• Home
  • Tips
  • Cara Membangun Brand Digital yang Awet

Cara Membangun Brand Digital yang Awet

Oleh Argadahana
No ratings yet.
cara membangun brand digital yang awet

Bagaimana cara membangun brand digital yang awet ketika model bisnis, teknologi dan perilaku konsumen berubah? Kuncinya adalah, brand atau merek yang mampu bertahan adalah sebuah merek yang mampu beradaptasi.

Hampir setiap perusahaan mendedikasikan sumber daya untuk memperkuat merek mereka. Namun sedikit yang menyadari satu hal penting yaitu: bagaimana melindunginya?

Dari Brand Tradisional ke Brand Digital

Sepanjang sejarah, perubahan pada peringkat merek terkenal di dunia terjadi dengan lambat. Mari kita mundur sejenak sejak periode 1950-an yang menunjukkan bahwa ranking merek yang ada di dunia tidak banyak berubah. Tren ini kemudian berlanjut pada dekade 2000 hingga 2010 yang menunjukkan hanya ada dua merek tercungkil dari daftar 10 merek tertinggi di dunia.

Pada periode selanjutnya, tren ini ternyata berubah cukup besar. Hanya ada setengah dari daftar tersebut yang tersisa hingga tahun 2019. Era internet ternyata cukup banyak membuat perubahan. Merek atau brand menjadi lebih tidak tahan lama karena perubahan perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini membawa dampak kepada merek-merek tradisional.

Disisi lain, perubahan ini tidak menimbulkan dampak yang berarti untuk sebagian merek. Salah satunya adalah Coca-Cola. Coca-Cola merupakan sebuah merek yang tergolong paling bernilai di dunia dan sudah ada sejak 1892.

Belajar dari Coca-Cola, apa sebenarnya yang membuat sebuah merek atau brand mampu bertahan ditengah erosi zaman? Bahkan ketika model bisnis, teknologi, dan perilaku konsumen berubah drastis?

Sekali lagi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kunci dari daya tahan adalah adaptasi, bahkan untuk brand yang sangat tua sekalipun seperti Coca-Cola.

Brand Digital HBR
source: hbr.org

Membangun Brand Digital dengan MACE Framework

Pada tulisan yang dibuat oleh William dan David Collis pada Harvard Business Review, mereka menjelaskan mengenai framework MACE. Framework ini akan menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan sebuah brand digital agar mampu beradaptasi lebih lama.

Mastery

Penjelasan dari mastery atau penguasaan adalah, ketika sebuah brand mampu memberikan keunggulan atau ganjaran ketika customer menggunakan produk atau terlibat dalam konten.

Accessibility

Buat brand milikmu mudah untuk diakses atau diterima banyak orang. Secara mudahnya, kamu bisa mengikuti tiga aturan sederhana ini:

  1. Buat produk kamu yang berada pada entry-level dengan harga murah atau bahkan gratis.
  2. Distribusikan produk yang kamu miliki di berbagai kanal distribusi.
  3. Buat produk dan pasarkan kepada para konsumen pemula atau generasi yang lebih muda.

Cadence

Sebuah brand digital harus memiliki iramanya tersendiri. Hal ini berarti sebuah brand harus secara konstan membuat berita atau konten seputar brand tersebut. Untuk lebih jelas, kamu bisa mengikuti beberapa aturan berikut ini:

  1. Secara konsisten membuat konten mengenai produk.
  2. Memaksimalkan aset untuk promosi, misalnya memotong-motong video berdurasi panjang dengan tujuan membuat video pendek untuk konten yang lebih singkat.
  3. Pancing konsumen untuk membuat konten mengenai produk kamu.
  4. Selalu berkomunikasi dengan konsumen meskipun produk kamu gagal atau membuat sebuah kesalahan. 

Ensnarement

Ensnarement berarti perbudakan, sebuah kata yang mungkin terdengar sedikit kolonial. Makna kata ini sedikit banyak bisa diartikan sebagai ketergantungan. Sebagai sebuah brand digital yang mampu beradaptasi, berarti memiliki sebuah daya tarik yang membuat konsumen sangat bergantung ketika menggunakan produknya.

Penerapan Framework MACE

Gratis Ongkos Kirim Grab

Salah satu penerapan mastery yang dilakukan brand digital yang ada disekitar kita adalah fitur bebas ongkos kirim yang diterapkan oleh Grab. Grab memberikan promo bebas biaya antar untuk pesan makanan ketika telah mencapai nominal tertentu. Hal ini membuat konsumen akan sedikit banyak berupaya untuk memenuhi minimal pembelian yang telah ditentukan.

Belajar dari Burger King

Burger King tidak sekedar restoran burger biasa. Salah satu merek dunia ini terbukti mampu bertransformasi menjadi sebuah brand digital yang baik. Penerapan accessibility dilakukan dengan baik karena konsumen bisa memperoleh produk mereka menggunakan banyak kanal distribusi. Tidak hanya pembelian in-store namun juga melalui ojek online, maupun pesan antar menggunakan aplikasi mobile milik Burger King.

Source: bkdelivery.co.id

Dan salah satu produk yang tergolong entry-level adalah produk beef burger murah yang dirilis untuk menarik konsumen pemula yang hanya seharga 10 hingga 15 ribuan. Cukup jauh jika dibandingkan dengan harga produk Burger King lain yang berada diatasnya.

Follow Instagram Kami

Salah satu hal yang telah dilakukan DomaiNesia sejak awal adalah memberikan informasi mengenai produk, yang bisa DomaiNesians dapatkan pada halaman panduan. Atau DomaiNesians juga bisa memperoleh informasi lain melalui media sosial Instagram dan YouTube. Kanal-kanal ini tidak hanya ditujukan sebagai media promosi, namun juga untuk menampung pertanyaan yang ingin diajukan terkait produk DomaiNesia. Dengan kanal-kanal inilah DomaiNesia berusaha untuk menciptakan irama (cadence) tersendiri untuk DomaiNesians.

Bangun Seperti LEGO

Jika kamu merupakan seorang pecinta LEGO, tentunya kamu akan mudah untuk memahami contoh yang akan diberikan ini. LEGO membuat produknya dapat diaplikasikan meskipun setiap seri memiliki tema yang berbeda. Kamu tentunya tidak akan kesulitan untuk menyatukan bagian bata yang dimiliki oleh seri Star Wars dengan Marvel misalnya (meskipun akan sedikit terlihat absurd). Design bata atau brick LEGO yang sama satu sama lain yang memungkinkan hal tersebut terjadi.

LEGO juga menerapkan strategi penjualan produk secara terpisah atau skala kecil. Yang memungkinkan untuk konsumen merasa selalu “ketergantungan” ketika melengkapi koleksinya.

Kesimpulan

Menjadi sebuah brand digital yang mampu bertahan ditengah gerusan zaman memang tidak mudah. Proses adaptasi adalah hal yang penting dipahami oleh brand agar posisi mereka tetap berada di hati masyarakat. Brand wajib memahami bahwa model bisnis, teknologi dan perilaku konsumen secara konstan berubah.

Argadahana

Mass communication enthusiast, currently finishing MBA @UGM. Got critics, suggestions, or want to discuss this topic more? Feel free to hit me on my social accounts. :D

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!