• Home
  • Berita
  • Berkenalan dengan Cyber Crime dan Temukan Cara Menghindarinya

Berkenalan dengan Cyber Crime dan Temukan Cara Menghindarinya

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Istilah cyber crime pasti sudah tidak asing lagi bagi kamu pengguna internet. Jika kamu sebagai pengguna internet aktif seperti sosial media berarti kamu akan berada pada ancaman cyber crime ini. Ternyata tidak hanya sosial media saja loh yang beresiko terhadap serangan cyber, namun server dan semua data yang ada di internet juga beresiko terhadap serangan ini. 

Apakah kamu sudah paham dengan istilah cyber crime? Apa saja jenis cyber crime? Apa dampak cyber crime ini? Untuk menjawab semua pertanyaan itu, kamu sudah memilih artikel yang tepat! Karena DomaiNesia akan membahas semua pertanyaan itu. Sudah siap? Yuk mulai membahas.

cyber crime
Sumber: Envato

Apa Itu Cyber Crime?

Cyber crime adalah serangan kejahatan yang dilakukan melalui internet atau secara online. Kejahatan ini bisa menimpa siapapun tanpa terkecuali baik itu perorangan, organisasi, bahkan negara sekalipun. Tujuan dari cyber crime ini juga beragam loh DomaiNesians bisa jadi karena iseng, pencurian data, atau bahkan ingin merugikan korbannya di berbagai sisi terutama finansial. Untuk itu kamu harus tetap hati-hati ya! Tahukah kamu siapa yang melakukan kejahatan ini? 

Kejahatan ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang sudah ahli dalam dunia hacking yang kemudian melancarkan aksinya baik dilakukan bersama maupun secara individu. Contohnya saja situs website negara kita sudah pernah mengalami serangan cyber crime ini, mungkin kamu ingat sekitar tahun 2020 yaitu website dari DPR RI tiba-tiba down dan websitenya berganti nama. Setelah diusut lebih lanjut ternyata serangan ini akibat DDoS. Apa itu DDoS? Nah nanti kita bahas.

Apa Saja Jenis Cyber Crime?

Jenis cyber crime ternyata cukup banyak loh DomaiNesian, disini akan dijelaskan beberapa jenis cyber crime yang lazim terjadi. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Identity Theft

Bisa dilihat dari namanya bahwa jenis cyber crime satu ini berfokus untuk mencuri identitas seseorang. Nah identias ini nanti bisa saja dijual kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau biasanya data ini akan dijual pada dark web. Dari mana data identias ini bisa dicuri? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pelaku kejahatan ini. 

Dia bisa saja meretas sebuah website yang memang mengumpulkan identitas pembeli untuk melakukan transaksi sebut saja seperti e-commerce. Bisa saja mereka menipu korbannya dengan mengadakan beberapa penawaran online yang mengharuskan korban untuk memasukkan data pribadinya, namun sebenarnya penawaran ini tidak ada dan hanya sebuah motif kejahatan saja. 

2. Cyber Espionage

Cyber espionage adalah jenis cyber crime yang memanfaatkan internet dengan memasuki sistem jaringan komputer korbannya untuk mengintai segala kegiatan yang dilakukan. Biasanya cyber espionage ini biasanya ditujukan kepada kompetitor, lawan politik, jajaran pejabat negara yang memiliki dokumen penting dalam sistem. 

Cyber espionage biasa dilakukan dengan memanfaatkan spyware yaitu software yang diinstal secara diam-diam oleh hacker untuk memata-matai korban dalam dunia maya. Dengan begitu, semua aktivitas dan data penting bisa diakses tanpa disadari.

3. Carding

Apa itu carding? Carding adalah jenis cyber crime untuk melakukan pencurian data informasi kartu kredit. Kemudian data tersebut digunakan oleh pelaku untuk melakukan transaksi atau bahkan mencairkan saldo limit kartu ke rekening korban. Carding terbagi menjadi 2 jenis yaitu card present dan card not present. 

Card present adalah proses pencurian data dilakukan menggunakan card skimmer mesin EDC yang ada di kasir atau tempat komersial. Card not present yaitu pencurian data menggunakan akses internet biasanya menggunakan email atau hacking untuk mendapatkan data korban.

4. Corporate Data Theft

Jika jenis cyber crime satu ini mirip dengan identity theft namun bedanya jika corporate data theft memiliki target perusahaan. Pelaku kejahatan akan melancarkan aksinya untuk mencuri data-data penting perusahaan dengan berbagai tujuan salah satunya yaitu untuk mengakses situs atau database tanpa hak. Nah biasanya data tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atau nantinya juga akan dijual juga. 

5. Cyber Extortion

Mungkin jenis cyber crime satu ini masih asing di telinga. Namun tahu kah kamu ternyata jenis cyber crime ini sudah banyak terjadi di beberapa perusahaan besar seperti Nokia dan Domino. Bagaimana bentuk kejahatannya? Jadi pelaku akan memasukkan malware yang akan mengendalikan sistem milik korban sehingga sistem dan data yang ada di dalamnya tidak dapat diakses dan hanya dapat diakses dengan memasukkan kata sandi yang dibuat oleh pelaku. 

Alhasil pelaku akan meminta sejumlah uang tebusan untuk mengembalikan sistem itu ke korban. Bahkan pada kasus Domino pelaku meminta uang tebusan sebesar 30.000 Euro agar data pelanggan Domino tidak disebarluaskan. 

Contoh Cyber Security Adalah…

Nah di dunia maya ini sudah terdapat beberapa contoh cyber security yang sudah pernah terjadi, penasaran? Yuk cari tau contoh cyber security yang pernah terjadi!

1. Phishing

Contoh cyber crime pertama yaitu phising. Phising adalah contoh cyber crime yang memiliki tujuan untuk mencuri data-data pribadi melalui email, telepon, pesan teks, atau bahkan link palsu yang mengatasnamakan instansi atau pihak tertentu. Contoh cyber crime pishing adalah kasus yang dialami oleh pengguna Paypal. Pada kasus ini korban akan menerima sebuah email palsu yang kemudian meminta korbannya untuk mengklik tautan yang ada pada email tersebut dan seolah-olah email tersebut benar adanya.

cyber crime
Sumber: Envato

Kemudian link tersebut akan mengarakahkan korban ke dalam sebuah situs jebakan yang mengharuskan korban untuk mengisi beberapa data pribadi seperti nama, email, password, alamat, bahkan bisa kartu kredit juga. Nah disini korban pasti belum merasa janggal karena email dan situs tersebut biasanya dibuat semirip mungkin padahal korban sudah terjebak di dalam perangkap. Maka dari itu, jika kamu menemukan email yang aneh dan biasanya kombinasi antara huruf dan angka, kamu harus waspada ya terhadap email itu! 

Karena bisa jadi kamu adalah korban cyber crime yang sudah diincar! Selain email ternyata contoh cyber crime phising ini juga terjadi melalui telepon dan hal itu dialami oleh beberapa pengguna Kredivo dengan berdalih memberikan promo, bonus, atau hadiah. Tak lama kemudian, yang didapat para korban justru tagihan membengkak atas pembelian barang via e-commerce Bukalapak. 

2. Cyber Terorism

Contoh cyber crime selanjutnya yaitu cyber terorism. Cyber terrorism adalah jenis cyber crime yang dapat merugikan negara, bahkan mengancam keselamatan seluruh warga negara dan juga jajaran pemerintah. Aktivitas cyber terorism ini merujuk pada serangan terhadap komputer, jaringan, dan sistem informasi dengan tujuan mengintimidasi, menekan pemerintah, atau untuk kepentingan politik tertentu. 

Salah satu contoh kasus cyber terrorism adalah serangan virus ILoveYou pada tahun 1999 yang ditemukan pertama kali di Filipina. Virus ini diperkirakan memasuki 10 juta komputer dan menimbulkan kerugian finansial yang besar pada jaringan komputer di Malaysia, Jerman, Belgia, Perancis, Belanda, Swedia, Hongkong, Inggris, dan Amerika Serikat.

3. Serangan DDoS

DDoS atau Distributed Denial of Service adalah contoh cyber crime dengan membuat lalu lintas server berjalan dengan beban berat hingga tidak bisa menampung koneksi dari pengguna lain atau biasa dikenal dengan istilah overload. Serangan yang cukup populer dilakukan oleh hacker ini dibuat dengan cara mengirimkan request ke server secara terus menerus dengan transaksi data yang besar. 

Teknik penyerangan DDoS biasanya dilaksanakan dengan banyak cara, seperti virus dan kumpulan bot yang disisipkan pada malware yang disebut botnet. DDoS menjadi salah satu cyber crime yang banyak digunakan karena dinilai cukup sederhana namun dapat melumpuhkan korbannya. 

Contoh serangan DDoS yang pernah terjadi yaitu terjadi pada server Dyn yang diguunakan oleh berbagai perusahaan besar seperti Twitter, Spotify, PayPal, Reddit, Yammer, GitHub, AirBnb, serta sejumlah situs berita seperti New York Times, Mashable, dan The Guardian. Akibatnya beberapa situs tersebut tidak bisa diakses dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

4. Penipuan OTP

OTP atau One Time-Password adalah kode yang bersifat layaknya password sekali pakai namun hanya bersifat sementara saja. Banyak sistem yang memanfaatkan OTP untuk dapat mengakses kembali sistem tersebut. Kepopulerannya ini membuat banyak pelaku kejahatan yang mengincar kejahatan OTP. 

Kode OTP tersebut jangan pernah diberikan kepada pihak lain ya siapapun itu. Bocornya kode OTP bisa digunakan untuk membajak akun transaksi online atau membajak akun komunikasi milik kamu. Contoh cyber crime satu ini sering terjadi pada beberapa pengguna e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dengan modus seperti ini.

  • Kode OTP akan dikirimkan melalui SMS atau email dalam waktu singkat
  • Penipu akan menelepon korban menggunakan nomor samaran seolah-olah dari pihak e-commerce tersebut.
  • Pelaku akan mengatakan bahwa kartu kredit atau akun jual beli milik korban sedang disalahgunakan orang lain dan pelaku seperti menawarkan bantuan kepada korban.
  • Pelaku akan meminta kode OTP yang masuk beruntun ke dalam ponsel korban. Kode OTP ini akan masuk terus lantaran pelaku yang memang tengah mencoba membobol akun korban sehingga sistem pusat dari akun yang ada memberikan kode OTP kepada pemilik akun. 
  • Jika pelaku penipuan mendapatkan kode OTP yang ada, maka benteng keamanan dari akun perbankan atau aplikasi korban bisa langsung ditembus dan diakses. 

5. Injeksi SQL

Injeksi SQL adalah teknik penyalahgunaan dalam memanfaatkan celah keamanan pada database. Injeksi SQL dilakukan dengan memodifikasi perintah SQL pada form input aplikasi, menyebabkan hacker bisa mengirimkan sintaks ke database aplikasi. Sehingga mereka bisa melihat data yang tidak semestinya dilihat dan juga bisa menghapus dan memodifikasi data sehingga menyebabkan perubahan sistem. 

Aksi peretasan tersebut pernah terjadi pada salah satu e-commerce di Australia, dimulai dari aksi pencurian data dari SQL Server e-commerce Australia dengan SQL Injection. Awalnya SQL Server akan di scanning, jika sistem keamanan lemah, maka pelaku akan mendapatkan data yang bisa diolah. Total kerugian dari kasus ini mencapai sekitar AUS$20 ribu atau sekitar Rp215 juta. 

6. Hacking

Menjadi contoh cyber crime yang terdengar cukup familiar di telinga yaitu hacking. Hacking ada kejahatan yang dilakukan untuk meretas sebuah situs atau sosial media yang dimiliki oleh perorangan, organisasi, atau bahkan negara. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanannya. Ternyata hacker masih dibagi menjadi dua yaitu hacker yang memang digunakan untuk mencoba keamanan sebuah situs lalu memberi tahu kepada pihak situs tersebut mengenai celah yang bisa dibobol. 

Lalu ada laggi hacker yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan hanya untuk merusak dan mengambil data. Contoh cyber crime hacking yang pernah terjadi yaitu pada kasus Tiket.com. Tiket.com mengalami kerugian sekitar 4 miliar rupiah, sedangkan Citilink kehilangan 2 milyar rupiah. Sedangkan hackernya bahkan sudah meraup keuntungan sampai 1 milyar rupiah. Teknik hacking yang dilakukan ternyata bukan yang tingkat tinggi loh, hanya dengan mencuri kode booking tiketpenerbangan, kemudian menjualnya melalui Facebook dengan diskon 30-40% sehingga banyak orang membelinya. Wah mengerikan ya!

7. Pemalsuan Data

Data forgery atau pemalsuan data adalah tindakan memalsukan dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database. 

Pemalsuan data biasanya ditujukan pada dokumen e-commerce dengan cara membuat seolah-olah terjadi “salah ketik”, yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat disalahgunakan.

cyber crime
Sumber: Envato

8. Cracking

Cracking adalah contoh cyber crime yang bertujuan untuk memasuki sistem komputer secara paksa dengan meretas sistem keamanan software atau komputer untuk tujuan ilegal yang mengarah ke kriminalitas. Pelaku cracking melakukan aksinya untuk mencuri, melihat, memanipulasi data hingga penanaman malware. 

Ada berbagai jenis cracking yang terjadi seperti password cracking, software cracking, dan network cracking. Berbagai jenis serangan cracking bisa kamu hindari misalnya dengan membuat kombinasi password unik, menggunakan VPN, mengunjungi situs yang sudah menggunakan HTTPS, dan menghindari klik tautan atau iklan di internet. 

Apa Dampak Cyber Crime yang Akan Didapatkan?

Cyber Crime ternyata berdampak besar loh, bahkan hingga kerugian finansial. Lalu apa saja dampak cyber crime yang akan dirasakan oleh korbannya? Yuk bahas!

1. Kehilangan sejumlah data

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bahwa dampak cyber crime adalah kehilangan sejumlah data penting. Hal ini bisa loh terjadi baik dari perorangan atau organisasi. Jadi kamu harus lebih berhati-hati ya terutama data-data penting yang kamu punya seperti nama, alamat, kartu kredit, email, dan password. 

Data sensitif tersebut bisa jadi dicuri dan digunakan untuk kejahatan kriminal lainnya. Contoh yang marak saat ini yaitu data pribadi yang bisa digunakan untuk pinjaman online. Mengerikan ya jika tiba-tiba kamu sudah mendapatkan sejumlah tagihan padahal kamu tidak pernah melakukannya. 

2. Kerugian finansial

Dampak cyber security berikutnya yaitu kerugian finansial. Kerugian ini bisa didapat karena beberapa kasus seperti penyalahgunaan kartu kredit dan kegiatan cyber crime yang menyebabkan kerugian seperti contohnya tadi penjualan tiket pada kasus Tiket.com. Di Indonesia sendiri pada tahun 2018 dampak cyber crime ini bisa menyebabkan kerugian hingga angka Rp 478,8 triliun. Hal ini juga bisa berdampak kepada siapapun korbannya. 

3. Ancaman reputasi online

Dampak cyber crime berikutnya yaitu reputasi online. Bayangkan saja jika kamu adalah pemilik toko online, lalu toko onlinemu tersebut menjadi korban cyber crime dan diketahui oleh banyak orang termasuk konsumen mu. Bisa saja mereka berpindah ke toko online lain karena mereka tidak merasa aman jika bertransaksi di toko onlinemu. Cukup merugikan kan? Maka dari itu tetap berhati-hati ya!

4. Rusaknya sistem

Penting sekali bagi kamu untuk selalu menjaga keamanan sistem milikmu, karena sekali saja sistem mu rentan maka cyber crime akan mengintaimu. Dampak cyber crime juga tidak main-main seperti rusaknya sistem yang kamu gunakan. Salah satu contohnya yaitu serangan Ransomware yang menyerang berbagai situs pemerintahan sehingga sistemnya menjadi rusak. 

Tips Menghindari Cyber Crime

  1. Melakukan update software berkala karena dengan software terbaru dilengkapi dengan keamanan yang lebih baik dari versi sebelumnya.
  2. Memilih hosting terbaik dan aman karena biasanya hosting tersebut dilengkapi dengan proteksi khusus untuk menghindari malware.
  3. Mengurangi penggunaan jaringan yang bersifat terbuka dan digunakan pada tempat umum.
  4. Anti virus menjadi salah satu contoh cyber security yang harus kamu pasang pada laptop atau komputer milikmu. Menambahkan anti virus pada laptop agar mencegah hal-hal aneh masuk ke sistem operasi yang kamu gunakan.
  5. Mengabaikan beberapa pesan atau email yang dianggap mencurigakan. Kamu harus meningkatkan tingkat kewaspadaan mu ya terhadap apapun yang masuk pada perangkat mu! Bisa jadi satu dari mereka merupakan ancaman.
  6. Membuat password unik yang sulit ditebak seperti kombinasi antara huruf, angka, dan juga special character. Hal ini juga bisa mencegah kehilangan data karena dampak cyber crime.

    cyber crime
    Sumber: Envato

Jangan Remehkan Keamanan Perangkat mu Ya!

Cyber crime adalah semua bentuk akses ilegal terhadap suatu transmisi data, yang artinya semua bentuk kegiatan yang tidak sah dalam suatu sistem komputer termasuk dalam suatu tindak kejahatan. Keamanan perangkat menjadi hal utama yang harus kamu lakukan dan tidak boleh diremehkan lagi. Jika kamu lengah sedikit saja, berbagai jenis cyber crime akan mengancam sistem milikmu. 

Dari artikel kali ini kamu bisa mengetahui cyber crime lebih jauh jadi jangan sampai kamu jadi korban selanjutnya ya! Untungnya, kamu bisa mengantisipasinya dengan mengupdate software berkala, memilih hosting terbaik, menggunakan anti virus, dan mengurangi penggunaan jaringan terbuka. Lindungi semua perangkat dan semua data pribadimu ya! Semoga bermanfaat!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!