• Home
  • Berita
  • Apa itu SSR? Cara Kerja dan Perbandingannya dengan CSR

Apa itu SSR? Cara Kerja dan Perbandingannya dengan CSR

Oleh Fitri Aulia
Blog Berita- Apa itu SSR Cara Kerja dan Perbandingannya dengan CSR

Dalam pengembangan web, teknik Server-Side Rendering (SSR) menjadi salah satu pendekatan yang semakin populer untuk meningkatkan performa dan SEO. Dengan SSR, konten halaman dirender terlebih dahulu di sisi server sebelum dikirim ke browser. Hasilnya, halaman dapat tampil lebih cepat sehingga memberikan pengalaman pengguna yang lebih optimal. Pendekatan ini sangat penting, terutama untuk situs yang membutuhkan waktu muat singkat dan performa yang baik di mesin pencari.

Bagaimana Cara Kerja Server-Side Rendering?

SSR Flow

SSR bekerja dengan memproses dan menghasilkan HTML langsung di sisi server. Jadi ketika halaman diminta, browser langsung menerima HTML yang sudah lengkap untuk ditampilkan.

Dengan pendekatan ini, konten bisa muncul lebih cepat karena proses utamanya sudah diselesaikan di server. Teknik ini banyak digunakan pada situs atau aplikasi yang membutuhkan waktu muat cepat, mengandalkan SEO, dan ingin memberikan pengalaman pengguna yang lebih responsif. Berikut cara kerjanya:

  1. Request ke server: Browser mengirim request ke server untuk membuka halaman tertentu, misalnya www.domain.com.
  2. Server proses data: Server mengambil data dari database atau API, lalu menyusun halaman HTML lengkap berdasarkan data tersebut.
  3. Server kirim HTML ke browser: Setelah halaman selesai di render, server langsung kirim HTML yang sudah jadi ke browser pengguna. Jadi, saat sampai di browser, halaman sudah siap tampil tanpa perlu banyak proses tambahan.
  4. Browser render dan tampilkan: Browser hanya merender halaman yang sudah dikirim dari server, jadi pengguna bisa langsung melihat halaman lengkap tanpa menunggu loading JavaScript.

Kelebihan dan Kekurangan SSR

Sebelum memilih SSR sebagai pendekatan rendering, penting untuk memahami apa saja kelebihan dan kekurangannya. Berikut penjelasannya:

Baca Juga:  AI Content Clustering Tool untuk Strategi SEO

Kelebihan SSR:

  • SEO lebih optimal: Karena konten sudah tersedia dalam bentuk HTML saat halaman dimuat, mesin pencari dapat membaca dan mengindeksnya dengan lebih mudah.
  • Waktu muat awal lebih cepat: Karena HTML sudah ready, halaman bisa muncul lebih cepat untuk pengguna pertama.
  • Performa lebih baik untuk konten statis atau semi-dinamis: Halaman seperti artikel, landing page, atau halaman informasi cenderung lebih cepat ditampilkan karena tidak perlu pemrosesan kompleks di sisi browser.
  • UX lebih konsisten: Pengguna dapat melihat struktur halaman sejak awal, sehingga loading terasa lebih stabil meskipun elemen interaktif menyusul belakangan.

Kekurangannya:

  • Beban server lebih berat: Server harus render setiap halaman untuk setiap request, jadi butuh resource yang lebih besar.
  • Interaktivitas mungkin lebih lambat: Setelah halaman ditampilkan, JavaScript masih perlu di-load buat interaksi yang lebih dinamis.
  • Pengembangan lebih kompleks: Developer perlu memastikan proses rendering di server dan di browser berjalan selaras, terutama pada aplikasi dengan banyak komponen dinamis.
  • Potensi latensi server: Jika server berada jauh dari pengguna atau kurang optimal, waktu tunggu bisa meningkat karena rendering dilakukan di sisi server.

Contohnya, website dengan SSR seperti aplikasi React atau Vue bisa memberi pengalaman yang lebih cepat dan SEO-friendly dibanding dengan hanya rely ke client-side rendering.

Perbandingan SSR dengan Client-Side Rendering 

Apa itu Server-Side Rendering_

Sumber: Freepik

1. Proses Rendering

  • SSR

Proses rendering terjadi di server. Server menyiapkan seluruh halaman dalam bentuk HTML lengkap, dan kemudian mengirimkan HTML yang sudah jadi ke browser. 

  • CSR

Proses rendering terjadi di browser. Server hanya mengirimkan file HTML, CSS, dan JavaScript kosong. JavaScript kemudian akan mengambil data dan merender tampilan di browser. 

2. Waktu Tampilkan Halaman (Initial Load)

  • SSR

Halaman pertama (initial load) biasanya lebih cepat karena HTML sudah tersedia dan siap ditampilkan oleh browser. Tidak perlu menunggu JavaScript untuk merender tampilan.

  • CSR

Pada pemuatan awal, halaman cenderung lebih lambat karena browser harus menjalankan JavaScript terlebih dahulu sebelum konten muncul.

3. SEO (Search Engine Optimization)

  • SSR
Baca Juga:  Ethernet Adalah Kunci Utama Koneksi Jaringan Cepat dan Stabil

SSR sangat SEO-friendly karena crawler bisa membaca HTML yang sudah terisi data dan konten. Proses rendering halaman sepenuhnya di server mempermudah mesin pencari dalam mengindeks konten.

  • CSR

CSR dapat menimbulkan tantangan bagi SEO karena konten hanya dirender setelah JavaScript dijalankan di browser. Meski awalnya crawler kesulitan dengan konten dinamis, banyak mesin pencari sekarang sudah lebih efektif dalam membaca JavaScript.

4. Interaktivitas dan Responsivitas

  • SSR

Karena seluruh halaman dikirimkan dari server, interaktivitas misalnya klik, filter akan sedikit lebih lambat pada awalnya. setelah HTML diterima, JavaScript masih perlu dimuat untuk mengaktifkan interaksi di halaman.

  • CSR

Setelah halaman pertamanya kelar dimuat, website CSR lebih responsif dan interaktif. Karena, sebagian besar komponen sudah ada di browser, jadi saat pindah halaman atau interaksi, yang dimuat cuma data baru saja bukan keseluruhan halaman lagi.

5. Penggunaan Resources

  • SSR
    Karena proses rendering terjadi di server, beban server lebih tinggi. Server harus menangani banyak request rendering untuk setiap pengguna.
  • CSR
    Beban server lebih ringan karena hanya mengirimkan file statis (HTML, CSS, JavaScript), tetapi beban browser lebih tinggi karena browser yang harus menangani rendering dan pengambilan data.

6. Performa dan Kecepatan

  • SSR

Memungkinkan waktu muat lebih cepat karena halaman sudah sepenuhnya di-render dan siap dikirimkan ke browser. Namun, karena server yang menangani rendering, ada potensi latensi server.

  • CSR
    Awalnya terasa lebih lambat buat pengguna pertama, karena browser harus download dan running JavaScript dulu sebelum halaman bisa ditampilkan. Tapi setelah itu, performanya jadi lebih cepat saat pindah halaman, karena yang dimuat hanya data yang dibutuhkan.

7. State dan Transisi Halaman

  • SSR
    Transisi antar halaman sering kali terasa seperti pemuatan ulang total.
  • CSR
    Transisi antar halaman bisa lebih mulus dan cepat karena hanya sebagian kecil data yang dimuat tanpa memuat ulang seluruh halaman terutama jika menggunakan single-page application / SPA.

8. Hybrid Rendering (SSR + CSR)

Saat ini, banyak aplikasi modern mengintegrasikan SSR dan CSR untuk memanfaatkan keunggulan keduanya. Contoh, halaman pertama di render dengan SSR untuk cepat tampil, kemudian sisanya running pakai CSR agar interaksinya tetap responsif tanpa harus reload. Framework seperti Next.js untuk React dan Nuxt.js untuk Vue dirancang untuk mendukung penerapan model rendering campuran.

Baca Juga:  Rekomendasi Software Kursus Online Terbaik

Pilih SSR atau CSR?

Setiap metode, baik SSR maupun CSR, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik project. SSR umumnya lebih unggul dalam hal SEO dan kecepatan pemuatan awal karena halaman dikirim langsung dalam bentuk HTML dari server. Di sisi lain, CSR memberikan interaktivitas yang lebih tinggi dan performa yang lebih stabil setelah halaman pertama selesai dimuat. Karena itulah, banyak aplikasi modern memilih mengombinasikan SSR dan CSR untuk mendapatkan manfaat dari keduanya sekaligus.

Kalau DomaiNesians sedang membangun aplikasi yang mengandalkan SSR, CSR, atau hybrid rendering, Cloud VPS DomaiNesia bisa menjadi pilihan yang tepat. Performa server yang stabil dan fleksibilitas pengelolaan membuatnya cocok untuk berbagai kebutuhan dan skala proyek.

 

Fitri Aulia

Hi! I'm a tech enthusiast who loves digging into how things work, especially in web development, VPS setups, and anything open-source.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds