Cara Baru Cari Influencer Pakai AI? Emang Bisa?5 min read

No ratings yet.
Cara Baru Cari Influencer Pakai AI

Cara Baru Cari Influencer Pakai AI

Kamu pernah dengar apa itu influencer, DomaiNesians? Bukan, itu bukan nama penyakit yang membuat kita bersin terus. Secara gampangnya, influencer itu orang yang suaranya diamini oleh banyak orang, terutama pengikutnya. Bisa dikatakan, kalau influencer bilang kalau tersengat listrik bagus untuk kesehatan, pengikutnya pasti secara tulus ikhlas mengamini, dan mungkin mencobanya. Nah, biasanya influencer ini mainnya di mana? Karena sekarang era digital, influencer bentuknya jadi bermacam-macam. Ada yang jadi blogger, selebgram, selebtwit, bahkan youtuber. Nah, buat sebuah brand, keberadaan influencer ini sangat berguna buat meningkatkan nilai brand. Sekarang, ada cara baru cari influencer kalau kamu ingin nyari yang sesuai dengan brand kamu.

Cara baru? Memang ada yang salah dengan cara lama? Bukan, DomaiNesians. Ada beberapa hal yang cara lama tidak bisa dilakukan dibanding cara baru. Kalau dengar-dengar dari orang digital marketing, cara lama cuma bisa mengukur sampai seberapa banyak orang yang melihat iklan di influencer. Dengan cara baru, bahkan sampai seberapa banyak orang yang beli gara-gara iklan di influencer juga bisa dihitung. Menghitung ROI tidak perlu sampai pusing-pusing lagi.

Lalu, cara baru cari influencer itu seperti apa? Caranya adalah menggunakan AI, DomaiNesians. AI atau Artificial Intelligence adalah kecerdasan buatan yang dimiliki oleh mesin untuk membantu segala pekerjaan manusia. AI ini bisa ditemukan di mana saja. Di komputer ada, di ponsel ada, di internet ada, dan masih banyak lagi. Pokoknya, segala hal di dunia digital pasti bisa dimasuki AI.

Terus, kalau AI buat cari influencer caranya bagaimana? Yuk simak penjelasan di bawah.

AI: Cara Baru Cari Influencer

cara baru cari influencer

source: Freepik

Di AS, ada perusahaan bernama BEN (Branded Entertainment Network) yang mengurusi segala hal tentang branding dan marketing. Nah, BEN ini memiliki sebuah produk berupa AI yang mampu memilah influencer yang sesuai dengan kamu. BEN nantinya akan mengkurasi, melihat dari segi reach, engagements, likes, comment, bahkan hingga penjualan yang ada di media sosial milik influencer. Lalu, BEN akan memberikan rekomendasi apa influencer ini cocok untuk kamu atau tidak. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa salah pilih influencer untuk mendongkrak brand kamu.

Memang, cuma itu keuntungannya pakai AI? Bukannya kalau brand kita viral makanya jadi banyak yang beli? Eits, belum tentu, DomaiNesians. Kita lihat dulu apa untungnya cara baru cari influenser pakai AI.

Yang Diukur Pembelian, Bukan Yang Klik Tombol “Like”

cara baru cari influencer

source: Freepik

Ibaratnya begini, kamu pernah suka sama seseorang tapi tidak ingin jadi pacarnya, DomaiNesians? Pas kamu lihat dia, kamu langsung naksir karena orangnya ramah, baik, sopan. Tapi, kamu tidak ingin jadi pacarnya gara-gara banyak alasan. Nah, seperti itulah yang terjadi sekarang kalau kerjasama bareng influencer.

Orang yang melihat, beri likes dan komentar, belum tentu ingin membeli produk brand kamu. Bisa saja orang hanya suka karena fotonya bagus, captionnya menarik, atau karena modelnya orang terkenal. Tapi untuk pembelian? Hal itu tidak akan bisa diukur sama influencer. Bahkan, banyak digital marketer yang merasa kebingungan kalau ditanya soal caranya mengukur penjualan lewat influencer.

Dengan adanya AI, para digital marketer tidak perlu kebingungan lagi kalau menemukan kasus seperti itu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, algoritma AI mampu menganalisa ROI yang datanya dari media sosial milik influencer. Nantinya, AI ini akan mengambil data dari audio, visual, dan caption yang menjadi konten milik influencer, lalu digabungkan dengan data performa campaign yang dijalankan, maka AI akan mampu memprediksi hasil ROI yang bisa kamu dapatkan.

Sejauh ini, hasil menggunakan AI sangat menjanjikan. Salah satu penyedia layanan TV streamin, Philo, sudah mencoba menggunakan AI untuk menentukan influencer. Hasilnya, Click Through Rate (CTR) atau klik dari iklan melonjak hingga 172%. Kemudian, subscriber baru yang didapat dari influencer meningkat hingga 10x lipat. Ini membuktikan kalau menggunakan AI tidak hanya memberikan efek awareness saja, tapi penjualan juga ikut naik.

Mencari Jarum di Tumpukan Jerami

cara baru cari influencer

source: Freepik

Tahukah kamu kalau influencer mempunyai dampak yang besar pada konten di media sosial? Di tahun 2018, 75% orang yang mengakses media sosial lari ke konten-konten milik influencer. Di tahun yang sama, berbagai microinfluencer membuat konten sponsor Instagram sebesar 84%. Kalau kamu menemukan konten endorsement di salah satu influencer yang kamu follow, mungkin dia termasuk dari 84% itu.

Dengan banyaknya konten sponsor, menggunakan satu influencer untuk mendongkrak brand adalah kesalahan. Digital marketer harus bekerjasama dengan beberapa influencer agar brand mereka tidak tenggelam dan memiliki dampak yang bagus ke audiens. Selain itu, marketer juga harus bisa menentukan influencer yang cocok sama brand yang diangkat.

Tantangannya ada disitu. Mencari influencer yang cocok ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Dalam ribuan influencer yang ada, menentukan satu yang benar-benar cocok ternyata sangat sulit. Tidak mungkin marketer harus melihat satu-persatu ribuan konten influencer di media sosial untuk menemukan influencer yang performanya sesuai yang diinginkan.

Dengan adanya AI, marketer bisa bernapas lega. Kemampuan deep learning AI tidak hanya mampu menemukan influencer yang memiliki dampak yang besar ke audience. Tapi AI juga bisa menentukan berbagai influencer yang sesuai dengan target audiens, nilai, dan objektif dari campaign yang akan dilakukan. Kemudian, AI akan memberikan hasil berupa influencer yang cocok dengan brand. Dengan begitu, campaign yang akan dilakukan akan lebih cepat, tepat, dan efisien.

Followersnya Asli Apa Bot Ya?

cara baru cari influencer

source: Freepik

DomaiNesia, kamu pernah menemukan selebgram yang followersnya mencapai jutaan orang tapi likes dan komentar di tiap kontennya tidak lebih dari seribu? Hat-hati ya, bisa saja followersnya tidak asli alias bot. Biasanya, influencer untuk mendongkrak nama dan harganya, mereka akan membeli followers. Namun, kelemahannya adalah kualitas konten mereka yang akan turun. Persentase jumlah followers dengan likes dan komentar yang didapat akan berbanding jauh.

Hal itu juga yang menjadi tantangan bagi para marketer. Tidak mungkin marketer akan membuka satu persatu followers dari influencer untuk menentukan itu asli apa bot. Namun, dengan menggunakan cara baru cari influencer pakai AI, para marketer bisa bekerja dengan lebih mudah. Dengan kemampuannya membaca data milik influencer, AI mampu melihat pertumbuhan dari engagements milik influencer. Jika kemudian dibandingkan dengan data jumlah followers, maka AI akan mampu menampilkan data yang akurat mengenai performa influencer.

Kesimpulan

Nah, itu dia manfaat cara baru cari influencer pakai AI. Mungkin jika kamu nantinya atau malah sudah ada yang bergerak di bidang marketing, AI bisa menjadi salah satu alat yang bisa kamu gunakan. Di zaman sekarang yang memiliki influencer sangat banyak, tentu akan sangat sulit menentukan influencer yang cocok sesuai kebutuhan. Jadi, lebih efisien pakai cara lama atau cara baru cari influencer pakai AI, DomaiNesians?

Please rate this

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Komentar