Panduan Praktis Setup Docker Swarm untuk Clustering Container

Oleh Fitri Aulia
Panduan Teknis Setup Docker Swarm untuk Clustering Container

Kalau DomaiNesians sedang mencari cara untuk menjalankan banyak kontainer sekaligus di beberapa server, Swarm bisa jadi solusi yang tepat. Alat ini memungkinkan pembuatan kluster kontainer dengan mudah, lengkap dengan fitur load balancing dan scaling otomatis. Di sini, akan dibahas cara setting Docker Swarm dari awal sampai siap buat menjalankan layanan.

Apa Itu Docker Swarm?

Panduan Setup Docker Swarm untuk Clustering Container

Sumber: dockerlabs.collabnix.com

Docker Swarm adalah fitur dari Docker yang memungkinkan penggabungan beberapa server (node) menjadi satu kluster. Dengan demikian, alih-alih menjalankan semua kontainer di satu mesin, kamu bisa menyebarkannya ke banyak mesin untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi. Swarm membantu mengelola kontainer secara otomatis, mulai dari membagi beban kerja, menduplikasi layanan, hingga memindahkan tugas jika ada node yang mengalami masalah.

Berbeda dengan Docker biasa, Swarm sudah terintegrasi secara langsung tanpa perlu menginstal alat tambahan. Cukup dengan mengaktifkan mode swarm dan mengatur peran node sebagai manager atau worker. Setelah itu, cukup lakukan deploy service, dan biarkan Swarm yang mengelola sisanya. Proses ini sederhana, namun sangat powerful untuk kebutuhan produksi atau sistem yang membutuhkan high availability.

Kelebihan Docker Swarm untuk Clustering

Docker Swarm punya banyak kelebihan yang bikin clustering container jadi mudah dan efisien. Berikut kelebihan Swarm untuk clustering:

  • Mudah setup karena sudah built-in di Docker, tidak perlu install tambahan
  • Otomatis load balancing agar traffic aplikasi tersebar merata ke semua node
  • Failover otomatis, kalau satu server mati, container pindah ke server lain tanpa gangguan
  • Mudah scaling, tinggal atur jumlah container, Swarm yang urus sisanya
  • Manajemen cluster terpusat lewat perintah Docker yang familiar
  • Keamanan bawaan dengan enkripsi komunikasi antar node
  • Integrasi dengan Docker Compose memudahkan kamu nge-deploy aplikasi tanpa ribet.
Baca Juga:  Cara Install Harbor Registry untuk Docker di Ubuntu

Persiapan Server untuk Docker Swarm

Sebelum mulai setup Docker Swarm, ada beberapa hal penting yang perlu kamu siapin di server biar prosesnya lancar dan gak ribet. Pastikan kamu sudah punya server atau VPS minimal dua buah yang sudah terpasang Docker. Berikut persiapan server yang harus diperhatikan:

  1. Minimal dua server atau VPS dengan Docker sudah terinstal
  2. Koneksi jaringan antar server stabil dan saling terhubung
  3. Firewall sudah diatur buka port Docker Swarm:
  • TCP 2377 (cluster management)
  • TCP & UDP 7946 (node communication)
  • UDP 4789 (overlay network)
  1. Pastikan waktu di server kamu sinkron, misalnya pakai NTP biar semua node jalan bareng tanpa masalah.
  2. User dengan akses sudo agar bisa jalankan perintah Docker

Inisialisasi Swarm, Setup Node, & Deploy Service

Sekarang kita mulai langkah-langkah bikin cluster Docker Swarm dari awal sampai bisa jalanin aplikasi. Ikuti panduan ini:

1. Inisialisasi Swarm di server manager

Tentukan satu server sebagai manager, lalu dapatkan token yang dipakai buat join node baru ke cluster. Jalankan perintah:

2. Dapatkan token worker dan manager

Token ini ada dua jenis, satu buat worker node dan satu buat manager node. Kamu bisa ambil token worker dengan:

Kalaumau tambah manager, pakai token manager dengan perintah:

3. Menambahkan node lain ke cluster

Masuk ke server yang mau kamu gabungin ke cluster, lalu jalankan perintah ini (ganti <token> dan <IP-manager> sesuai data kamu):

4. Cek status node di manager

Kembali lagi ke server manager, ketik perintah berikut buat lihat daftar node yang sudah tergabung:

Baca Juga:  CapRover: 6 Langkah Sederhana Deploy Aplikasi dengan Mudah

5. Deploy service di Docker Swarm

Sekarang kamu bisa langsung deploy aplikasi dengan perintah seperti ini:

Note: contoh service nginx yang bisa diakses lewat port 80.

Scaling dan Load Balancing Layanan

Setelah menjalankan layanan di Docker Swarm, tentu DomaiNesians ingin aplikasi dapat menangani banyak pengguna tanpa kendala, bukan? Nah, Docker Swarm menawarkan fitur scaling yang memudahkan untuk menambah atau mengurangi jumlah kontainer sesuai dengan kebutuhan. Berikut step nya:

  • Cek Service yang Berjalan

  • Tambah atau kurangi jumlah replica (container)

Misalnya kamu mau scale service “web” jadi 5 container, cukup ketik:

  • Cek status service dan distribusi container

Buat lihat di node mana aja container itu jalan. Pakai perintah:

Tips Keamanan di Docker Swarm

Agar cluster Docker Swarm kamu tetap aman dan tidak mudah terkena serangan, ada beberapa langkah mudah yang bisa kamu coba:

  1. Pastikan komunikasi antar node terenkripsi: Docker Swarm udah otomatis enkripsi, tapi cek lagi biar aman.
  2. Batasi akses ke manager node: Jangan memberi akses sudo ke semua orang, cuma yang bener-bener butuh aja.
  3. Rutin update Docker dan sistem operasi: Biar selalu dapet patch keamanan terbaru dan bug fix.
  4. Atur firewall dengan benar: Buka cuma port yang diperlukan Docker Swarm: 2377, 7946, dan 4789.
  5. Pakai user khusus untuk Docker: jangan pakai root langsung biar sistem lebih aman dari celah keamanan.

Monitoring dan Manajemen Cluster

docker swarm

Agar cluster Swarm tetap berjalan dengan lancar, pengecekan rutin sangat diperlukan. Swarm menyediakan berbagai alat dan perintah bawaan yang mudah digunakan untuk memantau seluruh aktivitas di cluster. Berikut tips monitoring-nya:

  • Rajin cek kondisi cluster supaya kamu tahu kalau ada node atau service yang bermasalah sebelum jadi besar
  • Pakai perintah docker node ls buat lihat status semua node di cluster kamu
  • Gunakan docker service ls untuk pantau service yang lagi berjalan dan pastikan semuanya aktif
  • Kalau ada service yang bermasalah, kamu bisa restart atau update dengan perintah yang sesuai
  • Coba juga tools seperti Portainer atau Grafana supaya monitoring cluster lebih visual dan gampang dipahami.
  • Dengan rutin monitoring dan manajemen, cluster kamu tetap stabil, performa aplikasi terjaga, dan kamu bisa cepat tanggap kalau ada masalah
Baca Juga:  Cara Setting Google Workspace di cPanel Hosting

Kesimpulan

Docker Swarm memudahkan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan banyak kontainer, tanpa kerumitan. Dari proses setup cluster hingga deploy aplikasi, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Fitur scaling dan load balancing otomatis memastikan aplikasi tetap berjalan lancar meski menghadapi fluktuasi trafik. Selain itu, Docker Swarm juga mendukung manajemen cluster terpusat yang mudah dipantau, sehingga bisa cepat tanggap menghadapi masalah dan menjaga performa aplikasi tetap optimal.

Jika mencari VPS handal untuk meng-host Docker Swarm, pastikan memilih layanan dengan koneksi cepat, uptime tinggi, dan dukungan teknis yang siap membantu kapan saja. Cloud VPS Domainesia siap meningkatkan performa dan keamanan cluster untuk berbagai kebutuhan proyek. VPS yang stabil memudahkan pengelolaan sumber daya dan menjaga keamanan data, sehingga dapat lebih fokus bekerja tanpa khawatir gangguan teknis. Memilih VPS yang tepat adalah investasi penting untuk kelangsungan aplikasi.

Fitri Aulia

Hi! I'm a tech enthusiast who loves digging into how things work, especially in web development, VPS setups, and anything open-source.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds