• Home
  • Tips
  • 5 Perbedaan Docker vs Virtual Machines: Mana yang Lebih Efisien dan Menguntungkan?

5 Perbedaan Docker vs Virtual Machines: Mana yang Lebih Efisien dan Menguntungkan?

Oleh Fitri Aulia
5 Perbedaan Docker vs Virtual Machines: Mana yang Lebih Efisien dan Menguntungkan? 1

Dalam konteks virtualisasi, DomaiNesians tentunya familiar dengan dua teknologi utama, yaitu Docker dan Virtual Machines (VMs). Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengisolasi aplikasi, namun efisiensinya dapat sangat bervariasi. Docker, yang menggunakan teknologi container, cenderung lebih ringan dan cepat, sementara VMs memiliki konsumsi sumber daya yang lebih besar dan lebih berat. Pada artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi, serta mengapa Docker menjadi pilihan yang lebih banyak dipilih untuk berbagai kebutuhan.

Apa Itu Docker dan Virtual Machines?

Docker dan Virtual Machines (VMs) keduanya digunakan untuk mengisolasi aplikasi, namun dengan cara yang berbeda. Docker menggunakan teknologi container, yang memungkinkan aplikasi berjalan secara terisolasi namun tetap berbagi kernel dengan sistem operasi host. Hal ini menjadikan Docker lebih ringan dan cepat karena tidak memerlukan sistem operasi tambahan seperti yang dibutuhkan oleh VM.

Di sisi lain, Virtual Machines berjalan di atas hypervisor dan memerlukan sistem operasi lengkap di dalamnya. Akibatnya, VM lebih berat dan mengonsumsi lebih banyak sumber daya. Dengan demikian, Docker lebih efisien untuk aplikasi yang memerlukan kecepatan, sementara Virtual Machines lebih cocok untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada satu mesin.

Perbandingan Docker dan Virtual Machines

Docker vs Virtual Machines_ Mana yang Lebih Efisien_

Sumber: Docker

1. Docker (Container)

  • Docker menggunakan container, yang berarti aplikasi berjalan di lingkungan terisolasi tapi berbagi kernel sistem host.
  • Container lebih ringan dan cepat karena tidak perlu full OS.
  • Semua container di satu host berbagi OS yang sama, jadi lebih hemat resource.
Baca Juga:  Cara Recall Email Outlook: Solusi Batalkan Kiriman Email

2. Virtual Machines (VMs)

  • VM menggunakan hypervisor untuk menjalankan sistem operasi lengkap di atas hardware fisik.
  • Setiap VM punya OS sendiri, jadi lebih berat dan makan lebih banyak resource.
  • VM lebih cocok buat ngejalanin beberapa OS di satu mesin fisik (misalnya, Windows dan Linux barengan).

3. Kecepatan dan Resource

  • Docker lebih cepat karena container tidak butuh OS full, hanya aplikasi dan dependensinya aja.
  • VM lebih lambat karena butuh waktu buat boot OS dan menjalankan aplikasi di atas OS tersebut.

4. Isolasi

Docker menawarkan isolasi di level aplikasi, sedangkan VM isolasi di level OS, yang lebih berat tapi lebih secure.

Keunggulan Docker Dibandingkan Virtual Machines

  1. Lebih Ringan dan Cepat
    Docker lebih ringan karena tidak perlu jalan dengan OS lengkap di dalam container. Semua container cuma butuh aplikasi dan dependensinya aja, jadi lebih cepat buat dipakai dan di-start.
  2. Penggunaan Resource Lebih Efisien
    Karena Docker hanya berbagi kernel dari host-nya, tidak ada pemborosan resource buat jalankan OS tambahan seperti di VM. 
  3. Portabilitas yang Lebih Tinggi
    Docker bisa jalan di mana saja, di laptop, server, atau cloud selama ada Docker Engine. 
  4. Scalability Lebih Mudah
    Jika butuh scale aplikasi, Docker jauh lebih mudah. DomaiNesians hanya perlu menambah container baru dan semuanya bisa langsung berjalan, sementara VM butuh setting lebih banyak.
  5. Deploy Lebih Cepat
    Dengan Docker, pengguna bisa deploy aplikasi dalam hitungan detik, karena container bisa langsung dijalankan tanpa perlu setup OS lagi, sementara VM bisa memakan waktu lebih lama buat booting.

Kelemahan Docker vs Virtual Machines

1. Docker

  • Isolasi yang Lebih Lemah: Docker lebih fokus ke isolasi aplikasi, bukan OS. Jadi, walaupun cukup aman, tidak sekeras VM yang punya isolasi penuh di level OS. 
  • Kompatibilitas OS Terbatas: Karena container berbagi kernel yang sama, aplikasi yang butuh kernel tertentu bisa jadi tidak kompatibel. Misalnya, kalau butuh menjalankan aplikasi yang cuma support Windows, Docker tidak bisa handle itu.
  • Storage dan Persistence: Docker tidak punya storage persistent secara default. Kalau container dimatikan atau dihapus, data bisa hilang kecuali di set up volume secara manual.
Baca Juga:  Cara Menggunakan PuTTY untuk Mengakses Server Linux Melalui SSH

2. Virtual Machines

  • Lebih Berat dan Lambat: Karena setiap VM jalan dengan OS sendiri, dia butuh lebih banyak resource (CPU, RAM, storage). 
  • Startup yang Lama: Booting VM butuh waktu lebih lama karena harus menjalankan OS secara penuh. Sementara Docker bisa langsung jalan dalam hitungan detik.
  • Lebih Sulit untuk Scaling: Scaling VM itu lebih rumit karena setiap VM butuh resource yang lebih besar, jadi kalau butuh banyak instance jadi butuh hardware yang lebih kuat.

Performansi dan Penggunaan Resource Docker vs Virtual Machines

VM vs Docker

Sumber: Freepik

1. Docker

  • Lebih Hemat Resource: Docker butuh aplikasi dan dependensinya, jadi tidak memakan banyak resource. Semua container berbagi kernel yang sama tanpa khawatir kehabisan resource.
  • Cepat dan Ringan: Karena tidak perlu load OS setiap kali jalankan container, performanya jauh lebih cepat. 
  • Skalabilitas Lebih Mudah: Scaling Docker itu cukup mudah, cukup dengan menambah container baru dan aplikasi bisa langsung berjalan. 

2. Virtual Machines:

  • Boros Resource: Setiap VM butuh OS sendiri, jadi resource yang dipakai lebih banyak. Kalau jalankan banyak VM, server bisa cepet banget kehabisan CPU, RAM, dan storage.
  • Lebih Berat: Karena VM bawa OS lengkap, performanya lebih lambat dibanding Docker.
  • Kurang Efisien buat Scaling: Nambah VM itu butuh lebih banyak resource, dan kadang membuat server overload jika tidak hati-hati. Kalau skalabilitas jadi prioritas, VM kurang cocok buat aplikasi dengan kebutuhan tinggi.

Penggunaan Tepat untuk Docker dan Virtual Machines

1. Docker:

  • Aplikasi Microservices: Docker cocok untuk aplikasi dengan arsitektur microservices, di mana setiap komponen aplikasi jalan di container terpisah.
  • CI/CD (Continuous Integration/Continuous Deployment): Docker sering digunakan di pipeline CI/CD karena bisa membuat lingkungan yang konsisten antara development, testing, dan production.
  • Pembangunan Aplikasi yang Cepat: Jika membutuhkan aplikasi yang ringan, cepat, dan mudah di-scale, Docker jawabannya. Misalnya untuk aplikasi web atau API yang tidak terlalu rumit.
  • Testing dan Pengembangan: Docker juga asik buat testing dan development, karena bisa membuat environment baru yang bersih dalam sekejap tanpa perlu install OS baru.
Baca Juga:  Cloud GPU Terbaik: Panduan Cerdas Pilih yang Tepat!

2. Virtual Machines:

  • Kebutuhan OS Berbeda: Jika ingin menjalankan berbagai OS di satu mesin misalnya, Linux dan Windows, VM lebih cocok. Sementara Docker hanya bisa pakai OS yang kompatibel dengan kernel host-nya.
  • Aplikasi yang Butuh Isolasi Penuh: Kalau aplikasi butuh isolasi penuh di level OS misalnya aplikasi yang sensitif dan butuh security ekstra, VM lebih aman karena tiap VM punya kernel sendiri.
  • Sistem Legacy: Banyak sistem lama atau aplikasi yang cuma bisa jalan di OS tertentu atau butuh konfigurasi yang lebih spesifik. 

Docker atau Virtual Machines?

Docker dan Virtual Machines (VMs) punya kelebihan masing-masing, jadi tergantung kebutuhan aplikasi. Docker lebih efisien, cepat, dan cocok buat aplikasi yang butuh skalabilitas dan kecepatan deploy, seperti microservices atau pipeline CI/CD. Sementara, VM lebih cocok kalau butuh isolasi penuh, jalankan banyak OS berbeda, atau aplikasi legacy yang butuh konfigurasi khusus.

Agar semua lancar, pastikan kamu pakai VPS yang stabil dan handal. Dengan Cloud VPS, kamu bisa lebih fleksibel dalam menjalaknkan Docker atau VM tanpa takut kehabisan resource. VPS juga cocok buat aplikasi yang butuh performa tinggi, jadi bisa fokus ke pengembangan tanpa khawatir server lemot.

Fitri Aulia

Hi! I'm a tech enthusiast who loves digging into how things work, especially in web development, VPS setups, and anything open-source.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds