• Home
  • Berita
  • Apa itu Marketplace, 10+ Fungsi dan Keunggulan [Lengkap]

Apa itu Marketplace, 10+ Fungsi dan Keunggulan [Lengkap]

Oleh Ayoni Sulthon
No ratings yet.

Apa itu marketplace ? Dalam beberapa tahun terakhir, nilai perdagangan online (ecommerce) mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan data dari Katadata, pada tahun 2021 tercatat nilai transaksi ecommerce di Indonesia berada pada angka 25,1 triliun, dan dua tahun kemudian sudah menyentuh angka 108,4 triliun rupiah. Hingga pada tahun 2018, nilai transaksi perdagangan online di Indonesia sudah meningkat menjadi 144,1 triliun rupiah.

Peningkatan nilai transaksi ecommerce tersebut tidak luput dari peran marketplace. Bahkan, mungkin Anda juga salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan marketplace sebagai media marketing.

Lalu ap aitu marketplace, fungsi dan keunggulannya? Yuk simak selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

Apa Itu Marketplace

Secara sederhana, marketplace merupakan platform yang memperantarai penjual dan pembeli di dunia maya. Platform ini bertindak sebagai pihak ketiga dalam sebuah transaksi online. Di mana tersedia toko/tempat berjualan online yang bisa diakses oleh siapa saja.Apa itu Marketplace, Fungsi dan Keunggulan [Lengkap]

Konsepnya sama seperti pasar tradisional, yakni terdapat banyak toko/pedagang dan pembeli bisa bebas memilih barang di setiap toko yang ada dalam satu pasar tersebut.

Hanya saja, dalam system marketplace, setiap dana yang masuk akan tertahan sementara di marketplace tersebut. Setelah pembeli menerima produk yang dipesannya dan menekan tombol Pesanan Selesai/Diterima, maka dana akan diteruskan pada pemilik toko/penjual.

Fungsi Marketplace

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Apa itu Marketplace merupakan platform yang berfungsi sebagai wadah yang memperantarai penjual dan pembeli.

Selain itu, marketplace juga memiliki peran dan fungsi lain, seperti:

1.     Tempat Terhubungnya Penjual dan Pembeli

Fungsi utama markerplace yaitu sebagai tempat berkumpulnya toko-toko online untuk menjual produknya secara mudah. Di sini, para pembeli juga akan berkumpul untuk mendapatkan berbagai macam produk kebutuhannya.

Sehingga bisa disimpulkan jika fungsi utama marketplace yaitu sebagai penghubung antara pembeli dan penjual.

2.     Sarana Berjualan Tanpa Pungutan Biaya

Para penjual umumnya tidak harus membayar sewa lapak toko online. Artinya, siapa saja bisa bergabung dan menjadi penjual di marketplace.

Syarat dan cara untuk berjualan di marketplace juga cenderung mudah dan cepat.

Hanya saja, nantinya pada setiap transaksi penjualan akan ada biaya administrasi atau potongan ongkos kirim yang diberikan pada pihak marketplace. Itu sebabnya, mengapa harga suatu barang di marketplace terkadang sedikit lebih tinggi dibanding toko online pribadi.

Jenis-Jenis Marketplace

Meski terlihat sama, namun pada umumnya Apa itu Marketplace terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

Marketplace Murni

Ap aitu marketplace murni? Yaitu marketpace yang hanya menyediakan fasilitas penjualan, pembayaran serta transaksi saja. Setiap penjual di marketplace murni umumnya memiliki kebebasan dalam kustomisasi toko, seperti kategori produk, dekorasi tampilan toko hingga pilihan jasa pengiriman.

Jenis marketplace satu ini merupakan yang paling banyak dijumpai di Indonesia, sebut saja Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Elevenia dan lain sebagainya.

Marketplace Konsinyasi

Berbeda dengan marketplace murni yang menawarkan hak kustomisasi secara bebas. Untuk marketplace konsinyasi ini merupakan bentuk system kerjasama yang mana pihak Apa itu Marketplace memiliki wewenang untuk mengatur secara penuh perihal promosi, pelayanan pelanggan, penyimpanan hingga pengiriman barang. Sehingga, dalam kerjasama ini, pedagang hanya perlu menyediakan barang saja.

Beberapa nama marketplace populer yang mengadopsi system kerjasama ini adalah Berrybenka dan Zalora. Namun beberapa marketplace murni pun mulai merambah pada system konsinyasi dengan tersedianya fitur “Official Store” atau “Mall”. Di mana toko-toko tersebut sudah bekerjasama secara resmi dengan pihak marketplace.

Horizontal Marketplace

Ketika Anda mempelajari lebih dalam tentang apa aitu marketplace, Anda mungkin akan menjumpai istilah horizontal dan vertical marketplace. Apa arti dari istilah tersebut?

Horizontal marketplace merupakan marketplace yang menjual berbagai macam produk dengan kategori berbeda. Contoh horizontal marketplace yang banyak digunakan masyarakat Indonesia adalah Tokopedia dan Bukalapak.

Dari kedua contoh marketplace tersebut, Anda bisa menjumpai berbagai macam kategori produk, mulai dari fashion, elektronik, furniture, makanan, mainan anak, buku dan masih banyak lainnya.

Umumnya, horizontal marketplace ini akan tampil sebagai toko serba ada dan selling point yang ditonjolkan adalah kenyamanan pembeli.

Vertical Marketplace

Jika dibandingkan dengan horizontal marketplace, jenis marketplace satu ini sifatnya cenderung lebih spesifik atau spesialis. Setiap produk yang dijual di dalam marketplace vertical biasanya berasal dari jenis atau kategori yang sama.

Contohnya, sebuah marketplace yang menjual make-up, skincare dan perlengkapan kecantikan lain. Jadi, pembeli yang mengunjungi vertical marketplace tentu sedang mencari produk dari jenis atau kategori yang tersedia pada platform tersebut.

Keunggulan Marketplace

Setelah mengetahui apa itu marketplace, fungsi dan jenis-jenisnya, lalu apa keunggulan dari platform ini? Sebelumnya mungkin masih banyak yang mengira jika marketplace dan online shop adalah sama.Apa itu Marketplace, Fungsi dan Keunggulan [Lengkap]

Nah, perlu Anda ketahui, marketplace dan online ship merupakan dua platform yang berbeda. Dengan perbedaan utamanya yaitu pada perantara. Jika marketplace berperan sebagai perantara penjual dan pembeli, maka online shop merupakan toko online pribadi yang bisa menghubungkan pembeli dan penjual secara langsung.

Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, berikut ini adalah beberapa keunggulan marketplace.

1.     Terpercaya

Jika Anda ingin membeli suatu produk melalui media sosial seperti Instagram, mungkin yang akan Anda lakukan adalah mencari link marketplace yang tercantum pada bio akun olshop tersebut.

Ya, meskipun pencarian produk dilakukan melalui media sosial, namun sebagian besar pembeli akan memilih melakukan transaksi melalui Apa itu Marketplace. Hal ini dilakukan berdasarkan beberapa alasan, dan salah satunya adalah faktor kepercayaan.

Ketika transaksi dilakukan via marketplace, kemungkinan buruk seperti barang tidak dikirim, atau barang tidak sesuai pesanan bisa diminimalisir. Jika pun hal itu terjadi, pembeli masih bisa mengajukan pengembalian dana, karena uang yang Anda transfer masih berada di pihak marketplace.

2.     Pengelolaan Mudah

Umumnya, platform marketplace sudah menyediakan berbagai fitur yang akan memudahkan pengelolaan toko. Misalnya pembuatan kategori produk, pengelolaan status pengiriman produk dan lain sebagainya.

Seluruh fitur tersebut biasanya bisa digunakan secara gratis dan mudah. Sehingga penjual tidak perlu lagi melakukan pengelolaan secara manual yang membuat manajemen bisnis berantakan.

3.     Banyak Tersedia Promo

Guna menarik minat masyarakat untuk berbelanja di suatu marketplace, biasanya pihak marketplace akan menawarkan promo menarik. Selain sebagai reward bagi pembeli, ini juga termasuk strategi marketing yang terbukti ampuh menarik banyak customer.

Menariknya, promo tersebut bukan hanya menguntungkan pihak marketplace, namun juga penjual serta pembeli. Di mana pedagang bisa menjual lebih banyak produk berkat promo yang disediakan marketplace. Sementara pembeli juga akan mendapatkan untung karena bisa membeli produk dengan banyak promo di dalamnya.

4.     Pengembangan Bisnis Mudah

Dalam suatu marketplace, tersedia layanan iklan gratis dan berbayar guna meningkatkan penjualan toko. Anda bisa menggunakan layanan iklan gratis untuk meningkatkan penjualan awal. Hanya saja, efek yang didapatkan dari iklan gratis ini biasanya kurang maksimal.

Sehingga, jika Anda ingin meningkatkan penjualan secara optimal, sebaiknya gunakan layanan iklan berbayar. Tak perlu khawatir, karena biaya iklan berbayar tidak seberapa dibandingkan keuntungan yang akan Anda dapat.

5.     Potensi Market Sangat Luas

Jika Anda memutuskan untuk bergabung di Apa itu Marketplace besar, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lain sebagainya, potensi market yang ditawarkan sudah sangat luas.

Bagaimana tidak, setiap marketplace populer tersebut biasanya telah memiliki pengunjung hingga ratusan juta setiap bulannya.

Namun kembali lagi, tingginya jumlah pengunjung juga diimbangi dengan banyaknya jumlah penjual. Sehingga, persaingan dagang di marketplace memang cenderung ketat.

Beberapa keunggulan marketplace di atas menunjukkan jika platform ini sangat ramah bagi para pembisnis senior maupun pemula.

Meskipun Anda harus siap dengan persaingan dagang yang sangat ketat, namun tidak bisa dipungkiri jika marketplace menjanjikan prospek bisnis yang cukup menjanjikan.

Contoh Domain Marketplace Populer di Indonesia

Peningkatan nilai transaksi ecommerce membuat anak negeri semakin semangat untuk terjun ke dunia marketplace. Alhasil, dalam 10 tahun terakhir terdapat beberapa marketplace karya anak negeri yang kini sudah menjadi unicorn, Apa itu Marketplace unicorn ? yakni perusahaan digital yang memiliki valuasi lebih dari 1 milyar dollar US.

Apa sajakah nama-nama marketplace tersebar di Indonesia? Berikut lima diantaranya.

  1. Tokopedia

Bisa dikatakan, jika marketplace yang didirikan William Tanuwijaya ini merupakan pelopor marketplace karya anak bangsa yang berhasil memberikan dampak perekonomian begitu besar terhadap negara Indonesia.

Perusahaan yang kini telah berubah menjadi unicorn ini juga berhasil menyandang predikat marketplace terbesar di Indonesia. Terhitung sepuluh tahun setelah didirikan pada Februari 2009, Tokopedia sudah memiliki jumlah pengunjung per bulan sebanyak 137.200.900.

  1. Bukalapak

Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, marketplace yang didirikan pada 2010 oleh pria sal Indonesia bernama Ahmad Zaky ini juga telah menyandang gelar unicorn.

Tercatat, pada tahun 2019, Bukalapak berhasil mengumpulkan sebanyak 115.256.600 pengunjung per bulannya.

  1. Shopee

Meski bukan berasal dari Indonesia, Shopee juga termasuk marketplace besar yang sangat populer di Indonesia. Sejak tahun 2015, Shopee mulai ekspansi pasar di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.

Hanya dalam empat tahun, marketplace yang terkenal berkat kampanye besar-besaran yang melibatkan artis internasional sekelas Blackpink ini berhasil masuk dalam urutan ketiga marketplace terbesar di Indonesia. Platform yang termasuk begian dari SEA Group ini berhasil mendapat kunjungan 74.996.300 orang setiap bulannya.

  1. Lazada

Di urutan keempat ada Lazada. Meski pada tahun 2018 Lazada menjadi marketplace dengan pengunjung terbanyak setiap bulannya, namun satu tahun kemudian Lazada mengalami penurunan drastis.

Berada di urutan keempat, Lazada hanya mampu mengumpulkan pengunjung sejumlah 52.044.500. Tentu jumlah tersebut sangat jauh dibanding tiga marketplace populer sebelumnya.

  1. Blibli

Sebelumnya, mungkin Anda sudah sangat familiar dengan perusahaan Djarum. Nah, salah satu anak perusahaan Djarum, yakni PT Global Niaga juga menaungi marketplace besar, Blibli.

Marketplace yang terkenal dengan logo keranjang belanja berwarna biru ini telah mengumpulkan pengunjung sejumlah 32.597.200 per bulan.

Itu dia lima marketplace terbesar di Indonesia, di mana dua diantaranya sudah menyandang gelar unicorn.

Baca juga : Tempat hosting murah untuk toko Online

Kesimpulan

Pertanyaan apa itu marketplace, fungsi dan keunggulannya mungkin bisa terjawabkan dari ulasan di atas. Yang mana marketplace merupakan platform yang menjadi perantara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual-beli online.

Platform yang berperan sebagai pihak ketiga ini terdiri dari beberapa jenis, dan memiliki banyak kelebihan, seperti tingkat kepercayaan tinggi, pengelolaan toko mudah hingga prospek pasar yang luas.

Sehingga, tidak heran jika marketplace memiliki peranan yang besar dalam peningkatan nilai transaksi dagang online di Indonesia

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!