• Home
  • Tips
  • Jumlah Plugin WordPress yang Sebaiknya Ada di Website

Jumlah Plugin WordPress yang Sebaiknya Ada di Website

Oleh Ratna Patria
Jumlah Plugin WordPress

Hai DomaiNesians! Pernah nggak sih kamu kepikiran, “Sebenernya jumlah plugin WordPress yang aman itu berapa, ya?” Di satu sisi, plugin bikin website jadi makin canggih. Tapi di sisi lain, ada juga yang bilang kebanyakan plugin itu sumber masalah website jadi lambat, error, bahkan rawan crash.

Nah, di sinilah banyak pemilik website mulai galau. Ada yang super irit plugin karena takut performa turun, ada juga yang asal install tanpa mikir panjang. Padahal, masalahnya bukan soal banyak atau sedikit, tapi soal apakah jumlah plugin WordPress yang kamu pakai benar-benar sesuai kebutuhan website.

Menariknya, nggak ada angka sakti yang berlaku buat semua orang. Jumlah plugin WordPress untuk blog pribadi tentu beda dengan website bisnis, toko online, atau landing page. Kalau asal ikut-ikutan, hasilnya malah bisa bikin website nggak optimal.

Di artikel ini, kami bakal bahas jumlah plugin WordPress dari sudut pandang yang lebih realistis dan praktis. Bukan cuma teori, tapi juga cara mikirnya: plugin apa yang memang perlu, mana yang sebaiknya dihindari, dan gimana menentukan jumlah plugin WordPress yang tetap aman tanpa mengorbankan performa.

Kalau tujuan kamu pengin website tetap stabil, cepat, dan gampang dikelola dalam jangka panjang, kamu lagi baca artikel yang tepat. Yuk, mulai dari kesalahan paling sering yang sering terjadi saat orang menentukan jumlah plugin WordPress di website mereka.

Jumlah Plugin WordPress
Sumber: Canva

Kesalahan Umum Tentang Jumlah Plugin WordPress

Dalam praktiknya, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menentukan jumlah plugin WordPress di sebuah website. Kesalahan-kesalahan ini terlihat sederhana, namun cukup berpengaruh terhadap performa dan stabilitas website secara keseluruhan. Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu diperhatikan:

  • Menganggap semakin sedikit plugin pasti lebih baik → banyak pengguna berasumsi bahwa jumlah plugin WordPress yang sedikit otomatis membuat website lebih cepat. Padahal, performa website lebih dipengaruhi oleh kualitas plugin dan cara kerjanya. Satu plugin yang berat dan tidak optimal dapat memberikan dampak lebih besar dibandingkan beberapa plugin ringan yang berjalan efisien
  • Menilai plugin hanya dari jumlah, bukan fungsinya → kesalahan lain yang sering terjadi adalah fokus pada angka tanpa memahami fungsi masing-masing plugin. Jumlah plugin WordPress seharusnya ditentukan berdasarkan kebutuhan fitur, bukan sekadar mengikuti batas angka tertentu.
  • Menginstal plugin tanpa kebutuhan yang jelas → plugin sering kali dipasang karena rekomendasi umum atau tren tertentu, tanpa analisis apakah fitur tersebut benar-benar dibutuhkan. Akibatnya, jumlah plugin WordPress bertambah, tetapi tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap website.
  • Menyamakan dampak semua plugin terhadap performa → tidak semua plugin memiliki beban sistem yang sama. Ada plugin yang hanya bekerja di area tertentu, ada pula yang berjalan terus-menerus. Menyamakan semua plugin hanya berdasarkan jumlah dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru.
  • Tidak melakukan evaluasi plugin secara berkala → website yang terus berkembang membutuhkan penyesuaian. Namun, jumlah plugin WordPress sering kali dibiarkan tanpa evaluasi rutin. Plugin yang sudah tidak relevan tetap aktif dan berpotensi menimbulkan konflik atau celah keamanan.

Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, penentuan jumlah plugin WordPress dapat dilakukan secara lebih bijak dan terencana, sehingga website tetap stabil dan mudah dikelola.

Mengapa Harus Menginstall Plugin WordPress

Plugin merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem WordPress. Tanpa plugin, fitur bawaan WordPress cenderung terbatas dan belum sepenuhnya mampu memenuhi berbagai kebutuhan website modern. Oleh karena itu, keberadaan plugin berperan besar dalam menentukan fungsi dan fleksibilitas website, sekaligus memengaruhi jumlah plugin WordPress yang dibutuhkan. Beberapa alasan utama mengapa plugin perlu diinstal di website WordPress antara lain:

  • Menambahkan fitur yang tidak tersedia secara default → WordPress menyediakan fitur dasar seperti pembuatan halaman dan pengelolaan konten. Namun, kebutuhan seperti SEO, keamanan, caching, formulir kontak, hingga integrasi pihak ketiga memerlukan plugin tambahan. Inilah alasan mengapa jumlah plugin WordPress tidak bisa disamaratakan untuk setiap website.
  • Meningkatkan efisiensi pengelolaan website → plugin membantu menyederhanakan proses teknis yang seharusnya dilakukan secara manual. Dengan plugin yang tepat, pengelolaan website menjadi lebih efisien tanpa harus melakukan kustomisasi kode secara berlebihan.
  • Mendukung keamanan dan stabilitas website → aspek keamanan tidak sepenuhnya ditangani oleh WordPress inti. Plugin keamanan berperan penting dalam melindungi website dari serangan umum. Dalam konteks ini, jumlah plugin WordPress yang terpasang harus tetap seimbang antara kebutuhan fitur dan keamanan sistem.
  • Mengoptimalkan performa dan pengalaman pengguna → plugin tertentu dirancang untuk meningkatkan kecepatan loading, mengelola cache, atau mengoptimalkan aset website. Meskipun menambah jumlah plugin WordPress, plugin jenis ini justru dapat memberikan dampak positif terhadap performa jika digunakan secara tepat.
  • Menyesuaikan website dengan tujuan bisnis atau konten → setiap website memiliki tujuan yang berbeda, baik untuk blog pribadi, profil perusahaan, maupun toko online. Perbedaan tujuan ini secara langsung mempengaruhi jumlah plugin WordPress yang dibutuhkan agar website dapat berjalan sesuai fungsinya.
Baca Juga:  Upgrade Website: Cara Migrasi dari Shared Hosting ke VPS

Memahami alasan-alasan tersebut, penggunaan plugin tidak lagi sekadar menambah fitur, melainkan menjadi bagian dari strategi pengelolaan website. Selanjutnya, penting untuk mengetahui bagaimana cara memilih plugin yang tepat agar jumlah plugin WordPress tetap terkontrol dan efektif.

Cara Memilih Plugin WordPress yang Baik

Memilih plugin tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Kesalahan dalam pemilihan plugin dapat berdampak langsung pada performa, keamanan, dan stabilitas website. Oleh karena itu, sebelum menambah jumlah plugin WordPress, penting untuk memastikan bahwa plugin yang dipilih benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa kriteria yang dapat dijadikan acuan dalam memilih plugin WordPress yang baik:

  • Memiliki fungsi yang jelas dan relevan → setiap plugin yang diinstal sebaiknya memiliki tujuan yang spesifik. Jika satu plugin tidak memberikan manfaat yang jelas, maka penambahan jumlah plugin WordPress tersebut sebaiknya dipertimbangkan kembali.
  • Dikembangkan dan diperbaharui secara rutin → plugin yang jarang diperbarui berpotensi menimbulkan celah keamanan dan masalah kompatibilitas. Pembaruan rutin menandakan bahwa plugin masih aktif dikembangkan dan mengikuti versi WordPress terbaru.
  • Memiliki reputasi dan ulasan yang baik → ulasan pengguna dapat memberikan gambaran awal mengenai stabilitas dan kualitas plugin. Plugin dengan ulasan positif dan jumlah pengguna aktif yang tinggi umumnya lebih dapat diandalkan, sehingga penambahan jumlah plugin WordPress tetap berada pada jalur yang aman.
  • Kompatibel dengan tema dan plugin lain → konflik antar plugin merupakan salah satu penyebab umum error pada website. Sebelum menambah jumlah plugin WordPress, pastikan plugin tersebut kompatibel dengan tema yang digunakan serta plugin penting lainnya.
  • Tidak membebani performa website secara berlebihan → plugin yang baik dirancang dengan efisien dan tidak menjalankan proses yang tidak diperlukan. Pengujian performa setelah instalasi plugin sangat disarankan, terutama jika jumlah plugin WordPress sudah cukup banyak.
  • Menyediakan dokumentasi dan dukungan yang memadai → dokumentasi yang jelas memudahkan pengguna dalam memahami cara kerja plugin. Dukungan yang responsif juga menjadi nilai tambah jika terjadi kendala teknis.

Menerapkan kriteria tersebut, penambahan jumlah plugin WordPress dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan strategis. Langkah ini membantu menjaga website tetap optimal tanpa harus mengorbankan fitur yang dibutuhkan.

Plugin WordPress yang Wajib Diinstall

Meskipun setiap website memiliki kebutuhan yang berbeda, terdapat beberapa kategori plugin yang umumnya dianggap penting untuk hampir semua jenis website. Keberadaan plugin-plugin ini membantu menjaga fungsionalitas dasar, keamanan, dan performa website tanpa harus menambah jumlah plugin WordPress secara berlebihan. Berikut kategori plugin WordPress yang sebaiknya tersedia di website:

  • Plugin keamanan (Security Plugin) → keamanan merupakan aspek krusial dalam pengelolaan website. Plugin keamanan membantu melindungi website dari serangan brute force, malware, dan aktivitas mencurigakan lainnya. Dalam konteks jumlah plugin WordPress, penggunaan satu plugin keamanan yang andal jauh lebih efektif dibandingkan memasang beberapa plugin dengan fungsi serupa.
  • Plugin SEO → plugin SEO memudahkan pengelolaan meta data, sitemap, serta optimasi konten agar lebih ramah mesin pencari. Dengan satu plugin SEO yang tepat, kebutuhan optimasi dapat terpenuhi tanpa harus menambah jumlah plugin WordPress dari kategori yang sama.
  • Plugin caching dan optimasi performa → plugin jenis ini berfungsi untuk meningkatkan kecepatan loading website. Meskipun menambah jumlah plugin WordPress, plugin caching justru berkontribusi positif terhadap performa jika dikonfigurasi dengan benar.
  • Plugin backup → backup merupakan langkah pencegahan yang sering diabaikan. Plugin backup membantu memastikan data website tetap aman jika terjadi kesalahan teknis atau gangguan sistem. Satu plugin backup yang stabil sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ini.
  • Plugin formulir kontak → komunikasi dengan pengunjung merupakan bagian penting dari website. Plugin formulir kontak memudahkan pembuatan dan pengelolaan formulir tanpa perlu kustomisasi kode yang kompleks.
  • Plugin optimasi gambar → gambar berukuran besar dapat memperlambat website. Plugin optimasi gambar membantu mengurangi ukuran file tanpa menurunkan kualitas secara signifikan, sehingga jumlah plugin WordPress tetap efisien namun performa tetap terjaga.

Memilih plugin dari kategori-kategori tersebut secara selektif, website dapat berjalan optimal tanpa harus khawatir terhadap jumlah plugin WordPress yang tidak terkontrol. Setelah mengetahui plugin yang wajib diinstal, langkah selanjutnya adalah memahami faktor-faktor yang menentukan jumlah plugin WordPress yang aman digunakan.

Faktor yang Menentukan Jumlah Plugin Aman

Menentukan jumlah plugin WordPress yang aman tidak bisa hanya mengandalkan angka tertentu. Setiap website memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga jumlah plugin WordPress harus disesuaikan dengan beberapa faktor penting berikut. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi jumlah plugin WordPress yang aman antara lain:

  • Jenis dan tujuan website → website blog pribadi tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan website toko online atau website perusahaan. Semakin kompleks fungsi website, semakin besar kemungkinan jumlah plugin WordPress yang dibutuhkan. Oleh karena itu, jenis website menjadi penentu utama dalam menentukan batas aman penggunaan plugin.
  • Kualitas plugin yang digunakan → plugin yang dikembangkan dengan baik umumnya lebih ringan dan stabil. Dengan memilih plugin berkualitas, jumlah plugin WordPress dapat ditingkatkan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap performa website.
  • Spesifikasi server dan kualitas hosting → performa server memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan website dalam menangani banyak plugin. Hosting dengan resource yang memadai akan lebih mampu mengelola jumlah plugin WordPress yang lebih banyak dibandingkan server dengan spesifikasi terbatas. Pada kondisi ini, penggunaan WordPress Hosting DomaiNesia dapat membantu menjaga stabilitas website meskipun plugin yang digunakan cukup beragam.
  • Konfigurasi dan optimasi website → website yang dikonfigurasi dengan baik, termasuk pengaturan cache dan optimasi database, cenderung lebih stabil meskipun memiliki jumlah plugin WordPress yang relatif lebih banyak. Sebaliknya, konfigurasi yang kurang optimal dapat membuat website bermasalah meskipun plugin yang terpasang sedikit.
  • Frekuensi update dan perawatan plugin → plugin yang rutin diperbarui umumnya lebih aman dan kompatibel dengan versi WordPress terbaru. Mengelola jumlah plugin WordPress juga berarti memastikan setiap plugin mendapatkan pembaruan dan perawatan secara berkala.
  • Tingkat pengalaman pengelola website → pengguna yang memahami cara kerja WordPress dan plugin cenderung lebih mampu mengelola jumlah plugin WordPress secara efektif. Hal ini termasuk kemampuan mendeteksi konflik plugin dan melakukan evaluasi jika terjadi masalah.
Baca Juga:  Cara Mudah Restore Wordpress Dengan cPanel dan Plugin

Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, penentuan jumlah plugin WordPress tidak lagi bersifat spekulatif, melainkan berdasarkan kondisi nyata website. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fitur dan stabilitas sistem.

Jumlah Plugin WordPress
Sumber: Canva

Dampak Terlalu Banyak dan Terlalu Sedikit Plugin

Mengelola jumlah plugin WordPress memang soal keseimbangan. Terlalu banyak atau terlalu sedikit sama-sama punya konsekuensi. Berikut perbandingan dampaknya:

Aspek Terlalu Banyak Plugin Terlalu Sedikit Plugin
Performa Website Website lebih lambat, loading meningkat Website cepat, tapi beberapa fitur mungkin terbatas
Konflik Plugin Risiko konflik antar plugin tinggi Hampir tidak ada konflik, tapi fungsionalitas kurang
Maintenance & Update Sulit, proses update lebih kompleks Mudah, tapi beberapa pekerjaan harus dilakukan manual
Keamanan Risiko celah keamanan meningkat Lebih aman, tapi kurang proteksi tambahan
Fitur & Fungsionalitas Banyak fitur, tapi mungkin berlebihan atau tidak semua dipakai Terbatas, beberapa kebutuhan tidak terpenuhi
Pengalaman Pengguna Bisa menurun jika website lambat atau error Cenderung stabil, tapi user experience mungkin kurang optimal

Dengan memahami perbedaan dampak antara terlalu banyak dan terlalu sedikit plugin, kamu bisa mulai membayangkan berapa jumlah plugin WordPress yang ideal untuk website kamu. Selanjutnya, mari bahas rekomendasi jumlah plugin yang aman dan praktis sesuai jenis website, sehingga kamu bisa menjaga performa tanpa mengorbankan fitur penting.

Rekomendasi Jumlah Plugin WordPress Ideal

Menentukan jumlah plugin WordPress yang ideal tergantung tipe website dan kebutuhan fiturnya. Berikut rekomendasi umum sesuai jenis websitenya:

  • Blog Pribadi / Portfolio – 10–15 plugin: fokus pada plugin untuk SEO, formulir kontak, optimasi gambar, dan keamanan dasar. Pastikan plugin yang dipasang relevan dengan tujuan konten.
  • Website Perusahaan / Profil Bisnis – 15–20 plugin: tambahkan plugin untuk analytics, backup, keamanan, optimasi performa, dan fitur pendukung lain yang meningkatkan profesionalisme website.
  • Toko Online / E-commerce – 20–30 plugin: termasuk plugin untuk sistem pembayaran, inventory, keamanan, SEO, caching, dan integrasi pihak ketiga. Prioritaskan plugin yang berkualitas agar website tetap stabil meski jumlahnya cukup banyak.
  • Landing Page / Campaign Website – 8–12 plugin: minimal plugin agar website tetap ringan dan cepat. Fokus pada formulir interaktif, tracking analytics, dan optimasi performa.

Dengan pendekatan ini, kamu bisa menentukan jumlah plugin WordPress yang ideal tanpa mengorbankan performa dan keamanan website.

Plugin Multifungsi vs Plugin Spesifik

Dalam mengelola jumlah plugin WordPress, penting juga mempertimbangkan jenis plugin yang digunakan. Ada plugin multifungsi yang mencakup banyak fitur sekaligus, dan plugin spesifik yang fokus pada satu fungsi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Berikut perbandingan plugin multifungsi vs plugin spesifik:

Kriteria Plugin Multifungsi Plugin Spesifik
Fungsi Menyediakan banyak fitur dalam satu plugin Fokus pada satu fungsi tertentu
Jumlah Plugin yang Dibutuhkan Bisa mengurangi jumlah plugin WordPress karena satu plugin menggantikan beberapa Biasanya menambah jumlah plugin WordPress karena setiap fungsi butuh plugin tersendiri
Kompleksitas Konfigurasi Konfigurasi lebih kompleks karena banyak fitur Konfigurasi lebih sederhana dan spesifik
Dampak Performa Bisa lebih berat jika semua fitur aktif Biasanya lebih ringan karena hanya satu fungsi dijalankan
Fleksibilitas Tinggi, tapi kadang ada fitur yang tidak diperlukan Sangat spesifik dan tepat guna
Kesesuaian untuk Pemula Bisa membingungkan jika terlalu banyak opsi Lebih mudah digunakan dan dipahami
Baca Juga:  Blogspot VS WordPress: Mana yang Terbaik?

Jadi gunakan plugin multifungsi jika ingin mengurangi jumlah plugin WordPress dan butuh banyak fitur sekaligus. Dan gunakan plugin spesifik jika ingin kontrol lebih detail dan menjaga performa tetap ringan. Pendekatan kombinasi keduanya sering menjadi solusi terbaik: beberapa plugin multifungsi untuk fitur utama, ditambah plugin spesifik untuk kebutuhan khusus.

Cara Mengelola dan Mengevaluasi Plugin

Mengelola jumlah plugin WordPress secara efektif penting untuk menjaga performa, keamanan, dan kemudahan pengelolaan website. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:

  • Lakukan audit plugin secara berkala → evaluasi plugin yang sudah terpasang setidaknya setiap 3–6 bulan. Pastikan plugin masih relevan, aktif digunakan, dan kompatibel dengan versi WordPress terbaru. Plugin yang jarang dipakai atau sudah tergantikan fitur lain sebaiknya dihapus.
  • Perbarui plugin secara rutin → plugin yang diperbarui secara berkala biasanya lebih aman dan kompatibel dengan sistem WordPress terbaru. Jangan biarkan plugin kadaluarsa menumpuk, karena dapat meningkatkan risiko bug dan celah keamanan.
  • Monitor performa website → gunakan tool monitoring atau plugin khusus untuk mengecek kecepatan dan beban server. Dengan cara ini, kamu bisa menilai apakah jumlah plugin WordPress saat ini masih aman atau mulai membebani performa.
  • Catat plugin dan fungsinya → buat daftar semua plugin beserta fungsinya. Hal ini membantu saat terjadi konflik atau ketika ingin menambah plugin baru, sehingga kamu lebih mudah menilai apakah plugin tambahan benar-benar dibutuhkan.
  • Gunakan plugin manajemen plugin → beberapa plugin menyediakan fitur untuk menonaktifkan plugin di halaman tertentu atau menunda prosesnya agar tidak membebani website secara keseluruhan. Cara ini membantu mengontrol jumlah plugin WordPress aktif sesuai kebutuhan.
  • Prioritaskan plugin berkualitas → lebih baik memiliki sedikit plugin yang stabil dan multifungsi daripada banyak plugin yang berat dan kurang terawat. Kualitas plugin sangat mempengaruhi performa dan keamanan website.

Dengan langkah-langkah ini, pengelolaan plugin menjadi lebih terstruktur, jumlah plugin WordPress tetap terkontrol, dan website dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Kesalahan Fatal dalam Penggunaan Plugin

Selain masalah jumlah, ada beberapa kesalahan fatal yang sering terjadi saat menggunakan plugin WordPress. Kesalahan ini bisa berdampak serius pada performa, keamanan, dan stabilitas website, sehingga penting untuk dihindari. Kesalahan fatal yang perlu diperhatikan:

  • Menginstal plugin dari sumber tidak terpercaya → plugin dari sumber yang tidak resmi atau kurang dikenal dapat mengandung malware, kode buruk, atau celah keamanan. Selalu pilih plugin dari WordPress.org atau pengembang terpercaya.
  • Mengabaikan update plugin → plugin yang tidak diperbarui rentan terhadap bug dan celah keamanan. Mengabaikan update berarti menambah risiko error atau kerentanan website.
  • Menginstal plugin yang fungsinya tumpang tindih → beberapa plugin memiliki fitur yang mirip. Memasang plugin yang fungsinya sama tidak hanya menambah jumlah plugin WordPress, tetapi juga berpotensi menyebabkan konflik.
  • Menggunakan plugin berat tanpa optimasi → plugin yang memakan resource tinggi dapat memperlambat website. Jika ingin menambah plugin, pastikan website dioptimalkan melalui caching, kompresi gambar, dan hosting yang mumpuni.
  • Tidak menonaktifkan plugin yang tidak dibutuhkan → plugin yang jarang digunakan tapi tetap aktif akan tetap membebani sistem. Menonaktifkan atau menghapus plugin yang tidak perlu adalah langkah penting menjaga performa.
  • Tidak melakukan backup sebelum instalasi plugin baru → selalu lakukan backup sebelum menambahkan plugin baru. Kesalahan ini dapat membuat website rentan terhadap crash atau kehilangan data jika plugin baru menimbulkan konflik.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini, penggunaan plugin WordPress menjadi lebih aman dan terkontrol. Langkah ini membantu memastikan website tetap stabil meski jumlah plugin WordPress relatif banyak.

Jumlah Plugin WordPress
Sumber: Canva

Atur Plugin WordPress Tanpa Ribet

Kalau dipikir-pikir, menentukan jumlah plugin WordPress itu bukan soal angka pasti. Kadang orang kepikiran “Ah, makin banyak plugin makin canggih,” padahal nggak selalu begitu. Justru kalau asal pasang, website bisa melambat atau muncul error. Sebaliknya, terlalu sedikit plugin bikin fitur penting nggak jalan dan pekerjaan jadi manual.

Yang penting sebenarnya adalah memilih plugin yang tepat, relevan, dan berkualitas. Jangan takut pakai plugin multifungsi kalau memang membantu, tapi kalau cuma butuh satu fitur spesifik, plugin ringan juga oke. Intinya, jangan cuma fokus pada jumlah plugin WordPress, tapi perhatikan juga kualitas dan pengelolaannya.

Beli Hosting WordPress

 

Selain itu, jangan lupa mengecek performa website dan rutin evaluasi plugin yang ada. Kalau kamu mau semuanya lebih mudah dan aman, memilih hosting yang stabil juga penting. Nah, ini pas banget kalau pakai WordPress Hosting DomaiNesia. Dengan hosting ini, website kamu bisa tetap cepat, stabil, dan siap menampung semua plugin yang dibutuhkan tanpa ribet.

Jadi, sekarang kamu bisa lebih santai mikirin plugin. Fokus saja pada apa yang benar-benar dibutuhkan website kamu, dan biarkan hosting serta plugin bekerja sama menjaga performa. Dengan cara ini, website WordPress kamu tetap lancar, aman, dan nyaman untuk pengunjung.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds