• Home
  • Berita
  • Mengenal Apa Itu Microsite dan 3 Rekomendasi Microsite Terbaru

Mengenal Apa Itu Microsite dan 3 Rekomendasi Microsite Terbaru

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Salah satu strategi pemasaran yang saat ini seringkali dilakukan adalah membuat microsite. Namun, tidak hanya untuk meningkatkan brand awareness saja, tetapi juga mampu memaksimalkan hal-hal lain dalam pemasaran. Lebih lengkapnya, berikut penjelasan apa itu microsite dan contoh-contohnya. 

Apa itu Microsite?

Microsite adalah halaman web individual dan memiliki domain-nya sendiri, sehingga terpisah dari website inti. Agar lebih mudah dipahami, microsite sama saja seperti mini website dari sebuah brand untuk mencapai tujuan tertentu.

Pada umumnya, microsite biasanya memiliki URL yang berbeda dari website utama. Bahkan, tampilan website hingga isi kontennya bisa sangat berbeda dari website utama milik brand.

Microsite ini dibuat dengan tujuan untuk campaign brand atau bisa juga membantu memberikan konten yang sesuai dengan target audiens. Sederhananya, pembuatan microsite untuk meningkatkan brand awareness sebuah perusahaan. 

Hal yang membedakan dari microsite, biasanya tidak akan mencantumkan hal-hal spesifik seperti about us atau the team di halaman web. 

3 Rekomendasi Tempat Membuat Microsite

  1. S.id
Microsite
Sumber: S.id

Ada yang sudah pernah mendengar tentang S.id? S.id adalah platform bagi orang-orang untuk menunjukkan keahlian mereka dalam membuat mikrosite dan memperpendek link dengan kode s.id/.

Tidak hanya aplikasi konten online, namun S.id juga merupakan alat pemasaran yang memudahkan masyarakat, seperti pembuat konten, influencer, brand, atau pemasar perusahaan.

S.id adalah salah satu tempat terbaik untuk kamu membuat microsite untuk berbagi informasi, pengetahuan, keahlian, dan pengetahuan produk yang dipasarkan ke semua orang melalui fitur-fitur yang disediakan oleh S.id.

2. Desty

Microsite
Sumber: Desty

Rekomendasi tempat membuat microsite kedua adalah Desty. Desty adalah platform digital yang berfungsi sebagai tujuan online tunggal bagi pembuat konten, influencer, dan pedagang untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Saat ini menawarkan dua produk, generator halaman arahan yang disebut Desty Page dan Desty Store, layanan yang memungkinkan pengguna untuk membuat toko online gratis untuk pasar.

3. Linktree

Microsite
Sumber: Linktree

Terakhir, ada Linktree. Kalau yang ini pasti sudah banyak yang tahu, bahkan menggunakannya di Instagram. Linktree membuat konten online lebih mudah ditemukan, lebih mudah dikelola, dan lebih mungkin untuk dikonversi.

Linktree tidak hanya mengarahkan pengikut ke arah yang kamu pilih, ke profil sosial yang lain, toko eCommerce, atau konten yang ingin kamu

bagikan, tetapi juga membantu mempertahankan pengikut dalam ekosistem online lebih lama. Hal ini memungkinkan pengguna untuk berbagi, menjual, mengkurasi, dan mengembangkan lebih banyak lagi.

Contoh-contoh Microsite

1) YearInMusic.Spotify.com 

Contoh microsite yang pertama adalah YearInMusic.Spotify.com. Microsite yang satu ini berfungsi sebagai pengingat tentang berapa banyak lagu yang telah kamu dengarkan selama setahun melalui aplikasi Spotify. 

Dan lebih mengejutkannya lagi, ini merupakan microsite yang paling banyak diakses oleh para user atau penggunanya. Pasalnya, melalui YearInMusic.Spotify.com ini kamu bisa membuat rekap personal yang menggabungkan detail tertentu. 

Seperti lagu-lagu pertama yang kamu play, artis top menurut musim, serta berapa banyak waktu yang telah dihabiskan untuk mendengarkan musik-musik di aplikasi Spotify. 

Tentu ini menjadi pengalaman yang baru dan unik bagi para pengguna internet, di mana mereka bisa berbagi lagu-lagu terbaik untuk didengarkan kepada orang lain.

Melalui microsite kamu juga akan lebih mudah untuk berbagi atau share, karena sudah tersedia tombol otomatis di kanan bawah layar. 

2) DangersOfFracking.com

Dalam upaya mendapatkan dukungan untuk FRAC Act (Fracturing Responsibility and Awareness of Chemicals Act), Desainer Interaksi dan Industri Linda Dong merancang microsite agar dapat menceritakan bahaya rekahan hidrolik.

3) UrWhatUPost.com

Contoh microsite lainnya adalah UrWhatUPost.com untuk menunjukkan kepada orang-orang berapa banyak percakapan media sosial yang terjadi. 

Percakapan yang terjadi di media sosial tersebut mencakup pembahasan terkait dengan makanan sehat versus makanan tidak sehat. 

Untuk melakukan ini, biasanya akan mengumpulkan tagar #UrWhatUPost dan melacak jenis makanan yang dibagikan di media sosial, lalu melakukan battle makanan sehat dengan tidak sehat. 

Tujuan situs web ini sebenarnya untuk mengubah cara orang berpikir dan memposting tentang makanan sehat.

Bolthouse Farms sebagai pemilik microsite satu ini membuktikan bahwa halaman yang berani menampilkan berbagai macam warna, animasi, kata-kata dan angka bergerak juga bisa menarik perhatian banyak orang. 

4) Dominosdxp.com

Ini dibuat oleh Domino’s Pizza dalam rangka untuk memperkenalkan mobil pengiriman pizza mereka yang bernama DXP.  

Alasan Pizza Domino sampai akhirnya memutuskan untuk membuat microsite ini karena memang sengaja ingin memodifikasi ulang untuk pengiriman pizza. 

Demi bisa meningkatkan pelayanan, pihak Pizza Domino ini menambahkan oven pada pintu kiri mobil, ruang penyimpanan pizza, serta penyimpanan khusus untuk saus dan minuman.

Sehingga, untuk menampilkan kehebatan dan mengenalkan mobil terbarunya sebagai brand awareness, pihak mereka meluncurkan microsite domino’s dxp.com. 

Selain itu, microsite yang dibuat pun sangat cantik karena sudah dilengkapi dengan animasi agar pelanggan bisa lebih mengenal mobil DXP.

Microsite
Sumber: Envato

 

5) EmojiTracker.com

Ini dibuat oleh Matthew Rothenberg, mantan Kepala Produk di Flickr dan Bitly, sebagai eksperimen pelacakan waktu nyata semua emoji yang digunakan di Twitter.

Microsite satu ini dapat membantu mengundang pengunjung untuk bergabung dengan gerakan Underwood dan menggalang dukungan isu-isu “penting” seperti ketidaksetaraan, ketidakjujuran, dan hak. 

6) WhatTheF*ckShouldIMakeForDinner.com

Microsite yang satu ini memiliki tata letak sangat sederhana. Sederhananya memiliki tema minimalis hitam-putih, menggunakan huruf besar, dan memberikan kata-kata ajakan. 

7) Inside.Chanel.com

Perlu kamu ketahui juga bahwa Chanel pun juga membuat microsite untuk meningkatkan brand awareness dan dinamai Inside Channel. 

Dengan mengakses microsite tersebut kamu dapat melihat kembali produk lama, tokoh, dan tempat pemotretan yang menjadi saksi kesuksesan. 

Selain itu, kamu juga dapat melihat foto dan video yang ditampilkan dengan format chapter. Apabila diperhatikan, tampilan tersebut mampu membangun kesan simpel dan elegan seperti produk-produknya. 

8) BurgerBff.com

Ini adalah microsite dari orang-orang di Mellow Mushroom yaitu waralaba restoran pizza yang didirikan di Atlanta, Georgia. 

Tujuan pembuatan microsite ini untuk mendukung kampanye Burger BFF. Kampanye diluncurkan untuk menciptakan buzz tentang item menu baru mereka.

Mellow Mushroom sendiri menggunakan microsite sebagai cara untuk mempromosikan sebuah kontes, di mana memberikan kesempatan untuk orang-orang agar bisa memenangkan perjalanan pulang pergi ke Denver atau Seattle dengan sahabat mereka. 

Dan ini dilakukan dalam beberapa cara yang sangat menyenangkan dan menarik. Misalnya, satu bagian situs mengundang pengunjung untuk menggunakan tagar #BurgerBFF agar bisa berpartisipasi mengikuti kontes dan memamerkan foto burger terbaik mereka di Instagram. 

Tapi tak hanya itu saja, situs ini juga menawarkan kepada pengunjung beberapa cara interaktif dan menarik lainnya untuk mengikuti kontes, termasuk kuis dan generator penceritaan gaya Mad Libs.

9) Nytimes.com

The New York Times Magazine menghadirkan situs mikro yang benar-benar unik bagi pengguna, di mana mereka dapat berjalan-jalan di kota New York dari jarak jauh atau secara virtual. 

Dengan menggunakan data dari Google Maps, kamu dapat melakukan tur mendalam ke area kota yang lebih populer di situs mereka, mempelajari beberapa situs paling bersejarah di The Big Apple.

10) Ahumanproject.com

Tim inovator ini telah berkomitmen untuk menemukan solusi untuk masalah sosial, seperti pendidikan dan kesehatan. 

Dan mereka memberi kamu pengetahuan singkat namun terkonsentrasi tentang apa yang sebenarnya dibayangkan untuk masa depan di microsite.

Ini adalah situs kecil yang sangat berdampak. Dengan hanya satu video dan beberapa paragraf sebagai pernyataan misi, kamu dapat memahami dengan baik apa tujuan mereka.

Microsite
Sumber: Envato

11) Loveandpower.com

Untuk menekankan poin bahwa situs mikro dapat digunakan di setiap industri, kita dapat melihat bagaimana tim pemasaran artis musik Halsey telah memanfaatkan miliknya untuk album dan turnya yang akan datang.

Situs ini menampilkan video musik dan tanggal tur terbarunya, dan memungkinkan pra-penjualan album barunya, Manic. Semua media sosialnya ditautkan ke situs, serta tombol yang akan membawa kamu ke toko merchandise resminya.

Ini semua tampaknya cukup umum bagi seorang musisi, tetapi yang membedakan situs Halsey adalah dia membuat yang baru untuk setiap album baru yang dia rilis.

Mereka semua memiliki gaya dan merek mereka sendiri, yang sesuai dengan reputasinya dalam membangun cerita dan dunia di sekitar albumnya.

Ini adalah cara yang cukup berhasil untuk memberi penggemar informasi dan produk yang mereka inginkan dengan cepat, dengan pendalaman penuh ke dalam masing-masing tema album individu.

Apa Saja Manfaat Microsite?

1. Membantu Meningkatkan Branding 

Microsite adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan brand awareness. Bahkan perusahan besar seperti Channel pun juga tidak ragu untuk menggunakan microsite. 

Dengan adanya URL sendiri ketika membuat microsite, maka kamu dapat lebih bebas menggunakan desain website serta detail informasi sesuai kampanye produk yang dilakukan. 

Selain mampu memperkuat identitas suatu brand produk, langkah ini tidak akan mengganggu website utama bisnis. Sehingga dapat menciptakan hasil maksimal. 

Melalui pembuatan microsite ini kamu bisa menyampaikan beberapa informasi terkait dengan brand secara lebih rinci seperti sejarah, program sponsorship, sampai informasi recruitment karyawan. 

2. Bisa Meningkatkan Engagement Pelanggan

Microsite juga dapat membantu meningkatkan engagement pelanggan karena adanya informasi yang lebih detail, sehingga keterikatan konsumen dengan sebuah akan menjadi lebih kuat. 

Apalagi, jika konsumen dapat dengan mudah membagikan konten atau informasi produk di media sosial. Maka, strategi word of mouth akan jauh lebih berhasil dan berjalan dengan baik. 

3. Adanya Peningkatan SEO Website Bisnis

Terakhir, microsite juga dapat meningkatkan SEO website. Pasalnya dengan menggunakan keyword atau kata kunci, tentu konten milikmu bisa menjadi lebih fokus pada topik tertentu. 

Sehingga, website microsite bisa tampil unik ketika orang-orang mencarinya di mesin pencarian. Hal itulah yang akan membuatnya mudah menduduki halaman utama di pencarian Google. 

Sedangkan, apabila URL yang digunakan terpisah dengan website utama bisnis maka akan ada manfaat SEO yang bisa didapat. Kamu cukup menautkan saja link ke situs website bisnis utama dan mendapatkan backlink berkualitas.

Microsite
Sumber: Envato

Yuk, Mulai Buat Microsite untuk Bisnismu!

Jadi, microsite adalah sebuah halaman web yang memiliki domain-nya sendiri, agar terpisah dari website inti. Tujuan pembuatan microsite ini untuk menjalankan sebuah branding atau campaign tertentu. Sederhananya, microsite ini disebut juga sebagai mini website dari sebuah brand. 

Selain itu, microsite memang juga sudah terbukti menjadi salah satu cara pemasaran paling efektif di era digital. Pasalnya, brand-brand besar pun tidak ragu untuk membuat microsite ketika mempromosikan campaign atau promo tertentu. 

Microsite ini seringkali digunakan untuk memperkenalkan produk terbaru, kampanye promosi, program sponsorship, dan lain sebagainya. 

Tak hanya itu saja, seperti sudah dijelaskan sebelumnya microsite adalah cara yang efektif juga meningkatkan brand awareness, customer engagement, dan SEO.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!