Apa Itu Elasticsearch? Konsep dan Fungsi di Dunia Industri
Halo, DomaiNesians! Ketika kalian ditanya tentang “Apa itu Elasticsearch?” mungkin beberapa dari kalian akan menjawab “mesin pencari”, “database analitik”, “sebuah indeks”, “solusi big data”, atau mungkin “mirip Google”.
Semua jawaban tersebut tidak salah, tergantung seberapa akrab kalian dengan teknologi yang satu ini. Elasticsearch adalah salah satu mesin pencari terpopuler di dunia dan termasuk dalam 10 besar sistem manajemen basis data (DBMS) yang paling banyak digunakan. Lalu bagaimana cara kerja dan penggunaannya di dunia industri? Yuk kita bahas sama-sama pada artikel berikut ini!
Apa Itu Elasticsearch?
Secara sederhana, Elasticsearch atau ELK Stack adalah server open-source berbasis Java yang mampu menerima permintaan JSON dan mengembalikan data JSON. ELK Stack dibangun di atas Apache Lucene, sebuah framework pencarian teks open-source, yang kemudian dikembangkan menjadi mesin pencari yang lebih scalable dan fleksibel.
Tools ini memungkinkan kita untuk menyimpan, mencari, dan menganalisis data dalam jumlah besar secara cepat dan hampir real-time. Hal ini bisa dilakukan karena konsep teknologi ini tidak mencari langsung pada teks, melainkan pada indeks. Dengan struktur berbasis dokumen alih-alih tabel dan skema, Elastic Stack menyediakan REST API yang luas untuk menyimpan dan mencari data.
Bagaimana Elasticsearch Bekerja?
Secara fundamental, Elasticsearch bekerja dengan mengelompokkan data ke dalam unit bernama “dokumen”, yang merupakan struktur data berbasis JSON. Dokumen-dokumen ini kemudian akan dikelompokkan dalam indeks yang mirip dengan database dalam sistem relasional.
Teknologi ini menggunakan “inverted index”, yaitu struktur data yang memetakan kata-kata ke lokasi dokumennya untuk pencarian yang efisien. Dengan arsitektur terdistribusi, Elastic Stack memungkinkan pencarian dan analisis data dalam skala besar dengan performa hampir real-time.
Untuk lebih memahami cara kerja ELK Stack, berikut beberapa konsep dasar tentang cara pengelolaan datanya.
1. Konsep Logis
Untuk memahami cara kerja Elastic Stack, kalian bisa mempelajarinya melalui konsep logisnya berikut ini:
- Dokumen
Dokumen adalah unit dasar dari suatu informasi yang dapat diindeks dalam Elasticsearch dan diekspresikan dalam format JSON. Kalian bisa menganggapnya seperti satu baris dalam database relasional, yang merepresentasikan satu entitas tertentu.
Dokumen ini bisa berisi berbagai jenis data seperti teks, angka, atau tanggal. Setiap dokumen memiliki ID unik dan tipe data tertentu, yang menjelaskan entitas apa yang direpresentasikan oleh dokumen tersebut.
- Indeks
Indeks adalah kumpulan dokumen yang memiliki karakteristik serupa. Indeks sendiri adalah entitas tertinggi dalam ELK Stack yang bisa kalian query.
Sebagai contoh, dalam konteks situs e-commerce, kalian bisa memiliki indeks untuk Pelanggan, Produk, Pesanan, dan sebagainya. Setiap indeks tersebut diidentifikasi dengan nama yang digunakan untuk melakukan operasi pencarian, update, atau penghapusan terhadap dokumen di dalamnya.
-
Inverted Index
Inverted index adalah struktur data inti dari Elasticsearch yang memungkinkan pencarian teks dalam skala besar. Inverted index bekerja seperti peta yang menghubungkan setiap kata atau angka dalam dokumen ke lokasinya.
Daripada menyimpan string secara langsung, inverted index membagi dokumen menjadi istilah pencarian individu dan memetakan setiap istilah ke dokumen yang mengandung istilah tersebut. Dengan menggunakan inverted index yang terdistribusi, Elastic Stack dapat menemukan hasil pencarian dengan cepat bahkan dari kumpulan data yang sangat besar.
2. Komponen Backend
Berikut adalah komponen backend yang terdapat dalam ELK Stack:
-
Cluster
Cluster adalah kumpulan dari satu atau lebih node ELK Stack yang terhubung bersama. Cluster inilah yang mendistribusikan tugas pencarian dan pengindeksan ke semua node yang ada.
-
Node
Node adalah satu server yang menjadi bagian dari cluster. Node ini menyimpan data dan berpartisipasi dalam kemampuan pengindeksan dan pencarian cluster. Node dapat dikonfigurasi dalam berbagai peran, seperti:
a. Master Node: Mengelola operasi cluster secara keseluruhan, seperti membuat atau menghapus indeks dan menambahkan atau menghapus node.
b. Data Node: Menyimpan data dan menjalankan operasi terkait data seperti pencarian dan agregasi.
c. Client Node: Meneruskan permintaan cluster ke master node dan permintaan data ke data node.
-
Shard
Elastic Stack memungkinkan kita membagi indeks menjadi beberapa bagian yang disebut shard. Setiap shard adalah indeks yang sepenuhnya berfungsi dan independen yang bisa ditempatkan pada node mana saja dalam cluster.
Dengan mendistribusikan dokumen dalam indeks ke beberapa shard, Elastic Stack memastikan redundansi, yang melindungi dari kegagalan perangkat keras dan meningkatkan kapasitas query saat node baru ditambahkan.
-
Replicas
Replicas adalah salinan dari shard utama. Setiap dokumen dalam indeks dimiliki oleh satu shard utama, tetapi bisa memiliki beberapa salinan atau shard replika untuk meningkatkan ketersediaan data dan kapasitas penanganan permintaan pembacaan.
Elastic Stack (ELK)
Belajar Elasticsearch tidak akan lengkap tanpa membahas Elastic Stack. Elastic Stack atau yang sebelumnya dikenal sebagai ELK Stack adalah kumpulan alat open-source untuk pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analisis, dan visualisasi data.
(Sumber: Edureka.co)
Komponen utamanya adalah Elasticsearch, Logstash, dan Kibana, yang sering disingkat menjadi ELK Stack. Kini, Elastic Stack juga mencakup Beats. Meskipun pada dasarnya adalah mesin pencari, ELK Stack mulai banyak digunakan untuk analisis log data karena kemampuannya untuk mengelola data secara efisien dan real-time.
1. Kibana
Kibana adalah alat visualisasi data dan manajemen untuk ELK Stack. Dengan Kibana, kita bisa membuat histogram real-time, grafik garis, diagram lingkaran, peta, dan berbagai visualisasi data lainnya.
Kibana sangat berguna untuk memahami pola data dan menavigasi dalam Elastic Stack. Misalnya, dalam analisis log, Kibana memungkinkan kita menjawab pertanyaan seperti dari mana asal pengunjung situs kita, distribusi URL, atau aktivitas pengguna.
Jika kita tidak membuat aplikasi sendiri di atas ELK Stack, Kibana adalah cara yang tepat untuk mencari dan memvisualisasikan indeks dengan antarmuka pengguna yang kuat dan fleksibel.
Namun, ada kelemahan utamanya yaitu setiap visualisasi hanya bisa bekerja pada satu indeks atau pola indeks. Artinya, jika kita memiliki beberapa indeks dengan tipe data yang sangat berbeda, kita harus membuat visualisasi terpisah untuk masing-masing indeks.
2. Logstash
Logstash adalah alat untuk mengumpulkan, mengolah, dan mengirim data ke Elasticsearch. Logstash adalah pipeline pemrosesan data sisi server yang open-source. Logstash bisa mengumpulkan data dari berbagai sumber secara bersamaan, mengonversi format data, dan mengirimkannya ke tujuan akhir seperti Elastic Stack.
Misalnya, dalam lingkungan yang memiliki banyak sistem berbeda, Logstash bisa menghubungkan server web, database, layanan Amazon, dan berbagai sumber data lainnya ke dalam satu alur pemrosesan yang konsisten.
3. Beats
Beats adalah kumpulan agen pengiriman data ringan dan fokus untuk mengirim data dari ratusan atau ribuan mesin ke Logstash atau ELK Stack. Beats sangat berguna untuk mengumpulkan data karena bisa ditempatkan di server, kontainer, atau fungsi terdistribusi lainnya.
Misalnya, Filebeat bisa dipasang di server untuk memantau file log yang masuk, mem-parsing isinya, lalu mengirimkan data tersebut ke Elastic Stack hampir secara real-time.
Apa Fungsi Elasticsearch?
Setelah memahami dasar-dasar Elasticsearch, berikut adalah beberapa fungsi utama dari Elastic Stack:
- Pencarian Aplikasi: untuk aplikasi yang sangat bergantung pada pencarian data, pengambilan informasi, dan pelaporan.
- Pencarian Website: banyak situs yang menyimpan banyak konten menggunakan Elastic Stack untuk pencarian yang cepat dan akurat.
- Pencarian Enterprise: ELK Stack memungkinkan pencarian luas di seluruh perusahaan, termasuk pencarian dokumen, produk e-commerce, blog, profil karyawan, dan banyak lagi.
- Logging dan Analisis Log: Elastic Stack sering digunakan untuk pengumpulan dan analisis log data secara real-time.
- Pemantauan Infrastruktur dan Kontainer: banyak perusahaan menggunakan Elastic Stack untuk memantau berbagai metrik infrastruktur.
- Analisis Keamanan: elasticsearch juga banyak digunakan untuk analisis keamanan, seperti analisis log akses dan aktivitas jaringan.
- Analisis Bisnis: meskipun memiliki kurva belajar yang cukup tinggi, banyak organisasi menggunakan ELK untuk analisis bisnis.
Contoh Penggunaan di Perusahaan
Beberapa perusahaan besar yang menggunakan Elastic Stack untuk analisis log, pemantauan aplikasi, pencarian web, dan analisis bisnis adalah:
1. Netflix
Netflix menggunakan ELK Stack untuk memonitor dan menganalisis operasi layanan pelanggan dan log keamanan. Netflix memilih Elastic Stack karena kemampuannya dalam sharding otomatis, replikasi, skema yang fleksibel, dan dukungan plugin yang luas.
2. Walmart
Walmart memanfaatkan Elastic Stack untuk mengungkap potensi data tersembunyi, memahami pola pembelian pelanggan, memantau metrik performa toko, dan analisis musim liburan. Semuanya dilakukan dalam waktu hampir real-time.
3. Ebay
Ebay menggunakan Elasticsearch untuk berbagai kasus penggunaan analisis teks dan pencarian yang sangat penting untuk bisnis. Mereka bahkan membuat platform ‘Elasticsearch-as-a-Service’ untuk provisioning cluster Elasticsearch dengan mudah di platform cloud internal mereka.
Kenapa Elasticsearch Populer?
Menurut survei Stackshare, beberapa alasan utama mengapa pengembang dan perusahaan memilih Elasticsearch adalah:
- API yang kuat
- Mesin pencari yang handal
- Open source
- Restful
- Pencarian hampir real-time
- Gratis
- Mampu mencari apa saja
- Mudah untuk memulai
- Analytics
- Terdistribusi
Kesimpulan
Elasticsearch adalah mesin pencari yang cepat dan scalable, berada di jantung ekosistem alat yang dapat digunakan untuk pencarian, analisis, dan pemrosesan data. Meskipun baru menyentuh permukaannya, kita sudah bisa melihat potensi besar dari teknologi ini untuk berbagai skenario bisnis. Jadi, jika kalian ingin mencoba Elastic Stack sendiri, banyak tutorial dan dokumentasi yang bisa membantu memulai.
Agar proses pencarian dan pengelolaan data kamu lebih aman dan terjamin, pastikan pakai Cloud VPS dari DomaiNesia ya! Cloud VPS dari DomaiNesia sudah terjamin aman dan dipakai oleh banyak perusahaan besar. Jadi, tunggu apa lagi? Order sekarang juga!

