• Home
  • Berita
  • HTTPS Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Perbedaannya dengan HTTP

HTTPS Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Perbedaannya dengan HTTP

Oleh Mila Rosyida
HTTPS Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Perbedaannya dengan HTTP 1

HTTPS adalah protokol HTTP yang dilindungi dengan enkripsi TLS untuk mengamankan komunikasi antara browser dan server website. Ketika sebuah website menggunakan HTTPS, data yang dikirimkan dan diterima tidak mudah dibaca atau diubah oleh pihak lain selama proses transmisi.

Saat ini, HTTPS bukan hanya dibutuhkan oleh website perbankan atau toko online. Blog, website perusahaan, aplikasi web, landing page, dan situs yang memiliki formulir juga perlu menggunakannya.

Lalu, bagaimana HTTPS bekerja? Apa perbedaannya dengan HTTP? Apakah HTTPS membuat website lebih aman, cepat, dan mudah mendapatkan peringkat di Google? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu HTTPS?

HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure. HTTPS merupakan versi HTTP yang komunikasinya diamankan menggunakan Transport Layer Security atau TLS.

HTTP sendiri merupakan protokol yang digunakan browser dan server untuk saling bertukar informasi. Ketika kamu membuka sebuah halaman, browser mengirimkan request kepada server. Server kemudian memberikan response berupa HTML, gambar, file CSS, JavaScript, atau data lain yang dibutuhkan halaman tersebut.

Pada koneksi HTTP biasa, pertukaran data tidak mendapatkan perlindungan enkripsi dari TLS. Akibatnya, pihak yang berhasil mencegat koneksi berpotensi membaca atau memanipulasi data yang sedang dikirimkan.

HTTPS menambahkan perlindungan terhadap komunikasi tersebut. Data antara browser dan server dienkripsi, integritasnya diperiksa, dan identitas server diverifikasi melalui sertifikat digital.

Apakah HTTPS Menggunakan SSL atau TLS?

HTTPS modern menggunakan TLS. SSL merupakan teknologi pendahulu TLS yang sekarang sudah tidak digunakan sebagai standar keamanan modern.

Meskipun demikian, istilah “sertifikat SSL” masih umum digunakan oleh penyedia hosting, pemilik website, dan pengguna internet. Dalam praktiknya, produk yang disebut sertifikat SSL saat ini biasanya digunakan untuk mengaktifkan koneksi TLS pada website.

Dengan kata lain, istilah produknya mungkin masih disebut SSL, tetapi teknologi yang mengamankan koneksi HTTPS modern adalah TLS.

Jika kamu membutuhkan sertifikat untuk mengaktifkan HTTPS, DomaiNesia menyediakan pilihan Sertifikat SSL yang dapat disesuaikan dengan cakupan domain website. Lihat pilihan Sertifikat SSL →pilihan Sertifikat SSL DomaiNesia

Apa Fungsi HTTPS?

HTTPS memiliki tiga fungsi utama, yaitu menjaga kerahasiaan data, menjaga integritas data, dan membantu memverifikasi identitas server.

1. Menjaga Kerahasiaan Data

HTTPS mengenkripsi komunikasi antara browser dan server. Apabila lalu lintas jaringan berhasil dicegat, informasi di dalamnya tidak dapat langsung dibaca sebagai teks biasa.

Baca Juga:  Tips Meningkatkan Keamanan Sistem Operasi

Perlindungan ini penting ketika pengguna mengirimkan informasi seperti:

  • Username dan password.
  • Alamat email.
  • Data formulir.
  • Informasi pelanggan.
  • Data transaksi.
  • Cookie dan session identifier.

2. Menjaga Integritas Data

HTTPS membantu memastikan data tidak diubah secara diam-diam selama dikirimkan.

Tanpa perlindungan yang memadai, pihak ketiga yang berada di tengah koneksi dapat mencoba menyisipkan iklan, script berbahaya, atau konten lain ke halaman yang diterima pengguna.

TLS memungkinkan browser dan server mendeteksi apabila data mengalami perubahan yang tidak sah selama proses transmisi.

3. Memverifikasi Identitas Server

Sertifikat TLS membantu browser memeriksa apakah server yang dihubungi memiliki sertifikat valid untuk nama domain tersebut.

Proses ini membantu mengurangi risiko pengguna terhubung ke server palsu akibat penyadapan atau manipulasi koneksi. Namun, sertifikat tidak otomatis membuktikan bahwa pemilik website memiliki reputasi baik atau seluruh kontennya aman.

Bagaimana Cara Kerja HTTPS?

Cara kerja HTTPS dapat diringkas menjadi beberapa tahap berikut.

1. Browser Menghubungi Server

Saat pengguna membuka alamat website HTTPS, browser memulai koneksi dengan server dan meminta pembuatan komunikasi yang aman.

2. Server Mengirimkan Sertifikat

Server mengirimkan sertifikat digital yang berisi informasi mengenai nama domain, penerbit sertifikat, masa berlaku, dan public key yang diperlukan dalam proses keamanan.

3. Browser Memverifikasi Sertifikat

Browser memeriksa beberapa hal, antara lain:

  • Apakah sertifikat masih berlaku.
  • Apakah nama domain sesuai dengan sertifikat.
  • Apakah sertifikat diterbitkan oleh Certificate Authority yang dipercaya.
  • Apakah sertifikat telah dicabut atau mengalami masalah keamanan.

Apabila verifikasi gagal, browser dapat menampilkan peringatan keamanan kepada pengguna.

4. Browser dan Server Melakukan TLS Handshake

Browser dan server menyepakati versi TLS, metode kriptografi, serta informasi yang diperlukan untuk membentuk session key.

Session key adalah kunci sementara yang digunakan untuk melindungi komunikasi selama sesi berlangsung. Penggunaan session key membuat pertukaran data lebih efisien daripada mengenkripsi setiap data secara langsung dengan public key.

5. Data Dikirim Melalui Koneksi Terenkripsi

Setelah koneksi aman terbentuk, request dan response HTTP dikirim melalui TLS. Inilah yang disebut HTTPS.

Browser dan server kemudian dapat bertukar halaman, data formulir, cookie, maupun informasi lainnya melalui komunikasi yang telah dienkripsi dan dilindungi integritasnya.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

HTTP dan HTTPS sama-sama digunakan untuk pertukaran data antara client dan server. Perbedaan utamanya adalah keberadaan perlindungan TLS pada HTTPS.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Apakah HTTPS Lebih Cepat daripada HTTP?

HTTPS tidak otomatis selalu lebih cepat atau lebih lambat daripada HTTP. Kecepatan website dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

  • Konfigurasi server.
  • Versi TLS.
  • Penggunaan HTTP/2 atau HTTP/3.
  • Lokasi server.
  • CDN.
  • Caching.
  • Ukuran halaman.
  • Optimasi gambar dan script.
  • Kualitas jaringan pengguna.

TLS memang memerlukan proses handshake. Namun, protokol modern, session reuse, CDN, dan optimasi server dapat mengurangi overhead tersebut.

Karena itu, keputusan menggunakan HTTPS sebaiknya tidak didasarkan pada anggapan bahwa HTTP pasti lebih cepat. Keamanan, kompatibilitas browser, dan perlindungan pengguna jauh lebih penting.

Mengapa Website Harus Menggunakan HTTPS?

Melindungi Data Pengguna

Website tidak harus memproses kartu kredit agar membutuhkan HTTPS. Formulir kontak, kolom login, fitur pencarian, area pelanggan, dan cookie juga dapat membawa informasi yang perlu dilindungi.

Menghindari Peringatan Koneksi Tidak Aman

Browser modern dapat memberi peringatan ketika pengguna membuka halaman HTTP, terutama jika halaman tersebut meminta informasi sensitif.

Peringatan keamanan bisa membuat pengguna ragu untuk melanjutkan kunjungan, mengisi formulir, membuat akun, atau menyelesaikan transaksi.

Mendukung Fitur Browser Modern

Sejumlah Web API hanya dapat digunakan dalam secure context. Artinya, website biasanya harus menggunakan HTTPS agar dapat menggunakan fitur tertentu secara penuh.

Baca Juga:  Mau Jadi Content Creator? Simak Dulu Penjelasan Lengkapnya

Kebutuhan ini penting bagi website dan aplikasi yang menggunakan fitur perangkat, autentikasi, pembayaran, komunikasi real-time, atau teknologi web modern lainnya.

Meningkatkan Kepercayaan Pengunjung

HTTPS menunjukkan bahwa pemilik website melakukan langkah dasar untuk melindungi komunikasi pengguna.

Namun, HTTPS tidak berarti sebuah website pasti bebas penipuan, malware, atau konten berbahaya. Website phishing juga dapat memiliki sertifikat valid.

Pengguna tetap perlu memeriksa nama domain, identitas bisnis, isi website, serta tanda-tanda aktivitas mencurigakan.

Menjadi Salah Satu Sinyal SEO

Google menggunakan HTTPS sebagai salah satu sinyal dalam sistem peringkatnya. Akan tetapi, pengaruh HTTPS tidak lebih besar daripada relevansi, kualitas konten, backlink, dan pengalaman pengguna.

Memasang sertifikat TLS tidak akan otomatis membuat sebuah halaman berada di posisi pertama. HTTPS sebaiknya dipandang sebagai standar teknis dan keamanan dasar, bukan jalan pintas untuk meningkatkan ranking.

Belum memiliki website yang menggunakan HTTPS? Gunakan layanan hosting yang sudah dilengkapi SSL gratis agar website dapat menggunakan koneksi HTTPS sejak pertama kali online.Lihat Hosting DomaiNesia

Apakah HTTPS Membuat Website Sepenuhnya Aman?

Tidak. HTTPS mengamankan koneksi antara browser dan server, tetapi tidak menyelesaikan seluruh risiko keamanan website.

HTTPS tidak otomatis melindungi website dari:

  • Password administrator yang lemah.
  • Plugin atau aplikasi yang memiliki kerentanan.
  • Malware di dalam server.
  • SQL injection.
  • Cross-site scripting.
  • Kesalahan konfigurasi.
  • Phishing.
  • Social engineering.
  • Kebocoran data pada aplikasi.
  • Serangan terhadap akun administrator.

Website tetap membutuhkan update sistem, backup, firewall, kontrol akses, monitoring, serta praktik keamanan lainnya.

HTTPS adalah fondasi keamanan komunikasi, bukan satu-satunya lapisan keamanan.

Fondasi Keamanan Website
Aktifkan Koneksi HTTPS dengan Sertifikat SSL
Lindungi komunikasi antara browser dan server dengan sertifikat yang sesuai untuk domain dan kebutuhan websitemu.

Lihat Pilihan Sertifikat SSL

 

Pilih cakupan sertifikat sesuai domain dan struktur websitemu di DomaiNesia.

Cara Mengetahui Website Sudah Menggunakan HTTPS

Kamu dapat memeriksa beberapa indikator berikut.

Periksa Awalan URL

Alamat website yang sudah menggunakan HTTPS diawali dengan https://.

Sebaliknya, koneksi yang menggunakan HTTP diawali dengan http://.

Periksa Informasi Situs pada Browser

Tampilan indikator berbeda-beda pada setiap browser dan versi. Beberapa browser menggunakan ikon kontrol, informasi situs, atau indikator keamanan di dekat address bar.

Klik indikator tersebut untuk melihat status koneksi dan informasi sertifikat.

Pastikan Tidak Ada Peringatan Sertifikat

Website dapat menggunakan alamat HTTPS tetapi tetap menampilkan peringatan apabila:

  • Sertifikat sudah kedaluwarsa.
  • Nama domain tidak sesuai.
  • Sertifikat tidak dipercaya.
  • Konfigurasi sertifikat tidak lengkap.
  • Browser tidak dapat memverifikasi penerbitnya.

Periksa Mixed Content

Mixed content terjadi ketika halaman utama dibuka melalui HTTPS, tetapi sebagian gambar, script, stylesheet, iframe, atau resource lain masih dimuat melalui HTTP.

Masalah ini dapat menyebabkan resource diblokir browser dan mengurangi perlindungan halaman.

Cara Mengubah HTTP Menjadi HTTPS

Migrasi ke HTTPS perlu dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah keamanan maupun SEO.

1. Siapkan Sertifikat TLS

Gunakan sertifikat yang valid untuk domain dan subdomain yang diperlukan. Sertifikat dapat diperoleh secara gratis maupun berbayar, tergantung kebutuhan website.

SSL gratis umumnya sudah mencukupi untuk kebutuhan enkripsi dasar, sedangkan SSL berbayar dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan bisnis, cakupan domain, validasi, atau dukungan yang lebih lengkap. Pelajari perbedaan SSL gratis dan SSL berbayar

Pastikan sertifikat memiliki sistem renewal agar tidak kedaluwarsa tanpa diketahui.

2. Instal Sertifikat pada Server atau Hosting

Proses instalasi bergantung pada control panel, web server, CDN, dan penyedia hosting yang digunakan.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Mercusuar di Website

Pengguna hosting berbasis cPanel dapat memanfaatkan AutoSSL untuk memasang sertifikat pada domain atau subdomain yang dipilih. Ikuti panduan instalasi SSL otomatis di cPanel

Setelah instalasi, uji apakah domain dapat diakses menggunakan HTTPS tanpa menampilkan certificate error.

3. Buat Redirect HTTP ke HTTPS

Semua URL HTTP harus diarahkan secara permanen menuju versi HTTPS yang sesuai.

Contohnya:

http://contoh.com/halaman
diarahkan ke
https://contoh.com/halaman

Hindari mengarahkan seluruh halaman lama hanya ke homepage karena dapat membingungkan pengguna dan mesin pencari.

Setelah sertifikat aktif, pastikan pengunjung selalu diarahkan ke versi HTTPS agar tidak mengakses halaman melalui koneksi HTTP. Pelajari cara mengarahkan HTTP ke HTTPS secara otomatis

4. Perbarui Internal Link

Ganti internal link yang masih menggunakan HTTP menjadi HTTPS. Langkah ini mengurangi redirect yang tidak diperlukan dan membantu crawler menemukan URL final secara langsung.

Periksa juga:

  • Menu navigasi.
  • Breadcrumb.
  • Link di dalam artikel.
  • Image URL.
  • Canonical.
  • Hreflang.
  • Structured data.
  • Open Graph.
  • CSS dan JavaScript.

5. Perbaiki Mixed Content

Pastikan seluruh resource dimuat melalui HTTPS. Jangan hanya memperbaiki gambar; periksa juga font, script, stylesheet, iframe, video, dan endpoint API.

6. Perbarui Sitemap dan Canonical

XML sitemap harus berisi URL HTTPS.

Setiap halaman juga perlu memiliki self-referencing canonical menuju versi HTTPS yang benar. Jangan membiarkan canonical tetap menunjuk ke HTTP setelah migrasi.

7. Uji Redirect dan Status Halaman

Periksa apakah:

  • URL HTTP memberikan redirect permanen.
  • Tidak terjadi redirect loop.
  • Tidak ada redirect chain yang panjang.
  • URL HTTPS memberikan status 200.
  • Canonical menunjuk ke URL yang benar.
  • Sertifikat berlaku untuk seluruh hostname yang digunakan.

8. Pantau Performa Setelah Migrasi

Pantau indexing, crawling, error sertifikat, traffic organik, conversion, dan status halaman setelah perubahan.

Fluktuasi sementara dapat terjadi ketika mesin pencari memproses redirect dan memperbarui URL yang tersimpan.

Kapan Website Sangat Membutuhkan HTTPS?

Pada dasarnya, seluruh website publik sebaiknya menggunakan HTTPS. Untuk mengaktifkan HTTPS sesuai cakupan domain yang digunakan, kamu dapatLihat pilihan Sertifikat SSL DomaiNesia.Penggunaannya menjadi semakin penting untuk website berikut:

  • Toko online.
  • Website perusahaan.
  • Portal pelanggan.
  • Website dengan halaman login.
  • Aplikasi web.
  • Website membership.
  • Website dengan formulir kontak.
  • Website yang memproses pembayaran.
  • Blog yang menggunakan akun pengguna.
  • Website yang menggunakan API atau fitur browser modern.

Bahkan website statis tetap memperoleh manfaat berupa perlindungan integritas konten dan akses ke secure context.

Amankan Website Anda dengan SSL DomaiNesia

HTTPS Adalah Fondasi Keamanan Website Modern

HTTPS adalah HTTP yang komunikasinya dilindungi menggunakan TLS. Teknologi ini membantu menjaga kerahasiaan data, mencegah perubahan informasi selama transmisi, dan memverifikasi identitas server yang diakses pengguna.

Dibandingkan HTTP, HTTPS memberikan perlindungan yang lebih sesuai untuk kebutuhan website modern. Namun, penggunaannya tetap harus dilengkapi dengan update rutin, kontrol akses, backup, monitoring, dan praktik keamanan lainnya.

Bagi pemilik website, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan sertifikat telah terpasang dengan benar, semua halaman dapat diakses melalui HTTPS, resource tidak mengalami mixed content, dan URL HTTP diarahkan secara permanen ke versi HTTPS.

Apabila website kamu belum menggunakan HTTPS, aktifkan sertifikat SSL/TLS yang sesuai dan pastikan proses migrasinya dilakukan secara menyeluruh.

DomaiNesia menyediakan pilihan Sertifikat SSL untuk satu domain, beberapa domain, maupun website yang menggunakan banyak subdomain. Pilih Sertifikat SSL sesuai kebutuhan website

 

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds