• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Addon Domain di cPanel dan Mengelolanya dengan Aman

Cara Membuat Addon Domain di cPanel dan Mengelolanya dengan Aman

Oleh Ayoni Sulthon
Cara Membuat Addon Domain di cPanel dan Mengelolanya dengan Aman 1

Hi, DomaiNesians! Ketika memiliki layanan hosting, kamu tidak selalu harus membeli paket baru untuk setiap website. Selama paket yang digunakan mendukung lebih dari satu domain dan memiliki sumber daya yang mencukupi, beberapa website dapat dikelola melalui satu akun hosting.

Salah satu fitur yang memungkinkan hal tersebut adalah addon domain. Fitur ini dapat digunakan untuk membuat website baru dengan alamat domain, konten, dan folder penyimpanan yang berbeda dari website utama.

Namun, penggunaan addon domain tidak hanya berkaitan dengan menambahkan nama domain. Kamu juga perlu memperhatikan pengaturan document root, DNS, SSL, kapasitas hosting, dan keamanan setiap website.

Dalam panduan ini, kamu akan mempelajari pengertian addon domain, perbedaannya dengan subdomain, cara menambahkannya melalui cPanel, serta praktik terbaik untuk mengelola beberapa website dalam satu hosting.

Apa Itu Addon Domain?

Addon domain adalah domain tambahan yang ditempatkan pada akun hosting yang sudah memiliki domain utama. Domain tersebut dapat menampilkan website tersendiri dengan konten dan struktur file yang berbeda.

Sebagai contoh, sebuah akun hosting memiliki domain utama bisnisutama.com. Pemilik akun kemudian menambahkan tokobaru.com sebagai addon domain. Kedua domain tersebut dapat menampilkan website yang berbeda meskipun dikelola melalui akun hosting yang sama.

Perlu dipahami bahwa fitur addon domain tidak memberikan nama domain secara otomatis. Kamu tetap harus mendaftarkan dan mengaktifkan domain yang ingin ditambahkan sebelum menghubungkannya ke hosting.

Fungsi addon domain

Fungsi utama addon domain adalah mempermudah pengelolaan beberapa website tanpa membuat akun hosting terpisah.

Fitur ini dapat digunakan untuk:

  • mengelola beberapa website bisnis;
  • membuat blog atau portal konten tambahan;
  • menjalankan landing page dengan domain berbeda;
  • menempatkan website proyek atau portofolio;
  • mengelola website milik beberapa klien dalam skala terbatas.

Penggunaan addon domain juga dapat membantu menghemat biaya. Meski demikian, jumlah website yang dapat dijalankan tetap bergantung pada batas domain dan sumber daya paket hosting.

Perbedaan Addon Domain, Subdomain, dan Alias Domain

Addon domain, subdomain, dan alias domain memiliki fungsi yang berbeda. Pemilihan fitur yang tepat akan membantu kamu menyusun struktur website dengan lebih efisien.

Jenis Contoh Fungsi
Addon domain tokobaru.com Membuat website terpisah dengan domain dan konten berbeda
Subdomain blog.bisnisutama.com Membuat bagian atau layanan tambahan dari domain utama
Alias domain bisnisutama.net Menampilkan website yang sama melalui domain berbeda

Addon domain cocok digunakan ketika website baru memiliki identitas, konten, dan tujuan tersendiri.

Subdomain lebih sesuai untuk bagian yang masih berkaitan dengan website utama, seperti blog, halaman bantuan, area anggota, atau lingkungan pengujian. Penjelasan lebih lanjut dapat dibaca dalam pembahasan mengenai perbedaan domain dan subdomain.

Sementara itu, alias domain, yang sebelumnya sering disebut parked domain—digunakan ketika dua atau lebih domain perlu menampilkan website yang sama.

Baca Juga:  Kenapa Staging Environment Bisa Merusak Production dan Cara Mencegahnya

Kapan Sebaiknya Menggunakan Addon Domain?

Addon domain dapat menjadi pilihan praktis ketika kamu ingin menjalankan beberapa website kecil atau menengah melalui satu layanan hosting.

Fitur ini biasanya sesuai untuk:

  • pemilik bisnis dengan beberapa merek;
  • blogger yang mengelola beberapa topik;
  • pengembang yang menjalankan proyek berbeda;
  • agensi yang mengelola beberapa website sederhana;
  • pemilik landing page dengan domain khusus.

Meski praktis, addon domain tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kebutuhan. Website dengan trafik tinggi, transaksi penting, data sensitif, atau kebutuhan sumber daya besar lebih aman ditempatkan pada akun atau server terpisah.

Hal ini karena semua website dalam akun yang sama masih berbagi CPU, memori, penyimpanan, bandwidth, dan konfigurasi keamanan akun.

Syarat Menggunakan Addon Domain

Sebelum menambahkan domain baru, pastikan beberapa persyaratan berikut sudah terpenuhi.

1. Paket hosting mendukung lebih dari satu domain

Tidak semua paket hosting mengizinkan penambahan domain. Paket tingkat awal biasanya hanya dapat digunakan untuk satu domain utama.

Periksa informasi paket atau dashboard pelanggan untuk mengetahui:

  • jumlah domain yang dapat ditambahkan;
  • kapasitas penyimpanan;
  • jumlah database;
  • batas penggunaan CPU dan memori;
  • jumlah akun email;
  • batas inode atau jumlah file.

2. Domain sudah aktif

Domain yang akan digunakan harus sudah terdaftar dan belum kedaluwarsa. Domain tersebut juga tidak boleh sedang terhubung ke konfigurasi yang bertentangan dengan server hosting tujuan.

3. DNS dapat diarahkan ke hosting

Kamu memerlukan informasi nameserver atau alamat IP server. Informasi tersebut biasanya tersedia pada email aktivasi hosting atau dashboard pelanggan.

4. Sumber daya hosting mencukupi

Setiap website membutuhkan ruang penyimpanan dan kemampuan pemrosesan. WordPress, toko online, aplikasi web, dan website dengan banyak plugin dapat menggunakan sumber daya lebih besar dibandingkan website HTML sederhana.

Karena itu, jangan hanya melihat jumlah addon domain yang diizinkan. Perhatikan pula kapasitas nyata paket hosting.

Agar beberapa website tetap berjalan stabil, pastikan layanan hosting menyediakan kapasitas penyimpanan, database, dan sumber daya yang mencukupi. Kamu dapat mempertimbangkan Web Hosting DomaiNesia yang mendukung pengelolaan beberapa domain melalui satu dashboard hosting.

Dapatkan Hosting Terbaik DomaiNesia Sekarang!

Cara Membuat Addon Domain di cPanel

Sebelum mengikuti langkah berikut, kamu dapat mempelajari terlebih dahulu cara kerja dan fitur dasar cPanel melalui panduan mengenal fungsi dan fitur cPanel.

Pada cPanel versi terbaru, pengelolaan addon domain umumnya dilakukan melalui menu Domains, bukan melalui menu terpisah bernama Addon Domains. Tampilan dapat sedikit berbeda karena penyedia hosting dapat menyesuaikan fitur yang tersedia.

1. Aktifkan dan siapkan domain

Pastikan domain sudah aktif. Catat nameserver atau alamat IP dari akun hosting yang akan digunakan.

2. Arahkan DNS domain

Apabila domain dan hosting dibeli dari penyedia yang berbeda, ubah nameserver domain agar mengarah ke server hosting.

Alternatifnya, kamu dapat menggunakan A Record untuk mengarahkan domain ke alamat IP hosting. Pilih salah satu metode sesuai konfigurasi DNS yang digunakan.

3. Masuk ke cPanel

Buka dashboard hosting, lalu akses cPanel menggunakan tombol atau informasi login yang tersedia.

4. Buka menu Domains

Cari bagian Domains, kemudian pilih menu Domains.

Klik Create a New Domain untuk menambahkan domain baru.

5. Masukkan nama domain

Masukkan nama domain tanpa http://, https://, atau garis miring.

Contoh:

tokobaru.com

6. Atur document root

Apabila domain akan menampilkan website yang berbeda, nonaktifkan opsi Share document root with the main domain.

Setelah opsi tersebut dinonaktifkan, tentukan folder untuk menyimpan file website. Contohnya:

public_html/tokobaru.com

Gunakan nama folder yang singkat dan mudah dikenali. Hindari menggunakan folder milik domain lain karena dapat menyebabkan kedua domain menampilkan konten yang sama.

7. Selesaikan penambahan domain

Klik tombol untuk menyimpan atau membuat domain. Tunggu hingga cPanel menyelesaikan konfigurasi domain dan document root.

8. Periksa daftar domain

Pastikan domain muncul pada daftar Domains dan memiliki document root yang benar.

Baca Juga:  Makin Jago! 11 Tempat Belajar WordPress dari Nol

9. Unggah file website

Unggah file melalui File Manager, FTP, Git, atau installer CMS yang disediakan oleh layanan hosting.

Pastikan file ditempatkan di document root addon domain, bukan di folder domain utama.

10. Uji domain

Buka domain melalui browser. Apabila halaman belum muncul, periksa kembali DNS, document root, dan status propagasi.

cara membuat addon domain di cPanel

Memahami Document Root Addon Domain

Document root adalah folder yang menjadi sumber file publik suatu domain. Ketika pengunjung membuka domain, server mengambil file dari folder tersebut.

Sebagai contoh:

  • domainutama.com menggunakan public_html;
  • tokobaru.com menggunakan public_html/tokobaru.com;
  • bloglain.com menggunakan public_html/bloglain.com.

Pemisahan folder membantu menjaga file setiap website tetap terorganisasi. Namun, folder berbeda tidak memberikan isolasi keamanan penuh.

Semua folder masih berada dalam akun hosting yang sama. Akun tersebut dapat memiliki pengguna sistem, konfigurasi PHP, limit sumber daya, dan permission yang saling berkaitan.

Karena itu, jangan menganggap website lain akan selalu aman hanya karena file disimpan dalam folder berbeda.

Mengatur DNS dan Nameserver

DNS berfungsi mengarahkan nama domain ke server tempat website disimpan. Tanpa pengaturan yang benar, domain tidak akan menampilkan file dari hosting tujuan.

1. Menggunakan nameserver

Penggantian nameserver merupakan cara paling sederhana jika seluruh pengelolaan DNS ingin dilakukan melalui penyedia hosting.

Masukkan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting ke pengaturan domain. Setelah itu, record DNS akan dikelola melalui server hosting tersebut.

2. Menggunakan A Record

A Record digunakan untuk mengarahkan domain ke alamat IPv4 server.

Metode ini cocok jika kamu ingin tetap mengelola DNS melalui penyedia domain, Cloudflare, atau layanan DNS lain.

Pastikan domain utama dan subdomain www diarahkan dengan benar. Subdomain www dapat menggunakan A Record yang sama atau CNAME menuju domain utama.

3. Menunggu propagasi DNS

Perubahan DNS tidak selalu terlihat secara langsung. Server DNS, penyedia internet, perangkat, dan browser dapat menyimpan informasi lama dalam cache.

Jika domain belum terhubung, tunggu hingga pembaruan DNS tersebar. Hindari mengubah konfigurasi berulang kali selama proses tersebut karena dapat mempersulit pemeriksaan.

Mengaktifkan SSL pada Addon Domain

Setiap addon domain perlu memiliki sertifikat SSL sendiri agar dapat diakses melalui HTTPS.

Pada banyak akun cPanel, SSL dapat diterbitkan melalui AutoSSL setelah domain mengarah ke server. Statusnya dapat diperiksa melalui menu SSL/TLS Status. Ketersediaan dan proses penerbitannya tetap bergantung pada konfigurasi penyedia hosting.

Langkah umumnya adalah:

  1. Pastikan DNS domain sudah mengarah ke hosting.
  2. Buka menu SSL/TLS Status.
  3. Periksa apakah domain disertakan dalam AutoSSL.
  4. Jalankan pemeriksaan AutoSSL jika tersedia.
  5. Tunggu hingga sertifikat berhasil diterbitkan.
  6. Aktifkan pengalihan dari HTTP ke HTTPS.

Apabila sertifikat tidak terbit, periksa DNS, record CAA, document root, dan akses HTTP domain. Panduan lebih lengkap tersedia dalam artikel cara memasang SSL di hosting.

Jangan mengaktifkan pengalihan HTTPS sebelum sertifikat valid. Pengalihan yang dilakukan terlalu awal dapat menyebabkan browser menampilkan kesalahan koneksi.

Dampak Addon Domain terhadap SEO

Penggunaan addon domain tidak otomatis memberikan dampak negatif terhadap SEO. Mesin pencari akan memperlakukan setiap domain sebagai website yang berbeda.

Agar setiap website dapat berkembang secara optimal, lakukan beberapa langkah berikut:

  • publikasikan konten unik pada setiap domain;
  • gunakan struktur navigasi yang jelas;
  • buat sitemap untuk masing-masing website;
  • daftarkan setiap domain secara terpisah pada alat analitik dan mesin pencari;
  • gunakan internal link yang relevan dalam website tersebut;
  • hindari menyalin seluruh halaman dari domain utama;
  • gunakan canonical apabila terdapat konten yang sengaja dibuat serupa.

Hindari membuat banyak domain dengan konten tipis hanya untuk menargetkan variasi keyword yang sama. Strategi tersebut dapat menyebabkan pengelolaan konten menjadi tidak efisien dan membingungkan pengguna.

Tautan antarwebsite juga sebaiknya diberikan secara natural. Jangan membangun jaringan tautan yang berlebihan hanya karena seluruh website berada dalam satu hosting.

Dampak terhadap Performa Hosting

Semua website dalam satu akun menggunakan sumber daya yang sama. Ketika salah satu website menggunakan CPU, memori, bandwidth, atau proses PHP secara berlebihan, website lain dapat ikut melambat.

Baca Juga:  Hosting Checker: Temukan Hosting di Balik Website

Masalah ini sering terjadi ketika:

  • salah satu website mengalami lonjakan trafik;
  • terdapat plugin atau tema yang tidak efisien;
  • proses terjadwal berjalan terlalu sering;
  • terjadi serangan bot;
  • kapasitas penyimpanan hampir penuh;
  • database tidak dioptimalkan;
  • jumlah file melebihi batas inode.

Gunakan menu statistik atau monitoring pada hosting untuk memeriksa penggunaan sumber daya. Pembahasan mengenai batas sumber daya hosting dapat membantu kamu mengenali penyebab website melambat.

Jika satu website sering mencapai batas akun, pertimbangkan memisahkannya agar tidak mengganggu website lain.

Praktik Keamanan untuk Addon Domain

Karena beberapa website berada dalam akun yang sama, keamanan perlu dikelola secara konsisten.

1. Perbarui CMS, tema, dan plugin

Gunakan versi terbaru yang masih didukung. Hapus plugin, tema, atau aplikasi yang tidak digunakan agar permukaan serangan lebih kecil.

2. Gunakan kredensial berbeda

Gunakan password admin, database, FTP, dan email yang berbeda untuk setiap website. Jangan memakai satu password untuk seluruh layanan.

3. Atur permission secara tepat

Hindari memberikan permission tulis yang terlalu terbuka. Gunakan konfigurasi yang direkomendasikan oleh CMS dan penyedia hosting.

4. Lakukan backup rutin

Simpan backup file dan database secara berkala. Sebaiknya, salinan backup juga tersedia di luar akun hosting utama.

5. Lakukan pemindaian malware

Periksa file yang berubah secara tidak wajar dan gunakan fitur pemindaian malware apabila tersedia.

6. Jangan mengandalkan pemisahan folder

Document root yang berbeda hanya memisahkan lokasi file. Apabila salah satu website diretas, penyerang dapat mencoba mengakses file lain yang masih berada dalam akun yang sama.

Website bisnis penting atau website klien yang membutuhkan keamanan lebih tinggi sebaiknya ditempatkan dalam akun terpisah.

Kesalahan Umum Saat Menambahkan Addon Domain

1. Salah memilih document root

Kesalahan ini dapat membuat domain menampilkan website utama, halaman kosong, atau file milik domain lain.

Periksa jalur folder sebelum mengunggah website.

2. Opsi berbagi document root masih aktif

Pada menu Domains terbaru, domain dapat diarahkan ke document root domain utama apabila opsi berbagi folder tidak dinonaktifkan.

Untuk membuat website terpisah, pastikan addon domain menggunakan foldernya sendiri.

3. DNS belum mengarah ke hosting

Domain yang masih mengarah ke server lama tidak akan menampilkan file dari hosting baru.

Periksa nameserver dan A Record sebelum mengubah konfigurasi lain.

4. SSL belum aktif

Domain mungkin dapat dibuka melalui HTTP tetapi menampilkan peringatan ketika diakses menggunakan HTTPS.

Pastikan sertifikat sudah diterbitkan sebelum mengaktifkan pengalihan HTTPS.

5. Kapasitas hosting tidak mencukupi

Meskipun paket mengizinkan banyak domain, kapasitas CPU, memori, storage, atau inode tetap dapat membatasi jumlah website yang berjalan dengan stabil.

Kapan Harus Menggunakan Hosting Terpisah atau VPS?

Addon domain cocok untuk beberapa website dengan kebutuhan sumber daya yang relatif ringan. Namun, pemisahan layanan perlu dipertimbangkan ketika:

  • website sering mengalami limit sumber daya;
  • trafik mulai meningkat;
  • salah satu website menjalankan proses berat;
  • website menangani transaksi atau data penting;
  • setiap website memerlukan versi aplikasi yang berbeda;
  • keamanan antarwebsite harus dipisahkan;
  • masalah pada satu website sering memengaruhi website lain.

Hosting terpisah memberikan batas akun yang lebih jelas. Sementara itu, VPS menawarkan kontrol dan sumber daya lebih besar, tetapi membutuhkan pengelolaan server yang lebih matang.

Sebelum berpindah, pelajari proses migrasi dari shared hosting ke VPS agar pemindahan file, database, DNS, dan SSL dapat dilakukan secara terencana.

Kesimpulan

Addon domain memungkinkan kamu menjalankan beberapa website dengan domain dan document root berbeda melalui satu akun hosting. Fitur ini cocok untuk website sederhana, proyek baru, blog, landing page, atau beberapa website bisnis dengan kebutuhan sumber daya yang masih terkendali.

Agar seluruh website tetap stabil, periksa batas paket hosting, gunakan document root yang benar, arahkan DNS dengan tepat, aktifkan SSL, lakukan pembaruan rutin, dan pantau penggunaan sumber daya.

Jika kamu berencana mengelola beberapa website melalui satu dashboard, pilih layanan Web Hosting DomaiNesia yang mendukung lebih dari satu domain dan menyediakan sumber daya sesuai kebutuhan setiap website.

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya