• Home
  • Tips
  • Panduan Memilih Ekstensi Domain gTLD dan ccTLD untuk SEO

Panduan Memilih Ekstensi Domain gTLD dan ccTLD untuk SEO

Oleh Mutiara Auliya
Panduan Memilih Ekstensi Domain gTLD dan ccTLD untuk SEO 1

Di tengah jutaan website yang saling berebut perhatian, domain sering menjadi kesan pertama yang menentukan apakah seseorang akan mengklik atau justru ragu. Menariknya, berbagai studi tentang perilaku pengguna menunjukkan bahwa elemen “trust” terbentuk sangat cepat dalam hitungan detik saat pengunjung menilai sebuah halaman—dan nama domain (termasuk ekstensi di belakangnya) ikut memengaruhi persepsi tersebut.

Karena itu, sebelum memilih alamat website hanya berdasarkan ketersediaan atau harga termurah, penting memahami bahwa ekstensi domain dapat membawa sinyal berbeda bagi audiens tentang identitas, profesionalitas, dan fokus bisnis kamu.

Mengapa Memilih Ekstensi Domain yang Tepat Itu Penting

Memilih ekstensi domain bukan sekadar langkah teknis saat membuat website, tetapi juga keputusan strategis yang memengaruhi citra dan daya saing bisnis di dunia digital. Ekstensi domain dapat menjadi pembeda antara website yang terlihat profesional dan terpercaya dengan website yang tampak generik atau kurang kredibel.

  • Pengaruh Ekstensi Domain terhadap Branding

Ekstensi domain memiliki peran besar dalam membentuk persepsi merek dan memperkuat identitas bisnis di dunia digital. Misalnya, domain dengan ekstensi .com sering diasosiasikan dengan bisnis global dan profesional, sementara .id menegaskan identitas lokal Indonesia. Penggunaan ekstensi yang relevan membantu website tampil konsisten dengan nilai dan tujuan merek. 

  • Ekstensi Domain dan Pengaruhnya terhadap SEO

Meskipun ekstensi domain tidak secara langsung menentukan peringkat SEO di Google, jenis ekstensi tetap memiliki dampak signifikan terhadap visibilitas website di hasil pencarian. Ekstensi dengan kode negara, seperti .id, .sg, atau .jp, memberi sinyal geografis yang jelas kepada mesin pencari bahwa website menargetkan audiens di wilayah tertentu. 

  • Kesan Profesional dan Kredibilitas

Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, kesan profesional sering kali ditentukan sejak pengguna pertama kali melihat alamat domain. Ekstensi domain berperan besar dalam menciptakan kesan pertama tersebut. Domain dengan ekstensi populer seperti .com, .org, atau .id cenderung dianggap lebih kredibel dan tepercaya dibandingkan dengan ekstensi yang jarang dikenal. 

Perbedaan Antara TLD, ccTLD, dan gTLD

Dalam dunia domain, terdapat berbagai jenis ekstensi yang memiliki fungsi dan tujuan berbeda. Tiga kategori utama yang sering digunakan adalah TLD (Top-Level Domain), ccTLD (Country Code Top-Level Domain), dan gTLD (Generic Top-Level Domain). Memahami perbedaan antara ketiganya sangat penting agar kamu bisa menentukan ekstensi yang paling sesuai dengan strategi branding, target audiens, serta skala bisnis.

  • Apa Itu TLD, ccTLD, dan gTLD?

TLD (Top-Level Domain) adalah lapisan tertinggi dalam struktur hierarki nama domain di internet. Jenis ini mencakup semua ekstensi domain yang berada di belakang titik (.) seperti .com, .net, .org, dan sebagainya. ccTLD (Country Code Top-Level Domain) merupakan ekstensi dua huruf yang mewakili negara tertentu, misalnya .id untuk Indonesia, .jp untuk Jepang, dan .uk untuk Inggris. Sementara gTLD (Generic Top-Level Domain) adalah ekstensi tematik yang digunakan secara global, seperti .shop, .tech, .info, dan .app, yang tidak terikat lokasi geografis tertentu. 

  • Kapan Memilih Masing-Masing Jenis Ekstensi

Jika kamu ingin membangun bisnis lokal dan memperkuat identitas wilayah, ccTLD seperti .id akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan pengguna di Indonesia serta mendukung SEO lokal. Sementara itu, gTLD seperti .store, .tech, atau .media cocok bagi bisnis dengan audiens yang lebih luas atau fokus pada bidang tertentu. Bagi perusahaan atau individu yang ingin menjangkau pasar internasional, TLD umum seperti .com adalah pilihan paling fleksibel karena sudah dikenal secara global dan mudah diingat. 

  • Contoh Penggunaan yang Tepat untuk Masing-Masing Ekstensi

Setiap ekstensi domain memiliki contoh penggunaan yang dapat dijadikan acuan dalam membangun strategi online. Misalnya, perusahaan nasional di Indonesia biasanya menggunakan .co.id atau .id untuk menegaskan kredibilitas lokal. Bisnis global atau startup internasional cenderung memilih .com karena memiliki jangkauan universal dan citra profesional. Organisasi non-profit banyak menggunakan .org untuk menonjolkan karakter sosialnya, sedangkan pengembang teknologi atau startup digital lebih memilih .tech, .dev, atau .ai karena mencerminkan industri modern yang inovatif. 

Panduan Memilih Ekstensi Domain

Wujudkan Ide dengan Domain Baru!

Strategi Memilih Ekstensi Domain untuk SEO

Dalam strategi digital marketing, SEO (Search Engine Optimization) berperan penting dalam meningkatkan visibilitas website di mesin pencari seperti Google. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa pemilihan ekstensi domain juga bisa berpengaruh terhadap performa SEO, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

  • Apakah Ekstensi Domain Memengaruhi Peringkat SEO?
Baca Juga:  Membangun Arsitektur High Availability yang Efektif

Secara teknis, Google menyatakan bahwa ekstensi domain tidak menjadi faktor utama dalam penentuan peringkat hasil pencarian. Mesin pencari lebih menilai kualitas konten, struktur website, kecepatan akses, dan pengalaman pengguna. Namun, pemilihan ekstensi yang tepat tetap memiliki dampak tidak langsung terhadap SEO.  

  • Kapan Memilih ccTLD untuk Target Pasar Lokal?

Jika fokus website adalah audiens di satu negara tertentu, maka menggunakan ccTLD (Country Code Top-Level Domain) seperti .id, .sg, atau .jp adalah strategi yang efektif. Ekstensi ini memberi sinyal geografis yang kuat kepada Google bahwa website menargetkan pengguna di wilayah tersebut. Misalnya, website dengan domain .id akan lebih mudah muncul di hasil pencarian Google Indonesia dibanding domain .com. ccTLD juga membantu meningkatkan kredibilitas bisnis lokal yang ingin menonjolkan identitas nasional. 

  • Menggunakan gTLD untuk Visibilitas Global

Berbeda dengan ccTLD yang menargetkan wilayah tertentu, gTLD (Generic Top-Level Domain) lebih cocok untuk bisnis yang ingin menjangkau audiens global. Ekstensi seperti .com, .net, atau .org bersifat netral secara geografis, sehingga ideal untuk website yang beroperasi lintas negara. Mesin pencari memperlakukan domain ini tanpa batasan lokasi, sehingga hasil pencarian dapat muncul di berbagai negara sekaligus. 

Panduan Memilih Ekstensi Domain

Tren Ekstensi Domain yang Sedang Populer

Dalam beberapa tahun terakhir, tren ekstensi domain mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya kebutuhan branding digital dan diversifikasi bisnis online. Jika dulu pilihan domain hanya terbatas pada .com, .net, atau .org, kini muncul berbagai ekstensi baru yang lebih kreatif dan spesifik. Kehadiran ekstensi modern seperti .tech, .app, atau .shop memberi peluang bagi bisnis untuk tampil lebih unik dan relevan dengan industrinya. 

  • Ekstensi Baru yang Populer: .tech, .app, .shop

Ekstensi baru seperti .tech, .app, dan .shop sedang naik daun karena menawarkan identitas yang lebih spesifik dan modern. Startup teknologi sering memilih .tech untuk menegaskan fokus mereka pada inovasi digital, sementara .app populer di kalangan pengembang aplikasi dan layanan berbasis mobile. Di sisi lain, .shop menjadi favorit bagi bisnis e-commerce karena secara langsung menggambarkan aktivitas jual beli online. 

  • Dampak Ekstensi Baru terhadap Kepercayaan Konsumen

Kehadiran ekstensi baru membawa peluang sekaligus tantangan dalam hal kepercayaan pengguna. Meski beberapa pengguna masih lebih familiar dengan ekstensi klasik seperti .com, tren menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap domain baru yang digunakan oleh perusahaan besar dan startup inovatif. Contohnya, situs berbasis teknologi yang menggunakan .tech atau .io kini banyak diasosiasikan dengan perusahaan modern dan terpercaya. 

  • Perkembangan ccTLD di Negara Berkembang

Di negara berkembang, penggunaan ccTLD mengalami peningkatan pesat karena semakin banyak bisnis lokal yang ingin memperkuat identitas digitalnya. Misalnya, di Indonesia, domain .id kini tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh UMKM, startup, hingga lembaga pemerintahan. ccTLD dianggap memberikan kesan resmi, mudah diingat, dan lebih relevan dengan pasar lokal. 

Keuntungan Menggunakan Ekstensi Domain Tertentu untuk Bisnis

Pemilihan ekstensi domain yang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap strategi branding dan citra profesional sebuah bisnis. Tidak hanya sebagai alamat website, domain juga menjadi representasi identitas dan posisi perusahaan di dunia digital. Setiap ekstensi memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda, baik dari segi persepsi pengguna maupun jangkauan target pasar.

  • Menggunakan .com atau .co untuk Perusahaan Internasional

Ekstensi .com adalah pilihan paling populer di dunia karena sifatnya yang universal dan mudah diingat. Hampir semua perusahaan global menggunakan ekstensi ini karena sudah dianggap sebagai standar industri dalam dunia digital. Selain itu, .co juga semakin populer sebagai alternatif modern untuk bisnis internasional, terutama bagi startup dan perusahaan baru yang ingin menonjolkan citra profesional dan ringkas. 

  • Keunggulan Ekstensi Domain Sesuai Industri

Selain domain umum seperti .com, kini banyak ekstensi tematik yang bisa membantu bisnis menonjol di bidang industrinya. Misalnya, .tech sangat cocok untuk perusahaan teknologi, .shop untuk e-commerce, .art untuk seniman dan desainer, serta .edu atau .academy untuk lembaga pendidikan. Penggunaan ekstensi tematik semacam ini membuat website terlihat lebih relevan dan profesional karena langsung menunjukkan fokus bisnis tanpa perlu penjelasan tambahan. Dari sisi pemasaran, ekstensi industri membantu memperkuat pesan brand dan meningkatkan kepercayaan audiens yang sedang mencari layanan atau produk di bidang tertentu. 

  • Kapan Memilih .co.id untuk Bisnis di Indonesia

Bagi bisnis yang beroperasi di Indonesia, menggunakan domain .co.id dapat menjadi langkah strategis untuk membangun kredibilitas lokal. Ekstensi ini menandakan bahwa perusahaan terdaftar secara legal di Indonesia dan mengikuti ketentuan administrasi resmi, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam negeri. Bagi perusahaan yang berfokus pada pasar domestik — seperti toko online, lembaga keuangan, atau startup lokal — domain .co.id membantu menegaskan identitas nasional dan memperkuat reputasi bisnis. 

Baca Juga:  Cara Ganti Password Wi-Fi Dengan Mudah Tanpa Kendala

Kekurangan dan Keterbatasan Menggunakan Ekstensi Domain Tertentu

Meskipun setiap ekstensi domain memiliki keunggulannya masing-masing, penting juga untuk memahami batasan dan risiko yang mungkin muncul. Beberapa ekstensi baru atau kurang dikenal bisa menimbulkan keraguan di mata pengguna, terutama jika belum banyak digunakan oleh perusahaan besar. Mengetahui kekurangan ini membantu bisnis membuat keputusan yang lebih bijak dan menghindari potensi hambatan di masa depan.

  • Kekurangan Ekstensi Baru dan Persepsi Pengguna

Ekstensi baru seperti .xyz, .site, atau .online memang menawarkan nama domain yang lebih fleksibel, tetapi belum sepenuhnya diterima luas oleh publik. Banyak pengguna internet masih menganggap ekstensi semacam ini kurang profesional karena jarang digunakan oleh merek ternama. Akibatnya, website dengan ekstensi baru bisa tampak kurang kredibel di mata calon pelanggan, terutama bagi bisnis yang baru membangun reputasi. 

  • Risiko Menggunakan Ekstensi yang Kurang Familiar

Menggunakan ekstensi yang tidak umum dapat menimbulkan risiko dalam hal persepsi, kepercayaan, dan bahkan performa bisnis online. Misalnya, calon pelanggan mungkin ragu untuk mengklik link website dengan ekstensi yang tidak mereka kenal karena takut terhadap potensi penipuan atau keamanan siber. Beberapa ekstensi bahkan memiliki kebijakan registrasi yang rumit atau biaya perpanjangan yang lebih tinggi dari rata-rata. 

  • Keterbatasan dalam Branding dengan ccTLD atau Ekstensi Baru

Meskipun ccTLD seperti .id, .sg, atau .uk efektif untuk pasar lokal, ekstensi ini memiliki keterbatasan ketika bisnis ingin berekspansi ke tingkat internasional. Domain dengan ccTLD sering kali diasosiasikan hanya dengan negara tertentu, sehingga tidak ideal untuk menjangkau audiens global. Di sisi lain, ekstensi baru yang lebih tematik bisa membantu branding spesifik, tetapi justru membatasi persepsi merek karena terlalu fokus pada satu sektor industri. 

Alternatif Ekstensi Domain untuk Branding Kreatif

Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, penggunaan ekstensi domain tradisional seperti .com atau .net kini mulai dilengkapi dengan pilihan-pilihan kreatif yang lebih personal dan unik. Ekstensi baru seperti .me, .io, dan .co banyak digunakan untuk membangun identitas digital yang lebih modern dan relevan. Jenis ekstensi ini tidak hanya membantu menciptakan kesan berbeda di mata audiens, tetapi juga memperkuat positioning merek, terutama bagi individu, startup, dan bisnis kreatif yang ingin tampil menonjol di internet.

  • Menggunakan .me, .io, atau .co untuk Personal Branding

Ekstensi seperti .me, .io, dan .co kini menjadi simbol inovasi dan personalisasi dalam strategi branding digital. .me sering digunakan oleh profesional, freelancer, dan influencer untuk membangun website pribadi yang menonjolkan portofolio atau profil individu. Sementara itu, .io populer di kalangan startup teknologi dan pengembang software karena memberikan kesan modern, cerdas, dan teknologis. Ekstensi .co, di sisi lain, banyak dipilih oleh perusahaan muda sebagai alternatif dari .com, terutama ketika nama domain utama sudah tidak tersedia. 

  • Keuntungan dan Kekurangan Ekstensi Kreatif untuk Website Pribadi

Menggunakan ekstensi kreatif seperti .me, .io, atau .co memberikan banyak keuntungan, terutama dalam hal diferensiasi dan ketersediaan nama domain. Karena tidak sepadat ekstensi klasik seperti .com, peluang mendapatkan nama pendek dan mudah diingat jauh lebih besar. Namun, di sisi lain, ekstensi semacam ini masih belum sepenuhnya dikenal oleh semua pengguna internet. Hal ini bisa menimbulkan sedikit kebingungan atau keraguan bagi sebagian audiens yang lebih familiar dengan domain tradisional. 

Panduan Memilih Ekstensi Domain

Pentingnya Memilih Nama Domain yang Tersedia dengan Ekstensi yang Sesuai

Menentukan nama domain yang ideal bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang ketersediaan dan relevansinya dengan brand yang ingin dibangun. Banyak bisnis atau individu yang menemukan bahwa nama domain yang mereka inginkan sudah digunakan orang lain, sehingga memilih ekstensi alternatif bisa menjadi solusi cerdas. Dengan memahami cara mencari domain yang tersedia dan memanfaatkan alat bantu pencarian, proses ini bisa menjadi lebih efisien dan terarah.

  • Tips Mencari Nama Domain yang Tersedia

Salah satu tantangan terbesar dalam membangun website adalah menemukan nama domain yang masih tersedia dan relevan dengan identitas brand. Untuk mengatasi hal ini, mulailah dengan membuat daftar beberapa variasi nama yang mencerminkan bisnis atau personal branding kamu. Hindari nama yang terlalu panjang, sulit diucapkan, atau mudah salah ketik. Cobalah mengombinasikan kata kunci utama dengan kata yang lebih spesifik, seperti “tech”, “media”, atau “studio”.

  • Menggunakan Domain Suggestion Tools untuk Menemukan Nama Domain

Untuk mempercepat proses pencarian nama domain, kamu bisa memanfaatkan domain suggestion tools yang tersedia secara online, seperti NameMesh, Lean Domain Search, atau fitur bawaan dari penyedia domain seperti Google Domains. Alat-alat ini membantu menghasilkan ide nama domain yang relevan berdasarkan kata kunci yang kamu masukkan. 

Cara Mengelola Domain dan Ekstensi yang Anda Pilih

Pengelolaan domain bukan hanya tentang memperbarui masa aktif, tetapi juga memastikan keamanan, konsistensi, dan strategi penggunaan ekstensi yang tepat untuk setiap kebutuhan bisnis. Dengan pengelolaan yang baik, kamu dapat menjaga reputasi online, menghindari kehilangan domain, serta mengoptimalkan penggunaannya di berbagai platform digital.

  • Mengelola Beberapa Domain dan Ekstensi
Baca Juga:  Mengatur Budget Marketing untuk Hasil Pemasaran Maksimal

Mengelola beberapa domain sekaligus membutuhkan sistem yang terorganisir agar tidak ada yang terlupakan atau kadaluwarsa. Sebaiknya gunakan satu akun registrar untuk semua domain agar mudah dipantau dalam satu dashboard. Pastikan juga kamu menggunakan fitur auto-renewal untuk mencegah domain penting tidak diperpanjang secara tidak sengaja. 

  • Menghindari Domain Squatting

Domain squatting adalah praktik membeli nama domain terkenal atau mirip dengan merek tertentu dengan tujuan menjualnya kembali dengan harga tinggi. Hal ini bisa menjadi masalah serius bagi bisnis yang belum mengamankan domain terkait nama brand-nya. Untuk menghindarinya, segera daftarkan beberapa ekstensi domain yang relevan dengan nama bisnismu sebelum pihak lain melakukannya. 

  • Pengelolaan Domain Menggunakan Control Panel (cPanel, Plesk)

Control panel seperti cPanel atau Plesk adalah alat yang mempermudah pengguna dalam mengelola domain dan hosting secara praktis. Melalui antarmuka grafis yang user-friendly, pengguna dapat melakukan berbagai pengaturan seperti manajemen DNS, pembuatan subdomain, pengaturan email, serta instalasi SSL. cPanel banyak digunakan karena fleksibel dan cocok untuk pemula maupun profesional, sementara Plesk lebih sering digunakan pada server berbasis Windows. 

Perbandingan Biaya dan Harga Ekstensi Domain

Faktor seperti popularitas, jenis ekstensi (TLD, gTLD, ccTLD), dan kebijakan registrar dapat memengaruhi biaya pendaftaran maupun perpanjangan. Dengan mengetahui perbandingan harga ini, kamu bisa menentukan ekstensi yang sesuai dengan anggaran sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan bisnis atau personal branding.

  • Perbandingan Harga antara Ekstensi Populer dan ccTLD atau gTLD Baru

Ekstensi populer seperti .com, .net, dan .org biasanya memiliki harga pendaftaran yang lebih stabil dan kompetitif, berkisar antara Rp150.000–Rp300.000 per tahun tergantung penyedia. Di sisi lain, ccTLD seperti .id, .sg, atau .jp umumnya lebih mahal karena pengelolaannya mengikuti kebijakan nasional masing-masing negara. Sementara itu, gTLD baru seperti .app, .tech, atau .shop sering kali memiliki harga promo di tahun pertama namun bisa naik signifikan saat diperpanjang. 

  • Biaya Perpanjangan dan Fitur Tambahan Seperti Privacy Protection

Selain biaya pendaftaran awal, kamu juga perlu memperhitungkan biaya perpanjangan dan fitur tambahan yang mungkin dibutuhkan. Beberapa registrar menawarkan layanan Privacy Protection atau WHOIS Protection untuk menyembunyikan informasi pribadi pemilik domain dari publik. Fitur ini sangat penting untuk mencegah spam, phishing, atau penyalahgunaan data pribadi. Namun, layanan tersebut biasanya dikenakan biaya tambahan, mulai dari Rp50.000–Rp200.000 per tahun. 

Kesimpulan

Memilih ekstensi domain yang tepat merupakan langkah strategis dalam membangun identitas digital yang kuat dan kredibel. Setiap jenis ekstensi—baik TLD, gTLD, maupun ccTLD—memiliki karakteristik, kelebihan, dan fungsi yang berbeda sesuai dengan tujuan bisnis dan target audiens. Ekstensi seperti .com dan .co memberikan kesan profesional dan global, sementara .id atau .co.id menegaskan identitas lokal dan kepercayaan pengguna Indonesia. 

FAQ (SEO) – Pemilihan Ekstensi Domain

1) Apakah ekstensi domain tertentu lebih aman atau lebih rentan terhadap spam/scam?
Tidak otomatis, tetapi beberapa ekstensi “murah dan longgar” sering lebih banyak disalahgunakan sehingga bisa memengaruhi persepsi pengguna dan kadang tingkat kehati-hatian browser/email filter. Untuk bisnis, pilih ekstensi yang reputasinya baik, aktifkan SSL, dan gunakan registrar tepercaya agar trust tetap tinggi.

2) Apakah membeli beberapa ekstensi domain (mis. .com, .id, .co.id) membantu SEO?
Membeli beberapa ekstensi tidak langsung menaikkan ranking, namun berguna untuk melindungi brand dan mencegah kompetitor/peniru. Untuk SEO, praktik terbaiknya adalah memilih satu domain utama, lalu mengarahkan domain lain dengan 301 redirect ke domain utama agar tidak terjadi duplikasi konten.

3) Apakah ekstensi domain memengaruhi email bisnis (contoh: nama@brand.com vs nama@brand.xyz)?
Bisa memengaruhi kepercayaan penerima email dan deliverability secara tidak langsung. Ekstensi yang lebih familiar cenderung terlihat lebih profesional. Apa pun ekstensinya, pastikan set DNS email benar: SPF, DKIM, dan DMARC agar email tidak mudah masuk spam.

4) Jika bisnis ingin ekspansi global, lebih baik pakai ccTLD (mis. .id) atau struktur subfolder/subdomain?
Untuk ekspansi, banyak bisnis memilih gTLD (.com) sebagai domain utama lalu menargetkan negara dengan subfolder (contoh: /id/, /sg/) karena lebih mudah konsolidasi SEO dan otoritas domain. ccTLD cocok bila butuh sinyal lokal yang sangat kuat dan strategi per negara benar-benar terpisah.

5) Apakah domain dengan tanda hubung (hyphen) atau nama yang panjang memengaruhi SEO dan branding?
Secara SEO, Google bisa memahami tanda hubung, tetapi untuk branding dan klik, domain yang terlalu panjang atau banyak hyphen lebih sulit diingat dan rawan salah ketik. Jika memungkinkan, utamakan domain pendek, mudah dieja, dan mudah diucapkan untuk meningkatkan CTR dan direct traffic.

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds