• Home
  • Berita
  • IP Kena Blacklist? Kenali Blacklist Artinya dalam Konteks IT!

IP Kena Blacklist? Kenali Blacklist Artinya dalam Konteks IT!

Oleh Hiqbal Fauzi
No ratings yet.

Keamanan sebuah website adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Namun, ada kalanya dari sisi server yang memiliki sistem keamanan tinggi, dampaknya akan mempengaruhi antarmuka pengguna yang mungkin tidak memiliki kenyamanan yang memuaskan pengguna karena terdapat persyaratan-persyaratan yang ketat dalam pengaksesannya. Kedua hal tersebut memang berbanding terbalik. Apakah kamu pernah mendengar tentang blacklist? Selain di kehidupan kita sehari-hari, istilah blacklist juga sering dijumpai pada situs dunia maya. Seperti apa blacklist pada konteks IT? Apakah ini berhubungan dengan keamanan? Yuk kita cari tahu lebih dalam pada artikel ini, simak hingga akhir ya!

Blacklist Artinya Apa?

Diambil dari bahasa inggris, Blacklist artinya daftar hitam atau sekumpulan daftar yang berisi objek atau entitas yang diidentifikasi sebagai hal yang memiliki risiko, tidak disukai, atau tidak diinginkan pada situasi dan kondisi tertentu. Blacklist adalah kata yang tergolong sering diucapkan pada percakapan sehari-hari tanpa kita sadari. Istilah blacklist dapat digunakan pada berbagai macam bidang, karena blacklist artinya cukup general terkait daftar hitam dan sebagainya. Maka, blacklist sering digunakan untuk membatasi akses, orang, ataupun wewenang pada sebuah situasi. 

Contoh penggunaan blacklist adalah saat terdapat acara yang menerapkan beberapa peraturan seperti tidak boleh membawa minum atau makanan, tidak boleh memotret dan sebagainya. Namun, terdapat satu orang yang melanggar peraturan tersebut lebih dari sekali, pihak keamanan akan menambahkan orang tersebut ke daftar hitam atau blacklist yang membuat orang tersebut tidak bisa lagi hadir pada acara itu. Hal ini dikarenakan orang tersebut dapat memberikan risiko pada sebuah acara yang juga akan mengganggu kenyamanan orang lain yang hadir pada acara tersebut.

black list
Sumber: Envato

Jenis Blacklist Pada Konteks IT

IT adalah salah satu bidang keilmuan yang banyak menggunakan istilah dalam bahasa inggris pada berbagai situasi. Blacklist adalah salah satunya. Bagaimana menerapkan istilah blacklist pada bidang IT? Terdapat beberapa konteks pada IT yang menggunakan istilah blacklist, karena blacklist artinya daftar entitas atau objek yang tidak diinginkan atau tidak diizinkan, berikut merupakan jenis-jenis blacklist yang diterapkan pada bidang keilmuan IT

1. IP Blacklist

IP Blacklist artinya adalah sekumpulan alamat IP yang memiliki risiko dan dianggap malicious/bahaya. IP blacklist sering ditemui pada sistem perlindungan website seperti firewall hingga sistem pendeteksian pada end-point. Jika sebuah alamat IP telah masuk pada blacklist, maka sebelumnya IP tersebut memiliki riwayat melakukan tindakan mencurigakan yang mengarah pada tindakan cyber crime. Contohnya tindakan spam, percobaan melakukan command execution pada website, dan sebagainya. 

Namun, memang bisa saja sistem memiliki aturan yang ketat yang membuat kamu yang tidak sengaja membuat kesalahan dianggap sebagai percobaan serangan dan termasuk IP yang di blacklist. Jika hal tersebut terjadi, kamu dapat menghubungi pemilik sistem.

2. Email Blacklist

Email Blacklist artinya sekumpulan email yang dianggap spam dan memiliki risiko jika dibiarkan begitu saja. Sebuah email akan masuk pada blacklist jika melakukan percobaan kejahatan seperti mengirimkan email phising, melakukan spam yang mengganggu, hingga penipuan yang dapat merugikan banyak pihak. Pada Gmail, saat ini sudah memiliki deteksi otomatis jika terdapat email yang mencurigakan dan akan ditaruh pada menu yang berbeda terlebih dahulu yaitu “Spam”.

3. Aplikasi Blacklist

Aplikasi Blacklist artinya pada saat kamu mengunduh sebuah perangkat lunak, sistem mendeteksi adanya risiko di dalamnya dan terdapat kerentanan yang mudah diserang oleh pihak-pihak lain. Biasanya, aplikasi ini didapatkan dari pihak ketiga yang bukan platform resmi pengunduhan aplikasi seperti PlayStore atau AppStore. Pada sistem smartphone, saat ini kamu bisa mengaktifkan aplikasi yang di blacklist atau tidak diizinkan untuk terinstall pada sistem untuk mencegah adanya aplikasi ilegal yang masuk.

4. URL Blacklist

URL blacklist artinya terdapat alamat-alamat URL atau website yang dianggap berbahaya dan berisiko jika dibuka. Kamu bisa menambahkan URL-URL mana yang dianggap berbahaya atau mencurigakan pada URL blacklist karena URL blacklist digunakan untuk memblokir akses website-website yang tidak diinginkan agar pengaksesan sudah tidak bisa dilakukan. URL blacklist dapat diterapkan pada perangkat lunak atau firewall untuk melindungi pengguna dari pelanggaran privasi, kebocoran data dan sebagainya saat mengakses internet 

5. IMEI Blacklist

Selanjutnya adalah IMEI Blacklist. Saat ini cukup populer terkait IMEI Blacklist yang sering dialami oleh pengguna Apple yang membeli produk iPhone di luar negeri dan belum terdaftar pada Bea Cukai. International Mobile Equipment Identity atau IMEI Blacklist artinya IMEI yang melanggar atau melakukan aktivitas tidak sah. 

IMEI merupakan kode unik yang berada pada smartphone kamu untuk dapat membedakan satu smartphone dengan smartphone lain. Tindakan ini biasanya dilakukan pemerintah untuk mencegah adanya kejahatan yang dilakukan oleh pihak luar negeri. Jika IMEI telah masuk daftar blacklist, maka kamu tidak bisa mendapatkan sinyal untuk internet, telepon ataupun SMS, karena dengan masuk blacklist maka wewenang, serta akses kamu akan dibatasi.

blacklist
Sumber: Envato

Apa yang Harus Dilakukan setelah di Blacklist?

Setelah mengetahui blacklist artinya daftar yang tidak diinginkan dan apa saja jenis blacklist pada konteks IT, selanjutnya apa yang harus kamu lakukan jika terblacklist oleh suatu entitas seperti IP, Email, ataupun IMEI namun kamu tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada kejahatan atau penyerangan. Berikut merupakan penanganan jika kamu telah terblacklist dan ingin melakukan validasi kepada pihak yang memasukkan kamu ke dalam daftar hitam.

1. Identifikasi Masalah

Pertama, kamu harus melakukan identifikasi masalah terkait apa tindakan yang diperbuat hingga kamu termasuk salah satu blacklist, karena jika masuk ke blacklist artinya kamu melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Identifikasi ini bisa dilakukan melalui riset peraturan yang berlaku dan membandingkan dengan apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Jika kamu merasa bingung, maka catat beberapa hal yang sudah dilakukan seperti hasil dari aktivitas spam, pelanggaran kebijakan, kerentanan keamanan, atau alasan lainnya.

2. Kontak Pemilik/Penyedia Layanan

Kedua, kontak penyedia layanan untuk memahami prosedur pemulihan atau untuk memberikan bukti pernyataan tidak bersalah. Melakukan kontak kepada pihak penyedia layanan berlaku jika kamu mengetahui pihak di balik website/perangkat lunak tersebut. Lakukan pelaporan jika memang kamu tidak melakukan hal-hal melanggar peraturan,

Contohnya jika kamu termasuk dalam blacklist Google kamu mengetahui jelas bahwa pihak yang harus dihubungi adalah google, jadi selanjutnya kontak pihak bantuan terkait prosedur pelaporan dan pemulihan yang tepat agar terhapus dari Blacklist Google.

3. Pengajuan Pemulihan

Ketiga, lakukan pengajuan pemulihan sistem jika memang tidak terbukti bersalah, ikuti prosedur pemulihan yang dimiliki oleh sistem. Terkadang sistem memiliki aturan yang cukup ketat yang membuat tindakan sekecil apapun yang menyimpan dapat langsung terdeteksi sebagai tindakan yang mencurigakan. 

4. Memperbaharui Sistem Keamanan

Selanjutnya, jika pengajuan pemulihan telah diproses, untuk menambah tingkat keamanan kamu, perbaharui sistem keamanan pada semua perangkat yang kamu miliki. Hal ini dapat membuktikan bahwa perangkat yang kamu miliki aman untuk mengakses entitas-entitas digital seperti perangkat lunak. Dengan memperbarui sistem keamanan, maka sistem deteksi aktivitas mencurigakan juga akan lebih canggih dan detail.

5. Melakukan Tindakan Pencegahan

Terakhir, lakukan pencegahan ya! Pelajari hal-hal apa saja langkah-langkah pencegahan untuk memastikan bahwa entitas tersebut tetap aman dan tidak melanggar kebijakan atau aturan yang telah berlaku.

blacklist
Sumber: Envato

Beli Hosting Murah

Apa Arti Success Cek Dedup/Blacklist?

Selain bidang teknologi, blacklist seringkali digunakan pada proses birokrasi atau pelayanan pada sebuah proses bisnis. Contohnya saat kamu mengajukan kartu kredit atau pengajuan-pengajuan lainnya yang memerlukan persyaratan untuk tidak masuk ke satupun blacklist yang ada. Pada penerapannya, seringkali terdapat peringatan “Success Cek Dedup/Blacklist”, apakah kamu tahu artinya? Success Cek Dedup/Blacklist artinya terdapat pemeriksaan deduplikasi atau daftar hitam (blacklist) yang telah berhasil dilakukan dengan hasil yang sukses (aman). Jadi, informasi atau entitas yang sedang diperiksa tidak ditemukan dalam daftar hitam, atau jika ada duplikasi data, duplikasi tersebut telah teridentifikasi. Jika dijabarkan satu per satu Success Cek Dedup/Blacklist artinya sebagai berikut

  • Dedup(Deduplication): Pemeriksaan data yang terduplikasi mencakup identifikasi dan penghapusan duplikasi data. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya 1 data yang dipakai oleh lebih dari 1 orang
  • Blacklist: Pemeriksaan daftar hitam melibatkan informasi pribadi dengan daftar hitam yang berisi informasi-informasi identitas yang memiliki risiko pada bidang tertentu.
  • Success: Menandakan keberhasilan pengecekan dan pernyataan bahwa data telah aman

Sudah paham kan Success Cek Dedup/Blacklist artinya apa? Jadi kamu tidak perlu panik lagi ya jika mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan tersebut!

Hiqbal Fauzi

As SEO Specialist at DomaiNesia with a bachelor's in animal husbandry, passionate about digital marketing, especially in SEO.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Ekstra Diskon Migrasi 5% serta GRATIS biaya migrasi & setup.

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah

This will close in 0 seconds