mahasiswa pada mata kuliah tersebut akan terlihat memiliki nilai yang sama.

Dengan tabel penghubung, nilai bisa disimpan secara lebih akurat berdasarkan mahasiswa tertentu dan mata kuliah tertentu.

7. Gambar Model ERD

Setelah semua entitas, atribut, relasi, dan kardinalitas ditentukan, kamu bisa mulai menggambar ERD.

Cara Membuat ERD: Pengertian, Simbol, Komponen, dan Contohnya 5

Pastikan setiap entitas memiliki primary key, setiap relasi sudah jelas, dan relasi many-to-many sudah dipecah menggunakan tabel penghubung jika akan diterapkan ke database relasional seperti MySQL.

8. Validasi Kembali ERD

Langkah terakhir adalah memeriksa kembali ERD yang sudah dibuat.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah semua entitas benar-benar dibutuhkan?
  • Apakah ada atribut yang berulang?
  • Apakah setiap entitas sudah memiliki primary key?
  • Apakah foreign key sudah diletakkan di tabel yang tepat?
  • Apakah relasi dan kardinalitas sudah sesuai dengan aturan bisnis?

Validasi ini penting agar rancangan database tidak menimbulkan masalah saat sistem dikembangkan.

ERD Rapi, Website Siap Dibangun

Dapatkan Hosting DomaiNesia!

 

 

 

 

Baca Juga:  Apa itu Pakar SEO Terbaik ? Bagaimana Cara kerjanya

 

Tips Membuat ERD yang Mudah Dipahami

Agar ERD lebih efektif dan mudah dibaca, ikuti beberapa tips berikut.

  • Gunakan nama entitas yang jelas dan konsisten.
  • Gunakan nama atribut yang singkat tetapi tetap mudah dipahami.
  • Hindari membuat entitas yang sama lebih dari satu kali.
  • Pastikan setiap entitas memiliki primary key.
  • Gunakan foreign key untuk menunjukkan hubungan antar tabel.
  • Periksa kembali relasi many-to-many dan buat tabel penghubung jika diperlukan.
  • Gunakan warna atau pengelompokan visual jika ERD sudah terlalu kompleks.

Jika masih bingung menentukan model data, kamu bisa melihat beberapa contoh database untuk memahami bagaimana data biasanya disusun dalam sistem nyata.

Contoh Penggunaan ERD dalam Studi Kasus Perpustakaan

ERD dapat digunakan dalam berbagai studi kasus, salah satunya sistem perpustakaan.

Misalnya, sebuah perpustakaan sekolah memiliki data siswa, kartu anggota, buku, dan peminjaman. Siswa yang sudah terdaftar akan memiliki kartu anggota. Setelah itu, siswa dapat meminjam buku melalui data peminjaman.

Berikut contoh identifikasi entitasnya:

  • Siswa
  • Kartu_Anggota
  • Buku
  • Peminjaman

Atribut dari masing-masing entitas dapat dibuat seperti berikut:

  • Siswa: nis, nama, alamat
  • Kartu_Anggota: no_anggota, nis, tahun_terbit
  • Buku: no_buku, judul, pengarang, penerbit
  • Peminjaman: id_peminjaman, no_anggota, no_buku, tanggal_pinjam, tanggal_kembali

Relasinya dapat dijelaskan seperti berikut:

  • Satu siswa memiliki satu kartu anggota.
  • Satu kartu anggota dapat digunakan untuk banyak transaksi peminjaman.
  • Satu buku dapat muncul dalam banyak transaksi peminjaman dari waktu ke waktu.

Dengan model ini, riwayat peminjaman buku dapat dicatat lebih rapi. Sistem juga bisa mengetahui siapa yang meminjam buku tertentu, kapan buku dipinjam, dan kapan buku harus dikembalikan.

Tools untuk Membuat ERD

Saat ini, kamu tidak perlu menggambar ERD secara manual. Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk membuat Entity Relationship Diagram dengan lebih cepat.

1. Visual Paradigm

Visual Paradigm adalah tool diagram yang menyediakan fitur untuk membuat ERD secara online. Tool ini cocok untuk pengguna yang ingin membuat diagram database dengan tampilan profesional.

Melalui Visual Paradigm, kamu dapat membuat conceptual, logical, maupun physical data model sesuai kebutuhan.

2. diagrams.net atau draw.io

diagrams.net atau draw.io cocok untuk kamu yang membutuhkan tool diagram gratis dan fleksibel. Selain ERD, tools ini juga bisa digunakan untuk membuat flowchart, UML, diagram jaringan, dan diagram teknis lainnya.

Tool ini cocok untuk pemula karena tampilannya cukup sederhana dan bisa digunakan langsung melalui browser.

3. dbdiagram

dbdiagram cocok untuk kamu yang ingin membuat ERD dengan cepat menggunakan sintaks teks. Tool ini cukup praktis untuk developer karena diagram dapat dibuat dari struktur yang mirip kode.

dbdiagram juga cocok untuk membuat rancangan database awal sebelum diterapkan ke sistem.

4. QuickDBD

QuickDBD adalah tool untuk membuat database diagram berbasis teks. Kamu cukup menulis struktur tabel, lalu diagram akan terbentuk secara otomatis.

Tool ini cocok untuk pengguna yang ingin membuat ERD dengan cepat tanpa terlalu banyak mengatur bentuk visual secara manual.

5. Lucidchart

Lucidchart adalah tool diagram profesional yang dapat digunakan untuk membuat ERD, flowchart, wireframe, dan berbagai diagram bisnis maupun teknis.

Tool ini cocok untuk tim yang membutuhkan kolaborasi dan tampilan diagram yang rapi.

Kesimpulan

ERD adalah diagram yang membantu menggambarkan struktur database secara visual. Dengan ERD, kamu bisa memahami entitas, atribut, relasi, primary key, foreign key, dan kardinalitas sebelum database benar-benar dibuat.

Cara membuat ERD dimulai dari menentukan ruang lingkup sistem, mengidentifikasi entitas, menentukan atribut, memilih primary key, menetapkan relasi, menentukan kardinalitas, membuat tabel penghubung untuk relasi many-to-many, lalu menggambar dan memvalidasi diagram.

Setelah rancangan ERD dan struktur database siap, langkah berikutnya adalah menyiapkan tempat yang stabil untuk membangun website atau aplikasi. Untuk proyek tahap awal, kamu bisa mempertimbangkan Web Hosting agar file website, database, dan kebutuhan dasar pengembangan bisa dikelola dengan lebih praktis.

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya