Contoh URL Blog yang SEO-Friendly dan Cara Membuatnya
Contoh URL blog yang baik adalah https://example.com/blog/cara-membuat-website. URL tersebut singkat, menjelaskan isi halaman, memakai tanda hubung sebagai pemisah kata, dan tidak memuat parameter yang tidak diperlukan.
URL yang baik membantu pembaca memperkirakan isi halaman sebelum mengklik. Struktur yang sederhana juga memudahkan pengelolaan website dan membantu mesin pencari memahami hubungan antara alamat halaman dan kontennya. Namun, URL bukan jalan pintas untuk memperoleh peringkat. Kualitas isi, kesesuaian intent, pengalaman pengguna, dan internal link tetap lebih penting.
Belum memahami konsep dasarnya? Baca penjelasan tentang apa itu URL terlebih dahulu. Artikel ini fokus pada cara menyusun URL blog yang praktis dan SEO-friendly.
Apa Ciri URL Blog yang Baik?
URL blog yang baik tidak harus sangat pendek, tetapi harus cukup ringkas, deskriptif, mudah dibaca, dan stabil dalam jangka panjang. Gunakan prinsip berikut saat membuat slug:
- Mewakili topik utama halaman secara akurat.
- Menggunakan kata yang dipahami audiens, bukan kode atau ID acak.
- Memisahkan kata dengan tanda hubung (-), bukan underscore (_).
- Menghindari pengulangan kata kunci yang tidak natural.
- Tidak memasukkan parameter, kategori, atau folder yang tidak diperlukan.
- Menggunakan pola yang konsisten di seluruh website.
- Tetap relevan meskipun judul artikel diperbarui di kemudian hari.
Perlu dibedakan: slug adalah bagian alamat yang biasanya berada paling akhir, sedangkan permalink adalah alamat permanen lengkap suatu halaman. Penjelasan lebih mendalam tersedia dalam panduan memaksimalkan slug.
Contoh URL Blog yang Baik dan Kurang Baik
Artikel tutorial
- Baik: https://example.com/blog/cara-membuat-website
- Kurang baik: https://example.com/blog/post?id=18472&ref=home
Artikel definisi
- Baik: https://example.com/blog/apa-itu-cloud-hosting
- Kurang baik: https://example.com/blog/apa-itu-cloud-hosting-pengertian-cloud-hosting-lengkap
Artikel evergreen
- Baik: https://example.com/tips/optimasi-gambar
- Perlu dipertimbangkan: https://example.com/2026/06/25/tips-optimasi-gambar
Panduan WordPress
- Baik: https://example.com/panduan/mengubah-permalink-wordpress
- Kurang baik: https://example.com/panduan/mengubah_permalink_wordpress_terbaru_banget
Tanggal di dalam URL tidak otomatis buruk. Tanggal dapat dipakai pada situs berita atau arsip yang memang membutuhkan struktur kronologis. Untuk artikel evergreen, tanggal sering tidak diperlukan karena membuat alamat lebih panjang dan kurang fleksibel. Jangan mengubah URL lama hanya untuk menghapus tanggal tanpa menghitung risiko dan menyiapkan redirect.
Cara Membuat URL Blog yang SEO-Friendly
1. Tentukan Topik Utama Halaman
Sebelum menulis slug, rumuskan satu topik utama yang benar-benar dijawab oleh artikel. Slug sebaiknya mencerminkan topik tersebut, bukan seluruh variasi keyword.
Judul: Cara Membuat Website untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
Slug yang cukup: cara-membuat-website
Slug yang berlebihan: cara-membuat-website-untuk-pemula-panduan-lengkap-dari-nol
2. Gunakan Kata yang Deskriptif
Pilih kata yang dapat menjelaskan isi halaman tanpa harus membuka artikelnya. Hindari kombinasi angka, kode produk internal, atau singkatan yang tidak dikenal pengguna, kecuali memang menjadi nama resmi produk atau teknologi.
3. Pisahkan Kata dengan Tanda Hubung
Gunakan contoh-url-blog, bukan contoh_url_blog atau contohurlblog. Tanda hubung membuat batas antarkata lebih jelas bagi pengguna dan mesin pencari.
4. Hindari Keyword Stuffing
Memasukkan keyword utama satu kali sudah cukup apabila tetap natural. Pengulangan seperti “url-blog-contoh-url-blog-terbaik” tidak memberi informasi tambahan dan justru membuat alamat terlihat tidak tepercaya.
5. Gunakan Huruf Kecil dan Pola yang Konsisten
Sebagian server dapat memperlakukan huruf besar dan kecil sebagai alamat berbeda. Menggunakan huruf kecil secara konsisten membantu mencegah variasi URL yang tidak perlu dan memudahkan pengelolaan internal link.
6. Batasi Folder yang Tidak Memberi Konteks
Folder atau subdirectory berguna untuk mengelompokkan konten, misalnya /blog/ atau /panduan/. Namun, struktur yang terlalu dalam dapat membuat alamat sulit dibaca.
Lebih jelas: https://example.com/panduan/install-wordpress
Terlalu dalam: https://example.com/resources/content/tutorial/cms/wordpress/install-wordpress
7. Pastikan Protokol dan Versi URL Konsisten
Gunakan versi HTTPS sebagai alamat utama website dan hindari internal link yang mencampur versi HTTP, HTTPS, www, dan non-www tanpa aturan yang jelas. Untuk memahami fungsi dan perbedaannya, baca perbedaan HTTP dan HTTPS.
Jika kamu masih menyiapkan alamat utama website, kamu dapat mengecek ketersediaan nama domain di DomaiNesia sebelum menetapkan struktur URL dan permalink.
Cara Mengatur Permalink di WordPress
WordPress sudah menyediakan pengaturan permalink bawaan. Kamu tidak memerlukan plugin pemendek URL untuk membuat slug artikel biasa.
Atur Struktur Permalink Global
- Masuk ke dashboard WordPress.
- Buka Settings atau Pengaturan, lalu pilih Permalinks.
- Pilih struktur yang sesuai dengan arsitektur website. Untuk banyak blog, Post name sering menjadi pilihan yang sederhana.
- Klik Save Changes atau Simpan Perubahan.
Peringatan: jangan mengganti struktur permalink global pada website yang sudah aktif tanpa rencana migrasi. Perubahan dapat menghasilkan URL baru untuk banyak halaman sekaligus.
Ubah Slug untuk Satu Artikel
- Buka atau buat artikel di editor WordPress.
- Temukan pengaturan URL atau Permalink pada sidebar dokumen.
- Edit bagian slug agar ringkas dan deskriptif.
- Periksa kembali sebelum artikel dipublikasikan.
Untuk langkah teknis yang lebih spesifik, gunakan panduan cara mengubah permalink pada WordPress.
Jangan Gunakan Plugin Pemendek URL sebagai Pengganti Permalink
Plugin pengelola short link atau redirect dapat berguna untuk kebutuhan kampanye, afiliasi, atau pelacakan. Namun, alat tersebut bukan pengganti pengaturan permalink native WordPress untuk artikel blog. Untuk artikel biasa, buat slug langsung dari editor agar alamat final tetap transparan dan mudah dipahami.
Untuk blog yang akan dipublikasikan dengan WordPress, kamu dapat mempertimbangkan Hosting WordPress DomaiNesia agar pengelolaan website dan permalink tetap terpusat.
Perlukah Mengubah URL Artikel yang Sudah Terbit?
Tidak semua URL yang kurang ideal perlu diubah. URL lama mungkin sudah memiliki internal link, backlink, riwayat ranking, dan kunjungan langsung. Gunakan kerangka keputusan berikut:
Pertahankan URL Lama Jika:
- Halaman sudah memperoleh traffic dan ranking yang stabil.
- URL masih dapat dipahami dan tidak menyesatkan.
- Perbaikan hanya bersifat kosmetik, misalnya ingin memendekkan satu atau dua kata.
- Tim belum siap memperbarui redirect, internal link, canonical, dan sitemap.
Pertimbangkan Mengubah URL Jika:
- URL memuat informasi yang salah atau tidak lagi sesuai dengan topik halaman.
- Terjadi perubahan arsitektur website yang terencana.
- Ada duplikasi URL atau parameter yang menyebabkan beberapa versi halaman bersaing.
- URL lama sangat panjang, penuh kode, atau menghambat konsistensi struktur situs.
Jika URL Diubah, Lakukan Ini:
- Pasang redirect permanen 301 dari URL lama ke URL baru yang paling relevan.
- Perbarui seluruh internal link agar langsung menuju URL baru.
- Pastikan canonical pada halaman baru mengarah ke dirinya sendiri.
- Perbarui sitemap dan hapus URL lama dari daftar URL aktif.
- Periksa redirect chain dan broken link.
- Pantau klik, impresi, indeksasi, dan query melalui Google Search Console.
Checklist URL Blog Sebelum Dipublikasikan
- Apakah slug menggambarkan isi artikel?
- Apakah kata-katanya mudah dibaca?
- Apakah tanda hubung sudah digunakan sebagai pemisah?
- Apakah ada kata yang bisa dihapus tanpa mengubah makna?
- Apakah slug bebas dari pengulangan keyword?
- Apakah struktur folder sesuai dengan pola website?
- Apakah versi HTTPS, www/non-www, dan trailing slash konsisten?
- Apakah URL diperkirakan tetap relevan saat judul artikel diperbarui?
Setelah artikel terbit atau diperbarui secara signifikan, kamu dapat menggunakan panduan submit URL di Google untuk membantu proses pengecekan dan penemuan ulang halaman.
Kesalahan Umum saat Membuat URL Blog
Menyalin seluruh judul ke slug: Judul boleh panjang dan persuasif, sedangkan slug sebaiknya hanya memuat inti topik.
Menganggap keyword di URL menjamin ranking: URL deskriptif membantu pemahaman, tetapi tidak menggantikan konten yang memenuhi search intent.
Mengubah URL setiap kali judul diubah: Judul dan URL tidak harus identik. Pertahankan URL selama masih akurat.
Menghapus kata tanpa mempertimbangkan makna: Slug yang terlalu pendek dapat menjadi ambigu. Ringkas bukan berarti kehilangan konteks.
Menggunakan tanggal untuk semua konten: Tanggal cocok untuk struktur kronologis, tetapi belum tentu diperlukan untuk artikel evergreen.
Mengganti permalink tanpa redirect: Pengunjung dan mesin pencari dapat menemui halaman 404 ketika URL lama tidak diarahkan.
FAQ tentang URL Blog
Berapa panjang URL yang ideal?
Tidak ada jumlah karakter yang wajib. Gunakan URL sesingkat yang masuk akal, tetapi tetap deskriptif. Jangan menghapus kata penting hanya demi mengejar angka tertentu.
Apakah keyword harus ada di URL?
Tidak wajib, tetapi kata yang mewakili topik biasanya membuat URL lebih mudah dipahami. Gunakan secara natural dan hindari pengulangan.
Mana yang lebih baik, tanda hubung atau underscore?
Gunakan tanda hubung (-) untuk memisahkan kata. Pola ini lebih mudah dibaca dan direkomendasikan dalam praktik URL yang ramah pengguna.
Apakah tanggal di URL merusak SEO?
Tidak otomatis. Tanggal dapat relevan untuk berita dan arsip. Untuk konten evergreen, struktur tanpa tanggal biasanya lebih fleksibel. Jangan mengubah URL aktif hanya karena alasan ini.
Bolehkah mengganti URL setelah artikel dipublikasikan?
Boleh jika ada alasan yang kuat dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Terapkan redirect 301, perbarui internal link, canonical, dan sitemap.
Apakah URL harus sama persis dengan judul artikel?
Tidak. Judul dapat dibuat lebih menarik dan lengkap, sedangkan URL cukup mewakili topik utama secara stabil.
Kesimpulan
Contoh URL blog yang baik adalah alamat yang deskriptif, mudah dibaca, konsisten, dan tetap relevan dalam jangka panjang. Gunakan kata yang mewakili topik, pisahkan dengan tanda hubung, hindari keyword stuffing, dan atur permalink melalui fitur bawaan WordPress.
Untuk artikel yang sudah terbit, jangan mengganti URL hanya karena tampilannya kurang sempurna. Lakukan perubahan hanya ketika ada manfaat yang jelas, lalu lindungi pengalaman pengguna dan sinyal SEO dengan redirect 301 serta pembaruan internal link.
mas, kalo mau setting halaman tertentu wordpress saja gimana mas? misalnya halaman kontak atau sejeninsya tidak ingin di inedks di google