• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Website Perusahaan Profesional dengan MCP

Cara Membuat Website Perusahaan Profesional dengan MCP

Oleh Ratna Patria
Cara Membuat Website Perusahaan Profesional dengan MCP 1

Website perusahaan membantu calon pelanggan, partner, investor, dan kandidat karyawan memahami bisnis yang kamu jalankan. Website juga memberikan ruang yang dapat dikendalikan perusahaan sendiri untuk menyajikan layanan, portofolio, kontak, hingga jalur konversi tanpa sepenuhnya bergantung pada media sosial.

Namun, cara membuat website perusahaan tidak harus selalu dimulai dengan menulis kode secara manual atau memasang CMS. Dengan pendekatan vibe coding, kamu dapat memulai dari kebutuhan bisnis, menerjemahkannya menjadi instruksi yang jelas, lalu mengembangkan website melalui percakapan dan iterasi bersama AI.

Pada panduan ini, kita akan menggunakan ARKANA Architecture Studio sebagai studi kasus. ARKANA merupakan studio arsitektur fiktif yang membutuhkan website untuk menampilkan identitas studio, proyek, layanan, pendekatan desain, jurnal, serta informasi kontak.

Kamu tidak perlu meniru struktur ARKANA secara mentah. Studi kasus ini digunakan agar setiap tahap dapat diperlihatkan secara konkret, sementara workflow yang sama tetap dapat diterapkan pada perusahaan di industri lain.

Secara sederhana, proses yang akan kita gunakan adalah:

Brief → Prompt → Build → Inspect → Refine → Test → Deploy → Verify

Jika kebutuhanmu lebih spesifik pada informasi dan elemen yang harus ditampilkan dalam profil bisnis, kamu juga dapat mempelajari panduan website company profile.

1. Tentukan Tujuan Website Perusahaan

Jangan memulai proyek dengan pertanyaan “desain seperti apa yang terlihat bagus?”. Mulailah dengan menentukan hasil bisnis yang ingin dicapai karena tujuan tersebut akan memengaruhi halaman, fitur, konten, CTA, dan teknologi yang digunakan.

Website perusahaan dapat digunakan untuk mendapatkan permintaan konsultasi, menjelaskan layanan, menampilkan portofolio, menerima transaksi, mendukung rekrutmen, atau menyediakan informasi pelanggan. Kamu boleh memiliki beberapa fungsi, tetapi sebaiknya tetap menentukan satu tujuan utama agar perjalanan pengguna tidak membingungkan.

Pada ARKANA, tujuan utamanya adalah memperkenalkan kemampuan studio dan mendorong calon klien menghubungi tim untuk membahas proyek. Tujuan tersebut berarti website membutuhkan portofolio yang kuat, penjelasan layanan, informasi tentang pendekatan desain, serta jalur menuju halaman kontak.

Tujuan yang jelas juga menjadi dasar untuk menilai hasil AI. Kamu tidak hanya bertanya apakah website terlihat menarik, tetapi juga apakah website membantu pengunjung melakukan tindakan yang sejak awal ingin dicapai.

2. Tentukan Jenis dan Fungsi Website

Setelah tujuan tersedia, tentukan bentuk website yang paling sesuai. Perusahaan jasa mungkin lebih membutuhkan website lead generation, sedangkan perusahaan yang menjual produk dapat membutuhkan katalog atau fungsi ecommerce.

Beberapa fungsi juga dapat digabungkan selama prioritasnya tetap jelas. Website perusahaan dapat memiliki profil perusahaan, halaman layanan, blog, katalog, halaman karier, atau portal pelanggan dalam satu ekosistem.

Dalam kasus ARKANA, website berfungsi sebagai corporate portfolio dan lead generation website. Website perlu memperlihatkan kredibilitas studio melalui proyek sekaligus mengarahkan calon klien ke halaman kontak.

Keputusan ini membantu kita menghindari fitur yang tidak diperlukan. ARKANA tidak membutuhkan sistem checkout atau area akun pelanggan pada versi awal karena fungsi tersebut tidak mendukung tujuan utamanya.

3. Susun Brief Sebelum Memberikan Prompt kepada AI

Vibe coding yang baik dimulai dari brief yang jelas. AI dapat menghasilkan kode dengan cepat, tetapi AI tetap membutuhkan konteks agar website yang dibuat tidak berakhir sebagai template generik.

Brief sebaiknya menjelaskan siapa bisnisnya, siapa audiensnya, tujuan website, konten, gaya visual, halaman, fitur, teknologi, dan batasan proyek. Kamu belum perlu menentukan detail CSS atau JavaScript karena tahap ini berfokus pada masalah yang harus diselesaikan.

Brief ARKANA dapat disusun seperti berikut:

  • Business: ARKANA Architecture Studio adalah studio arsitektur kontemporer yang berfokus pada desain kontekstual dan material.
  • Audience: Website menyasar calon klien residensial dan komersial yang sedang mencari studio arsitektur.
  • Goal: Website harus memperlihatkan kualitas karya dan mendorong calon klien melakukan kontak.
  • Content: Website memuat profil studio, proyek, layanan, pendekatan, jurnal, dan kontak.
  • Visual: Website menggunakan gaya editorial yang tenang, ruang putih yang cukup, tipografi kuat, dan fotografi arsitektur.
  • Pages: Website membutuhkan Home, Projects, Studio, Services, Approach, Journal, dan Contact.
  • Features: Website membutuhkan navigasi responsif, halaman detail proyek, jurnal, dan formulir kontak.
  • Technology: Website menggunakan HTML5, CSS3, dan Vanilla JavaScript.
  • Constraints: Website harus ringan, responsif, semantic, dan tidak menggunakan framework.

Brief tersebut berfungsi sebagai sumber konteks untuk AI selama proses development. Ketika hasil mulai menyimpang, kamu dapat kembali ke brief untuk menentukan apa yang harus diperbaiki.

Cara Membuat Website Perusahaan

4. Rencanakan Struktur Halaman dan User Journey

Jangan langsung meminta AI membuat homepage setelah brief selesai. Tentukan terlebih dahulu hubungan antara halaman agar website memiliki arsitektur informasi yang konsisten.

Untuk ARKANA, struktur awalnya dapat dibuat seperti berikut:

Struktur tersebut kemudian diterjemahkan menjadi navigation, URL, dan internal linking. AI juga mendapatkan gambaran mengenai halaman yang perlu berbagi komponen dan visual system.

Setelah sitemap selesai, pikirkan perjalanan pengunjung. Calon klien ARKANA misalnya dapat menemukan halaman proyek dari Google, melihat karya yang relevan, mempelajari pendekatan studio, lalu membuka halaman kontak untuk berdiskusi.

Alur tersebut membantu menentukan posisi CTA dan hubungan antarhalaman. Website akhirnya tidak hanya menjadi kumpulan halaman yang terlihat bagus, tetapi memiliki perjalanan yang mendukung tujuan bisnis.

5. Tentukan Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan

Fitur harus muncul karena kebutuhan pengguna, bukan karena AI mampu membuatnya. Setiap fitur baru dapat menambah kode, pengujian, risiko error, serta kebutuhan maintenance.

Pada website ARKANA, kebutuhan awal dapat dibatasi pada menu navigasi, project cards, halaman detail proyek, journal cards, formulir kontak, dan responsive navigation. Fitur tersebut sudah mendukung tujuan utama tanpa membuat website terlalu kompleks.

Jika sebuah fitur belum memiliki manfaat yang jelas, keluarkan dari versi awal. Kamu selalu dapat menambahkannya setelah website berjalan dan kebutuhan baru benar-benar muncul.

6. Tentukan Domain dan Hosting

Domain menjadi alamat yang digunakan orang untuk menemukan website perusahaan. Nama brand biasanya menjadi pilihan paling mudah dikenali selama nama tersebut tersedia dan tidak mudah tertukar dengan bisnis lain.

Pilih domain yang ringkas, mudah dibaca, dan mudah diketik. Jika kamu masih membandingkan beberapa kandidat, gunakan panduan memilih nama domain untuk bisnis sebagai referensi sebelum menetapkan nama final.

Hosting memiliki fungsi berbeda karena layanan tersebut menyimpan file website agar dapat diakses melalui internet. Untuk website hasil vibe coding, pastikan paket hosting mendukung teknologi yang digunakan dan memberikan ruang yang cukup untuk asset, file website, SSL, serta kebutuhan pengembangan berikutnya.

Jika kamu ingin menyiapkan infrastruktur sejak awal, kamu dapat melihat pilihan Web Hosting DomaiNesia yang sesuai dengan skala website sebelum masuk ke tahap deployment.

7. Pilih Teknologi Sesuai Kebutuhan Website

Vibe coding tidak berarti kamu harus menggunakan stack teknologi yang rumit. Teknologi tetap harus mengikuti kebutuhan proyek agar website lebih mudah dibuat, diperiksa, dan dirawat.

Pada studi kasus ARKANA, kita menggunakan HTML5, CSS3, dan Vanilla JavaScript. HTML mengatur struktur konten, CSS mengatur visual serta responsive layout, sedangkan JavaScript digunakan ketika website memang membutuhkan interaksi tambahan.

Pendekatan tersebut cukup untuk website perusahaan statis dengan portofolio, jurnal, navigasi, dan formulir sederhana. Jika kamu belum memahami struktur dasarnya, panduan membuat website dengan HTML dan CSS dapat membantu memahami hubungan antara markup dan styling.

Hindari memilih React, Tailwind, Bootstrap, atau framework lain hanya karena AI mampu menggunakannya. Framework baru sebaiknya dipilih ketika proyek memang mendapatkan manfaat yang jelas dari kompleksitas tambahan tersebut.

8. Ubah Brief Menjadi Prompt Vibe Coding

Setelah brief, sitemap, dan teknologi jelas, terjemahkan seluruh konteks tersebut menjadi prompt. Prompt berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan proyek dengan instruksi teknis yang akan dikerjakan AI.

Prompt seperti “buat website arsitektur minimalis” terlalu terbuka. AI harus menebak arti minimalis, struktur halaman, identitas brand, teknologi, dan bentuk hasil yang kamu harapkan.

Untuk ARKANA, prompt awal dapat dibuat seperti berikut:

Perhatikan instruksi terakhir. Kita tidak meminta AI langsung membuat seluruh website karena perubahan akan lebih sulit dikontrol jika semua bagian dihasilkan sekaligus.

9. Buat Fondasi Website Terlebih Dahulu

Setelah AI memahami proyek, bangun fondasi sebelum masuk ke halaman individual. Tahap ini memastikan semua halaman berikutnya menggunakan aturan visual dan struktur yang sama.

Urutan pengerjaan dapat dimulai dari struktur HTML, design tokens, typography, layout global, header, navigation, button, dan responsive foundation. Fondasi tersebut mengurangi risiko setiap halaman memiliki spacing, warna, atau komponen yang berbeda.

Kamu dapat menggunakan prompt seperti berikut:

Setelah AI menghasilkan kode, buka hasilnya di browser. Periksa typography, lebar container, navigasi, button, spacing, dan perilaku dasar di desktop serta mobile sebelum masuk ke homepage.

10. Bangun Homepage ARKANA

Homepage menjadi titik awal yang baik karena halaman tersebut memperlihatkan visual system utama sekaligus hubungan antara beberapa jenis konten. ARKANA membutuhkan hero, selected projects, studio introduction, services, approach, journal, dan contact CTA.

Jangan hanya menjelaskan nama setiap section. Berikan juga fungsi yang ingin dicapai agar AI memahami alasan section tersebut berada di halaman.

Prompt-nya dapat dibuat seperti berikut:

Setelah homepage dibuat, jangan langsung melanjutkan ke halaman berikutnya. Bandingkan hasil tersebut dengan brief dan catat bagian yang belum sesuai.

Cara Membuat Website Perusahaan

11. Bangun Halaman Perusahaan Secara Bertahap

Setelah homepage stabil, lanjutkan ke halaman penting satu per satu. Pendekatan tersebut membuat setiap perubahan lebih mudah diperiksa dan mengurangi risiko AI mengubah bagian lain tanpa diperlukan.

Mulailah dari Projects karena portofolio merupakan bukti utama bagi ARKANA. Setelah itu, kamu dapat membuat project detail, Studio, Services, Approach, Journal, dan Contact.

Contoh prompt untuk halaman Projects:

Instruksi terakhir penting karena perubahan lokal sebaiknya tidak merusak bagian website yang sudah benar. Semakin spesifik batasannya, semakin mudah kamu mengendalikan iterasi.

12. Inspect dan Refine Hasil AI

Bagian terpenting dari vibe coding bukan prompt pertama, tetapi proses setelah AI menghasilkan sesuatu. Kamu perlu melihat hasil aktual, membandingkannya dengan brief, menemukan masalah, lalu mengarahkan perubahan berikutnya.

Workflow-nya dapat digambarkan seperti berikut:

Jangan memberikan feedback seperti “buat lebih bagus” karena AI harus menebak maksudmu. Feedback yang efektif dapat mengikuti pola:

Masalah → Lokasi → Perubahan → Batasan

Misalnya, contact form ARKANA terlihat terlalu rapat. Feedback dapat ditulis seperti berikut:

Prompt tersebut menjelaskan apa yang salah, di mana masalah berada, perubahan yang diharapkan, dan elemen yang tidak boleh berubah. Pola tersebut dapat digunakan untuk hampir semua iterasi desain maupun teknis.

13. Integrasikan Asset dan Branding

Setelah layout utama stabil, masukkan asset sebenarnya. Asset dapat berupa logo, fotografi proyek, ilustrasi, icon, favicon, dan elemen visual lain yang mendukung identitas perusahaan.

Pada ARKANA, fotografi memiliki peran penting karena kualitas proyek banyak disampaikan melalui visual. Kamu perlu menentukan fungsi gambar, aspect ratio, cropping, alt text, dimensi, serta prioritas loading agar AI tidak sekadar memasukkan gambar secara acak.

Jangan meminta AI memilih semua asset tanpa konteks. Tetapkan gambar mana yang digunakan sebagai hero, project card, gallery, atau editorial image agar hubungan antara konten dan visual tetap terjaga.

14. Periksa Responsive Design

Website belum selesai hanya karena terlihat baik pada layar laptop. Setiap halaman harus tetap mudah dibaca dan digunakan ketika ruang layar menjadi lebih sempit.

Responsive design bukan sekadar mengecilkan font dan gambar. Beberapa struktur perlu berubah, misalnya tiga project cards menjadi satu kolom dan navigasi horizontal berubah menjadi mobile navigation.

Kamu dapat memberi instruksi:

Setelah perubahan dibuat, periksa kembali versi desktop. Perubahan media query atau aturan CSS yang kurang terisolasi dapat menyebabkan bagian desktop ikut berubah.

Untuk memahami prinsipnya lebih lanjut, kamu dapat membaca pembahasan mengenai responsive web design.

15. Lakukan Accessibility Refinement

Accessibility sebaiknya diperiksa selama development karena struktur halaman memengaruhi cara pengguna dan assistive technology memahami website. Semantic HTML, hierarchy heading, label formulir, tujuan link, focus state, dan keyboard navigation perlu mendapatkan perhatian.

Kamu dapat meminta AI melakukan audit terfokus tanpa mengubah visual:

Hasil AI tetap perlu diperiksa secara nyata. Pastikan pengguna dapat berpindah menggunakan keyboard, fokus terlihat jelas, dan formulir tetap dapat dipahami tanpa hanya bergantung pada tampilan visual.

16. Lakukan SEO dan Technical Refinement

Setelah struktur dan UX stabil, periksa elemen technical SEO. Setiap halaman penting harus memiliki identitas yang jelas sehingga mesin pencari dan platform sosial dapat memahami kontennya.

Periksa <title>, meta description, canonical URL, Open Graph metadata, structured data, sitemap, robots.txt, favicon, semantic HTML, dan heading hierarchy. Jangan menggunakan title atau description homepage untuk seluruh halaman karena setiap halaman memiliki konteks berbeda.

Pada website ARKANA, halaman detail proyek misalnya dapat menggunakan nama proyek sebagai bagian title. Homepage sebaliknya dapat menekankan identitas ARKANA Architecture Studio dan layanan utamanya.

Kamu juga dapat meminta AI melakukan pengecekan:

17. Optimalkan Performance

Website perusahaan perlu bekerja dengan baik, bukan hanya terlihat rapi. Gambar berukuran terlalu besar, JavaScript yang tidak diperlukan, dan asset yang dimuat secara tidak efisien dapat membuat halaman terasa lambat.

Prioritaskan gambar pada initial viewport dan gunakan lazy loading pada gambar yang berada jauh di bawah halaman jika sesuai. Pastikan ukuran gambar tidak jauh lebih besar daripada ukuran tampilannya.

Website sederhana juga tidak selalu membutuhkan library tambahan. Jika browser native sudah dapat menangani interaksi tertentu, kamu tidak perlu menambah dependency hanya karena AI dapat mengimplementasikannya.

18. Tambahkan Trust Signal dan CTA

Website perusahaan perlu menjawab satu pertanyaan penting dari pengunjung: mengapa mereka harus mempercayai perusahaan ini? Informasi tentang proyek, klien, tim, metode kerja, alamat, kontak, testimonial, sertifikasi, atau legalitas dapat menjadi trust signal sesuai konteks bisnis.

Pada ARKANA, project detail dan informasi studio merupakan trust signal utama. Setiap proyek dapat menjelaskan lokasi, jenis bangunan, tahun, pendekatan desain, dan dokumentasi yang cukup agar calon klien memahami kemampuan studio.

CTA juga harus mengikuti perjalanan pengunjung. Setelah melihat proyek dan layanan, calon klien dapat diarahkan ke halaman Contact dengan pesan yang spesifik seperti “Discuss Your Project”, bukan tombol generik yang tidak menjelaskan tindakan berikutnya.

19. Lakukan Quality Check Sebelum Deployment

Setelah seluruh halaman terlihat selesai, lakukan audit terstruktur. Quality check membantu menemukan masalah yang mudah terlewat ketika kamu terlalu fokus pada desain satu per satu.

Kamu dapat menggunakan prompt berikut:

Setelah mendapatkan daftar masalah, perbaiki secara bertahap. Hindari memberikan satu instruksi besar yang meminta AI memperbaiki semua masalah sekaligus jika perubahan tersebut menyentuh banyak area berbeda.

20. Deploy Website ke Hosting

Website yang berjalan di environment development belum dapat digunakan pengunjung. Setelah quality check selesai, project files perlu dipindahkan ke hosting agar website dapat diakses melalui domain publik.

Secara umum, alurnya adalah:

Pastikan struktur file hasil vibe coding sudah rapi sebelum diunggah. File entry utama seperti index.html, stylesheet, JavaScript, gambar, favicon, serta halaman lainnya harus memiliki path yang sesuai dengan struktur hosting.

Jika hosting menggunakan cPanel, kamu dapat mempelajari cara mengelola dan mengunggah file melalui panduan menggunakan File Manager di cPanel.

🤖

Siapkan Hosting untuk Website Hasil Vibe Coding

Setelah kode HTML, CSS, JavaScript, dan asset selesai diuji, kamu membutuhkan hosting agar website dapat diakses dari internet. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan website dan memberikan ruang untuk pengembangan berikutnya.

Coba Hosting dengan MCP!

21. Hubungkan Domain dan Aktifkan HTTPS

Setelah file berada di hosting, pastikan domain mengarah ke website yang benar. Periksa juga apakah semua asset dapat dimuat setelah path berpindah dari development environment ke server.

Aktifkan HTTPS agar komunikasi antara browser dan website menggunakan koneksi terenkripsi. Setelah HTTPS aktif, pastikan website tidak menghasilkan mixed content atau memanggil asset menggunakan URL yang salah.

Jangan menganggap deployment berhasil hanya karena homepage dapat dibuka. Coba seluruh menu, halaman proyek, journal, link internal, formulir, dan asset untuk memastikan semuanya tetap bekerja pada environment live.

22. Pasang Analytics dan Search Console

Website perusahaan perlu memiliki pengukuran sejak awal agar tim mengetahui apakah website mendukung tujuan bisnis. Tentukan terlebih dahulu tindakan yang dianggap sebagai konversi, misalnya pengiriman formulir, klik nomor telepon, permintaan konsultasi, atau transaksi.

Analytics dapat membantu memahami sumber traffic dan perilaku pengguna. Search Console dapat membantu memantau visibilitas website di pencarian serta masalah indexing yang perlu diperiksa.

Untuk ARKANA, konversi utama dapat berupa pengiriman contact form. Event tersebut lebih berguna untuk diukur daripada hanya menghitung berapa banyak orang yang membuka homepage.

23. Lakukan Final Verification

Setelah website live, lakukan satu kali pemeriksaan dari awal hingga akhir. Deployment dapat menimbulkan masalah baru yang tidak muncul saat website masih berjalan secara lokal.

Periksa seluruh konten, navigasi, visual, accessibility, SEO, performance, dan aspek teknis. Pastikan informasi perusahaan benar, layout tetap responsif, metadata tersedia, sitemap dapat diakses, dan semua URL penting bekerja.

Coba juga website sebagai pengguna biasa. Buka website dari halaman proyek, pindah ke layanan, lalu coba menghubungi perusahaan tanpa menggunakan pengetahuan yang kamu miliki selama proses development.

Cara Membuat Website Perusahaan

Jika masalah ditemukan, kembali ke siklus vibe coding:

Inspect → Identify → Prompt → Refine → Verify

Deployment bukan akhir dari proses. Website selesai ketika implementasi sudah memenuhi brief dan seluruh fungsi penting telah melewati pemeriksaan.

24. Rawat dan Iterasi Website Setelah Launch

Website perusahaan adalah aset yang terus berubah mengikuti bisnis. Layanan, anggota tim, proyek, kontak, kebijakan, maupun kebutuhan pelanggan dapat berubah setelah website dipublikasikan.

Jadwalkan pemeriksaan konten, domain, hosting, keamanan, formulir, link, dan performa secara berkala. Jika kamu menemukan kebutuhan baru, gunakan kembali workflow vibe coding untuk melakukan perubahan secara terkontrol.

Jangan langsung meminta AI merombak seluruh website setiap kali ada perubahan kecil. Jelaskan masalah, lokasi, perubahan yang diinginkan, dan batasan agar bagian website yang sudah stabil tetap terjaga.

Baca Juga:  Intip 9 Trik Jitu Menuliskan Deskripsi Produk yang Menjual!

Bangun Website Perusahaan dengan Workflow yang Jelas

Cara membuat website perusahaan dengan vibe coding tetap dimulai dari kebutuhan bisnis, bukan dari prompt. Kamu perlu menentukan tujuan, audience, struktur halaman, fitur, teknologi, dan batasan sebelum meminta AI membangun website.

Setelah brief jelas, gunakan AI secara bertahap untuk membuat fondasi, homepage, halaman lain, responsive design, accessibility, SEO, dan performance. Periksa setiap hasil, berikan feedback spesifik, lalu lakukan deployment serta final verification sebelum website digunakan publik.

Studi kasus ARKANA menunjukkan bahwa vibe coding bukan proses menyerahkan seluruh development kepada AI. AI membantu menerjemahkan ide menjadi implementasi, sementara kamu tetap menentukan arah, konteks, prioritas, dan standar kualitas website.

Brief → Prompt → Build → Inspect → Refine → Test → Deploy → Verify → Iterate.

Workflow tersebut membuat vibe coding dapat digunakan sebagai proses pembuatan website perusahaan secara end-to-end tanpa kehilangan kontrol terhadap tujuan dan kualitas hasil akhirnya.

FAQ Cara Membuat Website Perusahaan dengan Vibe Coding

Apakah membuat website dengan vibe coding harus bisa coding?

Kamu tidak harus menulis setiap baris kode secara manual, tetapi pemahaman dasar tentang struktur website tetap membantu. Pengetahuan tersebut membuat kamu lebih mudah membaca hasil AI, menemukan masalah, dan memberikan feedback yang tepat.

AI dapat membantu menghasilkan dan memperbaiki kode berdasarkan instruksi. Kamu tetap bertanggung jawab untuk menentukan kebutuhan, mengevaluasi hasil, serta memeriksa apakah website benar-benar bekerja.

Apakah AI bisa langsung membuat seluruh website perusahaan?

AI dapat menghasilkan banyak halaman dalam satu instruksi, tetapi pendekatan tersebut tidak selalu memberikan hasil yang mudah dikontrol. Proses bertahap membuat kamu lebih mudah menemukan masalah dan menjaga konsistensi antarhalaman.

Mulailah dari brief, arsitektur, dan fondasi global. Setelah itu, bangun homepage dan halaman lain satu per satu sambil melakukan pemeriksaan pada setiap tahap.

Apakah vibe coding hanya bisa digunakan untuk website HTML?

Tidak. Vibe coding merupakan pendekatan kerja bersama AI sehingga teknologi yang digunakan dapat berbeda berdasarkan kebutuhan proyek.

Studi kasus ARKANA menggunakan HTML, CSS, dan Vanilla JavaScript karena teknologi tersebut sudah cukup untuk kebutuhannya. Proyek yang lebih kompleks dapat membutuhkan stack lain selama pilihan tersebut memiliki alasan yang jelas.

Apakah website hasil vibe coding tetap perlu hosting?

Ya. Kode yang sudah selesai masih membutuhkan environment agar dapat diakses melalui internet.

Setelah project files siap, kamu perlu melakukan deployment ke hosting atau infrastruktur lain yang mendukung teknologi website. Domain kemudian diarahkan ke website tersebut agar pengguna dapat mengaksesnya melalui alamat publik.

Apakah hasil AI tetap perlu diuji?

Ya. AI dapat menghasilkan kode yang terlihat benar tetapi masih memiliki masalah pada responsive layout, accessibility, SEO, link, formulir, atau performance.

Karena itu, hasil AI harus diperiksa di browser dan perangkat yang relevan. Audit dari AI dapat membantu menemukan potensi masalah, tetapi validasi aktual tetap diperlukan.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Nimbus Plus