• Home
  • Tips
  • Rahasia Agar Blog Diterima Google Adsense

Rahasia Agar Blog Diterima Google Adsense

Oleh Ayoni Sulthon
Rahasia Agar Blog Diterima Google Adsense 1

Halo DomaiNesians! Buat kamu yang ingin menghasilkan uang dari blog, Google AdSense adalah salah satu cara paling populer dan menjanjikan. Namun, tidak sedikit blogger yang masih bingung kenapa blognya belum juga diterima atau bagaimana cara meningkatkan peluang lolos peninjauan. Supaya kamu tidak mengalami hal yang sama, yuk pelajari rahasia, syarat, serta strategi lengkap agar blogmu cepat diterima Google AdSense dan siap menghasilkan cuan!

Kenapa Google AdSense Diminati Blogger

Google AdSense menjadi pilihan favorit bagi banyak blogger karena sistem monetisasinya yang mudah dipahami dan dapat menghasilkan pendapatan pasif. Platform ini menawarkan kemudahan bagi pemilik blog untuk memperoleh penghasilan hanya dengan menampilkan iklan yang relevan dengan konten dan minat pengunjung. Secara umum, ini berkaitan dengan model iklan pay per click (PPC), yaitu pengiklan membayar ketika iklan mendapatkan klik (atau interaksi tertentu, tergantung jenis iklannya).

Iklan yang ditampilkan bersifat otomatis sehingga kamu tidak perlu repot memilih jenis iklan atau melakukan penempatan secara manual. AdSense juga mendukung berbagai jenis niche blog, baik teknologi, kuliner, tutorial, maupun hiburan, sehingga hampir semua kategori konten memiliki peluang untuk diterima dan menghasilkan pendapatan.

Syarat Dasar Agar Blog Diterima Google AdSense

Sebelum sebuah blog bisa dimonetisasi, Google menetapkan beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi agar blog layak menampilkan iklan. Persyaratan ini bertujuan memastikan bahwa setiap blog memiliki kualitas, keamanan, dan pengalaman pengguna yang baik sehingga iklan dapat ditampilkan secara efektif. Dengan memahami syarat-syarat ini, kamu dapat mempersiapkan blogmu sejak awal agar lolos proses peninjauan tanpa banyak revisi.

1. Memiliki Akses Penuh ke Kode Sumber HTML Situs

Berdasarkan ketentuan resmi Google AdSense, kamu harus memiliki akses ke kode sumber (HTML) website atau blogmu. Google memerlukan akses ini untuk memasukkan kode iklan (script) saat proses peninjauan atau ketika situsmu sudah disetujui. Kalau kamu ingin pengelolaan tag dan script website lebih rapi (misalnya untuk kebutuhan tracking) tanpa terlalu sering mengubah kode theme, kamu juga bisa mempelajari Google Tag Manager.

2. Persyaratan Usia Penayang

Penayang (pemilik akun) wajib berusia minimal 18 tahun. Jika kamu berusia di bawah 18 tahun, kamu dapat meminta orang tua atau wali untuk mendaftar ke AdSense menggunakan akun Google mereka.

3. Konten Harus Berkualitas dan Original

Google sangat mengutamakan konten yang original dan bebas dari plagiarisme karena kualitas konten menentukan nilai sebuah website di mata pengguna maupun mesin pencari. Blog dengan konten hasil copy-paste atau artikel yang terlalu pendek biasanya langsung ditolak karena dianggap tidak memberikan nilai tambah. Google juga menilai apakah konten memiliki struktur yang baik, informatif, mendalam, dan menjawab kebutuhan pembaca. Semakin lengkap dan relevan konten yang disajikan, semakin besar peluang blogmu diterima AdSense.

4. Navigasi dan Tampilan Blog Harus Rapi

Google ingin memastikan bahwa pengunjung dapat menjelajahi blog dengan mudah dan nyaman, sehingga desain blog yang rapi menjadi salah satu syarat utama. Blog yang memiliki struktur navigasi berantakan, menu yang tidak jelas, atau tampilan yang kacau cenderung memberikan pengalaman buruk bagi pengguna. Selain itu, tampilan blog harus responsif atau mobile-friendly supaya dapat diakses dengan baik melalui perangkat mobile.

5. Memiliki Halaman Penting (Privacy Policy, Terms, Contact)

Halaman penting seperti Privacy Policy, Disclaimer, Terms & Conditions, dan Contact dianggap sebagai elemen wajib karena menunjukkan bahwa blog dikelola secara profesional. Adanya halaman-halaman ini memberi sinyal bahwa kamu memahami regulasi penggunaan data dan ingin transparan kepada pengunjung.

Google
Google AdSense — Checklist Kelayakan Blog
Visual ringkas untuk membantu blog siap ditinjau & dimonetisasi dengan iklan.
Tema Google
Mobile-friendly

Fokus Penilaian
Kualitas • Keamanan • UX
Yang Dicek
Konten • Struktur • Kepatuhan
Tujuan
Siap pasang script iklan

Baca Juga:  Strategi 12 Langkah Optimasi Query SQL: Prioritaskan Dampak & Effort

Syarat Dasar Agar Blog Diterima Google AdSense
Gunakan sebagai checklist sebelum submit

1
Akses penuh ke kode sumber HTML
Wajib
Kamu harus bisa menambahkan/mengubah kode (mis. memasang <script>) untuk verifikasi dan penayangan iklan.
Bisa edit template / theme
Tidak pakai platform “no-code” yang terkunci
Pastikan domain & hosting aktif

2
Usia penayang minimal 18 tahun
Kepatuhan akun
Pemilik akun AdSense harus berusia 18+. Jika belum, gunakan akun Google milik orang tua/wali untuk pendaftaran.
Tips
Pastikan identitas, alamat, dan data pembayaran konsisten agar proses verifikasi (PIN/alamat) lancar.

3
Konten berkualitas & original
Penentu utama
Konten harus unik (tidak plagiarisme), informatif, mendalam, dan benar-benar membantu pembaca. Artikel terlalu pendek/duplikat sering memicu penolakan.
Yang disarankan
  • Struktur jelas: judul, subjudul, poin
  • Gambar/diagram orisinal bila ada
  • Internal link ke artikel terkait
Hindari
  • Copy-paste, spun content
  • Halaman “tipis” (thin content)
  • Konten berisiko melanggar kebijakan
Tambahan yang menunjang
Pastikan blog punya cukup artikel yang matang dan konsisten topiknya (niche jelas), sehingga terlihat “layak dikelola” dalam jangka panjang.

4
Navigasi & tampilan rapi (UX)
Kenyamanan pengguna
Pengunjung harus mudah menemukan konten: menu jelas, kategori rapi, dan tampilan responsif (mobile-friendly).
Checklist cepat
  • Menu: Home, Kategori, Tentang
  • Pencarian (opsional) membantu UX
  • Breadcrumb / daftar artikel rapi
Performa & keamanan
  • HTTPS aktif
  • Halaman tidak error/404 berlebihan
  • Loading wajar (kompres gambar)

5
Halaman penting (Trust pages)
Kepercayaan & transparansi
Halaman seperti Privacy Policy, Terms & Conditions/Disclaimer, dan Contact menunjukkan blog dikelola profesional serta transparan.
Privacy Policy
Jelaskan data apa yang dikumpulkan (mis. cookies/analytics) dan bagaimana digunakan.
Contact
Minimal: form kontak atau email aktif agar mudah dihubungi.
Terms/Disclaimer
Atur batas tanggung jawab & aturan penggunaan konten.
About (Tambahan)
Profil singkat pemilik/brand untuk meningkatkan kredibilitas.

Alur singkat setelah blog siap
Ringkas & praktis
Langkah 1
Daftar
Buat akun AdSense & tambah situs.
Langkah 2
Pasang kode
Tempel script verifikasi/iklan.
Langkah 3
Review
Tunggu peninjauan kebijakan & kualitas.
Langkah 4
Tayang
Atur unit iklan & optimasi.
Catatan penting
Pastikan situs bebas dari konten terlarang/berisiko dan tidak menipu pengguna. Semakin jelas tujuan situs dan semakin kuat pengalaman pengguna, semakin baik peluang diterima.

Gunakan ini sebagai checklist internal sebelum submit ulang jika ditolak.

Alasan Umum Blog Ditolak Google AdSense

Meskipun banyak blogger mendaftar Google AdSense, tidak sedikit yang menerima email penolakan karena beberapa alasan tertentu. Google memiliki standar kualitas yang ketat, sehingga blog perlu memenuhi berbagai aspek agar memenuhi kelayakan monetisasi.

Memahami penyebab umum penolakan memungkinkanmu melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum mengajukan permohonan ulang. Berikut adalah beberapa alasan paling sering membuat blog gagal diterima AdSense.

1. Konten Tidak Memenuhi Standar Kualitas

Salah satu alasan utama blog ditolak adalah kurangnya kualitas konten, baik karena terlalu pendek, tidak informatif, atau tidak memberikan nilai bagi pembaca. Artikel yang terdiri dari hanya satu atau dua paragraf biasanya dianggap tidak layak karena tidak memenuhi standar kelengkapan informasi. Blog dengan kualitas konten rendah sering dikategorikan sebagai thin content, yang merupakan pelanggaran dalam kebijakan Google AdSense.

2. Blog Belum Memiliki Jumlah Konten yang Cukup

Google biasanya menolak blog yang masih terlalu baru atau memiliki jumlah artikel yang sangat sedikit karena dianggap belum siap untuk menampilkan iklan. Google memerlukan cukup banyak konten untuk menganalisis tema, niche, dan relevansi blog secara keseluruhan. Sebagai standar aman, sebagian besar blogger berhasil diterima setelah memiliki minimal 15–30 artikel berkualitas.

3. Pelanggaran Kebijakan Konten Google (Sensitive Content)

Google sangat ketat terhadap konten yang berhubungan dengan hal sensitif seperti pornografi, kekerasan, narkotika, perjudian, atau konten ilegal lainnya. Jika blogmu memiliki artikel yang mengandung kata kunci atau tema sensitif, meskipun tidak bermaksud melanggar, blog tetap mungkin ditolak.

Google
Alasan Umum Blog Ditolak Google AdSense
Ringkasan penyebab penolakan + indikator cepat untuk evaluasi sebelum apply ulang.
Penolakan paling sering
Checklist perbaikan

Yang dinilai
Konten • Kepatuhan • Kesiapan
Dampak
Review lebih lama / ditolak
Solusi umum
Perbaiki → ajukan ulang

Google punya standar kualitas ketat agar iklan tampil pada situs yang aman dan memberi pengalaman pengguna yang baik. Dengan memahami penyebab umum penolakan, kamu bisa melakukan evaluasi yang tepat sebelum mengajukan permohonan ulang.

1
Konten tidak memenuhi standar kualitas

Sering: thin content

Artikel terlalu pendek, tidak informatif, atau tidak memberi nilai bagi pembaca sering dianggap thin content dan berisiko ditolak saat peninjauan.
Indikator masalah
  • Isi hanya 1–2 paragraf
  • Topik tidak tuntas / terlalu umum
  • Terlalu banyak halaman “kosong” (tag/arsip tanpa isi)
Perbaikan cepat
  • Perkaya dengan contoh, langkah, FAQ
  • Tambahkan internal link & referensi
  • Gabungkan artikel yang mirip (hindari duplikasi)
Catatan pendukung
Pastikan tiap halaman punya tujuan jelas. Jika ada halaman yang tidak perlu (mis. kategori/label kosong), pertimbangkan untuk menonaktifkan indeks atau rapikan strukturnya.

2
Jumlah konten belum cukup

Umumnya blog terlalu baru

Baca Juga:  Begini Cara Membuat Tampilan Blog Seperti Website!
Google butuh cukup konten untuk menilai tema, niche, konsistensi, dan kualitas blog. Blog dengan artikel sangat sedikit sering dianggap belum siap.
Standar aman (praktik umum)
Banyak blogger lolos setelah memiliki ±15–30 artikel berkualitas dengan topik yang saling terkait dan pembaruan yang konsisten.
Perbaikan cepat
  • Buat pilar konten + artikel turunan
  • Pastikan tiap artikel punya “nilai unik”
  • Rapikan kategori agar tidak terlalu banyak
Indikator kesiapan
Blog terlihat aktif (update berkala), punya struktur menu jelas, dan pembaca bisa mengeksplorasi beberapa halaman tanpa menemui banyak halaman tipis.

3
Pelanggaran kebijakan konten (Sensitive content)

Paling sensitif

Konten bertema pornografi, kekerasan, narkotika, perjudian, dan aktivitas ilegal dapat menyebabkan penolakan. Bahkan penggunaan kata kunci sensitif tanpa konteks yang aman bisa memicu review negatif.
Area berisiko
  • Pornografi/ketelanjangan eksplisit
  • Perjudian & prediksi “pasti menang”
  • Narkotika/obat terlarang
  • Kekerasan ekstrem & ujaran kebencian
Yang bisa kamu lakukan
  • Audit artikel: judul, tag, gambar
  • Hapus/ubah konten yang berisiko
  • Pastikan konteks edukatif & aman
Tambahan yang menunjang
Jika blog membahas topik sensitif untuk tujuan edukasi (mis. kesehatan), gunakan bahasa yang netral, hindari gambar eksplisit, dan sertakan sumber tepercaya.

Ringkasan tindakan sebelum daftar ulang
Praktis
1) Rapikan konten
Tingkatkan kedalaman artikel, kurangi halaman tipis/duplikat.
2) Tambah volume
Bangun 15–30 artikel berkualitas dengan niche konsisten.
3) Audit kebijakan
Hapus/ubah konten sensitif, cek judul, tag, dan media.
Tips
Saat mengajukan ulang, pastikan situs mudah diakses (tidak maintenance), navigasi jelas, dan halaman penting (Privacy Policy/Contact) tersedia untuk meningkatkan kepercayaan.

Jika kamu mau, sebutkan platform (Blogger/WordPress) dan jumlah artikel—nanti bisa kubantu cek poin yang paling mungkin jadi penyebab penolakan.

Rahasia Agar Blog Diterima Google AdSense

Banyak blogger berpikir bahwa mendaftar AdSense hanya soal membuat konten dan menunggu hasil, padahal ada banyak faktor teknis dan non-teknis yang memengaruhi penilaian Google. Dengan menerapkan rahasia dan strategi berikut secara konsisten, blogmu tidak hanya berpeluang diterima, tetapi juga bisa mendapatkan penghasilan stabil dalam jangka panjang.

1. Fokus Pada Konten Original dan Mendalam

Konten original menjadi fondasi utama agar blog bisa dipertimbangkan oleh Google AdSense. Kamu perlu menyajikan artikel yang benar-benar ditulis sendiri dengan sudut pandang unik serta pembahasan lengkap dan mendalam. Artikel yang panjang, informatif, dan memberikan solusi pada masalah pembaca jauh lebih dihargai oleh Google.

2. Optimalkan Struktur Blog dan Navigasi

Rahasia penting lainnya adalah memastikan blog memiliki struktur rapi dan navigasi mudah dipahami pengunjung. Navigasi yang baik membantu pengunjung menemukan konten yang mereka cari, sehingga mengurangi bounce rate. Selain itu, struktur yang teratur membantu Googlebot merayapi situs dengan lebih efisien.

3. Perkuat Identitas Blog dengan Halaman Wajib

Memiliki halaman seperti Privacy Policy, Disclaimer, About, dan Contact merupakan salah satu rahasia sederhana yang sering diabaikan namun sangat penting. Dengan menyediakan halaman tersebut, kamu memberikan sinyal bahwa blog dikelola secara serius dan mematuhi standar operasional website modern.

Google
Rahasia Agar Blog Diterima Google AdSense
Strategi teknis & non-teknis agar lolos review, sekaligus siap monetisasi jangka panjang.
Strategi
Siap review
Jangka panjang

Pilar utama
Konten
Original, lengkap, bermanfaat
Pilar utama
Struktur & UX
Navigasi rapi, mobile-friendly
Pilar utama
Trust
Halaman wajib & transparansi

Banyak blogger mengira AdSense hanya soal “buat artikel lalu tunggu”, padahal Google menilai kesiapan situs secara menyeluruh (kualitas, pengalaman pengguna, dan kepatuhan). Terapkan langkah berikut secara konsisten agar peluang diterima meningkat dan monetisasi lebih stabil.

1
Fokus pada konten original & mendalam

Fondasi utama

Tulis dengan sudut pandang unik, lengkap, dan benar-benar menjawab masalah pembaca. Konten yang panjang bukan tujuan, tapi kedalaman pembahasan dan nilai praktisnya.
Ciri konten “siap AdSense”
  • Ada tujuan jelas (informasi/solusi)
  • Struktur rapi (H2/H3, poin, tabel)
  • Ditulis dari pengalaman/riset sendiri
  • Memiliki internal link ke artikel terkait
Langkah praktis
  • Buat 3–5 artikel “pilar” (topik utama)
  • Kembangkan artikel turunan (cluster)
  • Tambahkan FAQ singkat di akhir
  • Perbarui artikel lama (refresh konten)
Tambahan yang menunjang
Hindari terlalu banyak halaman tipis seperti tag/label yang kosong. Lebih baik sedikit kategori tapi terisi dan konsisten.

2
Optimalkan struktur blog & navigasi

UX + crawlability

Navigasi yang jelas membantu pengunjung menemukan konten (menurunkan bounce rate) dan membantu Googlebot merayapi situs lebih efisien.
Struktur yang disarankan
  • Menu utama: Home, Kategori, About, Contact
  • Breadcrumb (opsional) untuk artikel
  • Related posts di akhir artikel
  • Footer berisi link halaman penting
Higiene teknis (sering dilupakan)
  • Mobile-friendly & layout rapi
  • HTTPS aktif
  • Minim error 404 & broken link
  • Kecepatan memadai (kompres gambar)
Pro tip (membantu review)
Pastikan pengunjung bisa mengakses artikel tanpa hambatan: hindari pop-up agresif, autoplay audio, dan elemen yang menutupi konten.

3
Perkuat identitas blog dengan halaman wajib

Trust signal

Baca Juga:  Apa Itu Google Smart Campaigns? Kelebihan dan Kekurangannya
Halaman Privacy Policy, Disclaimer, About, dan Contact memberi sinyal bahwa blog dikelola serius dan transparan—ini sering jadi pembeda saat review.
Privacy Policy
Jelaskan penggunaan cookies, analytics, dan pihak ketiga (termasuk iklan) secara ringkas.
About
Ceritakan tujuan blog, siapa pengelolanya, dan topik utama (niche).
Disclaimer / Terms
Atur batas tanggung jawab (mis. konten edukasi, bukan nasihat profesional).
Contact
Sediakan email atau form kontak yang benar-benar aktif.
Tambahan yang sering membantu
Tambahkan profil penulis (author box) dan konsistensikan nama/brand di header, favicon, dan halaman About untuk meningkatkan kredibilitas.

Checklist “siap daftar AdSense”
Sebelum submit
Konten
  • 15–30 artikel berkualitas & niche jelas
  • Tidak ada copy-paste / spun content
  • Judul & isi tidak mengarah ke konten sensitif
Teknis & trust
  • HTTPS aktif, tampilan mobile rapi
  • Menu jelas + footer link halaman penting
  • Privacy Policy, About, Disclaimer, Contact tersedia
Saran pengajuan ulang
Setelah perbaikan, biarkan perubahan “terlihat stabil” dulu (mis. beberapa hari–1 minggu), lalu ajukan ulang agar reviewer melihat situs sudah rapi dan konsisten.

Jika kamu kirim link blog, platform (Blogger/WordPress), dan jumlah artikel, aku bisa bantu buat checklist perbaikan yang lebih spesifik.

Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Blogger Pemula

Banyak blogger pemula gagal diterima Google AdSense bukan karena blog buruk, tetapi karena melakukan kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Berikut beberapa kesalahan fatal yang harus dihindari.

1. Terlalu Banyak Iklan atau Script dari Pihak Lain

Banyak blogger menempatkan script pop-up, banner promosi, atau iklan dari jaringan lain yang membuat blog terlihat tidak profesional dan mengganggu pengalaman pengguna. Google sangat memperhatikan pengalaman pengguna, sehingga blog yang penuh iklan dan script berat biasanya langsung ditolak.

2. Tidak Konsisten Update Konten

Kesalahan fatal berikutnya adalah tidak rutin memperbarui blog. Blog yang jarang update terlihat tidak serius dan dianggap memiliki umur pendek. Konsistensi adalah kunci, bahkan dua atau tiga artikel berkualitas per minggu bisa membuat blog lebih kredibel di mata Google.

3. Menggunakan Template Tidak Responsif atau Terlalu Berat

Tampilan blog sangat memengaruhi user experience dan penilaian Google. Website yang lambat bukan hanya membuat pengunjung pergi, tetapi juga dianggap tidak siap menampilkan iklan secara optimal (memperhatikan metrik Core Web Vitals).

Tips Setelah Blog Diterima AdSense

Mengelola blog setelah diterima AdSense juga memerlukan perhatian khusus pada kualitas konten, penempatan iklan, serta kepatuhan terhadap kebijakan Google. Berikut beberapa tips penting yang dapat membantumu memaksimalkan potensi AdSense.

1. Kebijakan Penggunaan Jaringan Iklan Lain

Google sebenarnya mengizinkan penempatan iklan dari jaringan lain atau link afiliasi di halaman yang sama. Namun, kamu harus memastikan bahwa penempatan tersebut tetap mematuhi Kebijakan Penayang Google, dan tidak membuat situs menjadi berat atau mengganggu pengunjung.

2. Optimalkan Penempatan Iklan untuk Penghasilan Maksimal

Penempatan iklan yang tepat adalah kunci utama untuk meningkatkan penghasilan AdSense. Iklan yang ditempatkan di area strategis seperti dalam konten, di atas fold, atau di akhir artikel cenderung memiliki CTR lebih tinggi.

3. Tingkatkan Trafik Blog Secara Organik

Cara terbaik meningkatkan trafik adalah melalui konten berkualitas, SEO on-page yang benar, serta promosi melalui media sosial. Artikel evergreen juga sangat efektif karena mampu menarik pengunjung dalam jangka panjang.

4. Jaga Kualitas Konten dan Kepatuhan Kebijakan Google

Meskipun sudah diterima, Google tetap terus memantau konten dan aktivitas blog setiap saat. Jika blog melanggar kebijakan, iklan dapat dinonaktifkan atau akun bisa mengalami suspend permanen. Hindari klik tidak valid, baik disengaja maupun tidak.

Alternatif Monetisasi Jika AdSense Ditolak

Jika blogmu ditolak oleh Google AdSense, bukan berarti peluang mendapatkan penghasilan telah berakhir. Ada banyak platform dan strategi monetisasi lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan uang dari blog tanpa bergantung pada AdSense.

1. Menggunakan Jaringan Iklan Alternatif (PropellerAds, Media.net, Adsterra)

Jaringan iklan alternatif kini semakin populer karena proses pendaftarannya lebih mudah dan tidak seketat AdSense. PropellerAds menawarkan berbagai format iklan, Media.net menyediakan iklan kontekstual yang kualitasnya setara dengan AdSense, sementara Adsterra cukup fleksibel.

2. Monetisasi Melalui Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah salah satu metode monetisasi paling menguntungkan bagi blogger yang memiliki trafik berkualitas. Program seperti Shopee Affiliate, Tokopedia Affiliate, Lazada Affiliate, atau Amazon Associates menawarkan peluang penghasilan besar.

3. Membuka Jasa atau Menjual Produk Sendiri

Jika blog memiliki niche yang kuat, kamu bisa memanfaatkannya untuk membangun bisnis berbasis layanan atau produk (seperti e-book, kursus online, template, atau jasa desain).

Kesimpulan dan Rekomendasi

Secara keseluruhan, proses agar blog diterima Google AdSense membutuhkan kombinasi antara kualitas konten, kepatuhan pada aturan, dan strategi pengelolaan blog yang konsisten. AdSense bukan hanya tentang mendaftar, tetapi tentang membangun fondasi blog yang profesional, informatif, dan ramah pengguna sehingga memenuhi standar tinggi yang diterapkan Google.

Rekomendasinya, fokuslah terlebih dahulu pada peningkatan kualitas konten dan pengembangan trafik organik, lalu ajukan kembali AdSense ketika blog sudah benar-benar siap dan memenuhi semua persyaratan. 

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.


Zunny
July 22, 2020

Saya belum diterima untuk pendaftaran google adsense...Masih review site...Lama banget pihak google reviewnya...Padahal saya bikin konten edukasi yang cocok buat advertiser...

Arga
August 6, 2019

Halo Fauzan, uang yang kamu dapatkan akan berbeda beda berdasarkan CPC Adsense

fauzan
August 6, 2019

kira-kira jumblahnya berapa ketika mendapat uang dari blok tersebut. ?

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds