DomaiNesia di Global Game Jam Yogyakarta 2026
Ketika 48 Jam Jadi Cerita: DomaiNesia di Global Game Jam Yogyakarta 2026
Ada energi yang berbeda saat puluhan developer berkumpul di satu ruangan dengan tujuan yang sama: membuat game dari nol dalam waktu 48 jam. Itulah suasana yang DomaiNesia rasakan ketika hadir sebagai Sponsor Platinum di Global Game Jam (GGJ) Yogyakarta 2026.
Selama tiga hari penuh di Gedung Prodi Animasi FSMR ISI Yogyakarta, ide-ide segar bermunculan, diskusi terjadi hampir di setiap sudut ruangan, dan layar laptop tak pernah benar-benar gelap. Buat kamu yang belum familiar, GGJ bukan sekadar lomba. Ini adalah ruang kolaborasi global di mana developer berkumpul untuk bereksperimen, belajar, dan tentu saja—bersenang-senang sambil berkarya.
Tahun ini, sebanyak 60 peserta dari berbagai latar belakang ikut meramaikan GGJ Yogyakarta. Mulai dari programmer, artist, hingga storyteller, semuanya punya peran penting dalam proses menciptakan game dalam waktu yang terbatas.
Menghadirkan Subtema “Website” sebagai Tantangan Kreatif
Sebagai Sponsor Platinum, DomaiNesia membawa satu ide sederhana namun menantang: subtema “Website”. Tujuannya bukan sekadar memberi batasan, tapi justru membuka ruang eksplorasi baru bagi para peserta.
Menariknya, tiga tim langsung mengambil tantangan ini dan menciptakan konsep game yang sangat berbeda satu sama lain.
Tim Warnonymous menghadirkan game stealth hacking dengan mekanik satu tombol yang sederhana namun menegangkan. Kamu akan bermain sebagai hacker yang mencoba membobol website di warnet sambil menghindari deteksi NPC.
Lalu ada Shelter Nightshift, game dengan nuansa misterius di mana kamu berperan sebagai penjaga shelter di dunia pasca-apokaliptik. Tugasmu adalah memeriksa setiap pengunjung dan menentukan apakah mereka manusia atau monster yang menyamar.
Sementara itu, Byte Blocker menghadirkan game pertahanan server bergaya anime 2D yang cepat dan intens. Kamu harus menjaga server dari serangan hacker yang terus meningkat, menciptakan pengalaman cyber security yang dikemas dengan gameplay seru.
Melihat berbagai interpretasi peserta terhadap subtema ini menjadi salah satu momen paling menyenangkan bagi tim DomaiNesia selama event berlangsung.
Berbagi Cerita Lewat Sesi Deploy Game Server
Selain menghadirkan subtema, DomaiNesia juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman melalui sesi “Deploy Game Server (Pterodactyl) di DomaiNesia” pada hari kedua. Banyak peserta yang ternyata penasaran bagaimana cara membawa game mereka dari sekadar prototype menjadi sesuatu yang bisa dimainkan bersama.
Dalam sesi ini, DomaiNesia menunjukkan bagaimana developer bisa memanfaatkan Cloud VPS untuk kebutuhan game server. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah kemampuan untuk langsung memilih template Pterodactyl dari dashboard, sehingga proses instalasi menjadi jauh lebih praktis.
Buat kamu yang pernah berurusan dengan setup server manual, kamu pasti tahu betapa memakan waktu proses tersebut. Dengan pendekatan yang lebih sederhana, developer bisa lebih fokus ke pengembangan game dibandingkan konfigurasi teknis.
Didukung performa prosesor AMD EPYC Genoa, SSD NVMe, jaringan hingga 40GbE, serta fitur automatic failover dan bandwidth unlimited, Cloud VPS DomaiNesia dirancang untuk menjaga stabilitas server—bahkan saat banyak pemain masuk secara bersamaan. Buat para developer yang ingin menguji game multiplayer mereka, ini jadi solusi yang relevan dan langsung bisa diterapkan.
Di hari yang sama, PANDI sebagai Sponsor Bronze juga berbagi informasi menarik seputar pre-registrasi Developers Day 2026 dan Road to APICTA Award 2026 di Jakarta, menambah wawasan peserta tentang peluang di industri teknologi.
Tiga Hari yang Cepat, tapi Penuh Cerita
Hari demi hari berlalu dengan cepat. Ide yang awalnya hanya sketsa berubah menjadi prototype yang bisa dimainkan. Diskusi larut malam, revisi mendadak, hingga tawa lepas saat bug tak terduga muncul—semua menjadi bagian dari perjalanan kreatif para peserta.
Ketika hari ketiga tiba, suasana berubah menjadi campuran antara tegang dan antusias. Pengumuman pemenang akhirnya dilakukan, dan untuk kategori subtema Website, tim Shelter Nightshift berhasil menjadi pemenang berkat konsep kuat serta pengalaman bermain yang imersif.
Meski begitu, yang paling berkesan bukan hanya siapa yang menang, tapi bagaimana setiap tim berhasil menyelesaikan game mereka dalam waktu yang sangat terbatas. Semangat kolaborasi terasa jauh lebih kuat dibandingkan persaingan.
Lebih dari Sekadar Sponsor
Bagi DomaiNesia, menjadi bagian dari Global Game Jam bukan hanya soal hadir sebagai sponsor, tapi tentang ikut merasakan langsung perjalanan kreatif komunitas. Dari sesi diskusi santai, melihat proses brainstorming peserta, hingga berbagi insight teknis, semuanya menjadi pengalaman berharga.
Event seperti GGJ mengingatkan bahwa inovasi seringkali lahir dari ruang kolaborasi yang sederhana. Ketika komunitas, teknologi, dan semangat belajar bertemu, hasilnya bisa melampaui ekspektasi.
Semoga semakin banyak event serupa yang bisa mempertemukan talenta-talenta baru di industri game Indonesia. Dan semoga di event berikutnya, kamu juga bisa ikut merasakan serunya menciptakan sesuatu dari nol—bersama komunitas yang penuh energi.
Sampai jumpa di cerita berikutnya 🚀

