• Home
  • Permulaan
  • Cara Membuat Website Profile Freelance dengan HTML dan CSS

Cara Membuat Website Profile Freelance dengan HTML dan CSS

Oleh Mutiara Auliya
Cara Membuat Website Profile Freelance dengan HTML dan CSS 1

Website profile dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan diri, menunjukkan keahlian, menampilkan hasil pekerjaan, hingga memudahkan calon klien menghubungimu.

Kali ini, kamu akan membuat website profile freelance sederhana menggunakan HTML dan CSS. Tidak menggunakan WordPress, website builder, maupun database. Jadi, kamu bisa memahami langsung bagaimana sebuah halaman website dibuat dari kode hingga akhirnya dapat diakses melalui domain.

Sebagai contoh, kita akan membuat website milik seorang freelance web designer dengan bagian profil, layanan, portfolio, dan kontak.

Setelah website selesai dibuat di komputer, file akan di-upload ke hosting agar website dapat diakses secara online.

Persiapan Membuat Website Profile

Tidak banyak tools yang dibutuhkan untuk mengikuti tutorial ini. Kamu cukup menyiapkan:

  • Text editor atau code editor.
  • Browser seperti Chrome, Firefox, atau Edge.
  • Hosting dan domain untuk mempublikasikan website.

Kamu dapat menggunakan Visual Studio Code, Sublime Text, Notepad++, atau berbagai HTML editor lainnya.

Tutorial ini menggunakan HTML untuk membentuk struktur halaman dan CSS untuk mengatur tampilannya. Jika masih ingin memahami sintaks dasarnya, kamu bisa mempelajari dasar HTML dan cara menggunakan CSS terlebih dahulu.

Website yang dibuat akan bersifat statis. Artinya, kita tidak memerlukan database untuk menjalankan halaman profile ini.

Membuat Website Profile Freelance

Kita akan mulai dari struktur project sederhana, kemudian membuat HTML dan CSS secara terpisah agar kode lebih mudah dikelola.

1. Buat Folder Project Website

Buat folder baru di komputer dengan nama:

Di dalam folder tersebut, buat dua file:

File index.html menjadi halaman utama website, sedangkan style.css digunakan untuk mengatur warna, layout, ukuran teks, tombol, dan tampilan responsive.

Penamaan index.html penting karena file ini nantinya menjadi halaman yang pertama kali dibaca ketika seseorang membuka domain.

2. Buat Struktur Website dengan HTML

Buka file index.html, kemudian masukkan kode berikut:

Baca Juga:  Cara Mengatasi Situs Terblokir Oleh TrustPositif Komdigi

Kode di atas sudah membentuk seluruh struktur website, mulai dari navigasi, halaman pembuka, profil freelancer, layanan, portfolio, hingga kontak.

Kamu dapat mengganti nama Domion Deneva, jenis layanan, pengalaman, email, dan project dengan informasi milikmu sendiri.

Jika masih mencari referensi layout atau bagian apa saja yang sebaiknya ditampilkan, lihat beberapa inspirasi website portfolio.

3. Atur Tampilan Website dengan CSS

HTML yang sudah dibuat sebenarnya dapat dibuka melalui browser, tetapi tampilannya masih sangat sederhana.

Sekarang buka style.css, kemudian tambahkan kode berikut:

Baca Juga:  Cara Atur Dynamic DNS No-IP Pada IP Publik Linux OS

CSS tersebut membuat halaman lebih nyaman dilihat di desktop maupun perangkat dengan layar lebih kecil.

Kamu bebas mengubah warna, ukuran tulisan, jarak antarbagian, ataupun isi setiap card sesuai personal branding yang ingin ditampilkan.

cara membuat website profile

Coba Website di Komputer

Sebelum website di-upload, pastikan semuanya berjalan dengan benar di komputer.

4. Buka File index.html

Masuk ke folder website-profile, kemudian klik dua kali file:

Browser akan membuka website secara lokal.

Alamat yang muncul kemungkinan berbentuk seperti:

Ini normal karena website masih dibuka langsung dari komputer dan belum berada di server.

Periksa beberapa bagian berikut:

  • navigasi dapat digunakan;
  • tombol menuju section yang tepat;
  • layout tidak berantakan;
  • teks sudah sesuai;
  • email pada tombol kontak sudah benar;
  • tampilan mobile tetap nyaman digunakan.

Jika melakukan perubahan pada kode, simpan file kemudian refresh browser untuk melihat hasil terbaru.

🚀

Website Sudah Siap Dipublikasikan?

Untuk satu website profile freelance seperti tutorial ini, kamu dapat menggunakan Hosting Nimbus One sebagai tempat menyimpan file website, lalu melanjutkan proses upload melalui cPanel.

Coba Hosting dengan MCP

Upload Website Profile ke Hosting

Website yang hanya berada di komputer belum dapat diakses oleh calon klien melalui internet.

Agar bisa dibuka menggunakan domain seperti:

file HTML dan CSS perlu disimpan pada hosting.

5. Siapkan File Website

Pastikan struktur folder masih seperti berikut:

Kemudian kompres kedua file menjadi ZIP, misalnya:

Baca Juga:  Cara Custom Domain di Github Pages Pada Repository

Pastikan index.html berada langsung di dalam file ZIP dan tidak tersimpan terlalu dalam pada beberapa folder.

6. Login ke cPanel Hosting

Masuk ke akun hosting terlebih dahulu.

Jika menggunakan Web Hosting DomaiNesia, kamu dapat mengikuti panduan login ke cPanel.

Setelah berhasil login, cari bagian Files, kemudian pilih File Manager.

File Manager digunakan untuk melihat, menambahkan, menghapus, mengedit, dan mengelola file yang tersimpan di hosting.

Panduan penggunaannya juga tersedia pada cara menggunakan File Manager di cPanel.

7. Upload Website ke public_html

Setelah File Manager terbuka, masuk ke:

Folder tersebut digunakan sebagai document root untuk domain utama pada konfigurasi hosting yang umum.

Selanjutnya:

  1. Klik Upload.
  2. Pilih website-profile.zip.
  3. Tunggu proses upload selesai.
  4. Kembali ke File Manager.
  5. Klik kanan file ZIP.
  6. Pilih Extract.

Setelah proses extract selesai, pastikan susunannya seperti:

Hindari struktur seperti:

Jika index.html berada di dalam folder website-profile, halaman utama tidak berada langsung pada document root.

Pindahkan index.html dan style.css ke public_html apabila diperlukan.

Cek Website Melalui Domain

Setelah file berhasil ditempatkan di hosting, waktunya memastikan website sudah dapat diakses secara online.

8. Buka Domain di Browser

Masukkan nama domain:

Jika seluruh konfigurasi sudah benar, website portfolio yang sebelumnya hanya bisa dilihat di komputer sekarang dapat dibuka melalui internet.

Coba juga menggunakan smartphone untuk memastikan desain responsive bekerja dengan baik.

Jika perubahan terbaru belum muncul, coba lakukan hard refresh pada browser atau buka halaman menggunakan incognito mode.

Kustomisasi Website Sesuai Profile Kamu

Website yang dibuat dalam tutorial ini masih berupa contoh.

Supaya benar-benar menjadi website personal, ubah beberapa informasi di dalamnya.

9. Ganti Identitas Freelancer

Cari bagian:

Kemudian ganti dengan namamu.

Lakukan hal yang sama untuk:

  • profesi;
  • deskripsi diri;
  • pengalaman;
  • jumlah project;
  • layanan;
  • portfolio;
  • alamat email.

Misalnya seorang freelance UI/UX designer dapat mengubah layanan menjadi UI Design, UX Research, dan Design System.

Sedangkan seorang freelance photographer dapat menggantinya dengan Product Photography, Event Documentation, dan Photo Editing.

10. Tambahkan Portfolio Terbaik

Jangan hanya memasukkan seluruh pekerjaan yang pernah dibuat.

Pilih beberapa project yang paling relevan dengan jenis klien yang ingin kamu dapatkan.

Untuk setiap portfolio, kamu dapat menjelaskan:

  • nama project;
  • jenis pekerjaan;
  • masalah yang diselesaikan;
  • hasil pekerjaan;
  • teknologi atau tools yang digunakan.

Dengan begitu, website bukan sekadar memperkenalkan siapa kamu, tetapi juga membantu calon klien memahami kemampuan dan pengalaman yang kamu miliki.

Website Profile Freelance Sudah Online!

Sekarang kamu sudah mengetahui proses membuat website profile mulai dari menulis HTML, membuat desain dengan CSS, mengeceknya di komputer, hingga meng-upload file ke hosting.

Untuk website statis seperti contoh ini, kamu bahkan tidak membutuhkan CMS maupun database.

Setelah website online, kamu dapat terus mengembangkan kodenya dengan menambahkan foto profile, halaman portfolio terpisah, formulir kontak, animasi, JavaScript, atau fitur lain sesuai kebutuhan.

Yang terpenting, sekarang kamu tidak hanya memiliki file HTML di komputer, tetapi sebuah website profile yang dapat dibagikan kepada calon klien melalui domain sendiri.

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya