• Home
  • Berita
  • Apa Itu Domain? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Apa Itu Domain? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Oleh Mutiara Auliya
Apa Itu Domain? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya 1

Saat membuka website, kamu biasanya mengetik alamat seperti domainesia.com di browser. Alamat yang mudah dibaca tersebut disebut nama domain.

Secara sederhana, domain adalah nama unik yang digunakan untuk menemukan layanan di internet, seperti website dan email. Domain bekerja bersama Domain Name System atau DNS, yaitu sistem yang membantu menghubungkan nama yang mudah diingat dengan alamat atau tujuan teknis yang digunakan oleh jaringan.

Apa Itu Domain?

Domain adalah nama berstruktur hierarkis yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu area atau layanan di dalam DNS. Dalam penggunaan sehari-hari, domain sering disebut sebagai alamat website karena nama tersebut membantu pengguna menuju website tanpa perlu mengingat alamat IP server.

Sebagai contoh, pada domainesia.com:

  • domainesia adalah nama yang didaftarkan;
  • .com adalah Top-Level Domain atau TLD.

Domain tidak sama dengan website. Membeli domain berarti memperoleh hak penggunaan nama tersebut selama masa registrasinya masih aktif. Agar domain dapat menampilkan website, domain perlu diarahkan ke layanan yang menyimpan dan menjalankan website, seperti web hosting atau server.

Domain juga tidak sama dengan URL. Domain hanya menjadi salah satu bagian dari URL. Misalnya, pada https://www.domainesia.com/domain/, bagian-bagiannya meliputi:

  • https sebagai protokol;
  • www.domainesia.com sebagai hostname;
  • /domain/ sebagai path atau lokasi halaman.

Bagaimana Cara Kerja Domain?

Domain bekerja melalui DNS. Prosesnya berlangsung sangat cepat sehingga pengguna biasanya tidak menyadari adanya beberapa tahap di balik layar.

1. Pengguna Memasukkan Nama Domain

Pengguna mengetik nama domain di browser atau memilih sebuah tautan. Browser kemudian memeriksa apakah informasi tujuan domain sudah tersedia di cache.

2. DNS Mencari Tujuan Domain

Jika informasi belum tersedia, perangkat meminta bantuan DNS resolver. Resolver mencari DNS record yang berkaitan dengan domain, misalnya A record untuk alamat IPv4, AAAA record untuk IPv6, atau CNAME untuk nama tujuan lain.

Untuk memahami komponen yang terlibat dalam proses tersebut, kamu dapat membaca pembahasan tentang DNS server dan cara kerjanya.

3. Browser Terhubung ke Server

Setelah memperoleh tujuan yang sesuai, browser membuat koneksi ke server, layanan cloud, atau jaringan distribusi konten yang menangani domain tersebut.

4. Website Ditampilkan

Server memproses permintaan dan mengirimkan data yang diperlukan. Browser kemudian merender HTML, CSS, JavaScript, gambar, dan aset lainnya menjadi halaman yang dapat dilihat pengguna.

Apa Itu Domain

Struktur Nama Domain

Nama domain tersusun dari beberapa label yang dipisahkan oleh titik. Struktur tersebut dibaca dari kanan ke kiri, mulai dari tingkat yang paling umum menuju tingkat yang lebih spesifik.

Top-Level Domain

Top-Level Domain atau TLD berada di bagian paling kanan. Contohnya adalah .com, .org, .net, dan .id.

TLD dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Dua kategori yang paling sering dibahas adalah:

  • gTLD atau generic Top-Level Domain, seperti .com, .org, .net, .online, dan .site;
  • ccTLD atau country code Top-Level Domain, seperti .id untuk Indonesia, .sg untuk Singapura, dan .au untuk Australia.
Baca Juga:  Mengapa Jaringan Telkom Sering Lambat Mengakses Website?

IANA mencatat gTLD dan ccTLD sebagai kategori TLD. Dengan demikian, gTLD dan ccTLD bukan tingkatan yang berdiri sejajar dengan SLD atau subdomain.

Sebagian ekstensi memiliki persyaratan khusus. Sebagai contoh, .edu tidak dapat digunakan secara bebas karena pendaftarannya dibatasi untuk institusi pendidikan tinggi tertentu di Amerika Serikat.

Di Indonesia, beberapa ruang nama seperti .co.id, .ac.id, .sch.id, .or.id, dan .net.id juga memiliki peruntukan atau persyaratan masing-masing.

Sebelum mendaftar, pelajari cara memilih ekstensi domain agar sesuai dengan jenis website dan target pengguna.

Second-Level Domain

Pada domainesia.com, kata domainesia berada tepat di sebelah kiri .com dan disebut second-level domain atau SLD.

Dalam praktik registrasi, gabungan nama dan ekstensi, seperti domainesia.com, merupakan nama domain yang didaftarkan.

Subdomain

Subdomain adalah nama tambahan yang dibuat di bawah domain yang sudah dimiliki. Contohnya:

  • blog.contoh.com;
  • toko.contoh.com;
  • app.contoh.com.

Subdomain dapat digunakan untuk memisahkan layanan, bahasa, area pelanggan, atau bagian website. Pemilik domain tidak perlu membeli domain baru untuk membuatnya, tetapi tetap memerlukan konfigurasi DNS dan layanan tujuan yang sesuai.

Penjelasan lebih lengkap tersedia dalam artikel apa itu subdomain dan fungsinya.

Premium Domain

Premium domain bukan tingkat baru dalam struktur DNS. Istilah ini umumnya digunakan untuk nama domain yang dinilai memiliki nilai komersial tinggi karena pendek, mudah diingat, mengandung kata populer, atau ditetapkan dengan harga premium oleh registry maupun pemilik sebelumnya.

Harga pendaftaran dan perpanjangan premium domain dapat berbeda dari domain reguler. Karena itu, periksa biaya awal, biaya perpanjangan, dan ketentuan transfer sebelum membeli.

Fungsi Domain

Domain tidak hanya memudahkan orang membuka website. Nama yang tepat juga dapat mendukung identitas digital dan pengelolaan berbagai layanan.

1. Mempermudah Akses

Nama seperti contoh.com lebih mudah dibaca, diketik, dan dibagikan daripada alamat IP.

Meskipun demikian, domain tidak selalu mengarah langsung ke satu IP karena DNS dapat menghubungkannya ke beberapa server, CDN, atau layanan lain.

2. Membangun Identitas dan Branding

Domain dapat menjadi bagian dari identitas merek. Nama yang konsisten dengan nama bisnis membantu pengguna mengenali website resmi dan mengingatnya saat ingin kembali.

Domain tidak secara otomatis meningkatkan pendapatan. Namun, nama yang jelas dan mudah dikenali dapat mendukung pemasaran, kredibilitas, serta pengalaman pengguna.

3. Membuat Email Profesional

Domain dapat digunakan untuk membuat alamat email seperti halo@bisnisanda.com.

Untuk menggunakannya, kamu tetap memerlukan layanan email dan konfigurasi DNS, terutama MX record serta record autentikasi seperti SPF, DKIM, dan DMARC.

Kamu dapat mengikuti cara membuat email dengan domain sendiri untuk memahami prosesnya.

Nama domain yang singkat dan sesuai dengan identitas bisnis akan lebih mudah dikenali oleh calon pelanggan. Karena satu nama domain hanya dapat didaftarkan oleh satu pihak, sebaiknya periksa ketersediaannya sebelum nama tersebut digunakan orang lain.

🔍

Sudah Menemukan Nama Domain yang Tepat?

Amankan sekarang sebelum digunakan orang lain. Cek ketersediaan dan daftarkan domain pilihanmu dalam hitungan menit.

Cek Ketersediaan Domain

4. Menghubungkan Berbagai Layanan

Satu domain dapat digunakan untuk website, email, aplikasi, landing page, toko online, API, dan layanan lain.

Setiap layanan dapat diatur melalui domain utama, subdomain, atau DNS record yang berbeda.

Baca Juga:  Apa Itu SSL Subdomain? Lindungi Situsmu dengan Mudah!

Perbedaan Domain, Hosting, Website, DNS, dan URL

Istilah-istilah ini berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

Istilah Fungsi
Domain Nama yang digunakan untuk menemukan layanan di internet
DNS Sistem yang menghubungkan nama domain dengan tujuan teknis
Hosting Infrastruktur untuk menyimpan dan menjalankan file atau aplikasi website
Website Konten dan aplikasi yang ditampilkan kepada pengguna
URL Alamat lengkap menuju halaman atau resource tertentu

Domain dan hosting dapat dibeli dari penyedia yang sama atau berbeda. Hal terpenting adalah DNS domain diarahkan ke layanan hosting atau platform yang digunakan.

Apakah Bisa Membeli Domain Tanpa Hosting?

Bisa. Domain tidak harus langsung digunakan bersama web hosting.

Kamu dapat memanfaatkannya untuk:

  • menghubungkan custom domain ke platform seperti website builder, blog, atau toko online;
  • membuat email dengan penyedia layanan email;
  • mengarahkan domain ke URL lain melalui domain forwarding;
  • mengamankan nama merek untuk penggunaan berikutnya;
  • mengarahkan domain ke aplikasi yang berjalan di cloud atau server lain.

Namun, domain saja tidak menyimpan konten website. Kamu tetap memerlukan platform, hosting, atau server yang menjadi tujuan domain.

Sebaliknya, hosting juga dapat dibeli tanpa domain. Beberapa penyedia menyediakan temporary domain, alamat IP, atau metode pratinjau untuk mengakses website.

Meski demikian, domain tetap disarankan ketika website akan digunakan secara publik karena lebih mudah diingat dan mendukung identitas merek.

Subdomain, Domain Tambahan, dan Alias Domain

Ketiga istilah ini sering ditemukan pada panel hosting, tetapi fungsinya berbeda.

Subdomain

Subdomain merupakan nama di bawah domain utama, seperti blog.contoh.com. Subdomain tidak perlu didaftarkan sebagai domain baru.

Domain Tambahan

Domain tambahan adalah domain terdaftar lain yang ditambahkan ke akun hosting yang sama. Domain tersebut dapat memiliki document root dan website sendiri selama paket hosting mengizinkan penggunaan lebih dari satu domain.

Pada cPanel modern, pengelolaannya berada di menu Domains. Istilah addon domain masih sering digunakan, tetapi antarmuka cPanel telah menyatukan pengelolaan domain utama, domain tambahan, subdomain terkait, dan alias dalam menu tersebut.

Alias atau Parked Domain

Alias domain adalah domain lain yang menampilkan konten dari website yang sama.

Sementara itu, domain forwarding mengarahkan pengunjung ke URL lain sehingga alamat pada browser dapat berubah.

Karena alias dan forwarding bekerja dengan cara berbeda, keduanya sebaiknya tidak disamakan.

Tips Memilih Nama Domain

Nama domain akan digunakan untuk mewakili website dalam jangka panjang. Pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum mendaftarkannya.

1. Pilih Nama yang Singkat dan Mudah Dieja

Nama yang sederhana lebih mudah diketik, disebutkan, dan dibagikan kepada orang lain.

2. Sesuaikan dengan Merek atau Tujuan Website

Hindari nama yang tidak berkaitan dengan identitas, produk, atau informasi yang ingin ditampilkan.

3. Gunakan Angka atau Tanda Hubung Hanya Jika Diperlukan

Angka dan tanda hubung dapat menimbulkan kesalahan ketika nama domain disebutkan secara lisan.

4. Pilih Ekstensi yang Relevan

Pertimbangkan target audiens, tujuan website, persyaratan pendaftaran, serta persepsi pengguna terhadap ekstensi tersebut.

5. Periksa Potensi Pelanggaran Merek

Pastikan nama domain tidak menggunakan merek milik pihak lain tanpa izin.

6. Bandingkan Biaya Pendaftaran dan Perpanjangan

Harga tahun pertama dapat berbeda dari biaya perpanjangan. Jangan memilih domain hanya berdasarkan harga promosinya.

7. Pastikan Akun Berada dalam Kendalimu

Gunakan email aktif, simpan data akun dengan aman, dan aktifkan perlindungan akun yang tersedia.

Baca juga panduan memilih nama domain yang tepat agar nama yang dipilih tetap mudah diingat dan sesuai kebutuhan.

Cara Membeli Domain

Secara umum, proses membeli domain dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

1. Cari Nama Domain

Masukkan nama yang diinginkan pada kolom pencarian registrar. Sistem akan menampilkan status ketersediaan serta pilihan ekstensi yang dapat didaftarkan.

Baca Juga:  Cari Domain? Ini 15 Tips Nama Domain Terbaik untuk Bisnis

2. Pilih Ekstensi dan Masa Registrasi

Pilih ekstensi berdasarkan kebutuhan. Periksa harga pendaftaran, harga perpanjangan, persyaratan dokumen, dan fitur pengelolaan yang tersedia.

3. Buat Akun dan Selesaikan Pembayaran

Masukkan data registran dengan benar, pilih metode pembayaran, lalu lunasi invoice.

Untuk beberapa ekstensi, registrar dapat meminta dokumen atau proses verifikasi tambahan.

4. Kelola DNS dan Hubungkan Layanan

Setelah aktif, arahkan domain ke hosting, website builder, email, atau server tujuan melalui nameserver maupun DNS record.

Apabila kamu sudah menemukan nama yang sesuai, cek ketersediaan dan beli domain di DomaiNesia sebelum nama tersebut didaftarkan oleh pihak lain.

Atau kalau kamu mau membeli domain di DomaiNesia, kamu bisa ikuti panduan cara order domain di DomaiNesia.

Kesimpulan

Domain adalah nama unik yang membantu pengguna menemukan website, email, aplikasi, atau layanan lain di internet. Domain bekerja bersama DNS untuk mengarahkan permintaan menuju tujuan yang sesuai.

Struktur domain terdiri dari beberapa label, termasuk TLD, nama yang didaftarkan, dan subdomain. Sementara itu, gTLD dan ccTLD merupakan kategori TLD, bukan tingkat domain yang berdiri sejajar dengan SLD atau subdomain.

Sebelum membeli domain, pilih nama yang mudah diingat, gunakan ekstensi yang sesuai, periksa ketentuan registrasi, dan pahami biaya perpanjangannya. Setelah aktif, domain dapat dihubungkan ke hosting, platform website, email profesional, atau layanan digital lainnya.

FAQ Seputar Domain

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai nama domain dan penggunaannya.

Apakah domain bisa dibeli tanpa hosting?

Bisa. Domain dan hosting merupakan dua layanan yang berbeda sehingga dapat dibeli secara terpisah.

Domain yang belum terhubung ke hosting dapat digunakan untuk domain forwarding, custom domain pada website builder, email profesional, atau diamankan terlebih dahulu untuk kebutuhan bisnis pada masa mendatang.

Namun, jika ingin menampilkan website yang dikelola sendiri, kamu tetap memerlukan hosting, server, atau platform yang menjadi tujuan domain tersebut.

Apakah domain yang sudah dibeli menjadi milik selamanya?

Tidak. Domain digunakan berdasarkan periode registrasi, biasanya mulai dari satu tahun.

Agar hak penggunaan domain tetap aktif, pemilik perlu melakukan perpanjangan sebelum masa registrasinya berakhir. Jika tidak diperpanjang, domain dapat memasuki masa tenggang, proses penghapusan, lalu tersedia kembali untuk didaftarkan oleh pihak lain.

Karena itu, pastikan informasi kontak pada akun registrar tetap aktif dan gunakan fitur perpanjangan otomatis jika tersedia.

Apakah nama domain dapat diganti setelah dibeli?

Nama domain yang sudah didaftarkan tidak dapat diedit atau diganti menjadi nama lain.

Jika ingin menggunakan nama berbeda, kamu perlu mendaftarkan domain baru. Domain lama masih dapat diarahkan ke domain baru melalui redirect agar pengunjung dan mesin pencari mengetahui perpindahan alamat website.

Sebelum membeli, periksa kembali ejaan, nama merek, serta ekstensi domain yang dipilih.

Berapa lama domain aktif setelah pembayaran?

Waktu aktivasi dapat berbeda tergantung ekstensi domain, status pembayaran, dan persyaratan verifikasi.

Sebagian domain dapat aktif tidak lama setelah pembayaran terkonfirmasi. Namun, ekstensi tertentu mungkin memerlukan pemeriksaan data atau dokumen tambahan.

Setelah aktif, perubahan DNS juga memerlukan waktu untuk tersebar. Proses tersebut sering disebut propagasi DNS.

Apakah satu domain dapat digunakan untuk beberapa website?

Satu domain utama dapat memiliki beberapa subdomain, misalnya blog.contoh.com, toko.contoh.com, dan app.contoh.com.

Setiap subdomain dapat diarahkan ke website, aplikasi, atau server yang berbeda. Namun, penggunaan beberapa website tetap bergantung pada konfigurasi DNS serta kapasitas layanan hosting atau server yang digunakan.

Jika ingin menggunakan alamat yang benar-benar berbeda, kamu perlu mendaftarkan domain tambahan.

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)


richard
November 15, 2021

konten yang bagus, mudah dimengerti

yusep channel
July 5, 2021

terima kasih...sangat membantu...

zayn
May 11, 2019

min kalo domain .com / .clik untuk apa

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds