• Home
  • Berita
  • Cara Membuat Website dengan PHP Native untuk Pemula

Cara Membuat Website dengan PHP Native untuk Pemula

Oleh Mila Rosyida
Cara Membuat Website dengan PHP

Membuat website dengan PHP native adalah salah satu cara sederhana untuk memahami bagaimana halaman web diproses di sisi server sebelum mulai menggunakan framework seperti Laravel atau CodeIgniter.

Pada tutorial ini, kamu akan membuat website PHP sederhana dengan tiga halaman: Home, About, dan Contact. Website akan memiliki template header dan footer yang bisa digunakan ulang, menu dengan active state, serta routing sederhana menggunakan parameter URL.

Semuanya akan dijalankan terlebih dahulu di localhost menggunakan XAMPP.

Kenapa Belajar PHP Native?

Framework seperti Laravel dan CodeIgniter menyediakan routing, struktur aplikasi, koneksi database, serta berbagai fitur lain yang membantu mempercepat pengembangan.

Namun, untuk pemula, PHP native bisa menjadi tempat yang baik untuk memahami fondasinya.

Melalui project sederhana ini, kamu akan melihat langsung bagaimana PHP:

  • menerima parameter dari URL,
  • menentukan halaman yang akan ditampilkan,
  • menggunakan kembali template,
  • memproses file di server,
  • dan menghasilkan HTML untuk browser.

Setelah memahami alur tersebut, konsep routing dan templating pada framework akan lebih mudah dipahami.

PHP native bukan satu-satunya cara untuk membuat website. Jika ingin mempelajari struktur website statis terlebih dahulu, kamu bisa mulai dari panduan cara membuat website dengan HTML dan CSS. Sementara itu, jika tidak ingin membangun seluruh struktur website melalui coding, kamu juga bisa menggunakan CMS seperti WordPress atau website builder.

Pada tutorial ini, kita tetap menggunakan PHP native supaya kamu bisa memahami proses website dari sisi coding dan server.

Fondasi yang Perlu Dipahami Sebelum Coding

Sebelum mulai membuat project, setidaknya kamu perlu mengenal HTML, CSS, dan sintaks dasar PHP.

HTML dan CSS

HTML digunakan untuk membuat struktur halaman, sedangkan CSS mengatur tampilannya.

Dalam project ini, struktur website akan terdiri dari:

  • header,
  • menu navigasi,
  • konten utama,
  • dan footer.

Kalau kedua bagian tersebut masih terasa asing, pelajari dahulu dasar HTML dan CSS sebelum melanjutkan ke bagian PHP.

PHP

Berbeda dari HTML yang langsung dibaca browser, kode PHP diproses terlebih dahulu oleh PHP interpreter di server.

Contoh sintaks PHP sederhana:

File tersebut harus disimpan menggunakan ekstensi .php.

Karena kode PHP membutuhkan PHP interpreter untuk diproses, file .php tidak cukup dibuka dengan double click seperti file HTML. Pada tutorial ini kita akan menjalankannya melalui web server lokal menggunakan XAMPP.

Persiapan Membuat Website PHP di Localhost

Ada tiga tools utama yang akan digunakan.

1. Code Editor

Kamu bisa menggunakan Visual Studio Code atau code editor lain yang mendukung syntax highlighting PHP.

Syntax highlighting membantu membedakan variabel, fungsi, string, dan struktur kode sehingga file PHP lebih mudah dibaca.

2. Browser

Chrome, Firefox, Edge, atau browser modern lainnya dapat digunakan untuk melihat hasil website.

Developer Tools pada browser juga berguna untuk mengecek request, status HTTP, CSS, dan HTML yang dihasilkan.

3. XAMPP

XAMPP menyediakan lingkungan pengembangan lokal yang mencakup Apache, PHP, dan MariaDB.

Setelah XAMPP terpasang, buka XAMPP Control Panel, kemudian jalankan Apache.

Selanjutnya buat folder project:

C:\xampp\htdocs\myphpwebsite

Website nantinya dapat dibuka melalui:

http://localhost/myphpwebsite/

Selama tahap belajar, project masih berjalan di komputer lokal. Jika nantinya ingin diakses melalui internet, project PHP perlu dipindahkan ke web hosting.

Kalau kamu ingin langsung menyiapkan tempat untuk deploy setelah project selesai, kamu bisa menggunakan Web Hosting DomaiNesia yang mendukung PHP agar file website dapat dijalankan secara online.

Struktur Folder Website PHP

Supaya project tetap mudah dikelola, gunakan struktur berikut:

Baca Juga:  Memahami Emotional Branding: Elemen Penting Dalam Keberhasilan Bisnis

Project ini memiliki tujuh file utama.

Folder pages/ berisi konten masing-masing halaman. Folder includes/ menyimpan bagian website yang digunakan berulang kali, sedangkan assets/css/ digunakan untuk stylesheet.

File index.php akan menjadi titik masuk utama sekaligus menangani routing sederhana.

Langkah 1: Membuat Routing di index.php

Pertama, buat file index.php pada root folder project.

Gunakan kode berikut:

Bagian berikut mengambil nilai page dari URL:

$page = $_GET['page'] ?? 'home';

Jika parameter tidak tersedia, halaman default yang digunakan adalah home.

Misalnya:

index.php?page=about

akan menghasilkan nilai:

$page = 'about';

Namun, nilai tersebut tidak langsung digunakan sebagai nama file.

Kode terlebih dahulu mengecek apakah halaman tersedia di dalam $routes:

Dengan begitu, hanya halaman yang sudah didefinisikan di route map yang dapat dipanggil.

Langkah 2: Membuat Halaman Website

Selanjutnya buat tiga file di folder pages.

pages/home.php

pages/about.php

pages/contact.php

Sekarang konten masing-masing halaman sudah dipisahkan dari index.php.

Langkah 3: Membuat Template Header dan Footer

Jika header dan footer ditulis ulang di setiap halaman, perubahan kecil seperti mengganti menu akan mengharuskan kamu mengedit banyak file.

Karena itu, kedua elemen tersebut akan dipisahkan ke folder includes.

Membuat includes/header.php

Tambahkan kode:

Variabel $currentPage sudah ditentukan sebelumnya di index.php.

Karena header.php dipanggil setelah variabel tersebut dibuat, file header dapat menggunakannya untuk mengetahui halaman yang sedang aktif.

Membuat includes/footer.php

Gunakan kode:

Fungsi:

date('Y')

akan menghasilkan tahun saat ini sehingga kamu tidak perlu menggantinya secara manual setiap tahun.

Baca Juga:  UI Microinteractions: Pengertian dan Contoh Produk Digital

Langkah 4: Membuat Active State pada Menu

Perhatikan kembali bagian ini:

<?php echo $currentPage === 'home' ? 'class="active"' : ''; ?>

PHP membandingkan halaman yang sedang dibuka dengan nama menu.

Jika halaman saat ini adalah home, hasil HTML-nya menjadi:

<a href="index.php?page=home" class="active">

Jika bukan, atribut class=”active” tidak ditambahkan.

Class tersebut nantinya digunakan CSS untuk memberikan penanda visual pada halaman yang sedang dibuka.

Kenapa Routing Tidak Langsung Menggunakan $_GET?

Hindari pola seperti berikut:

include $_GET['page'] . '.php';

Kode tersebut menggunakan input dari URL secara langsung sebagai nama file.

Untuk project sederhana ini, lebih baik definisikan halaman yang memang diperbolehkan:

Dengan pendekatan tersebut, parameter URL hanya digunakan untuk memilih key yang sudah tersedia.

Cara ini lebih terkontrol dan sekaligus mengenalkan konsep routing sebelum nantinya menggunakan router milik framework.

Langkah 5: Membuat Tampilan dengan CSS

Sekarang buat file:

assets/css/style.css

Isi dengan CSS berikut:

Pada versi ini, navigasi menggunakan Flexbox sehingga lebih mudah diatur daripada menggunakan float.

CSS juga menggunakan max-width dan media query agar layout tidak terlalu lebar pada desktop serta tetap nyaman pada layar kecil.

Menjalankan Website PHP di Localhost

Setelah seluruh file selesai dibuat, kembali ke XAMPP Control Panel.

Pastikan Apache sudah berjalan.

Kemudian buka:

http://localhost/myphpwebsite/

Halaman Home seharusnya muncul secara default.

Selanjutnya coba buka:

http://localhost/myphpwebsite/index.php?page=about

dan:

http://localhost/myphpwebsite/index.php?page=contact

Pastikan tiga hal berikut berjalan:

  1. konten halaman berubah,
  2. header dan footer tetap sama,
  3. menu aktif berpindah mengikuti halaman.

Troubleshooting Website PHP di XAMPP

Kalau website belum berjalan, cek beberapa masalah berikut.

Apache Tidak Bisa Berjalan

Jika Apache gagal start, kemungkinan port yang dibutuhkan sedang digunakan aplikasi atau service lain.

Buka log Apache melalui XAMPP Control Panel untuk melihat penyebabnya.

Jika memang terjadi konflik port, kamu dapat mengubah konfigurasi Apache, misalnya menggunakan port 8080.

Setelah itu URL localhost menjadi:

http://localhost:8080/myphpwebsite/

Website Menampilkan 404 atau Object Not Found

Pastikan folder project berada di:

C:\xampp\htdocs\myphpwebsite

dan terdapat file:

index.php

di dalamnya.

Halaman Kosong

Halaman kosong bisa terjadi karena error PHP tidak sedang ditampilkan.

Untuk lingkungan development lokal, kamu bisa memeriksa konfigurasi display_errors pada php.ini atau melihat log PHP/Apache.

Jika mengubah konfigurasi PHP, restart Apache sebelum mencoba kembali.

Pengaturan untuk menampilkan error sebaiknya digunakan ketika development saja, bukan pada website production.

CSS Tidak Muncul

Buka Developer Tools dan masuk ke tab Network.

Cari request:

style.css

Jika statusnya 404, cek kembali path:

<link rel="stylesheet" href="assets/css/style.css">

Menu Tidak Mengganti Halaman

Perhatikan URL setelah menu diklik.

Misalnya tombol About seharusnya menuju:

index.php?page=about

Kalau parameter tersebut sudah benar tetapi halaman tetap tidak berubah, cek kembali key pada array $routes.

Alternatif Membuat Website Tanpa PHP Native

Setelah mencoba PHP native, kamu akan lebih mudah melihat perbedaan antara membuat website melalui coding dan menggunakan tools yang sudah menyediakan sistem pengelolaan website.

Jika tujuanmu adalah membuat website yang kontennya mudah dikelola tanpa menulis seluruh fungsi dari awal, kamu bisa mengikuti panduan cara membuat website dengan WordPress. WordPress menyediakan dashboard, pengelolaan halaman, tema, dan plugin sehingga proses membangun website berbeda dengan project PHP native yang kita buat di sini.

Baca Juga:  Workshop Hosting Aplikasi Web Google Developer Group (GDG) Jogjakarta di DomaiNesia

Pilihan lainnya adalah menggunakan website builder. Misalnya, kamu bisa mengikuti panduan cara membuat website dengan Sitejet di cPanel jika ingin membangun halaman secara visual tanpa harus membuat struktur PHP sendiri.

PHP native tetap lebih cocok untuk tutorial ini karena tujuan utamanya bukan sekadar menghasilkan website, melainkan memahami bagaimana file PHP, routing, template, dan request bekerja.

Mengembangkan Website PHP Lebih Lanjut

Website yang dibuat sejauh ini masih sederhana. Namun, struktur tersebut sudah cukup untuk mulai mempelajari beberapa fitur PHP berikutnya.

Membuat Form dengan POST

Halaman Contact saat ini baru menampilkan informasi statis.

Langkah selanjutnya, kamu dapat mencoba menerima input melalui form dan $_POST.

Contoh sederhana:

Pada contoh tersebut terdapat dua proses yang berbeda.

Pertama, program mengecek apakah input kosong. Kedua, htmlspecialchars() digunakan sebelum nilai nama ditampilkan kembali sebagai HTML.

Untuk aplikasi nyata, validasi perlu disesuaikan dengan jenis data yang diterima.

Menyimpan Data ke Database

XAMPP menyertakan MariaDB yang dapat digunakan untuk belajar database bersama PHP.

Setelah memahami form, kamu dapat melanjutkan dengan operasi CRUD:

  • Create untuk menambah data,
  • Read untuk membaca data,
  • Update untuk mengubah data,
  • Delete untuk menghapus data.

Contohnya, pesan dari form Contact dapat disimpan ke database lalu ditampilkan melalui halaman admin.

Untuk koneksi database pada project PHP baru, kamu juga dapat mulai mempelajari PDO dan prepared statement.

Memindahkan Website dari Localhost ke Hosting

Selama website masih berada di:

C:\xampp\htdocs

website hanya berjalan pada lingkungan lokal.

Supaya bisa diakses melalui internet, file project perlu dipindahkan ke web hosting.

Secara umum prosesnya meliputi:

  1. menyiapkan domain dan hosting,
  2. membuka File Manager,
  3. mengunggah file project,
  4. meletakkannya pada document root seperti public_html,
  5. membuat dan mengimpor database jika project sudah menggunakan database,
  6. menyesuaikan konfigurasi database,
  7. kemudian menguji website melalui domain.

🚀

Siap Go Online? Hosting PHP Terbaik untuk Website Kamu

Saatnya membawa website kamu ke level berikutnya. Upload ke Web Hosting DomaiNesia dan nikmati kemudahan mengelola website langsung dengan domain sendiri, lebih profesional, lebih cepat, dan siap diakses dari mana saja tanpa bergantung pada komputer lokal.

Dapatkan Hosting DomaiNesia!

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah mengetahui cara membuat website dengan PHP native mulai dari struktur folder hingga menjalankannya di localhost.

Project ini sudah memiliki:

  • routing sederhana,
  • halaman Home, About, dan Contact,
  • header dan footer reusable,
  • menu dengan active state,
  • styling CSS responsive,
  • serta route map untuk membatasi halaman yang dapat dimuat.

Selanjutnya kamu bisa memperluas project dengan form, validasi, database, authentication, atau CRUD.

Setelah konsep PHP native mulai terasa familiar, kamu dapat membandingkan struktur tersebut dengan framework seperti Laravel atau CodeIgniter. Dengan begitu, kamu tidak hanya menggunakan framework, tetapi juga memahami konsep dasar yang dikerjakan di baliknya.

FAQ Cara Membuat Website dengan PHP

Apakah pemula harus belajar PHP native sebelum Laravel?

Tidak wajib. Kamu bisa langsung belajar Laravel jika memang membutuhkannya.

Namun, memahami dasar PHP seperti variabel, array, function, request, form, include/require, dan pemrosesan server akan membantu ketika membaca kode atau melakukan debugging di framework.

Kenapa file PHP tidak bisa dijalankan seperti file HTML?

HTML dapat langsung dibaca browser, sedangkan kode PHP perlu diproses terlebih dahulu oleh PHP interpreter.

Karena itu, pada development lokal kamu membutuhkan lingkungan seperti XAMPP atau web server lain yang sudah dikonfigurasi untuk menjalankan PHP.

Di mana folder project PHP diletakkan jika menggunakan XAMPP?

Pada instalasi XAMPP Windows standar, project dapat ditempatkan di dalam:

C:\xampp\htdocs\

Contohnya:

C:\xampp\htdocs\myphpwebsite

Kemudian buka:

http://localhost/myphpwebsite/

Apakah XAMPP menggunakan MySQL?

XAMPP saat ini membundel MariaDB.

MariaDB memiliki kompatibilitas tinggi dengan MySQL sehingga untuk banyak latihan PHP dasar, alur penggunaan database dan phpMyAdmin akan terasa serupa.

Apakah index.php?page=about aman digunakan?

Pola parameter seperti ?page=about bisa digunakan untuk project latihan, tetapi jangan menggunakan input URL secara langsung sebagai path file.

Pada tutorial ini, parameter hanya digunakan untuk memilih halaman yang sebelumnya sudah tersedia di $routes.

Untuk aplikasi production, keamanan tetap perlu dipertimbangkan secara menyeluruh, termasuk validasi input, authentication, authorization, konfigurasi server, dan keamanan database.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya