• Home
  • Berita
  • DHCP Server: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Perbedaannya

DHCP Server: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Perbedaannya

Oleh Mila Rosyida
DHCP Server: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Perbedaannya 1

DHCP Server membantu perangkat mendapatkan alamat IP dan konfigurasi jaringan secara otomatis. Tanpa mekanisme ini, administrator perlu mengatur alamat IP pada setiap perangkat secara manual, yang tentu kurang praktis ketika jumlah perangkat semakin banyak.

Alamat IP sendiri berfungsi sebagai identitas perangkat dalam jaringan. Jika kamu ingin memahami konsep dasarnya terlebih dahulu, baca pembahasan tentang IP Address dan fungsinya. Saat ini jaringan dapat menggunakan IPv4 maupun IPv6. Kamu juga dapat membaca pembahasan IPv6 di DomaiNesia untuk memahami penggunaannya.

Lalu, apa sebenarnya DHCP Server, bagaimana cara kerjanya, dan apa perbedaannya dengan DHCP Client? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu DHCP Server?

DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengatur pemberian alamat IP dan parameter jaringan kepada perangkat secara otomatis.

Sementara itu, DHCP Server adalah layanan atau perangkat yang menjalankan protokol DHCP untuk menyediakan konfigurasi jaringan kepada DHCP Client. Konfigurasi tersebut dapat mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, DNS Server, hingga masa penggunaan alamat IP atau lease time.

Dengan DHCP Server, administrator tidak perlu memasukkan konfigurasi jaringan satu per satu pada setiap komputer, laptop, smartphone, atau perangkat lain. Pengelolaan jaringan pun menjadi lebih terpusat dan lebih mudah diterapkan ketika jumlah perangkat bertambah.

ilustrasi DHCP Server dalam jaringan
Sumber: Elements Envato

Fungsi DHCP Server

Fungsi utama DHCP Server adalah mengotomatisasi konfigurasi jaringan pada perangkat client. Namun, DHCP tidak hanya membagikan alamat IP.

  • Mendistribusikan alamat IP secara otomatis. DHCP Server memilih alamat IP yang tersedia dari kumpulan alamat atau IP pool untuk digunakan client.
  • Mendistribusikan konfigurasi jaringan. Selain alamat IP, DHCP dapat memberikan subnet mask, default gateway, serta alamat DNS Server.
  • Mengelola masa penggunaan alamat IP. Alamat IP dinamis biasanya diberikan dalam periode tertentu yang disebut lease.
  • Mengurangi risiko IP conflict. Pengelolaan alamat IP secara terpusat membantu mencegah satu alamat IP dialokasikan kepada beberapa DHCP Client secara bersamaan.
  • Mempermudah administrasi jaringan. Perubahan konfigurasi dapat dilakukan dari sisi DHCP Server tanpa harus mengatur setiap perangkat secara manual.
Baca Juga:  6 Update Local SEO untuk Tahun 2022

Cara Kerja DHCP Server

Ketika sebuah perangkat baru terhubung ke jaringan dan belum memiliki konfigurasi IP, DHCP Client akan berkomunikasi dengan DHCP Server. Proses awal ini umumnya dikenal dengan istilah DORA, yaitu Discover, Offer, Request, dan Acknowledge.

1. DHCP Discover

DHCP Client mengirimkan pesan DHCPDISCOVER untuk mencari DHCP Server yang tersedia di jaringan. Pada tahap ini, client belum mengetahui alamat IP yang dapat digunakan.

2. DHCP Offer

DHCP Server yang menerima permintaan tersebut dapat membalas dengan pesan DHCPOFFER. Pesan ini berisi penawaran konfigurasi jaringan, termasuk alamat IP yang dapat digunakan oleh client.

3. DHCP Request

Setelah menerima penawaran, DHCP Client mengirimkan DHCPREQUEST untuk meminta konfigurasi yang dipilih. Pesan ini juga membantu DHCP Server lain mengetahui penawaran mana yang diterima oleh client apabila terdapat beberapa DHCP Server.

4. DHCP Acknowledge

DHCP Server yang dipilih kemudian mengirimkan DHCPACK sebagai konfirmasi. Setelah konfigurasi diterima, client dapat menggunakan alamat IP dan parameter jaringan tersebut selama masa lease yang berlaku.

cara kerja DHCP Server melalui proses DORA

Ketika masa lease mendekati batasnya, DHCP Client dapat meminta perpanjangan sehingga alamat IP tidak harus selalu berubah setiap kali perangkat tetap berada di jaringan yang sama.

Keuntungan Menggunakan DHCP Server

DHCP Server sangat membantu terutama pada jaringan dengan banyak perangkat karena administrasi alamat IP tidak perlu dilakukan satu per satu.

  • Konfigurasi alamat IP menjadi lebih cepat dan praktis.
  • Pengelolaan alamat IP dapat dilakukan secara terpusat.
  • Alamat IP yang sudah tidak digunakan dapat dialokasikan kembali kepada perangkat lain.
  • Kesalahan konfigurasi manual dan risiko penggunaan alamat IP yang sama dapat dikurangi.
  • Dapat digunakan pada jaringan dengan jumlah perangkat yang terus berubah.
  • Administrator dapat membuat alokasi tertentu agar perangkat mendapatkan alamat IP yang konsisten.

Jika perangkat tertentu membutuhkan alamat IP yang lebih konsisten tetapi tetap ingin dikelola melalui DHCP, kamu dapat menggunakan mekanisme reservasi atau static lease. Simak cara konfigurasi DHCP Static Lease di Ubuntu untuk melihat contoh penerapannya.

Baca Juga:  Mengenal Incognito Mode: Rahasia Browsing Tanpa Jejak!

Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client

DHCP Server dan DHCP Client memiliki peran yang saling melengkapi. DHCP Server menyediakan dan mengelola konfigurasi jaringan, sedangkan DHCP Client adalah perangkat atau layanan yang meminta konfigurasi tersebut.

Sederhananya, server memiliki kumpulan konfigurasi yang dapat diberikan, sementara client meminta konfigurasi agar dapat berkomunikasi dengan jaringan sesuai pengaturan yang diterimanya.

Sebagai contoh, saat laptop terhubung ke jaringan WiFi, sistem operasi laptop dapat bertindak sebagai DHCP Client. Router atau server jaringan kemudian dapat bertindak sebagai DHCP Server yang memberikan alamat IP, gateway, dan DNS.

Untuk pembahasan lebih mendalam dari sisi client, kamu dapat membaca artikel fungsi DHCP Client.

Penerapan DHCP di Server dan VPS

DHCP tidak hanya dapat dijalankan melalui perangkat router. Pada lingkungan tertentu, administrator juga dapat menjalankan layanan DHCP menggunakan sistem operasi server seperti Linux. Penerapannya perlu disesuaikan dengan topologi jaringan, interface, subnet, serta dukungan jaringan yang digunakan.

Jika ingin mempelajari praktiknya pada Ubuntu, kamu dapat mengikuti panduan mengatur DHCP di VPS Ubuntu. Untuk kebutuhan server Linux, aplikasi, atau eksperimen administrasi server lainnya, kamu juga dapatmelihat pilihan Cloud VPS DomaiNesia.

Butuh Server Virtual dengan Kontrol Lebih Fleksibel?
Gunakan Cloud VPS DomaiNesia untuk menjalankan website, aplikasi, dan berbagai kebutuhan server yang membutuhkan kontrol konfigurasi lebih luas.

Lihat Paket Cloud VPS Turbo Indonesia

Baca Juga: Remote Server: Mengelola Server di Mana Pun dan Kapan Pun

Kesimpulan

DHCP Server adalah layanan yang menggunakan protokol DHCP untuk memberikan alamat IP serta konfigurasi jaringan kepada DHCP Client secara otomatis. Dengan mekanisme ini, administrator dapat mengelola alamat IP secara lebih terpusat tanpa harus mengatur setiap perangkat secara manual.

Proses awal pemberian konfigurasi umumnya berlangsung melalui DHCP Discover, DHCP Offer, DHCP Request, dan DHCP Acknowledge. DHCP juga dapat memberikan parameter lain seperti subnet mask, default gateway, DNS Server, serta masa lease alamat IP.

Karena pengelolaannya lebih otomatis, DHCP Server sangat berguna pada jaringan yang memiliki banyak perangkat maupun perangkat yang sering terhubung dan terputus dari jaringan.

Baca Juga:  Pengertian Mailing List dan Manfaatnya dalam Era Digital
Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya