Adobe XD: 15+ Fitur, Kelebihan & Kekurangan Terbaru
Adobe XD merupakan salah satu software Adobe yang dirancang untuk membuat desain antarmuka, prototype, dan alur pengalaman pengguna untuk website maupun aplikasi. Bagi Anda yang bekerja dengan desain UI dan UX, Adobe XD menyediakan berbagai tools untuk menyusun tampilan sekaligus menguji bagaimana pengguna berpindah dari satu layar ke layar lainnya.
Namun, ada informasi penting yang perlu diketahui sebelum menggunakan Adobe XD untuk proyek baru. Adobe saat ini menempatkan XD dalam maintenance mode. Artinya, Adobe tidak lagi berinvestasi pada pengembangan fitur baru, tetapi masih memberikan dukungan kepada pengguna yang sudah ada melalui perbaikan bug serta pembaruan terkait keamanan dan privasi.
Meski demikian, fitur-fitur utama Adobe XD masih dapat digunakan untuk kebutuhan desain UI/UX dan prototyping. Berikut fitur, kelebihan, kekurangan, serta hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakannya.
Fitur Adobe XD
Adobe XD menggabungkan proses desain, prototyping, sharing, dan developer handoff dalam satu workflow. Beberapa fitur berikut menjadi bagian penting dari proses tersebut.
1. UI Design Kits
Adobe XD menyediakan akses ke UI kits yang dapat digunakan sebagai titik awal saat merancang aplikasi. Tersedia kit untuk beberapa platform seperti Apple iOS, Google Material, Microsoft Windows, hingga elemen wireframe.
UI kit berisi elemen antarmuka yang sudah mengikuti karakteristik platform tertentu sehingga Anda tidak harus membuat seluruh komponen dari awal. Jika masih berada pada tahap menyusun struktur tampilan, Anda juga dapat memahami terlebih dahulu bagaimana wireframe digunakan sebagai kerangka awal desain website dan aplikasi.
2. Repeat Grid
Repeat Grid membantu membuat sekumpulan elemen dengan pola yang sama secara lebih cepat. Fitur ini berguna ketika desain memiliki daftar produk, kartu artikel, galeri, tabel sederhana, atau komponen lain yang tampil berulang.
Daripada menggandakan dan mengatur setiap objek satu per satu, Anda dapat membuat pola dasar kemudian memperbanyaknya menggunakan Repeat Grid. Jarak dan susunan elemen juga dapat disesuaikan tanpa harus mengatur masing-masing objek secara manual.
3. Components dan Component States
Pada versi lama Adobe XD, konsep reusable element dikenal sebagai Symbols. Fitur tersebut kemudian berkembang menjadi Components.
Components memungkinkan Anda membuat elemen utama yang dapat digunakan berulang kali, misalnya tombol, navigation bar, card, form, atau elemen antarmuka lainnya. Ketika Main Component diperbarui, instance yang masih terhubung dapat mengikuti perubahan tersebut.
Adobe XD juga mendukung Component States. Dengan fitur ini, satu komponen dapat memiliki beberapa kondisi, seperti default, hover, toggle, atau variasi tampilan lainnya.
4. Creative Cloud Libraries
Adobe XD terintegrasi dengan Creative Cloud Libraries untuk membantu mengelola aset desain secara konsisten.
Anda dapat menggunakan aset seperti warna, character styles, graphics, dan komponen yang berkaitan dengan design system. Integrasi dengan ekosistem Adobe juga memungkinkan aset dari aplikasi seperti Photoshop dan Illustrator digunakan kembali dalam workflow XD.
Fitur ini berguna ketika sebuah tim memiliki panduan visual yang harus tetap konsisten pada banyak halaman atau produk digital.
5. Interactive Prototype dan Auto-Animate
Salah satu fungsi utama Adobe XD adalah mengubah desain statis menjadi prototype interaktif. Artboard dapat dihubungkan sehingga Anda dapat mensimulasikan bagaimana pengguna membuka halaman, menekan tombol, berpindah menu, atau menjalankan sebuah alur.
Adobe XD juga memiliki Auto-Animate untuk membuat transisi antarlayar atau perubahan kondisi objek terlihat lebih natural. Fitur ini dapat digunakan untuk perubahan posisi, ukuran, opacity, rotation, warna, hingga beberapa properti visual lainnya.
Dengan prototype, desainer dapat mengevaluasi alur sebelum desain masuk ke tahap pengembangan. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai fungsi prototype dalam proses pengembangan produk.
Desain dan prototype dapat dipreview untuk melihat bagaimana interaksi bekerja sebelum diberikan kepada stakeholder atau developer.
Adobe XD juga menyediakan fitur sharing melalui link. Dengan cara ini, stakeholder dapat membuka prototype melalui browser dan memberikan komentar pada bagian desain yang sedang dievaluasi.
Workflow tersebut membantu mengurangi kebutuhan mengirim file desain berulang kali setiap kali terdapat revisi.
7. Design Specs dan Export Assets
Adobe XD menyediakan fitur developer handoff melalui Design Specs. Developer dapat memeriksa informasi seperti ukuran objek, spacing, typography, warna, interaction, hingga CSS code snippets untuk desain yang dibagikan melalui mode Development.
Perlu diperhatikan bahwa CSS tersebut berfungsi sebagai referensi implementasi, bukan berarti keseluruhan website dapat langsung diekspor menjadi kode produksi.
Aset desain juga dapat diekspor menjadi beberapa format, termasuk PNG, SVG, JPG, dan PDF. Dengan demikian, ikon, gambar, background, atau aset lainnya dapat diteruskan kepada developer dalam format yang sesuai.
Setelah tahap desain dan prototype selesai, pekerjaan berikutnya adalah menerjemahkan rancangan tersebut menjadi website yang benar-benar dapat diakses pengguna. Website juga perlu memperhatikan struktur halaman, responsivitas, performa, SEO, hingga implementasi teknis. Jika tidak ingin menangani proses tersebut sendiri, Anda dapatkonsultasikan pembuatan website bersama DomaiNesia.
Kelebihan Adobe XD
Walaupun pengembangannya kini berada dalam maintenance mode, Adobe XD memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya pernah banyak digunakan dalam workflow UI/UX. Berikut beberapa di antaranya.
1. Design dan Prototype dalam Satu Aplikasi
Adobe XD memungkinkan desainer mengerjakan visual interface dan prototype dalam project yang sama. Setelah membuat layout, Anda dapat langsung berpindah ke workflow prototyping untuk menghubungkan artboard serta menentukan interaksi.
Alur ini membuat proses dari desain awal menuju pengujian prototype lebih sederhana karena tidak harus selalu berpindah aplikasi.
2. Mempermudah Pembuatan Elemen Berulang
Repeat Grid dan Components membantu mengurangi pekerjaan berulang. Elemen yang digunakan pada banyak bagian desain dapat dibuat sebagai komponen, sedangkan konten berpola dapat diperbanyak dengan Repeat Grid.
Fitur tersebut sangat membantu ketika mengerjakan interface yang terdiri dari banyak card, menu, tombol, atau bagian dengan pola serupa.
3. Terintegrasi dengan Ekosistem Adobe
Pengguna Photoshop dan Illustrator dapat memanfaatkan integrasi Creative Cloud untuk memasukkan berbagai aset ke dalam workflow Adobe XD.
Hal ini dapat mempermudah tim yang memang telah menggunakan aplikasi Adobe sebagai bagian dari proses pembuatan aset visual.
4. Mendukung Prototype Interaktif
Adobe XD tidak hanya digunakan untuk menghasilkan mockup statis. Desainer dapat menghubungkan layar, menentukan trigger, menggunakan overlay, membuat transition, hingga memanfaatkan Auto-Animate.
Prototype tersebut membantu stakeholder memahami bagaimana produk nantinya digunakan sebelum development dimulai.
5. Mempermudah Handoff ke Developer
Melalui Design Specs, developer dapat memeriksa ukuran, spacing, typography, warna, komponen, interaction, serta CSS snippets dari sebuah desain.
Aset yang telah disiapkan juga dapat diunduh atau diekspor sehingga komunikasi antara desainer dan developer menjadi lebih terstruktur.
Kekurangan Adobe XD
Kekurangan Adobe XD saat ini berbeda dari kekurangan yang sering dibahas pada versi-versi awalnya. Beberapa fitur yang dahulu terbatas, seperti animation atau developer handoff, telah berkembang. Faktor utama yang perlu dipertimbangkan sekarang justru berkaitan dengan status pengembangan produknya.
1. Berada dalam Maintenance Mode
Kekurangan terbesar Adobe XD saat ini adalah statusnya yang berada dalam maintenance mode.
Adobe menyatakan tidak lagi melakukan investasi untuk pengembangan berkelanjutan maupun menghadirkan fitur baru pada XD. Dukungan kepada pengguna yang sudah ada masih diberikan dalam bentuk perbaikan bug serta kebutuhan keamanan dan privasi.
Artinya, meskipun Adobe XD masih dapat digunakan, Anda tidak dapat mengandalkan adanya perkembangan fitur besar seperti pada software yang masih aktif dikembangkan.
2. Perlu Dipertimbangkan untuk Workflow Jangka Panjang
Status maintenance mode menjadi pertimbangan penting jika Anda sedang menentukan software utama untuk workflow UI/UX baru yang akan digunakan dalam jangka panjang.
Adobe menyatakan akan bekerja sama dengan pelanggan untuk menentukan waktu yang tepat apabila dukungan XD nantinya berakhir dan akan memberikan pemberitahuan yang memadai. Namun, kondisi tanpa pengembangan fitur baru tetap perlu diperhitungkan oleh individu maupun tim sebelum menjadikan XD sebagai standar workflow baru.
3. Tidak Menghasilkan Website Siap Produksi
Adobe XD dapat memberikan CSS snippets melalui Design Specs dan mengekspor berbagai aset desain. Namun, hasil tersebut bukan keseluruhan source code sebuah website yang siap dipublikasikan.
Developer tetap perlu mengimplementasikan layout, responsive behavior, komponen, logic, integrasi backend, aksesibilitas, optimasi performa, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Karena itu, desain yang terlihat baik di prototype juga perlu diterjemahkan dengan tepat ke dalam implementasi. Salah satu aspek pentingnya adalah memastikan desain website tetap responsif pada berbagai ukuran perangkat.
4. Sebagian Workflow Bergantung pada Layanan Adobe
Beberapa fungsi Adobe XD seperti cloud documents, sharing, Creative Cloud Libraries, dan layanan kolaborasi berkaitan dengan ekosistem Creative Cloud serta koneksi internet.
Hal ini perlu diperhatikan apabila workflow tim sangat bergantung pada layanan cloud atau memiliki kebutuhan khusus terkait akses dan pengelolaan file.
Apakah Adobe XD Masih Layak Digunakan?
Adobe XD masih dapat menjadi pilihan praktis apabila Anda sudah menggunakannya, memiliki project XD yang masih aktif, atau bekerja dalam workflow yang telah terbangun di sekitar ekosistem Adobe.
Fitur seperti Components, Repeat Grid, Creative Cloud Libraries, interactive prototype, Auto-Animate, Design Specs, dan export assets masih dapat membantu proses desain UI/UX.
Namun, untuk memulai workflow UI/UX baru yang akan digunakan dalam jangka panjang, status maintenance mode sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan utama. Tidak adanya pengembangan fitur baru berarti Anda perlu mengevaluasi apakah kemampuan XD yang tersedia sekarang sudah mencukupi kebutuhan tim ke depan.
Pada akhirnya, software desain hanya menangani salah satu tahap dalam proses pembuatan produk digital. Setelah wireframe, desain visual, dan prototype selesai, rancangan tersebut masih perlu diimplementasikan menjadi website atau aplikasi yang benar-benar berfungsi.
Kesimpulan
Adobe XD merupakan software desain UI/UX dan prototyping dari Adobe yang menyediakan berbagai fitur seperti UI Design Kits, Repeat Grid, Components, Creative Cloud Libraries, interactive prototyping, Auto-Animate, sharing, Design Specs, dan export assets.
Beberapa kekurangan yang dahulu sering dikaitkan dengan Adobe XD sudah tidak lagi relevan. Misalnya, XD telah mendukung Auto-Animate dan Design Specs juga dapat menampilkan CSS snippets untuk membantu developer.
Hal yang lebih penting saat ini adalah Adobe XD berada dalam maintenance mode. Software tersebut masih didukung untuk pengguna yang sudah ada, tetapi Adobe tidak lagi berinvestasi pada pengembangan fitur baru. Oleh karena itu, pengguna lama masih dapat memanfaatkannya, sedangkan tim yang hendak membangun workflow baru sebaiknya mempertimbangkan status tersebut sebelum menjadikan Adobe XD sebagai tools utama jangka panjang.




