Cara Install dan Konfigurasi Uptime Kuma di VPS Ubuntu

Oleh Fitri Aulia
Panduan Teknis Cara Install dan Konfigurasi Uptime Kuma di VPS Ubuntu

Pernah mengalami website yang tiba-tiba lemot atau bahkan down tanpa tahu penyebabnya? Kondisi seperti ini jelas merepotkan, apalagi jika layananmu dipakai banyak orang. Disinilah monitoring jadi penting, dan Uptime Kuma bisa membantu. Tools open-source ini ringan, mudah dipakai, dan lengkap untuk memantau performa server. Di panduan ini, kita bahas cara install dan mengonfigurasi Uptime Kuma di VPS Ubuntu supaya kamu bisa mengecek kesehatan layanan secara real-time.

Apa Itu Uptime Kuma?

uptime kuma

Uptime Kuma adalah aplikasi monitoring uptime berbasis open-source yang dapat dijalankan di server pribadi. Tool ini mampu memantau berbagai jenis layanan seperti website (HTTP/HTTPS), ping, port TCP, DNS, dan banyak lagi secara real-time. Jadi kalau terjadi gangguan atau downtime, DomaiNesians bisa tahu dan segera mengambil tindakan.

Salah satu keunggulan Uptime Kuma adalah tampilannya yang modern dan mudah dipahami, jadi tidak perlu jadi ahli server untuk mulai menggunakannya. Fitur notifikasinya juga membantu DomaiNesians tetap siaga karena bisa terhubung ke Telegram, email, Discord, dan berbagai platform lainnya. 

Kalau butuh pemantauan yang lebih detail, Uptime Kuma juga menyediakan banyak opsi yang bisa disesuaikan. Kamu bisa atur seberapa sering pengecekan dilakukan, pilih metode monitoring yang paling pas, sampai menentukan kapan notifikasi harus dikirim. Dari dashboard-nya, semua status layanan ditampilkan dengan jelas, jadi kamu bisa cepat melihat mana yang bermasalah dan mana yang aman.

Baca Juga:  Menggunakan PortSentry untuk Mendeteksi Serangan Port Scan

Persiapan Sebelum Instalasi

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menginstal Uptime Kuma di VPS Ubuntu adalah menyiapkan beberapa komponen penting. Berikut urutannya:

  1. Sistem operasi Linux Ubuntu disarankan versi 20.04 atau lebih baru dengan akses root.
  2. Update sistem dengan perintah: 
  3. Install Node.js dan npm dengan perintah
  4. Cek juga ketersediaan port 3001 supaya tidak bentrok dengan layanan lain.
  5. Jika ingin clone repositori Uptime Kuma langsung dari GitHub, pastikan Git sudah terpasang.

Cara Install Uptime Kuma 

Kalau semua persiapan sudah siap, sekarang bisa langsung lanjut ke instalasi Uptime Kuma di VPS Ubuntu. langkah-langkahnya cukup simpel:

1. Masuk ke Direktori Instalasi

Biasanya banyak admin menempatkan aplikasi ini di: /opt

2. Clone Repositori Uptime Kuma dari GitHub

Jalankan perintah berikut untuk mengunduh source code-nya:

3. Masuk ke Folder Uptime Kuma

Setelah proses clone selesai, masuk ke folder-nya:

4. Install Dependensi dengan npm

Jalankan perintah berikut untuk menginstal semua package yang dibutuhkan:

5. Jalankan Uptime Kuma

Setelah semuanya terinstall bisa langsung menjalankan dengan:

6. Akses Uptime Kuma Lewat Browser

Buka browser dan akses:

http://ip-vps:3001

Uptime-Kuma

Sumber: uptimekuma.org

Konfigurasi Uptime Kuma sebagai Layanan

Agar Uptime Kuma tetap aktif meskipun menutup terminal atau VPS di restart, MyDomaiNesia bisa menjalankannya sebagai layanan. Cara paling praktis adalah dengan menggunakan PM2, yaitu process manager untuk aplikasi Node.js. Berikut langkah-langkahnya:

1. Dengan PM2

Baca Juga:  Cara Melakukan Backup dan Restore MariaDB Di VPS Ubuntu

2. Dengan systemd

  • Buat file baru di /etc/systemd/system/uptime-kuma.service:

  • Masukkan konfigurasi berikut (sesuaikan path jika perlu):

  • Reload systemd dan Aktifkan Service

Konfigurasi Awal Monitoring

Setelah Uptime Kuma berhasil dijalankan dan bisa diakses lewat browser, sekarang saatnya melakukan konfigurasi awal untuk mulai memantau layanan atau website. Prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan langsung dari interface web-nya.

1. Buat Akun Admin

Buka browser dan masukkan alamat IP atau domain VPS dengan port 3001. Di tampilan pertama akan diminta membuat akun admin. Ketik username dan password yang dipilih, lalu klik tombol “Create” untuk membuat akun.

2. Tambahkan Monitor Baru

Setelah login, klik tombol “Add New Monitor” di sisi kiri atas dashboard.

Add new monitor

3. Pilih Jenis Monitor

Uptime Kuma mendukung berbagai jenis monitoring, seperti:

  • HTTPs : untuk memantau website dan memastikan respons berjalan normal
  • TCP Port : untuk layanan berbasis port seperti SSH, database, dan lainnya
  • Ping : untuk cek apakah server aktif dan tetap merespons permintaan
  • DNS, Push, dan jenis monitoring lain yang bisa disesuaikan kebutuhanmu sehari-hari

4. Isi Detail Monitor

Masukkan detail seperti nama monitor, URL, interval pengecekan, dan opsi tambahan lainnya. Setelah semua terisi, klik “Save” untuk mulai menjalankan proses monitoring tersebut secara otomatis.

Tips dan Setup Tambahan

Setelah Uptime Kuma berjalan dan monitor pertamamu aktif, ada beberapa pengaturan tambahan yang bisa kamu manfaatkan supaya proses monitoring lebih optimal. Tidak wajib, tapi cukup membantu untuk penggunaan jangka panjang.

Baca Juga:  Cara Install Firewalld di VPS Ubuntu / CentOS: Konfigurasi Zona & Port Aman

1. Aktifkan Notifikasi Otomatis

Agar langsung tahu ketika ada layanan down, aktifkan sistem notifikasi. Notifikasi Uptime Kuma bisa dikirim ke beberapa channel favoritmu, mulai dari Discord, email via SMTP, Slack, sampai webhook khusus. Semua ini di menu Settings > Notification. Cukup masukkan token atau webhook URL, lalu tes koneksi.

2. Ganti Port Default

Secara default, Uptime Kuma berjalan di port 3001. Untuk memakai port lain, misalnya port 80 atau 443 agar dapat akses HTTPS, bisa setting reverse proxy melalui Nginx, Apache, atau Caddy. Alternatif lain, ubah konfigurasi jalannya aplikasi secara langsung.

3. Gunakan Domain dan SSL

Untuk keamanan dan kemudahan akses, hubungkan Uptime Kuma ke domain dengan bantuan reverse proxy, serta aktifkan HTTPS gratis menggunakan Let’s Encrypt untuk proteksi yang lebih aman.

4. Backup dan Restore Data

Di menu Settings > Import/Export, bisa melakukan backup manual konfigurasi Uptime Kuma dalam bentuk file .json. Sangat berguna jika ingin migrasi ke server lain atau backup kalau terjadi error.

5. Cek Log dan Riwayat Downtime

Untuk setiap monitor bisa lihat grafik uptime, log error, dan histori kapan layanan down & up lagi. Fitur ini membantu dalam menyusun laporan dan mengevaluasi kinerja sistem dengan lebih mudah.

Menggunakan Uptime Kuma untuk Monitoring

Instalasi dan konfigurasi Uptime Kuma di VPS Ubuntu sebenarnya mudah selama langkah-langkahnya dijalankan dengan tepat. Dengan tools ini, kamu bisa memantau uptime layanan secara real-time dan dapat notifikasi lebih cepat saat ada gangguan. Kalau kamu belum punya VPS, Cloud VPS DomaiNesia bisa jadi pilihan yang pas biar proses monitoring semakin stabil dan mudah dikontrol.

Kalau kamu ingin optimalkan performa layanan atau mencari panduan lain seputar pengelolaan server, langsung saja cek Blog DomaiNesia. Banyak tutorial yang bisa kamu eksplor untuk bantu peningkatan kualitas layananmu.

Fitri Aulia

Hi! I'm a tech enthusiast who loves digging into how things work, especially in web development, VPS setups, and anything open-source.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds