• Home
  • Berita
  • Apa itu Webhook? Kenali Arti hingga Perbedaannya dengan API!

Apa itu Webhook? Kenali Arti hingga Perbedaannya dengan API!

Oleh Mila Rosyida
No ratings yet.

Dalam penggunaan sistem baik itu pada smartphone, komputer, atau perangkat digital yang lain pasti membutuhkan komunikasi antar aplikasi agar pertukaran informasi dapat terjadi.

Webhook adalah sarana yang bisa digunakan untuk produktivitas bisnis dan juga membantu dalam produktivitas. Kehadirannya sebagai sarana komunikasi antar aplikasi yang saat ini sudah banyak dimanfaatkan bahkan sekelas Facebook dan Google juga menggunakannya.

Lalu apa perbedaannya dengan Application Programming Interface (API)? Sebelum membahas perbedaannya dengan API, luangkan waktumu untuk mempelajari apa itu webhook dan juga cara kerjanya. Simak baik-baik yuk!

Apa itu Webhook?

Reverse API atau lebih dikenal dengan webhook adalah sarana komunikasi antar aplikasi yang terjadi secara real time agar bisa berjalan lebih efektif.

Komunikasi didalamnya bergantung dengan event, jadi bisa diartikan bahwa sistem ini dapat berjalan ketika ada permintaan yang masuk baik itu inputan dan tindakan yang nantinya akan memicu tindakan lain yang akan dilakukan.

Dalam penggunaan teknisnya webhook adalah sebuah callback HTTP. Apa itu callback HTTP? Callback HTTP adalah metode pengiriman data yang dilakukan oleh HTTP. Nah data ini biasanya berbentuk XML atau JSON.

webhook
Sumber : envato

Jika akan melakukan pertukaran informasi agar berjalan dengan lancar dibutuhkan adanya URL baik itu http:// atau https:// saat melakukan set up. Lalu bagaimana cara penggunaannya? Simak penjelasannya pada poin selanjutnya ya!

Cara Penggunaan Webhook

Ada 3 cara penggunaan berdasarkan tujuannya. Bagaimana saja caranya?

Push

Penggunaan push dalam dunia bisnis atau keseharian seperti untuk mengirimkan informasi. Setelah sistem 1 dan sistem 2 sudah saling terhubung, maka sistem 1 bisa mengirimkan informasi ke sistem 2 berdasarkan trigger yang diminta oleh sistem 2.

Contoh penggunaannya yaitu saat ada teman kamu yang memposting foto atau video dalam Instagram lalu kamu akan mendapatkan notifikasi informasi yang menunjukkan bahwa ada temanmu yang memposting foto atau video tersebut.

Contoh lain yang paling umum digunakan yaitu saat pelanggan sudah mendaftarkan dirinya pada sebuah aplikasi atau website, lalu pemilik sistem tersebut ingin mengirimkan pesan selamat datang pada setiap pelanggan baru.

Dengan adanya Reverse API ini kamu tidak perlu mengirimkannya secara manual sebab email tersebut akan dikirimkan otomatis jika ada pelanggan baru yang mendaftar. Lebih mudah bukan?

Pipe

Sama seperti push, di dalam dunia bisnis juga bisa menggunakan pipe untuk mengirimkan sebuah notifikasi. Lalu apa perbedaan dengan push? Jika pada push hanya sekedar mengirimkan notifikasi saja, sedangkan pada pipe penerima bisa melakukan tindakan lanjutan dari informasi yang sudah diberikan.

Contoh penerapan Reverse API adalah saat pelanggan e-commerce sudah memasukkan barang yang mereka inginkan pada keranjang namun pelanggan tersebut belum melakukan pembayaran, maka dari itu webhook akan langsung mengirimkan pesan melalui email yang nantinya akan menuntun dan memberikan arahan kepada pelanggan untuk melakukan check out dan menyelesaikan pembayaran.

Hal ini tentu akan memudahkan pelanggan bilamana memang mereka tidak memahami bagaimana cara check out dan melakukan pembayaran.

Plugin

Reverse API dikenal dengan one way communication atau komunikasi satu arah.

Kamu bisa memanfaatkan plugin agar dapat melakukan komunikasi dua arah dan melakukan pertukaran informasi sesuai dengan hak akses yang sudah diberikan. 

Perbedaan Webhook dan API

Webhook hampir mirip dengan API. Apakah kamu sudah tahu apa itu API? API adalah singkatan dari Application Programming Interface, yang mana berfungsi sebagai interface penghubung antara satu sistem dengan sistem yang lainnya.

Lalu apa bedanya dengan webhook yang sama-sama bisa menghubungkan antar sistem? Jangan bingung! Simak perbedaan webhook vs API berikut ini.

Performa

Jika akan menggunakan sistem atau teknologi baru, hal pertama yang menjadi fokus adalah performa. Jika dilihat dari segi performa, webhook lebih unggul jika dibandingkan dengan API.

Mengapa demikian? Sebab webhook adalah sistem yang mampu melakukan transfer data secara otomatis, sehingga membutuhkan resource server yang lebih sedikit.

Jadi bisa dikatakan bahwa aplikasi yang cenderung memanfaatkan adanya callback HTTP akan memiliki performa yang jauh lebih baik. Sedangkan API membutuhkan resource server yang lebih besar dan juga transfer data yang dilakukan secara manual. Sehingga performa dari API kurang optimal.

Keamanan

Jika sudah mengetahui sisi performa, maka hal yang harus diperhatikan berikutnya dari perbedaan API dan webhook adalah dari segi keamanan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa webhook memiliki sistem otomatis yang bisa diartikan bahwa setiap proses yang dilakukan tidak dapat dikontrol.

Hal tersebut justru akan membebani server dan bahkan bisa server akan mengalami overload. Berbeda dengan API yang prosesnya masih berjalan secara manual, artinya kamu bisa mengontrol setiap proses yang akan dilakukan dan juga jumlah data yang masuk.

Sumber : envato

Cara Kerja

Perbedaan selanjutnya antara API dan webhook adalah cara kerjanya. Kita tahu bahwa webhook bekerja secara otomatis sedangkan API akan bekerja setiap kali ada permintaan.

Yuk kita analogikan bersama, anggap saja cara kerja webhook sama dengan berlangganan koran. Jika kamu sudah berlangganan maka koran setiap hari kamu akan dikirimkan koran terbaru tanpa kamu minta.

Namun berbeda dengan API, saat kamu tidak berlangganan koran, maka kamu diharuskan untuk mendatangi penjual koran untuk mendapatkan koran terbaru. Jadi koran akan kamu terima ketika ada permintaan yang kamu kirimkan.

Kompatibilitas

Penggunaan API sudah tidak asing lagi di kalangan semua orang, sedangkan penggunaan webhook masih jarang. Oleh sebab itu, jika dibandingkan dalam hal kompatibilitas, API sudah didukung dengan banyak aplikasi dengan alasan sistem keamanan yang lebih mumpuni.

Jadi jika kamu membutuhkan callback HTTP untuk saat ini manfaatkan API dulu ya!

Sudah Siap Mempelajari Webhook?

Reverse API adalah sarana komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis yang bisa menghubungkan antara satu sistem dengan sistem yang lain.

Namun webhook dinilai lebih efektif dalam penggunaanya sebab semua aktivitas hanya membutuhkan kapan informasi tersebut akan dikirimkan. Jika sama-sama sebagai penghubung antar sistem, lalu apa bedanya dengan API? Ada empat hal yang membedakan keduanya yaitu dari segi performa, keamanan, cara kerja, dan juga kompatibilitas.

Jangan bingung mau menentukan untuk menggunakan yang mana, sebab kamu bisa menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhanmu saja! Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya jika dibandingkan dengan API.

Jadi kamu lebih memilih menggunakan yang mana? Jangan lupa untuk mempelajari Reverse API lebih jauh lagi ya sebelum menggunakannya!

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Ekstra Diskon Migrasi 5% serta GRATIS biaya migrasi & setup.

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah

This will close in 0 seconds