• Home
  • Berita
  • Apa Itu API? Penjelasan Detail yang Perlu Diketahui

Apa Itu API? Penjelasan Detail yang Perlu Diketahui

Oleh Ayoni Sulthon
No ratings yet.

Ketika membahas tentang develop aplikasi, apa yang akan terjadi jika ada sebuah aplikasi bisa dikembangkan tanpa membuat setiap komponen dari nol? Tentu saja pekerjaan dari seorang developer akan jauh lebih mudah dan lebih cepat. Pembuatan aplikasi pun nantinya bisa dilakukan dengan lebih efisien. Secara singkat, demikianlah peran dari API.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa itu API dan kenapa perusahaan besar seperti Google serta Facebook kerap menggunakannya?

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa hal terkait API mulai dari pengertian, jenis, cara kerja serta contohnya. Penasaran dengan detail API? Simak ulasan selengkapnya!

Pengertian Singkat API

Apa yang disebut dengan API? Secara singkat, API atau Application Programming Interface merupakan sebuah interface yang bisa menghubungkan satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Oleh karenanya, API memiliki peran sebagai sebuah perantara untuk beragam aplikasi yang berbeda, baik yang berada dalam satu platform atau platform lainnya.Apa Itu API

Secara lebih jauh, API juga bisa digunakan dalam sebuah komunikasi dengan aneka bahasa pemrograman yang berbeda. Tentu, hal semacam ini akan memudahkan developer di mana ia tidak perlu menyediakan semua data sendiri karena cukup mengambil data dari platform lain yang tersedia melalui API.

Hal lain terkait API yang perlu diketahui adalah bahwa API bisa memungkinkan Anda untuk membangun sebuah website dengan fitur yang lebih lengkap. Dengan fitur yang lebih lengkap nantinya website yang dibuat pun akan cenderung lebih bagus dan kompleks.

Bca juga : Hosting murah untuk web yang cepat

Beragam Jenis API

Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis API yang tersedia di mana masing-masing dibedakan menurut hak akses. Adapun beberapa jenis API yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Public API

Public API disebut juga dengan istilah open API. Sesuai dengan namanya, jenis API yang satu ini bisa digunakan oleh siapa saja dengan platform yang berbeda. Tidak hanya itu, bisa dikatakan jika public APO cenderung mudah untuk digunakan. Hanya dengan mendaftar, maka Anda sudah langsung bisa menggunakan API ini.

  • Private API

Jenis API yang kedua adalah private API. Berbeda dengan public API, private API memiliki sifat cenderung lebih tertutup dan tidak tersedia secara umum. API jenis ini umumnya dibuat hanya untuk keperluan internal saja, terutama untuk pengembangan aplikasi tertentu. Salah satu contoh dari private API adalah API yang berasal dari back end untuk mengakses front end sebuah website.

  • Partner API

Partner API merupakan jenis API yang bisa digunakan untuk kepentingan umum. Namun, pihak yang menggunakannya harus memiliki izin. Untuk menggunakan API ini, pengguna nantinya juga harus melakukan pendaftaran pada penyedia API terlebih dahulu. Tidak hanya itu, untuk penggunaannya pun API ini hanya bisa digunakan pada aplikasi tertentu sesuai dengan izin yang didapat.

  • Composite API

Composite API adalah jenis API yang bisa menyimpan data dari beberapa server yang berbeda dalam satu tempat saja. Dengan mekanisme tersebut tentu API jenis ini akan menghemat waktu bagi pengguna, terlebih karena pengguna bisa mendapatkan aneka data yang berbeda dari satu akses saja.Apa Itu API

Nah, beberapa hal di atas adalah jenis API yang tersedia. Tentu saja Anda bisa memilih mana API yang tepat sesuai dengan ketentuan masing-masing API.

Baca juga : cara membuat CRUD

Manfaat API Dalam Pengembangan Aplikasi dan Website

Sebagaimana disinggung sebelumnya, API akan memudahkan pengguna atau developer untuk membangun website dan aplikasi tertentu. Namun, untuk lebih jelasnya, ada beberapa manfaat API yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Memudahkan pengembangan aplikasi yang fungsional

Manfaat pertama dari API adalah memudahkan pengembangan aplikasi yang cenderung fungsional. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan API, maka developer tidak perlu menambahkan data secara manual. Nah, tanpa langkah tersebut, aplikasi yang dikembangkan tetap akan memiliki fitur dari aplikasi yang diinginkan.

Misalnya saja, pada platform aplikasi transportasi online, pihak developer tidak perlu mengembangkan aplikasi untuk membuat peta sendiri. Mereka bisa menggunakan data dari peta yang sudah tersedia dan merancang layanan lainnya yang diperlukan.

  • Pengembangan aplikasi yang lebih efisien

Hal lain yang menjadi manfaat dari API adalah developer bisa melakukan pengembangan aplikasi dengan lebih efisien. Hal ini dikarenakan Anda sebagai developer tidak perlu melakukan sebuah komunikasi langsung dengan aplikasi yang hendak dihubungkan, melainkan hanya perlu melalui API. Hal ini sangat membantu, terutama untuk membangun aplikasi lintas platform.

  • Meringankan server

Masalah server memang sering menjadi pertimbangan para developer. Nah, dalam hal ini, salah satu manfaat penting dari API adalah program ini akan meringankan beban server yang digunakan.

Pasalnya, dengan menggunakan API, maka Anda tidak perlu menyimpan data yang dibutuhkan di server sendiri. Untuk mendapatkan data tertentu, Anda hanya perlu meminta API untuk mendapatkan data terbaru dari server aplikasi asal. Tentu, data yang nantinya akan disediakan adalah data terbaru.

Nah, dengan kondisi ini, server cenderung tidak akan terbebani. Tentu, dengan server yang lebih lega, maka risiko website tidak dapat diakses karena server yang down tidak akan terjadi.

Beberapa poin di atas merupakan manfaat dari API yang perlu diketahui. Bisa disimpulkan jika dengan adanya API, maka developer akan mendapatkan kemudahan yang cukup signifikan untuk membangun aplikasi ataupun website sebagaimana yang diinginkan.

Ragam Arsitektur API

Terkait API, ada tiga arsitektur yang cukup sering digunakan oleh developer, terutama ketika pengembangan aplikasi. Tentu, arsitektur API ini nantinya akan berkaitan dengan detail bentuk data yang akan dikirimkan.

Adapun beberapa ragam arsitektur API yang sering digunakan tersebut adalah sebagai berikut:

1.     RPC

RPC menjadi jenis arsitektur API yang kerap digunakan. Arsitektur ini adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk membuat komunikasi antara server side dan client side agar bisa dilakukan dengan konsep yang lebih sederhana.

Dalam penggunaannya, RPC memiliki dua variasi, yaitu JSON-RPC dan XML-RPC. Nah, JSON-RPC menggunakan JSON sebagai media untuk perpindahan data sedangkan XML-RPC menggunakan XML sebagai media.

2.     SOAP

Jenis arsitektur API kedua yang digunakan adalah SOAP atau Simple Object Access Protocol. Nah, arsitektur yang satu ini menggunakan XML atau Extensible Markup Language di mana akan memungkinkan semua data disimpan dalam sebuah dokumen yang lebih simple.

3.     REST

Representational State Transfer atau REST merupakan salah satu arsitektur API yang juga kerap digunakan dan cukup populer. Hal ini dikarenakan REST cenderung lebih mudah digunakan. Seorang developer tidak perlu melalukan coding yang terlalu panjang untuk menggunakannya.

Dalam penggunaannya, REST menggunakan JSON untuk ekstensi data yang disimpan. Oleh karenanya, selain cenderung lebih ringan, nantinya performa aplikasi secara umum pun akan menjadi lebih baik dan stabil.

Tentu, selain arsitektur API sebagaimana di atas, masih ada beberapa arsitektur API yang tersedia. Hanya saja, ketiga contoh di atas merupakan arsitektur yang paling populer dan bisa dijadikan referensi yang tepat untuk Anda.

Ilustrasi Cara Kerja apa itu API

Sebenarnya, API memiliki cara kerja yang cukup detail dan juga rumit. Namun, sebelum membahas detail lebih lanjut terkait cara kerja API tersebut, ada ilustrasi mengenai cara kerja API yang bisa diketahui.

Adapun ilustrasi yang dimaksud ialah sebagai berikut:

  • Aplikasi mengakses API

Tahap pertama terkait cara kerja API adalah ketika pengguna mengakses sebuah aplikasi. Untuk memudahkan contoh, kami menggunakan ilustrasi pemesanan tiket secara online.

Ketika pengguna hendak melakukan pemesanan sebuah tiket pesawat terbang tujuan tertentu, maka aplikasi tiket online tersebut nantinya akan mengakses maskapai penerbangan yang sebelumnya sudah dihubungkan dalam sebuah sistem.

  • API melakukan sebuah request ke server tertentu

Setelah aplikasi tersebut sudah berhasil mendapatkan dan juga mengakses alamat API, sebagaimana ilustrasi di atas, maka permintaan atau request tersebut akan dilanjutkan ke server dari maskapai penerbangan yang dipilih. Nah, dalam hal ini, API akan memberitahukan bahwa aplikasi pemesanan tiket online tersebut membutuhkan data penerbangan untuk tanggal serta waktu tertentu sesuai detail yang diajukan.

  • Server akan memberikan tanggapan ke API

Ketika mendapatkan data sesuai dengan permintaan, server yang dituju akan kembali menghubungi API. Dalam hal ini, detail data yang diperlukan seperti ketersediaan tempat duduk, jam keberangkatan dan hal lainnya sebagaimana ilustrasi di atas akan diberikan secara lengkap.

  • API menyampaikan tanggapan ke aplikasi

Selanjutnya, ketika API sudah mendapatkan data yang lengkap sesuai permintaan aplikasi, maka API akan meneruskan informasi yang dimaksud dari server ke aplikasi pemesanan tiket online sebagaimana ilustrasi tadi. Nah, proses tersebut berlangsung bersama dengan detail permintaan ke maskapai dari penerbangan lain. Oleh karenanya, dalam hal ini, aplikasi pemesanan tiket online tersebut bisa menampilkan data penerbangan dari beragam maskapai yang berbeda.

Contoh apa itu API yang Populer di Kalangan Developer

Sebenarnya, ada cukup banyak API yang kini tersedia dan digunakan. Namun, diantara banyak pilihan tersebut, ada beberapa API yang cenderung lebih populer dan lebih banyak digunakan oleh developer website dan aplikasi.

Adapun beberapa contoh API yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1.     API Qantas

Saat ini, ada cukup banyak maskapai penerbangan yang menyediakan API. Salah satu yang paling populer adalah Qantas. Nah, perusahaan penerbangan asal Australia ini memudahkan Anda dan pengguna lain untuk melakukan pemesanan tiket melalui website resmi yang mereka kelola. Tidak hanya itu, Qantas juga menyediakan API yang bisa digunakan untuk website serta aplikasi lain.

Nah, API yang disediakan ini berisikan detail data terkait penerbangan, seperti pemesanan tiket untuk platform lain, jumlah kursi, harga tiket dan lainnya. Dengan demikian, pemesanan yang dilakukan oleh platform lain pun bisa selesai dengan lebih mudah.

2.     API Google Maps

Google Maps juga menjadi contoh API yang sangat populer. Hal ini dikarenakan aplikasi ini menyediakan API berupa peta. Fitur yang disediakan oleh Google Maps akan memungkinkan sistem guna menampilkan lokasi dari pengguna hingga jarak terkait lokasi tertentu. Bahkan, ada pula opsi pengembangan fitur lain di masa yang akan datang.

Nah, ketika ada salah satu platform aplikasi transportasi online menggunakan API Google Maps, maka semua fitur yang tersedia bisa digunakan oleh platform tersebut. Dengan demikian, tentu mendapatkan lokasi yang cenderung lebih akurat bagi pengguna aplikasi transportasi online tersebut akan lebih mudah. Pun juga terkait detail tarif yang didasarkan pada jarak tempuh.

3.     API Facebook

Facebook juga menyediakan API yang banyak digunakan. Sebagai salah satu media sosial, Facebook tentu memiliki data dari para pengguna, seperti data pembayaran, posting, dan lainnya. Dalam penggunaannya, Anda bisa menggunakan serta menampilkan profile fans page Facebook pada website yang dikelola sehingga profile yang Anda gunakan akan mendapatkan lebih banyak pengunjung.

Nah. Beberapa contoh di atas merupakan ragam API yang banyak digunakan saat ini. Tentu saja, selain ketiga contoh di atas, masih ada lebih banyak API yang bisa Anda cari lebih lanjut.

Dari beberapa detail di atas, Anda bisa belajar terkait API mulai dari pengertian, jenis, manfaat dan juga cara kerjanya. Bisa dikatakan jika API memiliki peran yang cukup penting, terutama dalam pengembangan website dan aplikasi agar tidak hanya lebih baik dari segi hasil, melainkan juga lebih mudah dari proses yang dilakukan. Tentu, dengan kemudahan tersebut, API bisa menjadi pertimbangan serta referensi penting.

Demikian beberapa ulasan terkait apa itu API yang perlu Anda ketahui dengan saksama. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan aplikasi atau website sesuai keinginan.

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!