• Home
  • Berita
  • Mengenal Hybrid Cloud: Pengertian, Tipe, Kelebihan dan Kekurangannya

Mengenal Hybrid Cloud: Pengertian, Tipe, Kelebihan dan Kekurangannya

Oleh Mila Rosyida
No ratings yet.

Hybrid cloud memberikan fleksibilitas untuk memindahkan beban kerja antara infrastruktur swasta dan cloud publik, memungkinkan alternatif penerapan beban kerja tanpa mengorbankan keunggulan kompetitif. DomaiNesia sendiri memiliki produk cloud VPS yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Nah sebelum lebih jauh lagi, yuk langsung saja mengenal hybrid cloud , tipe, kelebihan dan kekurangan hybrid cloud.

Pengertian Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah konsep yang mengintegrasikan cloud publik dan cloud privat dalam satu entitas yang terhubung secara operasional.

Cloud privat, yang dibangun dan dioperasikan oleh suatu organisasi untuk kepentingan internal, terhubung dengan cloud publik, yang disediakan oleh penyedia layanan cloud seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud.

hybrid cloud
Sumber : envato

Penggabungan teknologi melibatkan pusat data lokal, cloud privat internal, dan layanan cloud publik yang dihubungkan melalui Wide Area Network (WAN) dan diatur menggunakan teknik orkestrasi.

Hybrid cloud memberikan fleksibilitas untuk memindahkan beban kerja antara infrastruktur swasta dan cloud publik, memungkinkan alternatif penerapan beban kerja tanpa mengorbankan keunggulan kompetitif.

Meskipun memberikan manfaat yang besar, pembangunan dan pemeliharaan hybrid cloud bisa menjadi tantangan karena perusahaan harus memastikan kompatibilitas antara infrastruktur pribadi mereka dan berbagai layanan cloud publik yang mungkin digunakan.

Tipe Hybrid Cloud

Berikut ini merupakan tipe-tipe hybrid cloud yang bisa kamu ketahui, antara lain :

Public Cloud

Cloud publik adalah model infrastruktur komputasi di mana layanan TI, seperti OpenStack, dikelola dan disediakan oleh pihak ketiga yang disebut penyedia layanan cloud.

Dalam konteks ini, sumber daya komputasi, termasuk penyimpanan, jaringan, dan daya pemrosesan, dibagi dan diakses melalui koneksi internet publik.

Penyedia layanan cloud memungkinkan lebih dari satu organisasi untuk berbagi dan memanfaatkan infrastruktur yang sama, menyediakan fleksibilitas yang tinggi dan skalabilitas untuk kebutuhan bisnis yang beragam.

Salah satu keunggulan utama dari cloud publik adalah aksesibilitas yang mudah melalui internet. Organisasi dapat dengan cepat memperoleh dan mengelola sumber daya komputasi tanpa perlu berinvestasi secara signifikan dalam perangkat keras atau infrastruktur fisik.

Model pembayaran umumnya berbasis penggunaan, sehingga biaya terkait dengan sumber daya hanya dikeluarkan saat digunakan.

Selain itu, cloud publik menyediakan lingkungan yang sangat skalabel. Organisasi dapat menyesuaikan kebutuhan komputasi mereka sesuai dengan permintaan, baik itu meningkatkan atau mengurangi kapasitas sumber daya dengan mudah. Ini memungkinkan respons yang cepat terhadap perubahan kebutuhan bisnis, memungkinkan inovasi yang lebih dinamis dan efisien.

Namun, ada beberapa pertimbangan keamanan yang harus diperhatikan karena sumber daya bersifat bersama dalam lingkungan cloud publik. Organisasi perlu memastikan keamanan data dan privasi informasi, serta memiliki strategi yang baik dalam mengelola hak akses dan izin.

Meskipun demikian, cloud publik tetap menjadi pilihan yang populer untuk berbagai jenis organisasi, mulai dari start-up hingga perusahaan besar, karena kemampuannya untuk menyediakan sumber daya dengan cepat, efisien, dan skalabel.

Sumber : envato

On-premises Private Cloud

On-premises private cloud, atau cloud privat di lokasi, merujuk pada model infrastruktur komputasi di mana seluruh cloud dioperasikan dan dimiliki oleh satu organisasi. Infrastruktur ini tidak dibagi dengan organisasi lain dan biasanya digunakan oleh berbagai unit bisnis atau departemen di dalam organisasi yang sama.

Semua peralatan yang membentuk cloud tersebut disimpan secara fisik di lokasi, seringkali di pusat data internal perusahaan. Keuntungan utama dari on-premises private cloud adalah kontrol penuh yang dimiliki oleh organisasi atas infrastruktur dan data mereka.

Dengan memiliki dan mengelola sumber daya secara langsung, organisasi dapat menyesuaikan cloud sesuai kebijakan keamanan internal dan kebutuhan spesifik mereka.

Hal ini memungkinkan implementasi aturan keamanan yang ketat dan pengelolaan akses yang terkontrol dengan cermat. Selain itu, cloud privat di lokasi memberikan organisasi tingkat ketersediaan dan kinerja yang tinggi karena infrastruktur berada di bawah kendali langsung.

Ini juga mengurangi ketergantungan pada penyedia layanan eksternal dan memberikan kemampuan untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan khusus organisasi. 

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang harus diatasi dalam mengelola on-premises private cloud. Biaya awal untuk peralatan dan infrastruktur bisa tinggi, dan perusahaan perlu merencanakan investasi yang tepat untuk pemeliharaan dan pembaruan berkelanjutan.

Selain itu, skalabilitas mungkin menjadi tantangan, dan perlu diupayakan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi.

Hosted Private Cloud

Hosted private cloud merupakan model cloud privat yang dikelola dan di hosting oleh pihak ketiga di luar lokasi fisik perusahaan. Infrastruktur cloud ini menyediakan lingkungan yang terisolasi dan eksklusif untuk satu organisasi, tetapi tidak terletak di pusat data internal perusahaan.

Sebaliknya, pihak ketiga, seperti penyedia layanan cloud atau penyedia layanan data center, bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan keamanan dari cloud tersebut.

Keuntungan utama dari hosted private cloud adalah fleksibilitas yang lebih besar dalam hal lokasi dan aksesibilitas. Meskipun infrastruktur disimpan di luar lokasi perusahaan, organisasi masih dapat memiliki tingkat kontrol yang tinggi atas konfigurasi dan keamanan cloud mereka.

Ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada kegiatan bisnis inti mereka tanpa harus mengelola fisik dari infrastruktur cloud tersebut.

Selain itu, hosted private cloud dapat memberikan keuntungan dalam hal skalabilitas dan efisiensi biaya. Pihak ketiga yang mengelola cloud memiliki pengalaman dalam merancang dan memelihara infrastruktur tersebut, sehingga dapat memastikan tingkat ketersediaan dan kinerja yang optimal.

Dengan demikian, organisasi dapat mengurangi beban kerja internal terkait pemeliharaan dan mengoptimalkan biaya operasional. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal keamanan dan kepatuhan.

Meskipun hosted private cloud menawarkan isolasi yang lebih tinggi daripada cloud publik, masih perlu memastikan bahwa penyedia layanan pihak ketiga memenuhi standar keamanan yang diperlukan oleh organisasi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sumber : envato

On-premises (Legacy)

On-premises atau sering disebut sebagai lingkungan legacy menggambarkan situasi di mana infrastruktur komputasi dan pusat data terletak secara fisik di lokasi perusahaan itu sendiri. Dalam konfigurasi ini, organisasi memiliki dan mengelola seluruh sistem mereka sendiri, termasuk server, penyimpanan, dan jaringan, yang biasanya disimpan di pusat data internal.

Meskipun istilah “legacy” sering dikaitkan dengan sistem yang lebih tua, namun ada kasus di mana perusahaan masih mempertahankan lingkungan ini untuk berbagai alasan, termasuk kebutuhan keamanan, kepatuhan peraturan, atau investasi infrastruktur yang telah ada.

Dalam konteks ini, on-premises legacy memungkinkan organisasi untuk mempertahankan kendali penuh atas infrastruktur mereka. Ini termasuk kemampuan untuk mengelola kebijakan keamanan, mengendalikan akses fisik, dan menyesuaikan konfigurasi sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.

Namun, pendekatan ini seringkali berdampak pada skalabilitas dan fleksibilitas, karena peningkatan kapasitas atau perubahan dalam infrastruktur seringkali memerlukan investasi besar dan waktu yang cukup.

Penting untuk dicatat bahwa dalam beberapa kasus, meskipun organisasi mempertahankan infrastruktur lokal mereka, mereka dapat memanfaatkan layanan hosting awan untuk aspek-aspek tertentu.

Ini menciptakan model hybrid di mana beberapa layanan, seperti penyimpanan atau komputasi tertentu, hosting di cloud sementara infrastruktur inti tetap berada di lokasi.

Hal ini dapat memberikan keuntungan seperti fleksibilitas penyebaran dan cadangan data eksternal, meskipun masih mempertahankan kendali pada tingkat tertentu.

Kendati memiliki keunggulan tertentu, on-premises legacy juga dapat melibatkan tantangan seperti biaya pemeliharaan dan pembaruan infrastruktur yang tinggi, kurangnya skalabilitas yang instan, serta keterbatasan dalam mengadopsi teknologi terkini.

Organisasi perlu mempertimbangkan baik keuntungan maupun tantangan ini saat memutuskan apakah ingin mempertahankan atau beralih ke model infrastruktur yang lebih modern dan dapat disesuaikan dengan cepat.

Kelebihan Hybrid Cloud

Di bawah ini merupakan kelebihan dari hybrid cloud yaitu,

Dukungan yang lebih baik untuk tenaga kerja jarak jauh

Virtualisasi desktop memberikan keuntungan besar bagi perusahaan yang memiliki tim kerja tersebar di berbagai lokasi, terutama dalam konteks kerja jarak jauh yang kian umum.

Adanya opsi cloud hybrid memungkinkan organisasi memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan bagi karyawan yang bekerja dari jarak jauh atau berada di berbagai tempat.

Dengan akses data yang dapat diminta tanpa dibatasi oleh lokasi fisik, infrastruktur cloud hybrid memungkinkan organisasi untuk memindahkan data sensitif ke server pribadi mereka, sambil tetap menjadikan aplikasi dan layanan inti tersedia melalui cloud publik. Ini memungkinkan akses dari berbagai lokasi dengan menggunakan kredensial yang sesuai.

Di tengah meningkatnya jumlah orang yang bekerja di luar kantor dan melakukan aktivitas di berbagai tempat, menciptakan lingkungan komputasi yang fleksibel dan mudah diakses menjadi semakin krusial.

Tujuannya adalah tidak hanya untuk menarik talenta terbaik, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di seluruh organisasi.

Dengan demikian, adopsi model ini dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam mendukung gaya kerja yang beragam dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Mengurangi biaya

Banyak organisasi yang mempertimbangkan migrasi ke cloud mempertimbangkan faktor biaya sebagai hal yang krusial.

Oleh karena itu, cloud hybrid menjadi opsi yang sangat sesuai bagi perusahaan yang mendambakan kontrol lebih dan keamanan terhadap data mereka, tetapi juga mencari cara yang lebih ekonomis untuk mengembangkan operasional mereka guna mengatasi lonjakan permintaan dan merespons pertumbuhan jangka panjang.

Dengan memilih cloud hybrid, organisasi dapat menyimpan data inti yang vital untuk operasional bisnis dan informasi yang bersifat sensitif di server pribadi di lokasi mereka, sementara data dan aplikasi yang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih rendah dipindahkan ke cloud publik.

Strategi ini memungkinkan organisasi untuk menghindari pengeluaran modal besar ketika permintaan meningkat, karena mereka hanya membayar sumber daya cloud yang benar-benar mereka gunakan.

Selain itu, jika terjadi penurunan permintaan, biaya yang dikeluarkan juga akan mengikuti penurunan tersebut, memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi organisasi.

Sumber : envato

Peningkatan skalabilitas dan kontrol

Cloud hybrid memberikan organisasi kontrol yang lebih besar atas data mereka. Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan bisnis dan fluktuasi permintaan terhadap layanan TI, perusahaan dapat mengadaptasi beban kerja mereka dengan lebih fleksibel.

Di samping itu, teknologi cloud memungkinkan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi, memungkinkan penyesuaian otomatis pada konfigurasi cloud untuk mengakomodasi perubahan permintaan, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi secara otomatis.

Peningkatan ketangkasan dan inovasi

Kemampuan untuk secara otomatis menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan inovasi dan persaingan.

Saat ini, kecepatan dalam memasuki pasar memiliki potensi untuk menciptakan atau merusak keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Model cloud hybrid membantu organisasi meningkatkan laju penetrasi pasar mereka dengan mengoptimalkan kinerja TI dan memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan kebutuhan bisnis.

Dengan tidak terikat pada infrastruktur pribadi di lokasi, perusahaan yang mengadopsi cloud hybrid dapat dengan mudah memperluas beban kerja mereka melalui cloud, memungkinkan proses uji coba, prototyping, dan peluncuran produk baru yang lebih cepat.

Keberlangsungan bisnis

Penerapan model cloud hybrid memberikan kontribusi pada meningkatnya keberlanjutan operasional bisnis dan mengurangi potensi waktu henti serta biaya yang mungkin timbul.

Keberlanjutan bisnis, pada intinya, merujuk pada kemampuan untuk menjaga operasional bisnis berjalan normal dengan sedikit waktu henti atau gangguan dalam situasi kegagalan atau bencana.

Cloud hybrid menjadi komponen penting dalam strategi keberlanjutan bisnis karena membantu organisasi melakukan pencadangan data yang krusial, dengan mereplikasi informasi bisnis yang vital ke cloud.

Selain itu, model ini memastikan skalabilitas yang diperlukan dalam menghadapi lonjakan permintaan yang signifikan. Dengan fluktuasi tuntutan komputasi, bisnis tidak perlu khawatir tentang mengeksploitasi server pribadi secara berlebihan, yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja atau waktu henti layanan. Sebaliknya, cloud akan dapat berkembang untuk menanggapi dan menyerap lonjakan permintaan yang terjadi.

Peningkatan keamanan dan manajemen risiko

Komputasi awan hibrid memberikan bisnis tingkat kontrol yang lebih tinggi terhadap data mereka dan meningkatkan keamanan dengan mengurangi potensi eksposur data.

Perusahaan memiliki kebebasan untuk memilih lokasi penyimpanan data dan beban kerja mereka berdasarkan persyaratan kepatuhan, kebijakan internal, atau pertimbangan keamanan.

Dalam lingkungan hibrid, tim keamanan juga dapat mengimplementasikan standar penyimpanan awan redundan, yang menjadi faktor kunci dalam strategi pemulihan bencana dan perlindungan data.

Sumber : envato

Manajemen terpusat pada cloud hybrid juga memfasilitasi penerapan langkah-langkah keamanan teknis yang kuat, seperti enkripsi, otomatisasi, pengendalian akses, orkestrasi, dan perlindungan pada titik akhir.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko dengan efektif dalam menghadapi ancaman keamanan yang beragam.

Keberlanjutan

Kelangsungan operasional, yang merujuk pada kemampuan untuk tetap berjalan selama terjadi gangguan, sering menjadi elemen utama dalam mematuhi peraturan.

Hybrid cloud memberikan kontribusi pada peningkatan kelangsungan bisnis dengan mendukung pemulihan data, aplikasi, dan tugas saat menghadapi risiko kegagalan sistem, masalah keamanan, atau bahkan bencana fisik.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat menyalin data beban kerja yang krusial dari aplikasi lokal ke cloud publik, memastikan bahwa data tetap dapat diakses atau dipulihkan dalam situasi kehilangan data pada aplikasi tersebut.

Dalam skenario yang lebih kompleks, perusahaan mungkin memutuskan untuk mengalihkan atau memperbesar aplikasi yang tengah ramai pengguna dari cloud private ke cloud publik, mengantisipasi lonjakan trafik pengguna.

Pendekatan semacam ini sangat sesuai dengan lingkungan cloud hybrid, mampu mencegah potensi masalah dan gangguan kinerja beban kerja, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Keseragaman

Secara teoritis, konsep cloud hybrid mendukung upaya standarisasi yang lebih besar dalam praktek manajemen TI. Namun, pada kenyataannya, organisasi sering mengalami kesulitan dalam mencapai keseragaman tersebut.

Tim TI cenderung enggan untuk menyusun dan mengelola kerangka infrastruktur swasta, lalu mengembangkan alur kerja serta mengintegrasikan layanan dengan konsistensi yang diharapkan dari penyedia cloud publik untuk membuat konfigurasi hibrid berfungsi.

Proses tersebut memakan waktu, berisiko kesalahan, dan memerlukan biaya yang signifikan. Namun, penyedia cloud publik saat ini semakin menyadari pentingnya cloud hybrid, sekaligus tantangan yang muncul dalam menggabungkan lingkungan privat dan publik.

Para penyedia cloud utama kini menawarkan berbagai layanan yang difokuskan pada kebutuhan hibrid:

  • Microsoft Azure Stack memungkinkan bisnis menyematkan kapabilitas Azure ke dalam sistem lokal.
  • AWS Outposts menawarkan kemampuan untuk mengatur cloud hybrid berbasis layanan AWS.
  • Google Anthos, meskipun tidak secara langsung memperluas layanan Google Cloud Platform lokal, menggunakan Kubernetes, container, dan plugin untuk menyebarkan layanan dan beban kerja di berbagai lokasi.
  • VMware Cloud on AWS adalah kemitraan yang dirancang untuk memungkinkan pengguna mengintegrasikan lingkungan VMware lokal mereka dengan cloud Amazon.

Solusi-solusi ini menyediakan paket perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat dengan mudah diimplementasikan di pusat data pengguna, menciptakan cloud privat yang dapat dioperasikan dengan menggunakan platform cloud publik yang lebih luas.

Dengan adanya penyedia cloud publik yang mendukung manajemen cloud hybrid, bisnis tidak lagi perlu membangun lingkungan dari awal. Sebaliknya, mereka dapat memperluas pusat data virtual mereka ke dalam layanan yang sudah dikenal di cloud, menghemat waktu, keahlian, dan investasi.

Kekurangan Hybrid Cloud

Berikut kekurangan cloud hybrid yaitu,

Biaya perangkat keras

Keuntungan dari model cloud hybrid mencakup fleksibilitas tinggi serta tingkat kontrol dan penyesuaian yang optimal. Namun, keuntungan-keuntungan tersebut dapat menghasilkan tambahan biaya perangkat keras.

Dalam konteks cloud hybrid, organisasi masih memerlukan pemeliharaan dan investasi pada perangkat keras lokal untuk menangani kebutuhan komputasi pada cloud privat mereka.

Meskipun penggunaan cloud publik dapat membantu mengatasi biaya perangkat keras, organisasi perlu mempertimbangkan kebutuhan komputasi dan alokasi sumber daya cloud.

Ketika kamu mengevaluasi opsi kamu, penting untuk mempertimbangkan manfaat fleksibilitas dan kontrol terhadap potensi tambahan biaya yang terkait dengan pemeliharaan infrastruktur komputasi internal.

Perlu mengelola banyak vendor dan platform

Mengelola cloud hybrid mengimplikasikan perlunya melacak beberapa penjual dan platform serta mengatur keduanya di dalam dua lingkungan komputasi yang berbeda.

Diperlukan alur kerja dan proses yang terstruktur, bersama dengan tim manajemen dan administrator yang handal, untuk mengoordinasikan vendor dan layanan serta memastikan kelancaran operasional tanpa kegagalan.

Kurangnya visibilitas

Tidak dirahasiakan lagi bahwa lingkungan cloud merupakan suatu kompleksitas. Memecah komputasi kamu menjadi dua atau lebih cloud akan membawa kamu ke dalam realm pengoperasian yang lebih rumit.

Hal ini dapat menyulitkan untuk memiliki pemahaman yang komprehensif tentang seluruh lingkungan cloud, termasuk semua sistem, proses, aplikasi, platform, dan persyaratan yang memerlukan manajemen.

Tanpa memiliki pemahaman yang jelas mengenai arsitektur dan operasional saat ini, kamu berisiko kehilangan pemecahan masalah dan peluang penting, dan bisa terjerumus ke dalam kepatuhan yang salah.

Untuk menghindari potensi masalah ini, penting untuk mendokumentasikan secara lengkap cloud kamu dan secara berkala memperbarui informasi tersebut.

Skala yang jelas memungkinkan tim untuk secara otomatis merinci dan memperbarui dokumentasi arsitektur cloud, memberikan pandangan yang akurat tentang struktur infrastruktur cloud kamu saat ini.

Kompleksitas arsitektur

Perencanaan dan pelaksanaan cloud hybrid merupakan tugas yang membutuhkan perhatian terhadap detail dan sering kali memerlukan bantuan arsitek cloud yang ahli.

Meskipun elemen-elemen dasar seperti perangkat keras server, penyimpanan, dan jaringan cenderung lebih sederhana, manajemen tumpukan perangkat lunak infrastruktur swasta dapat menjadi kompleks.

Arsitek cloud perlu membangun sumber daya dan layanan di dalam struktur teknologi swasta tersebut dan memahami dengan baik cloud publik yang akan diintegrasikan, sehingga sumber daya dan layanan dapat bekerja bersama secara harmonis. Ini membawa standar manajemen perubahan, serta perbaikan dan peningkatan pada tumpukan perangkat lunak.

Intinya, keberhasilan implementasi cloud hybrid sangat tergantung pada interoperabilitas. Cloud privat harus mampu beroperasi dengan cara yang sejalan dengan cloud publik yang terkait, agar keseluruhan sistem dapat berjalan dengan lancar.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membangun cloud privat yang berinteraksi dengan cloud publik seperti AWS, cloud privat tersebut harus memiliki tingkat kompatibilitas tertentu dengan AWS dan layanannya.

Dengan demikian, cloud privat mungkin perlu membuat keputusan terkait perangkat lunak dan arsitektur yang dapat menjadi tantangan atau kurang optimal bagi kebutuhan bisnis.

Beberapa solusi seperti AWS Outposts dapat membantu mengatasi beberapa tantangan ini, meskipun dapat memberikan keterbatasan karena mengikat bisnis lebih kuat pada arsitektur yang disediakan oleh penyedia.

Kompleksitas keamanan

Konfigurasi dan perlindungan cloud hybrid dapat menjadi tugas yang sangat menantang. Tim TI harus mengimplementasikan serta mengelola tidak hanya autentikasi dan keamanan untuk beban kerja dan data pribadi atau lokal, tetapi juga autentikasi menyeluruh dan kontrol akses untuk sumber daya dan layanan cloud publik atau global.

Pengaturan keamanan di kedua domain tersebut harus selalu konsisten dan saling mendukung, sedangkan perubahan yang diterapkan pada satu cloud mungkin perlu disinkronkan dengan cloud lainnya.

Kelalaian atau kesalahan dapat mengakibatkan data krusial dan beban kerja penting menjadi rentan terhadap akses dan kehilangan yang tidak sah.

Kebijakan serta praktik keamanan yang jelas dapat membantu dengan menentukan pengaturan dan standar keamanan yang diperlukan.

Penggunaan otomatisasi menjadi elemen kunci dalam penerapan dan penegakan kebijakan keamanan untuk mencegah kekurangan pengawasan dan kesalahan manusiawi.

Meski begitu, keamanan juga memiliki dampak pada kepatuhan terhadap peraturan dan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang arsitektur cloud privat dan publik agar dapat diimplementasikan dan diuji secara menyeluruh.

Kompleksitas pemecahan masalah

Menemui dan mengatasi masalah dalam lingkungan cloud hybrid dapat menjadi tantangan yang sulit.

Administrator bergantung pada log dan alat terperinci untuk mengidentifikasi masalah, dan metode penyelesaian masalah dapat berbeda antara sistem privat dan cloud publik, tergantung pada tempat terjadinya masalah.

Proses pemecahan masalah yang efisien memerlukan kehadiran administrator dan insinyur cloud yang sangat berpengalaman.

Sebagai contoh, cloud privat memberikan pemahaman lengkap terhadap infrastruktur dan tumpukan perangkat lunak pribadi, sementara cloud publik hanya menyediakan pemahaman dan kendali sejauh yang diperbolehkan oleh penyedia serta alat pihak ketiga.

Pentingnya alat dalam konteks ini tidak dapat diabaikan.

Untuk mengatasi masalah secara efektif pada cloud hybrid, diperlukan alat yang terintegrasi dengan baik dan, idealnya, mendukung pendekatan satu panel yang memungkinkan pengamatan dan pelaporan dengan peringatan yang dapat ditanggapi di mana pun masalah tersebut muncul.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Ekstra Diskon Migrasi 5% serta GRATIS biaya migrasi & setup.

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah

This will close in 0 seconds