Tindak Nyata Kartini Masa Kini

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Kehidupan perempuan pada zaman penjajahan Belanda tidak sebebas saat ini, bahkan bisa dikatakan terpenjara. Itu pula yang dialami oleh pelopor emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini. Di usia yang masih sangat muda, beliau harus dipingit, mengikuti adat dan budaya saat itu. R.A Kartini dan perempuan lain pada zaman tak hanya terpenjara secara jasmani, tetapi juga terpenjara secara pemikiran. Sungguh baik jika perempuan mengabdi pada suami dan keluarganya. Tidak perlu sekolah, cita-cita tinggi, atau bekerja dan menduduki posisi tinggi. Tidak perlu menguasai ilmu-ilmu pengetahuan, cukup diam di rumah mengurus diri sendiri dan keluarga.

R. A Kartini berasal dari keluarga bangsawan. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro adalah bupati yang senang dengan kemajuan. Pola didik yang memperbolehkan anak-anaknya, baik perempuan maupun laki-laki, ditanamkan hingga ke generasi R. A. Kartini. Selain karena keluarga bangsawan, pola didik tersebut yang akhirnya mengantar Kartini kecil duduk di bangku sekolah. Dari situ, ia ingin semua perempuan pada zamannya juga bisa membaca dan menulis, hingga ia bisa mendirikan sekolah untuk perempuan.

Perempuan Milenial di Zaman Digital

Meskipun pola pikir tentang kesetaraan gender di Indonesia masih harus diperbaiki, prestasi perempuan milenial sudah diapresiasi dan dibanggakan. VOA Indonesia, dalam artikelnya yang berjudul Perempuan dan Generasi Milenial Dominasi Sektor Kewirausahaan Sosial di Indonesia mengatakan bahwa, 40 persen dari usaha sosial dipimpin oleh perempuan dan 69 persen pekerja usaha sosial juga didominasi oleh kaum hawa. Perempuan milenial sudah dipercaya menjadi seorang pemimpin dan mendapat pendidikan tinggi. Semakin berkembangnya dunia, kini perempuan milenial justru semakin melebarkan sayapnya ke sektor-sektor dan industri. Hebatnya, perempuan-perempuan yang menjabat sebagai pemimpin di perusahaannya juga merupakan seorang istri dan ibu.

perempuan milenial
Sumber: Pixbay

Organisasi dan komunitas yang menyuarakan aspirasi perempuan pun sudah banyak bermunculan. Demi kemajuan bangsa Indonesia, organisasi dan komunitas tersebut berupaya supaya perempuan milenial Indonesia menemukan jati dirinya dan menumbuhkan kepemimpinannya. Seorang perempuan yang juga adalah seorang ibu, Artin Wuriyani, adalah CEO dari Selena Leisure Start Up Business. Beliau adalah salah satu pemimpin perempuan milenial yang memiliki banyak prestasi di bidang bisnis, kini memimpin generasi milenial di perusahaannya. Startup tentu saja berkaitan dengan dunia digital. Tidak banyak perempuan yang terjun ke dunia digital sebelum akhirnya istilah startup itu dikenal. Bagi beliau, belajar tidak mengenal waktu dan usia. Latar belakang pendidikan yang bukan berasal dari dunia teknologi, tidak dijadikannya sebagai sebuah batu sandungan.

Baca juga: Bekerja Jadi Freelance? Cari Tahu Plus Minusnya Dulu!

Percaya Diri dan Keep Doing Your Best

Selena adalah bisnis yang bergerak di bidang traveling. Selena menyediakan berbagai macam kegiatan untuk anak-anak milenial menghabiskan waktu luangnya. Ibu Artin ingin anak-anak milenial juga memahami Indonesia. Ada banyak pedesaan yang menurutnya sangat berpotensi untuk menjadi tempat wisata, namun tidak semua pedesaan tersebut diketahui oleh banyak orang. Anak-anak milenial yang berlibur ke luar negeri bukan lagi menjadi hal yang jarang terjadi. Di sinilah Ibu Artin mengemukakan visinya. Ia berharap, anak-anak milenial tahu seluk beluk tentang Indonesia, negara tempat tinggal kita semua. Baginya, Indonesia tak kalah indah dengan destinasi liburan di negara-negara tetangga.

srikandi digital
Inset: Artin Wuriyani, CEO SelenaGo

Menjadi seorang CEO dan konsultan bisnis perempuan di beberapa perusahaan bukanlah hal mudah. Ibu Artin tidak pernah mendengarkan stigma atau penilaian seseorang terhadapnya sebagai seorang perempuan. Beliau mengatakan bahwa, jika kita terlalu mendengarkan apa kata orang, hal itu tidak akan membuat diri kita maju. Percaya diri dan keep doing your best adalah kuncinya. Tidak semua orang bisa menyukai kita, oleh karena itu, kita harus melakukan yang terbaik. Setelahnya orang-orang diluar yang akan melihat apa saja yang sudah kita lakukan. Apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang konkrit, sesuatu yang tidak bisa hanya dilihat dengan kacamata berlabel stigma.

Melalui Selena, Ibu Artin memberikan wadah untuk anak-anak milenial bekerja sesuai dengan passionnya. Beliau ingin membantu anak-anak milenial mengubah hobi menjadi sesuatu yang menguntungkan dan menghasilkan. Sementara ketika ditanya perihal CEO perempuan milenial di dunia digital tanpa latar belakang teknologi, beliau mengatakan bahwa sampai saat ini pun ia masih belajar dan akan terus belajar. Seperti yang sebelumnya sudah disampaikan, menurutnya belajar tidak mengenal usia. Untuk Hari Kartini, beliau menyampaikan, memberi tidak hanya dalam bentuk barang, tetapi pengetahuan juga harus dibagi. Sama seperti Kartini yang ingin sesamanya perempuan mendapatkan ilmu seperti dirinya, Ibu Artin memandang pekerjaannya sebagai sebuah amanah. Di mana ia membantu orang lain memperkaya ilmu dan pengetahuan.

Kesimpulan

Dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, di dunia digital mulai hadir sosok perempuan yang berperan penting dalam pengembangan sebuah bisnis. Komunitas dan organisasi yang mendukung peran penting perempuan milenial di dunia teknologi pun sudah banyak didirikan. Demi kemajuan bangsa Indonesia, organisasi dan komunitas tersebut berupaya supaya perempuan milenial Indonesia menemukan jati dirinya, menumbuhkan kepemimpinannya dan mendobrak stereotip gender.

Bisnis yang serba digital tidak menyurutkan semangat Kartini yang ada pada Ibu Artin Wuriyani, CEO Selena, untuk berbagi ilmu kepada orang yang memerlukan. Ibu Artin dan DomaiNesia percaya bahwa setiap orang bisa mengembangkan potensinya dengan digital presence. Bagaimana dengan kamu, DomaiNesians? Ingat, kuncinya adalah percaya diri dan lakukan yang terbaik. Jadi, jangan takut untuk memulai hal-hal baru, ya.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!