Cara Daftar Dynamic DNS
Hi, DomaiNesians! Sebelum membahas terkait bagaimana cara daftar Dynamic DNS, apakah anda sudah tahu apa itu Dynamic DNS atau DDNS atau DynDNS? Dynamic DNS adalah sebuah service untuk pemetaan terhadap komputer dengan IP Public Dynamic yang di terjemahkan ke sebuah domain. Yang mana komputer dengan IP Public Dynamic tersebut dapat di petakan dalam jaringan Internet dengan sebuah domain dan secara berkala domain* Dynamic DNS* akan selalu melakukan update ke komputer tersebut untuk mencari tahu berapa alamat IP Public Dynamic yang digunakan pada komputer saat itu. Bagi pemula pasti bertanya-tanya saat apa dan kapan Dynamic DNS digunakan? Dynamic DNS dibutuhkan atau digunakan saat anda ingin melakukan remote MySQL di cPanel. Ya, salah satu syarat atau persiapan dalam melakukan remote MySQL di DomaiNesia anda harus menggunakan IP Public Static atau menggunakan Dynamic DNS. Nah, bagaimana caranya mendapatkan Dynamic DNS sih? Yuk, simak terus panduan cara daftar Dynamic DNS berikut ini.
Cara Daftar Dynamic DNS
Setelah mengetahui apa itu Dynamic DNS serta saat apa dan kapan Dynamic DNS digunakan, lalu bagaimana cara mendapatkan Dynamic DNS itu sendiri? Untuk mendapatkan Dynamic DNS kita perlu mendaftar di salah satu penyedia Dynamic DNS. Beberapa penyedia Dynamic DNS yang terpopuler diantaranya adalah DuckDNS dan Noip.com anda bisa menggunakan salah satu penyedia Dynamic DNS tersebut untuk membuat Dynamic DNS anda sendiri. Nah berikut ini kami berikan contoh cara daftar dynamic DNS untuk pemula,
1. Mendaftar Dynamic DNS di https://noip.com
Buka noip.com dan klik Sign Up di pojok kanan atas, atau tombol Get No-IP for Free di halaman utama.
Di halaman pendaftaran, kamu hanya perlu mengisi dua hal: Email dan Password. Beda dengan versi lama, form ini tidak lagi meminta hostname di tahap ini, itu langkah terpisah yang dibahas sebentar lagi. Centang persetujuan Terms of Service, lalu klik Free Sign Up.
No-IP akan mengirim email verifikasi ke alamat yang kamu daftarkan. Buka email itu dan klik link konfirmasi sebelum lanjut ke langkah berikutnya, akun yang belum diverifikasi tidak bisa membuat hostname.
2. Buat Hostname
Setelah akun terkonfirmasi, kamu akan diarahkan ke halaman DDNS & Remote Access > DNS Records. Disinilah kamu dapat membuat hostname untuk keperluan dynamic DNSnya.
Klik tombol Create Hostname. Form yang muncul minta kamu isi:
- Type – biarkan
Akalau tidak ada kebutuhan khusus - Host – nama hostname yang kamu mau (misalnya
myserver) - Dropdown domain di sebelahnya, pilih salah satu domain gratis yang disediakan No-IP (contohnya
serveftp.com); ini bukan domain milik kamu sendiri - IPv4 – biasanya sudah otomatis terisi dengan IP publik kamu saat itu
- TTL – biarkan Auto
Di bawahnya ada dua checkbox: Wildcard (lewati saja kalau tidak perlu) dan Enable Dynamic DNS, yang ini wajib dicentang. Baru klik Create.
3. Generate DDNS Key
Begitu hostname selesai dibuat, otomatis muncul modal Setup Dynamic DNS yang isinya tiga tahap kecil:
- Pilih platform. Dropdown “Updater platform”, pilih sesuai perangkat kamu (Windows, Mac OSX, Linux, dan seterusnya). Ada tombol Download Updater kalau kamu belum install aplikasi Dynamic Update Clientnya. Klik Next.
- Beri nama client kamu. Muncul field “Update Client Description” yang sudah otomatis terisi dengan nama hostname kamu (misalnya
myserver.serveblog.net), ini cuma label supaya kamu tahu perangkat mana yang pakai key ini, boleh diganti. Di bawahnya No-IP menunjukkan dua info penting: hostname yang jadi target DDNS Key ini, dan tulisanall.ddnskey.comsebagai “Use Hostname for Integrated DDNS Devices“, inilah nilai yang nanti kamu masukkan ke field Host/Hostname/Domain di DUC atau router kamu, bukan nama hostname aslinya. Klik Generate DDNS Key.
- Simpan kredensialnya. Layar berikutnya menampilkan Username/Email dan Password. Perlu diluruskan satu hal: usernamenya defaultnya bukan email kamu, tapi string acak pendek (contoh:
wed7har). Kalau perangkat kamu memang mengharuskan format email untuk login, centang opsi “Device requires email username” yang ada di bawahnya. Password cuma ditampilkan satu kali, klik ikon mata untuk melihatnya, lalu salin dan simpan sekarang juga sebelum klik Done, karena setelah modal ditutup password ini tidak bisa dilihat ulang.
Baca Juga : Cara Membuat DDNS di cPanel










