• Home
  • Berita
  • Lengkap, Kupas Tuntas Pengertian Segmentasi Pasar hingga Contohnya!

Lengkap, Kupas Tuntas Pengertian Segmentasi Pasar hingga Contohnya!

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Jika kamu berkecimpung di dunia marketing, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah segmentasi pasar. Segmentasi pasar adalah langkah awal untuk memulai sebuah bisnis. Sayangnya saat ini banyak pemula justru mengesampingkan langkah krusial ini, sehingga bisnis menjadi kurang fokus karena tidak memiliki target spesifik dan hanya ikut-ikutan tren jual produk saja. Wah kamu tidak mau kan seperti itu? 

Nah untuk mengetahui berbagai informasi mulai dari pengertian, tujuan segmentasi pasar, manfaat, jenis, hingga contoh segmentasi pasar kamu sudah menemukan artikel yang tepat. Disini DomaiNesia akan mengupas tuntas segmentasi pasar untuk kelangsungan bisnismu. Simak pembahasannya hingga akhir ya!

Apa itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah sebuah strategi marketing yang dilakukan untuk memetakkan target pasar menjadi kelompok atau bagian yang lebih kecil. Segmentasi ini bisa berdasarkan demografi, karakteristik, kebutuhan, maupun perilakunya. Bisa dikatakan, dengan segmentasi ini perusahaan dapat menentukan dan mengetahui target konsumen mana yang tepat untuk bisnisnya.

Sumber: Envato

Dengan demikian, bisnis diharapkan bisa memberikan hasil secara optimal dan memiliki efektifitas pemasaran yang tinggi. Selain untuk pemasaran, segmentasi juga dapat membantu perusahaan untuk mengelola produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sehingga produk yang dihasilkan dapat memuaskan dan memenuhi kebutuhan mereka. Lalu apakah kamu penasaran dengan tujuan segmentasi pasar apa lagi? Simak penjelasannya setelah ini. 

Baca juga: Lengkap, Cara Membuat Marketing Plan untuk Bisnismu!

Tujuan Segmentasi Pasar

Pada intinya tujuan segmentasi pasar adalah untuk memaksimalkan pemasaran produk dengan fokus pada segmen tertentu saja sehingga penjualan semakin meningkat. Namun masih ada beberapa tujuan segmentasi pasar yang lain. Apa saja? Ini dia jawabannya.

1. Meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik

Pelayanan adalah satu hal yang dapat mempengaruhi penjualan. Bayangkan saja jika pelayanan yang diberikan pada suatu perusahaan buruk, apakah kamu mau membeli produknya lagi? Pasti tidak kan? 

Untuk itu dengan adanya segmentasi ini dapat membantu kamu untuk memahami segala kebutuhan konsumen mu karena kamu sudah mengerti apa saja yang mereka butuhkan dan juga solusi apa yang akan kamu berikan. Dengan begitu kamu mampu mengkomunikasikan produk mu kepada konsumen otomatis tingkat pelayanan juga semakin membaik. 

2. Mengenali kompetitor bisnis

Salah satu tujuan segmentasi pasar adalah untuk mengenali kompetitor bisnis mu. Pasalnya, ketika kamu sudah mengetahui segmen mana yang akan digeluti, maka kamu juga akan melihat siapa saja kompetitornya. Hal ini bisa kamu jadikan acuan dasar untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat. Kamu dapat mempelajari, mencontoh, dan mengevaluasi berbagai taktik pemasaran dalam menarik minat konsumen dari kompetitor mu tadi.

3. Menghasilkan produk yang sesuai

Jika kamu sudah mengetahui segmen pasar maka kamu sudah bisa mengetahui kebutuhan seperti apa yang diinginkan. Hal ini bisa membuat kamu menghasilkan produk yang sesuai dan menghasilkan solusi yang tepat.

4. Lebih mudah jika melakukan perubahan di pasar

Pemasaran produk memang sifatnya dinamis karena selalu mengikuti kebutuhan pasar. Nah jika kamu sudah memiliki pengelompokkan pasar ini maka kamu dapat dengan mudah melakukan perubahan yang berfokus pada segmentasi yang sudah dilakukan.

5. Meningkatkan efektivitas

Terakhir, tujuan segmentasi pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas strategi pemasaran produk maupun jasa yang ditawarkan. Sebab, dengan adanya pengetahuan akan target konsumen, proses marketing suatu bisnis akan jauh lebih terarah, mulai dari promosi, produksi, distribusi, dan lain sebagainya.

Manfaat Segmentasi Pasar

Apakah tujuan segmentasi pasar sama dengan manfaat segmentasi pasar? Untuk mengetahui jawabannya kamu harus membaca manfaat segmentasi pasar berikut ini.

  1. Pengembangan produk lebih baik. Manfaat segmentasi pasar yang pertama yaitu pengembangan produk yang lebih baik karena kamu sudah mengetahui kebutuhan dan keinginan dari konsumen mu.
  2. Mempermudah perusahaan mengatur produk maupun jasa yang ditawarkan. Manfaat segmentasi pasar berikutnya yaitu memudahkan perusahaan untuk mengatur produk dan jasa karena sudah mengetahui siapa saja dan apa saja kebutuhannya.
  3. Membantu perusahaan fokus terhadap kelompok target konsumen tertentu saja. Kamu bisa berfokus terhadap segmen yang sudah kamu tentukan sehingga kamu tidak perlu membuang banyak waktu untuk konsumen yang tidak tertarik dengan produk mu.
  4. Meningkatkan branding produk adalah manfaat segmentasi pasar berikutnya karena konsumen akan merasa nyaman dan dipahami kebutuhannya, pasalnya kamu hanya berfokus pada kelompok tertentu saja. 
  5. Menjaring konsumen yang tepat merupakan manfaat segmentasi pasar yang bisa kamu rasakan. Dengan berbagai cara menjaring konsumen yang tepat sesuai dengan berbagai hal yang sudah ditentukan maka kamu akan mendapatkan kelompok konsumen yang memang tertarik dengan produk yang kamu tawarkan.
  6. Meningkatkan profit dapat kamu rasakan jika memanfaatkan pembagian pasar. Manfaat segmentasi pasar ini akan kamu rasakan karena kamu dapat menawarkan produk mu dengan mudah ke orang yang memang tepat dan berminat sehingga otomatis keuntungan akan meningkat. 

Baca juga: Pentingnya 5+ Jenis Iklan Online Ini Untuk Menaikkan Cuan Dalam Bisnismu!

segmentasi pasar
Sumber: Envato

Jenis Segmentasi Pasar

Ada 5 jenis segmentasi pasar yang digunakan oleh berbagai perusahaan. Berikut adalah jenis segmentasi pasar yang ada saat ini.

1. Segmentasi Perilaku

Segmentasi perilaku atau behavior segmentation adalah pembagian pasar menjadi kelompok kecil berdasarkan pada pola kebiasaan konsumen dalam menghabiskan waktu dan uang mereka. konsumen di dalam satu segmen seharusnya mirip dalam hal keinginan, sumber daya, sikap pembelian, dan praktik pembelian mereka. Jenis segmentasi pasar ini memungkinkan kamu untuk mengembangkan produk yang lebih bertarget. 

Contoh segmentasi pasar berdasarkan perilaku yaitu pada pemasaran kopi ternama yaitu Starbucks. Starbucks menggunakan jenis segmentasi pasar ini berdasarkan gaya hidup dan juga pendapatan pelanggannya. Segmentasi dari Starbucks yaitu usia Dewasa, memiliki penghasilan menengah ke atas, dan memilih tempat bekerja yang nyaman dan kondusif. Tidak heran jika Starbucks berani untuk memasang harga yang tinggi jika dibandingkan dengan coffee shop lain.  Email marketing dan juga notification promo pada aplikasi mobile nya bertujuan untuk memastikan pelanggannya royal dan juga kembali memesan produknya.

2. Segmentasi Demografis

Selanjutnya jenis segmentasi pasar adalah segmentasi demografis. Dimana pengelompokan konsumen berfokus terhadap aspek-aspek rincian persona seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, status menikah, dan lain sebagainya. Untuk mempersempit lingkup, segmentasi demografis digabungkan dengan jenis lain. 

Contoh segmentasi pasar yang menerapkan jenis demografis adalah Aqua. Dimana Aqua menyasar seluruh pasar di Indonesia. Tidak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Sementara dari sisi demografis, Aqua menargetkan semua kalangan dan semua jenis kelamin. Karena aman untuk dikonsumsi semua kalangan.

3. Segmentasi Psikografis

Berikutnya dalam jenis segmentasi pasar ada segmentasi psikografis. Jenis segmentasi ini lebih cenderung berhubungan dengan aspek psikologis konsumen. Umumnya, pelaksanaan segmentasi ini cukup rumit lantaran kamu harus memahami selera target konsumen secara mendalam. Untuk itu, kamu bisa memanfaatkan survei seperti pembagian kuesioner agar dapat mengetahui preferensi sebenarnya dari konsumen terkait, seperti gaya hidup, hobi, ketertarikan, dan semacamnya.

Contoh segmentasi pasar berdasarkan psikografis yaitu dilakukan oleh Apple. Siapa yang tidak kenal Apple? Brand yang digadang-gadang menjadi produk terbaik bagi pencintanya. Apple menjadi contoh segmentasi pasar psikografis karena produk Apple ditargetkan secara khusus untuk kelompok dan bisnis yang berbeda. Nah bisa dilihat juga bahwa Apple memiliki target konsumen dengan kelas sosial menengah ke atas serta brand ini mampu menyesuaikan gaya hidup konsumennya.

4. Segmentasi Geografis

Lalu dalam jenis segmentasi pasar ada segmentasi geografis. Segmentasi geografis adalah pengelompokan konsumen menurut aspek lokasi seperti tempat tinggalnya. Segmentasi satu ini tentu tidak kalah penting dari lainnya mengingat kebutuhan maupun kegunaan suatu produk dan jasa selalu akan berbeda-beda tergantung pada lokasi, kepadatan penduduk, maupun cuaca. Siapa perusahaan yang menggunakan jenis segmentasi ini?

Yups, McDonald’s menjadi contoh segmentasi pasar berdasarkan geografis. McDonald’s mampu beradaptasi dengan pasar yang dituju. Misalnya saja outlet yang ada di Indonesia yang menyediakan menu nasi yang tidak terdapat pada negara lain. McDonald’s memahami bahwa makanan pokok di Indonesia adalah nasi maka dari itu pihak McDonald’s dapat menyesuaikan itu. Selain itu McDonald’s  juga tidak menghadirkan menu yang tidak berbahan baku sapi di India, karena McDonald’s menghargai negara India yang mayoritas beragama Hindu. 

5. Segmentasi Firmografis

Selain keempat jenis segmentasi diatas, jenis segmentasi terakhir adalah segmentasi berdasarkan firmografis. Segmentasi firmografis dapat membantu perusahaan dalam memposisikan produk dan layanannya dengan mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kondisi sebuah perusahaan. Segmentasi firmografis juga dapat membantu perusahaan untuk menargetkan klien dan membuat produk yang sesuai dengan pasar mereka.

Umumnya, segmentasi firmografis hanya digunakan oleh bisnis atau perusahaan B2B atau Business to Business. Contoh segmentasi firmografis adalah Mastercard. Mastercard menargetkan usaha kecil. Dengan segmentasi yang diterapkan maka pihak Mastercard sudah bisa menentukan pelanggan berikutnya yang akurat. 

Baca juga: Cost Per Lead: Pengertian, Tips, dan Cara Menghitungnya

segmentasi pasar
Sumber: Envato

Yuk Mulai Terapkan Segmentasi Pasar Agar Penjualan mu Semakin Meningkat!

Menjalankan sebuah bisnis diperlukan berbagai tahapan dan strategi yang tepat. Salah satunya dengan melakukan pengelompokkan pasar yang bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen secara spesifik dan dapat mengikuti perubahan pasar yang bersifat dinamis. Segmentasi ini menjadi hal penting yang perlu kamu lakukan agar produk bisa terdistribusi dengan baik sekaligus mengoptimalkan strategi pemasaran yang sudah kamu lakukan.

Kamu bisa memilih jenis segmentasi pasar mana yang akan kamu gunakan, dan bahkan kamu bisa menggabungkannya secara bersamaan. Banyak perusahaan ternama juga yang bisa dijadikan contoh strategi marketing yang akan kamu gunakan seperti Starbucks yang memilih jenis segmentasi pasar perilaku dan McDonald’s yang memilih jenis segmentasi pasar demografis. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menerapkannya, maka dari itu yuk coba terapkan dari sekarang!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!