• Home
  • Berita
  • HTTPS: Arti, Manfaat, Cara Kerja, dan Bedanya Dengan HTTP

HTTPS: Arti, Manfaat, Cara Kerja, dan Bedanya Dengan HTTP

Oleh Mila Rosyida

Apabila kamu memiliki website pribadi atau untuk urusan bisnis, sudahkan website kamu berprotokol HTTPS? Atau bahkan kamu tidak tahu bahwa HTTPS adalah tanda website kamu telah terlindungi?

Iya, protokol HTTP Secure adalah satu dari tiga persyaratan inti agar sebuah website menjadi aplikasi web progresif di dalam internet.

Hal inilah yang membuat dalam beberapa tahun ke belakang, pemilik website berlomba-lomba untuk meningkatkan keamanan websitenya, salah satunya melalui protokol website.

Sebab, terjamin aman saat online itu penting. Tidak ada pengguna website yang ingin informasi pribadi mereka dapat terlihat dan dimanfaatkan oleh orang lain, khususnya para hacker.

Berkat ekstensi protokol HTTP versi aman ini, hacker tidak dapat membaca data pengguna di internet secara sembarangan dan kamu jadi tahu bahwa kamu saat itu sedang “berbicara” dengan server.

Nah, bagi kamu yang belum “kenal” dengan apa itu HTTPS, silahkan baca artikel blog DomaiNesia berikut ini. Dengan begitu kamu jadi mengerti mengapa HTTP Secure adalah syarat penting kesuksesan traffic di search engine internet.

Apa Itu HTTPS?

Dikutip dari Wikipedia, HTTP Secure merupakan bagian dari keamanan website yang bertugas untuk melindungi saat terjadinya proses komunikasi dalam jaringan internet.

Hypertext Transfer Protocol Secure atau biasa disingkat HTTPS adalah versi aman dari HTTP yang juga merupakan protokol utama yang digunakan untuk mengirim data antara web browser dan website. HTTP Secure adalah bentuk aman dari protokol HTTP.

Protokol ini membungkus lapisan terenkripsi di sekitar HTTP dan Transport Layer Security (TLS) sehingga client dan server akan berkomunikasi dengan aman menggunakan HTTP.

Dengan kata lain, protokol ini akan dienkripsi untuk meningkatkan keamanan transfer data sensitif, misalnya ketika mengakses web rekening bank, layanan email, atau penyedia asuransi kesehatan.

Website yang menggunakan protokol HTTPS memiliki frasa https:// di awal URL domainnya, bukan http://. Contoh terdekatnya seperti ketika kamu mengakses website DomaiNesia ini, pasti akan bertuliskan https://www.domainesia.com.

Pasalnya, website apa pun, terutama website yang memerlukan verifikasi akun dengan login harus menggunakan protokol HTTP secure ini. Sebab, sejak tahun 2018, web browser modern seperti Chrome akan menandai website yang tidak menggunakan HTTPS dengan warning notification bertuliskan “Not Secure” di sebelah nama domain pada address bar. 

https

Cara Kerja HTTPS

HTTPS menggunakan protokol enkripsi di server untuk mengenkripsi segala jenis komunikasi. Protokol ini disebut Transport Layer Security (TLS) yang mana sebelumnya dikenal sebagai Secure Sockets Layer (SSL certificate).

Protokol ini mengamankan komunikasi dengan menggunakan apa yang dikenal sebagai asymmetric public key infrastructure. 

HTTP hanyalah sebuah protokol, tetapi ketika dipasangkan dengan TLS atau keamanan lapisan transport, protokol itu menjadi terenkripsi. Jenis sistem keamanan ini menggunakan dua kunci berbeda untuk mengenkripsi komunikasi antara dua pihak. Adapun dua kunci HTTPS adalah:

  • Private key

Kunci yang dikendalikan dan disimpan oleh pemilik situs web yang bersifat private. Kunci ini akan bekerja di web server dan digunakan untuk mendekripsi informasi yang dienkripsi oleh public key.

  • Public key

Kunci ini tersedia untuk semua orang yang ingin berinteraksi dengan server dengan cara yang aman. Informasi yang dienkripsi oleh public key hanya dapat didekripsi oleh private key.

Kamu bisa menerapkan sertifikat ke protokol yang berbeda, seperti HTTP (web), SMTP (email), dan FTP. Sertifikat SSL atau TLS berfungsi dengan menyimpan kunci yang dibuat secara acak (private dan public) di web server kamu. Public key diverifikasi dengan client dan private key yang digunakan dalam proses dekripsi.

Saat browser telah terhubung ke server HTTP secure, server akan menjawab dengan sertifikat SSL.

Browser memeriksa apakah sertifikat itu valid, mulai dari informasi pemilik harus cocok dengan nama server yang diminta pengguna serta sertifikat SSL harus berasal dari otoritas sertifikasi terpercaya.

Jika salah satu kondisi ini tidak terpenuhi, pengguna akan mendapatkan notifikasi masalah keamanan website.

Request awal dikirim ke server untuk verifikasi. Setelah itu, ketika server menjawab bahwa itu adalah server yang sesuai, client kemudian mengirim pesan halo.

Alhasil, pada tahap ini, komunikasi menjadi terenkripsi dan terjadilah komunikasi online antara pengguna web dengan website melalui web browser.

Manfaat Menggunakan HTTPS

Jika kamu ingin tahu alasan mengapa menggunakan apa itu HTTPS, hmm, akan kami jawab “ada banyak alasan”. Ada banyak manfaat ketika kamu telah meningkatkan protokol HTTP ke HTTP secure, diantaranya adalah:

1. Lebih Dipercaya Oleh Pengguna dan Web Browser

Website yang menggunakan HTTPS adalah seperti restoran yang menampilkan logo “Halal” dari BPOM yang mana calon pelanggan akan lebih percaya bahwa mereka terlindungi dari makanan non-halal. 

Seperti yang sudah sempat dibahas di awal bahwa HTTPS adalah protokol yang menggunakan sertifikat SSL atau TLS untuk mengenkripsi komunikasi sehingga meminimalisir upaya hacker untuk mencuri data.

SSL (Secure Socket Layer) atau TLS akan mengkonfirmasi ke pengguna bahwa mereka terhubung dan data mereka terlindungi di server website kamu.

Dengan begitu, kamu sebagai pemilik web dapat mencegah berbagai jenis cyber attack. 

Meskipun beberapa pengguna mungkin tidak menyadari manfaat SSL atau TLS ini, web browser modern akan memastikan bahwa mereka peduli dengan faktor kepercayaan website.

Baca Juga : Tips Memilih SSL Murah DomaiNesia

2. Keamanan Komunikasi Website Lebih Terjamin, Baik Untuk Pengguna dan Pemilik Website

HTTPS adalah protokol yang membuat data dienkripsi saat transit dari dan ke server asal.

Protokol ini menjaga komunikasi dan interaksi online tetap aman sehingga orang-orang jahat seperti hacker tidak dapat mengintip dan mengambil data apa pun yang sedang dikirim. 

Sumber : Elements Envato

Misalnya, username dan password pengguna tidak dapat dicuri saat pengguna sedang mengisi formulir login ke suatu akun.

Jika website atau aplikasi web harus mengirimkan data sensitif atau pribadi kepada pengguna (misalnya, informasi rekening bank), proses enkripsi juga melindungi data tersebut.

3. Autentikasi Website

Autentikasi adalah memverifikasi bahwa validitas seseorang atau mesin dalam proses komunikasi antara pengguna dengan website.

Dalam HTTP, tidak ada verifikasi identitas karena proses HTTP didasarkan pada prinsip kepercayaan.

Tapi, pengembang HTTP tidak serta merta membuat keputusan untuk mempercayai semua web server secara implisit.

Sebab, mereka hanya memiliki prioritas selain keamanan pada saat itu. Tetapi di internet modern seperti sekarang, proses autentikasi HTTPS adalah sangat penting.

Ibaratnya seperti saat kamu memesan ojek online di aplikasi Gojek. Kamu jangan sampai naik ke kendaraan yang tidak sama dengan informasi yang tertera pada aplikasi hanya karena pengemudi mengatakan “ganti dengan kendaraan lain”.

Demikian pula ketika pengguna menggunakan website kamu, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik layar website dan siapa orang yang mengelola datanya.

Sertifikat SSL yang berperan dalam mengaktifkan HTTPS adalah seperti informasi pengemudi di aplikasi ojek online tadi.

SSL akan mewakili proses verifikasi eksternal oleh web server pihak ketiga terpercaya.

Selain ketiga poin di atas, ada banyak manfaat lain yang akan kamu dapatkan dari HTTPS adalah ranking dan kinerja website pada search engine yang lebih baik.

Tidak hanya itu, protokol HTTP secure juga diperlukan untuk memudahkan pengaksesan fitur browser modern seperti API hardware WebUSB dan akses Bluetooth.

Apa Perbedaan HTTP dan HTTPS?

Secara teknis, HTTPS adalah protokol yang tidak terpisah dari HTTP, dengan kata lain, masih satu “keluarga”.

Hanya saja, HTTPS menggunakan enkripsi TLS atau SSL melalui protokol HTTP. Fungsi HTTPS akan bekerja berdasarkan transmisi sertifikat TLS atau SSL yang memverifikasi bahwa provider tertentu adalah valid dan sesuai. 

Ketika pengguna terhubung ke halaman web, halaman web akan mengirimkan sertifikat SSL-nya yang berisi public key yang diperlukan untuk memulai secure session.

Kedua komputer, client dan server, kemudian melalui proses yang disebut handshake SSL/TLS, yang merupakan serangkaian komunikasi bolak-balik yang berguna dalam memastikan proses koneksi yang aman.

Perbedaan lain antara HTTP dan HTTPS adalah penggunaan port default.

Protokol HTTP menggunakan port 80 level TCP/IP, sedangkan HTTPS menggunakan port 443.

Yang paling penting adalah bahwa HTTP bekerja pada layer application, sedangkan HTTPS bekerja di layer transport.

Sehingga protokol HTTP lebih cocok untuk website yang didesain khusus hanya sekedar akses informasi satu arah (hanya dari pemilik website) seperti website blog/personal.

Jamin Keamanan Website Kamu Dengan Berprotokol HTTPS

Dengan demikian, sedikit demi sedikit kita semakin paham bahwa HTTPS adalah protokol keamanan yang harus digunakan di semua jenis web.

Baik website personal, website portfolio, dan pastinya website bisnis seperti e-commerce.

Dengan menggunakan HTTPS, kamu telah memberikan koneksi yang aman kepada pengunjung web serta meyakinkan mereka bahwa segala bentuk komunikasi mereka di internet dilakukan melalui server terpercaya.

Seperti yang sudah dibahas di atas, kunci utama terwujudnya website aman dengan HTTPS adalah melalui penggunaan sertifikat SSL yang berkualitas.

Sumber : Elements Envato

Kamu bisa mendapatkan layanan sertifikat SSL murah dimana lagi kalau bukan di DomaiNesia! Kami menyediakan berbagai macam kategori sertifikat SSL dari berbagai brand SSL terbaik di dunia.

Kalau soal harga, jangan khawatir menguras kantong karena kami selalu menyediakan promo khusus bagi DomaiNesians tercinta.

Produk sertifikat SSL murah yang paling diminati dan banyak digunakan adalah PositiveSSL.

So, tunggu apa lagi? Amankan website kamu dari berbagai lapisan keamanan digital bersama DomaiNesia! 

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!