6 Rekomendasi DNS Tercepat untuk Browsing Lebih Stabil
DNS tercepat dapat membantu mempercepat proses pencarian alamat website, meningkatkan stabilitas resolusi domain, dan memberikan fitur keamanan tambahan. Namun, tidak ada satu layanan DNS yang selalu menjadi paling cepat untuk semua pengguna.
Hasilnya dapat berbeda berdasarkan lokasi, ISP, kualitas jaringan, dan rute yang digunakan menuju server DNS. Karena itu, pilihan terbaik adalah menggunakan DNS sesuai kebutuhan, lalu mengujinya dari jaringanmu sendiri.
Sebagai rekomendasi singkat, Cloudflare cocok untuk penggunaan umum, Google Public DNS untuk kompatibilitas, Quad9 untuk keamanan, AdGuard DNS untuk memblokir iklan, dan CleanBrowsing untuk jaringan keluarga.
Daftar DNS Tercepat dan Terbaik
Berikut beberapa public DNS resolver yang dapat dipasang pada komputer, smartphone, atau router WiFi.
Alamat di atas berasal dari dokumentasi resmi masing-masing penyedia. lare DNS merupakan salah satu pilihan paling praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kamu dapat menggunakannya dengan memasukkan alamat berikut:
- Primary DNS:
1.1.1.1 - Secondary DNS:
1.0.0.1
Versi standar tidak melakukan pemfilteran konten. Cloudflare juga menyediakan varian 1.1.1.2 dan 1.0.0.2 untuk memblokir malware, serta 1.1.1.3 dan 1.0.0.3 untuk memblokir malware dan konten dewasa.
Layanan ini mendukung DNS-over-HTTPS dan DNS-over-TLS untuk mengenkripsi permintaan DNS antara perangkat dan resolver Cloudflare. kamu dapat membaca cara setting DNS 1.1.1.1 pada berbagai perangkat.
Cocok untuk: pengguna yang menginginkan DNS sederhana, cepat, dan tersedia tanpa akun.
2. Google Public DNS
Google Public DNS dapat digunakan melalui alamat:
- Primary DNS:
8.8.8.8 - Secondary DNS:
8.8.4.4
Google Public DNS memiliki kompatibilitas luas dan dapat digunakan pada berbagai sistem operasi, router, serta perangkat mobile. Layanan ini juga mendukung DNS-over-HTTPS dan DNS-over-TLS. ediakan pemblokiran iklan atau parental control secara default. Oleh karena itu, layanan ini lebih sesuai untuk pengguna yang mencari resolver umum tanpa filtering konten.
Cocok untuk: pengguna yang memprioritaskan kompatibilitas dan kestabilan.
3. Quad9
Quad9 menggunakan alamat berikut untuk layanan dengan perlindungan keamanan:
- Primary DNS:
9.9.9.9 - Secondary DNS:
149.112.112.112
Quad9 dirancang untuk memblokir pencarian menuju hostname yang telah teridentifikasi berbahaya. Layanan ini juga mendukung DNSSEC, DNS-over-HTTPS, dan DNS-over-TLS. ring, Quad9 dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika pengguna tidak sengaja membuka domain yang berkaitan dengan malware atau aktivitas berbahaya.
Namun, DNS filtering tetap tidak dapat menggantikan antivirus, firewall, pembaruan sistem, dan kebiasaan browsing yang aman.
Cocok untuk: pengguna yang lebih memprioritaskan perlindungan terhadap domain berbahaya.
4. OpenDNS
OpenDNS yang dikelola Cisco menggunakan alamat:
- Primary DNS:
208.67.222.222 - Secondary DNS:
208.67.220.220
OpenDNS menyediakan layanan resolver umum serta fitur filtering yang dapat digunakan untuk jaringan rumah. Cisco juga menyediakan OpenDNS FamilyShield dengan alamat:
- Primary DNS:
208.67.222.123 - Secondary DNS:
208.67.220.123
FamilyShield memiliki aturan filtering yang telah ditentukan untuk membantu membatasi akses ke kategori konten tertentu. mah, ruang kerja kecil, dan pengguna yang membutuhkan filtering sederhana.
5. AdGuard DNS
AdGuard DNS menyediakan resolver publik yang dapat memblokir iklan dan tracker pada level DNS.
Alamat default-nya adalah:
- Primary DNS:
94.140.14.14 - Secondary DNS:
94.140.15.15
AdGuard juga memiliki Family Protection Server melalui 94.140.14.15 dan 94.140.15.16. Varian tersebut dapat memblokir iklan, tracker, konten dewasa, dan mengaktifkan Safe Search pada layanan yang didukung.
Perlu iran pada level DNS bekerja berdasarkan nama domain. Iklan yang berasal dari domain yang sama dengan konten utama mungkin tidak dapat diblokir tanpa bantuan aplikasi atau ekstensi tambahan.
Cocok untuk: pengguna yang ingin mengurangi iklan dan pelacakan tanpa memasang konfigurasi rumit.
6. CleanBrowsing
CleanBrowsing menyediakan beberapa kategori DNS filtering. Untuk perlindungan terhadap malware, phishing, spam, dan domain berbahaya, kamu dapat menggunakan Security Filter:
- Primary DNS:
185.228.168.9 - Secondary DNS:
185.228.169.9
CleanBrowsing juga menyediakan Adult Filter dan Family Filter untuk jaringan yang membutuhkan pembatasan konten lebih ketat. Layanan tersebut dapat dikonfigurasi pada router agar filtering diterapkan ke seluruh perangkat yang terhubung ke WiFi. ekolah, atau jaringan bersama yang membutuhkan filtering berdasarkan kategori.
Mana DNS Terbaik untuk Digunakan?
Pilihan DNS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan utama.
Jangan hanya memilih berdasarkan angka latency yang ditemukan di internet. Lakukan pengujian melalui jaringan yang benar-benar kamu gunakan karena hasilnya dapat berubah berdasarkan ISP, lokasi, dan kondisi jaringan.
Apakah Mengganti DNS Membuat Internet Lebih Cepat?
Mengganti DNS tidak akan langsung meningkatkan bandwidth internet dari 20 Mbps menjadi 50 Mbps. DNS hanya berperan dalam menerjemahkan nama domain menjadi alamat yang dapat ditemukan oleh perangkat.
Resolver yang responsif dapat mempersingkat waktu pencarian domain, terutama ketika sebuah alamat belum tersimpan di cache. Efeknya biasanya lebih terasa saat pertama kali membuka website atau ketika DNS bawaan ISP sedang lambat maupun bermasalah.
Setelah koneksi ke server website terbentuk, kecepatan download, streaming, dan transfer data lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas ISP, lokasi server, routing, kapasitas jaringan, dan performa website.
Pembahasan lebih lengkap tersedia pada artikel mengenai pengaruh DNS terhadap kecepatan website.
Cara Kerja DNS secara Singkat
Ketika kamu memasukkan alamat website ke browser, perangkat akan mengirimkan permintaan kepada recursive DNS resolver.
Jika jawabannya sudah tersedia di cache, resolver dapat langsung mengembalikan alamat yang dibutuhkan. Jika belum, resolver akan menelusuri hierarki DNS mulai dari root name server, server TLD, hingga authoritative name server yang menyimpan record domain tersebut.
DNS root zone memiliki 13 otoritas bernama. Namun, bukan berarti hanya terdapat 13 mesin fisik. Infrastruktur tersebut dijalankan melalui ratusan server yang tersebar di berbagai negara.
Penjpat dibaca melalui artikel apa itu DNS dan cara kerjanya.
Public DNS Resolver Berbeda dengan Authoritative DNS
Public DNS resolver seperti Cloudflare, Google Public DNS, dan Quad9 digunakan oleh perangkat untuk mencari alamat suatu domain.
Sementara itu, authoritative DNS digunakan oleh pemilik domain untuk menyimpan record seperti A, AAAA, CNAME, MX, dan TXT.
Amazon Route 53, Azure DNS, serta DNSimple termasuk layanan yang berfokus pada pengelolaan DNS zone dan authoritative name server. Layanan tersebut tidak dapat disamakan dengan alamat public resolver yang dimasukkan ke pengaturan WiFi. edia DNS. Anycast merupakan metode routing yang memungkinkan beberapa server menggunakan alamat IP layanan yang sama dan mengarahkan pengguna melalui jaringan yang tersedia.
Saat memiliki website sendiri, kamu juga perlu mengatur record seperti A, CNAME, MX, dan TXT melalui DNS Management. Agar pengelolaannya lebih praktis, kamu dapat menggunakan domain dengan pengelolaan DNS yang mudah dari DomaiNesia untuk menghubungkan nama domain ke hosting, email, maupun layanan lainnya.
Cara Memilih DNS yang Tepat
Sebelum mengganti DNS, perhatikan beberapa faktor berikut.
1. Uji dari jaringan sendiri
DNS yang cepat pada jaringan tertentu belum tentu memberikan hasil yang sama pada ISP atau lokasi berbeda. Lakukan beberapa pengujian pada waktu yang berbeda.
2. Periksa fitur keamanan
Beberapa resolver hanya menerjemahkan domain, sedangkan layanan seperti Quad9 dapat memblokir domain berbahaya. AdGuard dan CleanBrowsing menawarkan filtering tambahan sesuai kategorinya.
3. Perhatikan dukungan encrypted DNS
DNS-over-HTTPS dan DNS-over-TLS mengenkripsi komunikasi antara perangkat dan resolver. Fitur ini membantu mencegah pihak lain pada jalur jaringan membaca atau memodifikasi permintaan DNS dengan mudah.
Namun, encrypted DNS tidak sama dengan VPN karena tidak menyembunyikan seluruh lalu lintas internet.
4. Pertimbangkan risiko salah blokir
DNS dengan filtering dapat memblokir domain yang sebenarnya ingin kamu akses. Pastikan penyedia memiliki metode pengecekan atau konfigurasi pengecualian apabila layanan digunakan untuk kebutuhan bisnis.
5. Simpan konfigurasi lama
Catat alamat DNS bawaan sebelum melakukan perubahan. Dengan demikian, pengaturan dapat dikembalikan apabila koneksi menjadi tidak stabil.
Cara Mengganti DNS
Secara umum, DNS dapat diganti melalui pengaturan jaringan perangkat atau router.
- Buka pengaturan WiFi atau Ethernet.
- Cari bagian DNS server assignment.
- Ubah pengaturan menjadi manual.
- Masukkan primary dan secondary DNS.
- Simpan pengaturan.
- Putuskan dan sambungkan kembali jaringan.
- Lakukan pengujian akses website.
Mengubah DNS melalui router akan menerapkan pengaturan kepada sebagian besar perangkat yang tersambung ke jaringan tersebut. Namun, browser, VPN, atau sistem operasi tertentu dapat menggunakan pengaturan Secure DNS tersendiri.
Jika kamu baru mengubah record milik website, waktu pembaruan yang terlihat oleh pengguna juga dipengaruhi cache dan TTL. Kondisi ini sering disebut propagasi DNS.
Pemilik website juga dapat mempelajari optimasi DNS TTL dan caching agar perubahan record dan penggunaan cache lebih terkontrol.
Kelebihan Menggunakan Public DNS
Menggunakan public DNS dapat memberikan beberapa manfaat:
- Menjadi alternatif ketika resolver ISP mengalami gangguan.
- Mempercepat pencarian domain apabila resolver memiliki jaringan yang lebih baik.
- Menambahkan pemblokiran malware, phishing, iklan, atau konten tertentu.
- Mendukung protokol DNS terenkripsi.
- Mempermudah penerapan filtering ke seluruh perangkat melalui router.
Manfaat yang diterima akan bergantung pada provider dan konfigurasi yang dipilih.
Keterbatasan Public DNS
Public DNS juga memiliki beberapa keterbatasan:
- Tidak dapat meningkatkan kapasitas bandwidth ISP.
- Tidak menggantikan antivirus, firewall, SSL/TLS, atau VPN.
- Filtering berbasis domain tidak dapat memeriksa seluruh isi halaman.
- Domain yang aman dapat terblokir akibat kesalahan kategorisasi.
- Pengaturan dapat dilewati oleh VPN atau Secure DNS pada browser.
- Hasil kecepatannya berbeda pada setiap jaringan.
Karena itu, DNS sebaiknya digunakan sebagai salah satu bagian dari konfigurasi jaringan, bukan sebagai satu-satunya solusi keamanan.
Kesimpulan
Cloudflare dan Google Public DNS merupakan pilihan praktis untuk penggunaan umum. Quad9 lebih sesuai ketika keamanan menjadi prioritas, sedangkan AdGuard DNS cocok untuk mengurangi iklan dan tracker.
OpenDNS FamilyShield serta CleanBrowsing dapat dipertimbangkan untuk jaringan keluarga yang membutuhkan filtering konten. Namun, DNS tercepat tetap harus ditentukan melalui pengujian pada ISP dan lokasi yang kamu gunakan.
Bagi pemilik website, DNS akan menghubungkan nama domain dengan layanan hosting atau server yang digunakan. Agar pengelolaannya lebih mudah, kamu dapat mendaftarkan domain dan mengatur identitas website sejak awal melalui layanan domain yang menyediakan pengelolaan DNS praktis.
