Tips Mendapatkan Peringkat Dengan Google SERP Snippet5 min read

Untuk mendapatkan peringkat di Google, tentu kamu harus memperbarui semua fitur Google ke versi yang paling baru sepanjang waktu. Buat kamu yang bergelut di dunia SEO pasti memperhatikan bahwa Google terus-menerus mengubah fitur-fiturnya. Oleh karenanya, kamu harus mempelajari bagaimana fitur-fitur tersebut bekerja, sehingga kamu tidak kehilangan peringkat. Selagi kamu mempelajari fitur-fitur baru milik Google, jangan lupakan kompetitor ya, DomaiNesians. Kamu harus tetap mengawasi kompetitor. Hasil pencarian yang ditampilkan oleh Google saat ini lebih dari sekedar tautan biasa. Snippet adalah hal pertama yang dilihat sebagian besar orang saat mencari kata atau frasa. Fitur ini menjadi semakin populer setiap tahun.

Sekarang pertanyaannya adalah, mengapa Google Snippet bisa begitu populer? Salah satunya karena fitur tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban yang dicari dengan cara yang cepat, nyaman, dan mudah dibaca. Kamu juga pasti tahu, bahwa pengguna tidak perlu mengklik apapun untuk menemukan apa yang dicari. Google Snippet tidak hanya memudahkan banyak orang. Cuplikan yang ditampilkan, memberi peluang untuk pemasar mengalahkan pesaing, meningkatkan konversi, dan mengarahkan lalu lintas ke website. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh HubSpot, yang menunjukkan bahwa konten yang ditampilkan di Snippet mendapat CTR dua kali lebih tinggi.

Apa Itu Google Snippet?

Sadar atau tidak, kamu pasti sudah pernah melihat fitur ini. Snippet adalah cuplikan dari hasil pencarian kamu di Google. Posisi yang diduduki oleh Snippet sering kali disebut dengan posisi nol, karena Snippet adalah fitur yang paling memerlukan banyak ruang di halaman hasil pencarian. Snippet biasanya ada di bagian paling atas halaman. Google akan memberikan hasil atau jawaban pertanyaan kamu dengan cuplikan yang berisi informasi. Biasanya, Google akan menampilkan cuplikan dari konten yang memang ada di peringkat satu, tetapi bisa juga menampilkan jawaban dari konten yang memiliki peringkat bawah. Snippet ini membuat pengguna mencari jawaban lebih mudah dari sebelumnya, karena kamu tidak perlu mengklik apapun untuk membaca informasinya.

Menurut Ahrefs, 99% konten dengan fitur Google Snippet akan ada di peringkat 10 teratas pencarian Google. Namun, Getstat mengatakan bahwa 70% Snippet berasal dari website yang sebenarnya tidak berada di posisi teratas pencarian Google. Jadi, jika kamu tidak memiliki peringkat yang tinggi, ini adalah kabar baik. Kamu masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan peringkat dengan fitur Google Snippet. Apalagi jika website kau fokus pada konten-konten DIY, kesehatan, atau keuangan. Kamu pasti bisa mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dari konten industri lainnya. Ahrefs menemukan bahwa permintaan pencarian dengan kata-kata berikut memiliki peluang lebih baik untuk ditampilkan dengan fitur Snippet. Kata-kata yang dimaksud adalah resep, terbaik, Vs. (versus), membuat, dan definisi.

Google Snippet

Sumber: Pixabay

Tips #1. Gunakan Google Untuk Mengungkap Peluang Snippet

Salah satu cara terbaik adalah dengan memposisikan diri seperti audiens atau pengguna Google. Kira-kira pertanyaan apa yang dicari oleh banyak orang? Kamu bisa mencoba untuk menempatkan diri sebagai pemasar yang baru mengenal pemasaran digital. Kamu bisa saja kurang tahu tentang beberapa istilah umum terkait pemasaran digital. Ada banyak kata dan istilah yang ada di dunia pemasaran yang mungkin akan membingungkan. Untuk pencarian yang terkait definisi atau arti kata, Google Snippet akan hadir dalam bentuk paragraf. Snippet tidak hanya ada dalam bentuk paragraf. Namun ada beberapa hasil yang ditampilkan dalam bentuk daftar (list) atau langkah-langkah (steps).

Kamu juga bisa mendapatkan ide di bagian “People also ask”. Bagian tersebut menampilkan pertanyaan yang terkait dengan pencarian yang kamu lakukan. Kamu juga bisa melihat cuplikan hasil untuk setiap kueri di “People also ask”, kamu hanya perlu klik tanda panah ke bawah yang ada di sebelah kanan, dan kamu bisa membaca potongan hasil dari pertanyaan terkait. Ini adalah cara cepat untuk mengidentifikasi pesaing dan ide konten dalam satu langkah sederhana.

Tips #2. Gunakan Headers

Satu cara cepat dan sederhana untuk memformat konten kamu untuk Google Snippet adalah dengan memastikan bahwa kamu membagi konten kamu menjadi beberapa bagian. Jika kamu membuat konten di Google Docs atau langsung di WordPress, coba gunakan bagian “Paragraph Style”. Atur konten, daftar, atau paragraf kamu dengan menggunakan Header. Gunakan H1, H2, H3, dan H4, serta pastikan kamu mengatur subheading berdasarkan ukuran. Misalnya untuk sub judul setelah judul utama, kamu bisa menggunakan H2 atau H3. Jika konten yang akan kamu bagikan adalah cara melakukan sesuatu, kamu bisa menambahkan “Langkah 1”, “Langkah 2” untuk setiap Heading, maka Google juga akan menempatkannya sesuai dengan urutan. Jadi pastikan untuk memformat artikel kamu dalam urutan yang benar juga, sehingga konten kamu punya peluang untuk ditampilkan oleh Google.

Tips #3. Tambahkan Bagian “How-To” di Website

Fitur Google Snippet adalah fitur yang memberikan peluang besar untuk menarik lalu lintas ke website dan mendapatkan lead baru. Oleh karena itu, bukanlah ide yang buruk untuk mendesain ulang dengan cara yang memungkinkan untuk mengoptimalkan konten-konten yang berisi tentang cara melakukan sesuatu, atau langkah-langkah melakukan sesuatu. Bagian khusus “How-To” di website dikhususkan untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan permasalahan yang biasanya terjadi. Pilihan lain jika kamu tidak ingin membuat halaman “How-To” adalah dengan membuat area QnA. area ini bisa mencakup berbagai macam jawaban atas pertanyaan umum tentang produk, layanan atau industri yang kamu geluti.

Google Snippet

Sumber: Pixabay

Tips #4. Tambahkan Gambar dan Video Dengan Kualitas Tinggi

Banyak orang lebih suka belajar secara visual. Itulah sebabnya foto dan video bisa membantu kamu mendapatkan fitur Snippet di hasil pencarian Google. Dari konten “How-To” yang tadi sudah disebutkan, kamu hanya perlu menambahkan gambar di setiap langkah-langkahnya. Dan jangan lupa tentang video juga. Video memiliki tingkat keterlibatan (engagement) yang sangat besar. Sebanyak 65% orang menonton setidaknya tiga perempat video dan 59% profesional percaya bahwa orang lebih cenderung menonton video jika video tersebut digabung dengan teks. Buat kamu yang sedang memproduksi video, jangan lupa untuk membuat transkripnya. Google akan mengenali teks dan bisa saja video kamu dipilih untuk ditampilkan dengan fitur Google Snippet. Pastikan juga video kamu memiliki kualitas yang tinggi.

Ikuti Perkembangan Google Untuk Mempertahankan Peringkat

Mempertahankan peringkat bisa jadi sangat melelahkan. Namun fitur Snippet saat ini masih dalam masa jayanya. Halaman-halaman dengan Snippet masih mendominasi pencarian sampai saat ini. Fitur Snippet adalah hal pertama yang muncul di sebagian besar SERP. Jika konten kamu hadir dalam bentuk Snippet, maka kamu dianggap berada di posisi nol, yang merupakan posisi tertinggi, bahkan mungkin tanpa iklan. Jadi, kalau kamu ingin meningkatkan konversi, mengarahkan pengunjung ke website, dan mengalahkan kompetitor dengan mudah, Google Snippet adalah jawabannya.

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Komentar