• Home
  • Berita
  • Daftar Kode Domain Negara (ccTLD) Lengkap Berdasarkan Benua

Daftar Kode Domain Negara (ccTLD) Lengkap Berdasarkan Benua

Oleh Mila Rosyida
Daftar Kode Domain Negara (ccTLD) Lengkap Berdasarkan Benua 1

Sebelum masuk ke daftar kode domain negara berdasarkan benua, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu ccTLD dan bagaimana perannya dalam dunia internet. Banyak orang sering melihat ekstensi domain seperti .id, .us, atau .sg, tetapi tidak semuanya mengetahui bahwa kode tersebut memiliki arti khusus yang berkaitan langsung dengan identitas negara. Dengan memahami konsep ccTLD, kamu bisa lebih bijak dalam memilih domain yang sesuai kebutuhan, baik untuk bisnis, organisasi, maupun penggunaan personal.

Pengertian ccTLD

ccTLD atau Country Code Top-Level Domain adalah jenis ekstensi domain yang ditetapkan berdasarkan kode negara tertentu. Setiap negara di dunia memiliki ccTLD masing-masing yang umumnya terdiri dari dua huruf, misalnya .id untuk Indonesia, .jp untuk Jepang, .us untuk Amerika Serikat, dan .sg untuk Singapura. Ekstensi ini dikelola secara resmi oleh lembaga atau organisasi yang ditunjuk di tiap negara, misalnya di Indonesia dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). 

Fungsi utama ccTLD adalah menunjukkan lokasi geografis atau identitas asal dari sebuah website. Hal ini tidak hanya penting untuk kejelasan identitas, tetapi juga bermanfaat bagi SEO, karena mesin pencari biasanya memprioritaskan hasil dengan ccTLD lokal untuk pencarian di negara terkait. 

  • Perbedaan ccTLD dan gTLD (contoh: .id vs .com)

Selain ccTLD, ada juga gTLD (Generic Top-Level Domain) yang tidak terikat pada negara tertentu, contohnya .com, .org, atau .net. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada tujuan dan karakteristiknya. ccTLD menekankan pada identitas negara, sehingga lebih spesifik dan biasanya digunakan untuk menunjukkan keterikatan dengan wilayah tertentu. Misalnya, domain .id akan lebih dipercaya oleh pengguna di Indonesia dibandingkan .com.

Di sisi lain, gTLD bersifat generik dan dapat digunakan oleh siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan wilayah. Ekstensi seperti .com lebih umum digunakan untuk tujuan komersial global, sedangkan .org biasanya untuk organisasi non-profit. Dalam konteks SEO, ccTLD cenderung lebih unggul untuk local search (pencarian lokal), sedangkan gTLD lebih fleksibel untuk menjangkau audiens internasional. 

Keuntungan Menggunakan ccTLD Lokal untuk Website

Selain menjadi identitas digital resmi suatu negara, penggunaan ccTLD juga memberikan berbagai keuntungan strategis, terutama bagi website yang menargetkan audiens lokal. Bukan hanya soal estetika alamat domain, ccTLD mampu memberikan dampak nyata terhadap kepercayaan pengguna, optimasi SEO, hingga persaingan bisnis di pasar lokal. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang bisa didapatkan.

1. Target Audiens yang Lebih Spesifik

Menggunakan ccTLD lokal seperti .id untuk Indonesia membantu website lebih fokus pada audiens dari negara tersebut. Pengunjung yang melihat domain lokal biasanya langsung memahami bahwa website tersebut ditujukan untuk pasar dalam negeri. Hal ini memudahkan komunikasi, karena bahasa, budaya, dan kebutuhan lokal dapat lebih relevan dengan konten yang disajikan.

Misalnya, toko online dengan domain .id akan lebih dipercaya oleh pelanggan Indonesia dibandingkan domain internasional. Dengan begitu, ccTLD menjadi alat efektif untuk memperkuat keterikatan dengan target audiens tertentu.

2. Meningkatkan Kepercayaan dan Kredibilitas

Domain lokal sering dianggap lebih kredibel karena mengindikasikan legalitas dan kedekatan geografis dengan pengguna. Banyak perusahaan, lembaga pendidikan, maupun instansi pemerintah di Indonesia menggunakan domain .id untuk menunjukkan profesionalitas sekaligus menambah kepercayaan publik.

Baca Juga:  Penjelasan Nameserver Pelajari Selengkapnya Disini!

Pengguna internet juga cenderung lebih yakin ketika melihat domain lokal, karena menganggap website tersebut benar-benar berasal dari negara yang sama. Kredibilitas ini menjadi nilai tambah, terutama bagi bisnis yang masih berkembang dan ingin membangun reputasi positif di mata pelanggan lokal.

3. Pengaruh ccTLD Terhadap SEO Lokal

Salah satu keuntungan terbesar ccTLD adalah dampaknya pada SEO lokal. Mesin pencari seperti Google secara otomatis memprioritaskan domain dengan ekstensi lokal ketika menampilkan hasil pencarian berdasarkan lokasi pengguna. Misalnya, website dengan domain .id lebih mungkin muncul di hasil pencarian Google Indonesia dibandingkan domain internasional.

Hal ini sangat menguntungkan untuk bisnis yang menargetkan pasar lokal karena dapat meningkatkan visibilitas secara signifikan. Dengan strategi SEO yang tepat, ccTLD mampu mempercepat pertumbuhan trafik organik dari audiens lokal yang benar-benar relevan.

4. Kelebihan Domain Lokal dalam Persaingan Bisnis

Dalam persaingan bisnis digital, memiliki ccTLD lokal bisa menjadi diferensiasi yang kuat. Bisnis yang menggunakan domain lokal menunjukkan komitmen untuk melayani pasar dalam negeri, sehingga lebih mudah diterima oleh konsumen.

Selain itu, ccTLD juga memberikan kesan eksklusif karena tidak semua orang bisa mendapatkannya tanpa memenuhi persyaratan tertentu, misalnya dokumen legalitas di Indonesia. Faktor ini membuat bisnis dengan domain lokal tampak lebih serius dan profesional dibandingkan pesaing yang hanya mengandalkan gTLD generik. Pada akhirnya, keunggulan ini dapat menjadi senjata kompetitif dalam memenangkan pasar lokal.

Wujudkan Ide dengan Domain Baru!

Daftar Kode Domain Negara Berdasarkan Benua

Setiap negara memiliki kode domain negara (ccTLD) yang berfungsi sebagai identitas digital resmi di internet. Kode ini biasanya mengikuti kode ISO negara tersebut dan dibedakan berdasarkan letak geografisnya. Dengan memahami pembagian ccTLD berdasarkan benua, kita bisa lebih mudah mengenali asal-usul sebuah website serta menentukan strategi domain yang paling sesuai dengan target audiens. Berikut adalah daftar kode domain negara berdasarkan benua utama di dunia.

1. Asia (daftar + contoh negara)

Benua Asia memiliki jumlah negara yang sangat banyak, sehingga ccTLD di kawasan ini juga sangat beragam. Contoh ccTLD populer di Asia antara lain .id untuk Indonesia, .sg untuk Singapura, .jp untuk Jepang, .cn untuk Tiongkok, dan .in untuk India. Karena Asia mencakup pasar internet yang luas dengan pengguna aktif sangat tinggi, ccTLD dari kawasan ini memiliki pengaruh besar dalam SEO lokal maupun branding digital.

Misalnya, domain .jp sering digunakan untuk bisnis dan institusi resmi di Jepang karena dianggap lebih kredibel oleh masyarakat setempat. Hal yang sama berlaku untuk domain .id yang kini semakin populer di Indonesia, baik untuk bisnis, pendidikan, maupun instansi pemerintah.

Kode Domain Negara

2. Eropa

Negara-negara di Eropa dikenal dengan penggunaan ccTLD yang kuat dan mapan, mencerminkan kedewasaan digital kawasan tersebut. Contoh ccTLD dari Eropa adalah .uk (Britania Raya), .de (Jerman), .fr (Prancis), .it (Italia), dan .es (Spanyol). Banyak bisnis Eropa menggunakan ccTLD lokal untuk memperkuat identitas nasional sekaligus membangun kepercayaan audiens.

Selain itu, ccTLD Eropa sering dianggap memiliki otoritas tinggi karena regulasi pendaftaran domain yang ketat. Sebagai contoh, domain .de dari Jerman tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga diakui secara internasional sebagai tanda kredibilitas.

Kode Domain Negara

3. Amerika

Benua Amerika memiliki ccTLD yang bervariasi, mencakup Amerika Utara, Amerika Tengah, hingga Amerika Selatan. Beberapa ccTLD populer adalah .us (Amerika Serikat), .ca (Kanada), .br (Brasil), .mx (Meksiko), dan .ar (Argentina).

Baca Juga:  Addon Domain adalah Fitur untuk Tambah Domain di Hosting

Di Amerika Serikat, meski domain .com lebih dominan, ccTLD .us tetap digunakan untuk menunjukkan identitas resmi berbasis Amerika. Sementara itu, di Brasil, ccTLD .br sangat populer dan dianggap sebagai domain utama untuk bisnis lokal. Penggunaan ccTLD ini membantu meningkatkan visibilitas dalam pencarian lokal, sekaligus menegaskan kredibilitas website di mata pengguna dari negara terkait.

Kode Domain Negara

Kode Domain Negara

4. Afrika

Afrika juga memiliki banyak ccTLD yang digunakan sesuai negara masing-masing. Contohnya adalah .za (Afrika Selatan), .ng (Nigeria), .ke (Kenya), dan .eg (Mesir). Meskipun tingkat penetrasi internet di Afrika masih berkembang, ccTLD dari kawasan ini semakin mendapat perhatian karena mendukung pertumbuhan digital ekonomi lokal.

Misalnya, .za di Afrika Selatan digunakan oleh berbagai institusi pemerintah, pendidikan, maupun bisnis untuk menunjukkan identitas nasional. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Afrika, ccTLD dari kawasan ini diprediksi akan memiliki peran penting dalam persaingan digital global di masa depan.

Kode Domain Negara

5. Oceania

Benua Oceania, meskipun terdiri dari negara-negara yang relatif lebih sedikit, juga memiliki ccTLD yang cukup dikenal. Beberapa contohnya adalah .au (Australia), .nz (Selandia Baru), dan .fj (Fiji). Domain .au sangat populer di Australia karena menjadi standar utama bagi website bisnis, pemerintahan, hingga pendidikan.

Di Selandia Baru, domain .nz juga digunakan secara luas untuk memperkuat identitas digital lokal. ccTLD di kawasan Oceania memiliki regulasi ketat sehingga kualitasnya tinggi, dan hal ini membuatnya sangat dihargai dalam konteks SEO maupun branding internasional.

Kode Domain Negara

Kode Domain Negara

Kode Domain Negara

Kode Domain Negara Indonesia (.id) dan Variasinya

Indonesia memiliki kode domain negara resmi berupa .id yang menjadi identitas digital nasional di internet. Domain ini dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) dan memiliki beberapa variasi ekstensi sesuai kebutuhan pengguna. Dengan adanya beragam pilihan, domain .id tidak hanya dipakai oleh instansi pemerintah, tetapi juga oleh perusahaan, organisasi, sekolah, hingga individu. Hal ini menjadikan .id sebagai salah satu ccTLD (country code Top-Level Domain) yang fleksibel, eksklusif, dan semakin populer di era digital.

  • Jenis Domain .ID (co.id, or.id, web.id, dll)

Domain .id memiliki berbagai variasi ekstensi yang disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan pemilik website. Misalnya, .co.id digunakan untuk entitas bisnis atau perusahaan yang berbadan hukum di Indonesia, sementara .or.id dikhususkan untuk organisasi non-profit, komunitas, atau yayasan. Ada juga .ac.id untuk perguruan tinggi, .sch.id untuk sekolah, .ponpes.id untuk pondok pesantren, serta .web.id yang lebih fleksibel untuk individu maupun bisnis kecil. Variasi lainnya seperti .biz.id sangat cocok bagi UMKM yang ingin memperkenalkan produk mereka secara online. 

  • Siapa yang Cocok Menggunakan Domain .id?

Domain .id cocok digunakan oleh siapa saja yang ingin menampilkan identitas Indonesia secara jelas dalam dunia digital. Bisnis lokal bisa menggunakan domain ini untuk memperkuat citra brand nasional sekaligus lebih mudah ditemukan dalam pencarian lokal di Indonesia. Instansi pemerintah dan lembaga pendidikan biasanya menggunakan ekstensi khusus seperti .go.id, .ac.id, atau .sch.id untuk menunjukkan otoritas dan kepercayaan publik. Organisasi dan komunitas pun bisa memanfaatkan ekstensi seperti .or.id untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan anggota. 

Cara Mendapatkan Domain ccTLD (Termasuk .id)

Mendapatkan domain ccTLD tidaklah sulit, tetapi setiap negara memiliki mekanisme dan regulasi yang berbeda. Prosesnya umumnya dilakukan melalui penyedia domain resmi yang telah ditunjuk oleh badan pengelola internet di negara tersebut. Selain itu, beberapa ccTLD memiliki syarat khusus yang harus dipenuhi, misalnya dokumen legal atau bukti identitas tertentu. Dengan memahami prosedur ini, kamu bisa lebih mudah memilih dan mendaftarkan domain yang sesuai kebutuhan, termasuk domain .id di Indonesia.

  1. Penyedia Domain Resmi (Registrars)
Baca Juga:  Apa itu Reverse DNS (rDNS)? Fungsi & Peran Pada Keamanan

Untuk mendapatkan domain ccTLD, langkah pertama adalah memilih penyedia domain resmi atau yang disebut registrar. Registrar adalah pihak yang diberi wewenang oleh badan pengelola domain internasional maupun nasional untuk mendistribusikan domain.

Misalnya, di Indonesia, PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) merupakan pengelola utama domain .id, sementara registrar resmi seperti DomaiNesia, Niagahoster, atau Rumahweb menjadi mitra penyedia layanan ke pengguna. Keuntungan menggunakan registrar resmi adalah proses pendaftaran lebih aman, legal, serta mendapatkan dukungan teknis yang jelas. 

  1. Syarat & Ketentuan Khusus (untuk beberapa negara)

Tidak semua ccTLD bisa dibeli secara bebas, karena beberapa negara menerapkan syarat dan ketentuan khusus. Contohnya, domain .co.id di Indonesia hanya bisa dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum dengan dokumen resmi seperti akta pendirian dan NPWP. Begitu juga dengan .ac.id yang hanya diberikan untuk institusi pendidikan tinggi dengan surat keputusan atau izin operasional. Negara lain seperti Kanada (.ca) atau Jerman (.de) juga memiliki aturan serupa, di mana pendaftar harus membuktikan keberadaan legal di negara tersebut. 

Rekomendasi Domain Negara Populer dan Fungsinya

Tidak semua domain negara hanya digunakan sesuai batasan geografisnya. Beberapa ccTLD justru berhasil menembus pasar global karena dianggap unik, mudah diingat, atau relevan dengan industri tertentu. Selain itu, ccTLD juga sering dijadikan strategi branding kreatif oleh banyak startup dan perusahaan digital. Berikut adalah contoh domain negara populer yang banyak dipakai secara internasional beserta fungsi branding yang menyertainya.

  • Domain ccTLD yang Sering Digunakan Global (seperti .io, .ai)

Beberapa domain negara tertentu berkembang melampaui fungsi asalnya dan kini digunakan secara global. Misalnya, .io yang sebenarnya berasal dari British Indian Ocean Territory kini populer di kalangan perusahaan teknologi dan startup, terutama di bidang software dan aplikasi. Hal ini karena “IO” sering diasosiasikan dengan istilah input-output dalam dunia komputer. Contoh lain adalah .ai, yang seharusnya menjadi domain nasional Anguilla, tetapi kini identik dengan artificial intelligence.

Banyak perusahaan AI global menggunakan .ai untuk membangun kesan inovatif dan futuristik. Keunikan ccTLD ini membuktikan bahwa domain negara tidak selalu terbatas pada konteks geografis, melainkan bisa memiliki daya tarik universal sesuai tren industri.

  • Potensi Branding dari ccTLD Unik

Selain .io dan .ai, masih banyak ccTLD lain yang memiliki nilai branding unik. Misalnya, .tv (domain negara Tuvalu) sering digunakan untuk platform streaming dan media video karena asosiasi langsung dengan kata “TV”. Ada juga .me (Montenegro) yang populer untuk website personal branding, portofolio, atau blog karena relevan dengan kata “me” (saya).

Domain semacam ini memberi fleksibilitas bagi brand atau individu untuk tampil berbeda dan lebih mudah diingat oleh audiens. Dengan memilih ccTLD unik yang sesuai konteks industri atau tujuan branding, perusahaan bisa menciptakan identitas digital yang kuat tanpa harus bergantung hanya pada domain generik seperti .com.

ccTLD Sangat Menunjukan Identitas

Kode domain negara atau ccTLD merupakan salah satu elemen penting dalam identitas digital sebuah website. Penggunaannya tidak hanya sekadar menunjukkan asal geografis, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kepercayaan pengguna, branding, hingga optimasi SEO lokal. Dengan memahami perbedaan ccTLD dan gTLD, serta memanfaatkan domain lokal seperti .id di Indonesia, pemilik website dapat lebih mudah menargetkan audiens spesifik dan membangun kredibilitas di pasar yang relevan.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds