Akun Reseller vs Customer di Plesk Panel (Akses & Bedanya)
Hai DomaiNesians! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perbedaan antara Akun Reseller dan Customer di Plesk Panel. Banyak pengguna yang baru mengenal Plesk sering bingung mengenai jenis akun mana yang sebaiknya dipilih, apakah cukup dengan Customer di Plesk saja atau perlu upgrade ke Reseller. Memahami perbedaan ini sangat penting agar kita bisa mengelola server dan layanan hosting dengan lebih efisien serta sesuai kebutuhan bisnis atau proyek yang sedang dijalankan. Panduan ini hadir untuk memberikan solusi jelas terhadap kebingungan tersebut dengan menjelaskan secara rinci mulai dari tampilan antarmuka, hak akses, hingga hak komersial yang dimiliki masing-masing jenis akun.
Apa Itu Akun Reseller & Customer?
Plesk Panel menyediakan dua jenis akun utama yang memungkinkan pengguna terdaftar mendapatkan hak tertentu dalam mengelola layanan hosting. Kedua akun ini dirancang untuk keperluan yang berbeda, yaitu Akun Customer dan Akun Reseller. Dengan adanya pemisahan ini, administrator server dapat mengatur hak akses secara lebih terstruktur.
Akun Reseller di Plesk Panel merupakan jenis akun yang memberikan kemampuan kepada pemiliknya untuk menjual kembali layanan hosting. Pemilik akun Reseller bisa membuat beberapa Akun Customer di bawahnya, menetapkan batasan resource, serta mengelola subscription hosting untuk klien mereka sendiri. Fitur ini sangat cocok bagi penyedia hosting kecil hingga menengah yang ingin menawarkan paket hosting kepada pelanggan akhir.
Sementara itu, Akun Customer di Plesk adalah akun standar yang ditujukan untuk pengguna akhir atau pemilik website tunggal. Akun jenis ini fokus pada pengelolaan domain, website, email, database, serta fitur hosting dasar tanpa kemampuan untuk membuat akun lain di bawahnya. Customer di Plesk biasanya digunakan oleh individu, perusahaan kecil, atau klien yang hanya membutuhkan ruang untuk satu atau beberapa domain milik mereka sendiri.
Nah DomaiNesians, pada panduan kali ini kita akan membahas perbedaan kedua akun tersebut dari segi tampilan antarmuka grafis atau GUI, hak akses yang diberikan, serta hak komersial yang bisa dimanfaatkan. Dengan memahami poin-poin ini, kita bisa menentukan langkah terbaik agar penggunaan Plesk Panel menjadi lebih optimal sesuai tujuan masing-masing.
Perbedaan Tampilan GUI Di Service Provider
Jika kita mengakses Plesk sebagai administrator tertinggi atau root, maka tampilan utama yang muncul adalah Service Provider View. Dari sini kita bisa melihat kedua jenis akun secara lengkap. Untuk beralih ke tampilan ini, cukup klik tombol Change View yang biasanya berada di pojok kanan atas, lalu pilih opsi Switch to Service Provider View.
Pada bagian ini kita akan membahas perbedaan tampilan GUI antara Akun Customer dan Akun Reseller ketika dilihat dari perspektif Service Provider.
1. Akun Customer
Halaman Akun Customer dapat diakses melalui tombol Customers yang terletak di sidebar kiri pada tampilan Service Provider View. Tombol ini akan membawa kita ke daftar semua akun Customer yang sudah terdaftar di server.
Pada dashboard Customer ini kita bisa mengelola semua akun yang terdaftar, mulai dari melihat detail akun, melakukan konversi akun menjadi Reseller jika diperlukan, memindahkan data customer ke akun lain, mengubah status akun menjadi suspend atau aktif, hingga menghapus akun jika memang sudah tidak dibutuhkan lagi.
Jika kita memilih salah satu akun Customer yang terdaftar dan masuk ke dalamnya, maka akan muncul daftar domain yang terkait dengan akun tersebut beserta jenis subscription yang sedang digunakan. Informasi ini membantu kita memantau resource yang dipakai serta memastikan tidak ada pelanggaran batasan.
2. Akun Reseller
Sama seperti Customer, halaman Akun Reseller juga dapat diakses melalui sidebar pada Service Provider View, tepatnya dengan tombol Resellers.
Dashboard Resellers memungkinkan kita mengelola semua akun Reseller yang terdaftar, termasuk melakukan konversi akun ke Customer jika diperlukan, mengubah status akun, serta memantau aktivitas secara keseluruhan.
Ketika kita masuk ke salah satu akun Reseller, tampilan yang muncul hampir mirip dengan Akun Customer, yaitu daftar domain beserta jenis subscription yang digunakan. Namun ada perbedaan penting di sini, Akun Reseller memiliki tambahan daftar akun Customer yang terikat atau berada di bawah kendali reseller tersebut. Fitur ini menjadi pembeda utama karena Reseller bisa mengatur dan menjual layanan kepada pihak ketiga.
Perbedaan Hak Akses
Selain perbedaan tampilan dan fitur, Akun Reseller dan Customer di Plesk memiliki hak akses yang diatur melalui service plan. Service plan ini sepenuhnya dapat ditentukan atau diubah oleh administrator sehingga setiap akun memiliki batasan yang terpantau dengan baik.
Service plan di Plesk Panel adalah paket pengaturan yang menentukan resource serta fitur yang boleh digunakan oleh suatu akun. Komponen di dalamnya meliputi jumlah domain yang diizinkan, ruang disk, bandwidth, jumlah mailbox, jumlah database, akses ke fitur tambahan seperti Git, SSH, serta opsi keamanan dan performa lainnya. Pengaturan service plan menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan agar hak akses pada tiap akun tetap terkontrol dan sesuai kebijakan server.
1. Service Plan Hosting Plans
Hosting Plans merupakan service plan yang biasanya diterapkan pada Akun Customer di Plesk. Paket ini mengatur resource dan fitur yang tersedia untuk pemilik website akhir, seperti batas disk space, traffic bulanan, jumlah addon domain, subdomain, serta akses ke aplikasi yang bisa diinstal melalui Application Vault.
Jika ingin mengetahui lebih detail mengenai komponen-komponen yang diatur dalam Hosting Plans ini, kita bisa membaca panduan lengkap pada DomaiNesia melalui tautan berikut https://www.domainesia.com/panduan/panduan-customer-plan-di-plesk/.
2. Service Plan Reseller Plans
Reseller Plans adalah service plan khusus yang diterapkan pada Akun Reseller. Paket ini tidak hanya mengatur resource untuk reseller itu sendiri, tetapi juga memberikan kemampuan untuk membuat dan mengelola Hosting Plans bagi akun Customer di bawahnya. Dengan Reseller Plans, kita bisa menentukan berapa banyak Customer yang boleh dibuat, berapa total resource yang bisa dialokasikan ke Customer, serta fitur apa saja yang boleh ditawarkan kepada klien.
Untuk penjelasan lebih rinci tentang komponen dalam Reseller Plans, silakan simak panduan lengkap di DomaiNesia melalui tautan https://www.domainesia.com/panduan/panduan-reseller-plan-di-plesk/.
Perbedaan hak Komersial
Perbedaan paling mencolok antara Akun Reseller dan Customer terletak pada hak komersial. Berikut tabel ringkasan yang menunjukkan perbandingan hak komersial keduanya yang dapat dikombinasikan dengan pengaturan hak akses:
| Hak Komersial | Akun Customer | Akun Reseller |
|---|---|---|
| Membuat akun Customer baru | Tidak | Ya |
| Menjual layanan hosting | Tidak | Ya |
| Mengatur Hosting Plans sendiri | Tidak | Ya |
| Mengelola Customer di bawahnya | Tidak | Ya |
| Hanya mengelola domain sendiri | Ya | Ya (tambahan) |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa Akun Reseller memiliki kelebihan dalam hal komersial, sementara Customer di Plesk lebih cocok untuk penggunaan pribadi atau non-komersial.
Pilih Akun Yang Sesuai!
Setelah kita memahami perbedaan antara Akun Reseller dan Customer dari berbagai aspek, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis akun mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jika tujuan utama hanya mengelola website atau beberapa domain sendiri tanpa berniat menjual layanan hosting, maka Akun Customer di Plesk sudah lebih dari cukup. Namun jika ingin menawarkan paket hosting kepada orang lain, mengelola beberapa klien, serta memiliki kendali penuh atas resource yang dibagikan, maka Akun Reseller menjadi pilihan yang tepat.
DomaiNesia menyediakan berbagai panduan terkait Plesk Panel yang bisa membantu kita mempelajari lebih lanjut, mulai dari pengaturan awal hingga optimasi lanjutan. Semua materi disusun agar mudah diikuti bahkan bagi yang baru pertama kali menggunakan panel ini.
Jadi Tahu Perbedaan Jenis Akun!
Secara keseluruhan, perbedaan Akun Reseller dan Customer di Plesk Panel terletak pada tampilan GUI, hak akses melalui service plan, serta hak komersial yang dimiliki. Akun Customer di Plesk dirancang untuk pengguna akhir dengan fokus pengelolaan domain dan website, sedangkan Akun Reseller memberikan kemampuan tambahan untuk menjual layanan hosting serta mengelola akun Customer di bawahnya. Dengan memahami poin-poin ini, kita bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memanfaatkan Plesk Panel sesuai kebutuhan.
Selamat DomaiNesians! Semoga penjelasan di atas membantu memberikan gambaran yang jelas mengenai Customer di Plesk dan Akun Reseller. Sampai jumpa di artikel dan panduan DomaiNesia berikutnya!






