• Home
  • Berita
  • Product Life Cycle : Perjalanan Produk Bisnis Dari Awal Hingga Akhir

Product Life Cycle : Perjalanan Produk Bisnis Dari Awal Hingga Akhir

Oleh Mila Rosyida
No ratings yet.

Kamu pernah merasa penasaran tidak bagaimana dengan produk-produk bisnis yang tidak terjual akan berlabuh dimana? Hmm penasaran juga ya, kemana akhir dari produk-produk tersebut.

Nah artikel ini akan menjelaskan lebih detail terkait proses atau perjalanan produk dari awal pembuatan hingga dimana produk tersebut berakhir.

Kondisi ini dinamakan Product Life Cycle. Ternyata ada beberapa tahapan bagaimana perjalanan produk dimulai atau diluncurkan hingga kembali ke pasar.

Yuk, simak artikel berikut ini!

Pengertian Product Life Cycle

Product life cycle adalah proses yang dilalui suatu produk selama keberadaannya, mulai dari awal diluncurkan hingga penarikan kembali dari pasar.

Konsep ini digunakan sebagai acuan perusahaan untuk membuat keputusan dan strategi penting pada periklanan, harga produk, perluasan pasar atau melakukan desain ulang produk.

Product life cycle berguna untuk mengetahui kapan produk baru dapat menggeser produk lama dari pasar. Hal ini didasari karena pada akhirnya setiap produk yang sedang populer akan mengalami penurunan yang disebabkan berbagai faktor mulai dari tingkat persaingan yang tinggi, kejenuhan, hingga menurunnya demand dan penjualan.

product life cycle
Sumber : envato

Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memahami konsep product life cycle untuk bertahan dan memenangkan persaingan pasar.

Tahapan Product Life Cycle

Pada industri pemasaran, tahapan product life cycle dibagi menjadi 4 tahapan yaitu introduction, growth, maturity, dan decline. Namun jika dirinci lebih lanjut masih ada 2 tahap terkait di dalamnya yaitu tahap development dan saturation.

Tiap tahap pada product life cycle memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.

Kamu harus cerdik dalam memilih strategi yang tepat untuk mengelola setiap tahap tersebut. Berikut penjelasan lanjut mengenai tahapan product life cycle :

Development (Tahap pengembangan)

Tahap Development (pengembangan) pada siklus kehidupan produk (product life cycle) adalah tahap dimana produk masih dalam proses pengembangan sebelum diperkenalkan ke pasar.

Tahap ini dimulai dari ide produk hingga produk siap diproduksi secara massal.

Pada tahap pengembangan, perusahaan biasanya melakukan riset dan pengembangan produk, termasuk pengujian dan evaluasi produk untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan pasar dan kebutuhan konsumen.

Perusahaan juga dapat memperoleh hak paten atau merek dagang pada produk yang dikembangkan.

Tahap ini memerlukan investasi besar dari perusahaan dalam hal sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan teknologi untuk menjamin bahwa produk dapat diproduksi secara efektif dan efisien.

Sumber : envato

Tahap pengembangan juga merupakan waktu untuk merencanakan strategi pemasaran dan promosi produk untuk tahap berikutnya dalam product life cycle. Salah satu tantangan utama pada tahap pengembangan adalah memperkirakan permintaan pasar dan mengoptimalkan produksi dalam jumlah yang tepat agar biaya produksi tetap terkendali.

Produk yang dihasilkan pada tahap ini masih belum diluncurkan ke pasar, sehingga perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan dari produk tersebut.

Oleh karena itu, tahap pengembangan dapat memakan waktu lama dan menimbulkan risiko finansial bagi perusahaan.

Namun, tahap pengembangan merupakan tahap yang penting dalam siklus kehidupan produk karena produk yang baik pada tahap ini dapat memperoleh keuntungan besar pada tahap berikutnya.

Jika perusahaan berhasil mengembangkan produk yang inovatif dan memenuhi kebutuhan pasar, maka tahap pengembangan dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan di masa depan.

Introduction (Tahap pengenalan)

Pada tahap perkenalan, produk baru diluncurkan ke pasar. Pada tahap ini, perusahaan biasanya memperkenalkan produk baru ke pasar dan mulai membangun kesadaran dan minat konsumen terhadap produk tersebut.

Harga produk pada tahap ini biasanya cukup tinggi sebab biaya produksi per unit masih tinggi. Pada tahap introduction, perusahaan akan memfokuskan upaya pada promosi dan pemasaran produk, karena konsumen masih belum tahu tentang produk baru tersebut.

Perusahaan biasanya mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memperkenalkan produk baru ke pasar dan memastikan bahwa produk dapat diterima oleh konsumen.

Tahap introduction juga menjadi penentu eksistensi produk. Jika produk berhasil diterima oleh pasar, maka produk akan lanjut pada tahap pertumbuhan (growth).

Namun, jika tidak berhasil, maka perusahaan harus mencari cara untuk memperbaiki produk atau bahkan menarik produk dari pasar.

Growth (Tahap pertumbuhan)

Tahap pertumbuhan (growth) adalah tahap dimana penjualan produk meningkat dengan cepat. Pada tahap ini, kesadaran konsumen tentang produk meningkat dan permintaan konsumen terhadap produk juga meningkat.

Perusahaan juga mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk pemasaran dan promosi pada tahap pertumbuhan ini, karena persaingan di pasar juga semakin meningkat. Perusahaan mungkin memperluas jangkauan produk dan memperkenalkan variasi baru dari produk asli.

Pada tahap growth, perusahaan mulai memperoleh keuntungan yang lebih besar karena penjualan produk meningkat.

Hal ini dapat membantu perusahaan memperbaiki efisiensi produksi dan operasi untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat.

Selain itu, perusahaan juga perlu memperhatikan persaingan yang semakin meningkat pada tahap ini. Produk yang sebelumnya tidak ada di pasar dapat mulai mengadopsi produk yang mirip dan bersaing dengan produk asli perusahaan.

Sumber : envato

Oleh karena itu, perusahaan harus terus mengembangkan produknya untuk mempertahankan pangsa pasar dan pertumbuhan penjualan.

Tahap growth ini dapat menjadi sangat menguntungkan bagi perusahaan jika kamu dapat mempertahankan produk di tengah persaingan yang semakin sengit dan meningkatkan penjualan kamu.

Namun, jika perusahaan tidak dapat mempertahankan produknya di pasar, produk mungkin akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tahap kedewasaan (maturity)

Maturity (Tahap pematangan)

Tahap ini adalah tahap dimana pertumbuhan/growth dari penjualan mencapai puncaknya dan mulai mengalami perlambatan.

Tahap maturity masih memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan penjualan yang stabil dalam periode waktu yang lebih panjang.

Perusahaan pada tahap maturity biasanya fokus pada pengembangan strategi pemasaran yang berbeda untuk memperluas jangkauan produk mereka atau mempertimbangkan strategi harga yang berbeda, seperti promosi harga, kemasan yang menarik, dan dukungan pelayanan pelanggan.

Perusahaan juga mungkin mempertimbangkan untuk memperluas jangkauan produk mereka atau mencari cara untuk meningkatkan efisiensi produksi dan operasi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu terus mengembangkan produk dan memperbarui strategi pemasaran, karena jika tidak pada akhirnya produk akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tahap penurunan (saturation).

Saturation (Tahap Kejenuhan)

Istilah saturation dalam product life cycle biasanya merujuk pada tahap di mana pasar telah jenuh dengan produk atau jenis produk tertentu.

Tahap saturasi terjadi pada akhir tahap kedewasaan (maturity) dan awal tahap penurunan (decline) dalam siklus hidup produk.

Pada tahap saturasi, pertumbuhan penjualan produk semakin melambat dan cenderung stabil (tidak naik dan tidak turun) seiring dengan persaingan yang semakin meningkat.

Pada tahap ini perusahaan perlu mencari cara untuk mempertahankan pangsa pasar mereka, seperti dengan mengeluarkan varian baru produk, menambah fitur baru, atau memberikan diskon untuk menarik konsumen.

Selain itu, perusahaan juga dapat mencoba untuk memperluas jangkauan produk mereka, baik dengan mengejar segmentasi pasar baru atau memperluas pasar mereka ke wilayah baru.

Jika produk sudah masuk dalam tahap saturation tidak ditangani dengan serius, pada akhirnya produk akan masuk ke tahap penurunan (decline) dimana penjualan menurun secara signifikan karena persaingan semakin ketat dan konsumen beralih ke produk alternatif.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengantisipasi tahap saturasi dan mulai mencari cara untuk memperbaharui produk dan strategi pemasaran untuk mempertahankan pangsa pasar mereka dan bertahan di pasar yang semakin kompetitif.

Jika inovasi pada tingkat produk tidak memungkinkan (karena produk hanya memerlukan perubahan kecil pada tahap ini), maka berinvestasilah dalam layanan pelanggan kamu dan gunakan kesaksian pelanggan dalam pemasaran kamu.

Decline (Tahap penolakan / penarikan)

Tahap decline adalah tahap terakhir dari siklus hidup produk. Pada tahap ini, produk mengalami penurunan penjualan yang signifikan dan permintaan pasar menurun.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti perkembangan teknologi baru, perubahan gaya hidup konsumen, munculnya pesaing baru, atau perubahan kebijakan pemerintah.

Pada tahap ini, perusahaan dapat melakukan beberapa strategi untuk memperlambat penurunan penjualan, seperti menurunkan harga, menarik konsumen melalui promosi, atau mengurangi biaya produksi.

Namun, pada akhirnya, perusahaan mungkin perlu memutuskan untuk menarik produk dari pasar karena tidak lagi menguntungkan atau tidak memiliki potensi pertumbuhan di masa depan.

Meskipun tahap penurunan dianggap sebagai akhir siklus hidup produk, namun perusahaan juga dapat mempertimbangkan strategi lain seperti memperbaharui produk atau mengejar pasar baru untuk memperpanjang siklus hidup produk.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua produk bisa diperbaharui atau memiliki potensi pertumbuhan baru, sehingga perusahaan perlu melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan strategis.

Baca Juga : Pahami Konsep Customer Journey Agar Bisnismu Tetap Eksis

Keuntungan Product Life Cycle

Memahami product life cycle memiliki banyak keuntungan bagi perusahaan seperti meningkatkan efektivitas pemasaran, efisiensi operasional, keberhasilan produk, kualitas produk, dan lain-lain.

Jika kamu memahami dan mengelola product life cycle dengan baik, perusahaan kamu dapat mencapai kesuksesan jangka panjang dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Mengoptimalkan investasi

Setiap tahap dari product life cycle, pemasar harus melakukan investasi yang berbeda untuk memaksimalkan keuntungan.

Pada tahap perkenalan, investasi besar diperlukan untuk memperkenalkan produk dan membangun kesadaran konsumen.

Namun, pada tahap kematangan, investasi harus difokuskan pada mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan kualitas produk, dan seterusnya.

Jika kamu memahami tahapan-tahapan ini, kamu dapat mengalokasikan investasi dengan lebih efektif.

Membantu merencanakan strategi pemasaran

Keuntungan lain yang kamu dapatkan jika memahami tahapan-tahapan dalam product life cycle yaitu dapat merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk setiap tahap.

Misalnya, pada tahap perkenalan, pemasar dapat menggunakan iklan dan promosi yang agresif untuk meningkatkan kesadaran konsumen.

Namun, pada tahap kematangan, pemasar dapat menggunakan strategi diferensiasi produk untuk membedakan produk mereka dari pesaing.

Sumber : envato

Memahami perilaku konsumen

Product life cycle juga dapat membantu kamu dalam memahami perilaku konsumen dan kebutuhan mereka di setiap tahap.

Pada tahap perkenalan, konsumen mungkin membutuhkan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang produk.

Namun, pada tahap kematangan, konsumen mungkin lebih memperhatikan kualitas produk dan pelayanan purna jual.

Meningkatkan efisiensi operasional

Kamu harus selalu bijak dalam mengambil keputusan strategis tentang produksi, harga, dan promosi produk pada tiap tahap product life cycle.

Misalnya pada tahap awal, perusahaan kamu mungkin memproduksi produk dalam jumlah kecil, sedangkan pada tahap pertumbuhan, produksi akan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dan pada tahap kedewasaan dan penurunan, perusahaan perlu menyesuaikan produksi dan persediaan dengan permintaan pasar yang menurun.

Jika kamu benar-benar memahami tahapan ini, kamu dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menghindari biaya yang tidak perlu.

Mengoptimalkan keuntungan dan menghindari kerugian

Memahami product life cycle juga dapat mengoptimalkan keuntungan dari produk. Jika kamu memaksimalkan keuntungan, perusahaan kamu dapat berinvestasi lebih banyak dalam inovasi dan pengembangan produk baru.

Selain itu, memahami siklus kehidupan produk juga dapat membantu perusahaan kamu untuk menghindari kerugian finansial yang disebabkan oleh produk yang sudah tidak diminati oleh pasar.

Apabila kamu dapat mengambil tindakan yang tepat pada tahap yang tepat, perusahaan kamu dapat memperpanjang siklus hidup produk atau menarik produk dari pasar sebelum menjadi tidak lagi menguntungkan.

Memahami siklus kehidupan produk

Memahami siklus kehidupan produk dapat membantu perusahaan kamu untuk mengembangkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan dapat menggantikan produk yang sudah mencapai tahap penurunan.

Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis dan memperoleh keuntungan jangka panjang.

Contoh Product Life Cycle

Terdapat berbagai contoh nyata mengenai product life cycle dalam kehidupan sehari-hari kita, salah satunya seperti yang terjadi pada smartphone. Saat pertama kali diperkenalkan, smartphone muncul sebagai produk inovatif yang menjadi semakin populer.

Namun, adanya pesaing yang kuat membuat smartphone terus mengembangkan produk baru untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Penjelasan lebih rinci mengenai tahapan product life cycle pada smartphone sebagai berikut :

Tahap Development (Pengembangan)

Pada awal kemunculan smartphone, perusahaan-perusahaan yang memproduksi smartphone melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan sebuah produk baru yang memiliki fitur dan teknologi baru yang lebih baik dibandingkan dengan produk sebelumnya.

Pada tahap development ini, perusahaan-perusahaan memperhatikan faktor-faktor seperti performa, desain, harga, dan fitur baru yang dapat diintegrasikan pada smartphone.

Perusahaan juga melakukan uji coba produk untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan.

Perusahaan-perusahaan biasanya memiliki tim riset dan pengembangan yang terdiri dari insinyur, desainer, dan ahli teknologi yang bekerja sama untuk menciptakan produk yang baru dan inovatif.

Contoh produk smartphone pada tahap development adalah IBM Simon yang diluncurkan pada tahun 1993. IBM Simon dianggap sebagai smartphone pertama di dunia yang memiliki layar sentuh, pemutar musik, dan fitur-fitur lainnya yang inovatif pada masanya.

Namun, produk ini tidak pernah menjadi populer karena harganya yang mahal dan ukurannya yang besar.

Meskipun demikian, IBM Simon membuka jalan bagi kemunculan produk smartphone yang lebih canggih dan inovatif pada masa depan.

Tahap Pengenalan (Introduction)

Pada tahap ini, smartphone diperkenalkan ke pasar sebagai produk baru. Produk smartphone baru memiliki fitur dan teknologi baru yang belum pernah dilihat sebelumnya, serta ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang sedang berkembang.

Pada tahap introduction, perusahaan-perusahaan smartphone biasanya melakukan kampanye pemasaran besar-besaran untuk mempromosikan produk baru mereka.

Mereka juga meluncurkan produk ini di berbagai platform media, seperti televisi, koran, majalah, internet, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk membangkitkan minat konsumen dan menarik perhatian mereka pada produk baru yang ditawarkan.

Pada tahap introduction, harga produk smartphone biasanya lebih tinggi daripada harga produk yang sudah ada di pasaran. Hal ini karena biaya produksi dan riset yang tinggi untuk mengembangkan fitur-fitur baru pada produk smartphone baru.

Sumber : envato

Namun, perusahaan-perusahaan smartphone dapat memberikan diskon atau penawaran khusus pada saat peluncuran produk untuk menarik minat konsumen.

Contoh produk smartphone pada tahap introduction adalah iPhone pertama yang diluncurkan oleh Apple pada tahun 2007. Meskipun harga iPhone pertama relatif tinggi pada saat peluncurannya, hal ini tidak menghambat minat konsumen untuk membeli produk tersebut.

Produk ini sukses dan menjadi tonggak dalam perkembangan smartphone modern.

Tahap Pertumbuhan (Growth)

Pada tahap growth, penjualan smartphone mulai meningkat secara signifikan karena munculnya pangsa pasar yang lebih luas. Pada tahap ini, konsumen mulai menyadari keunggulan produk smartphone baru.

Perusahaan-perusahaan smartphone di tahap ini melakukan beberapa strategi pemasaran untuk memperkuat posisi mereka di pasar mulai dari meningkatkan promosi dan iklan produk, memperluas distribusi produk ke lebih banyak toko dan negara, serta menurunkan harga produk untuk menarik lebih banyak konsumen.

Selain itu, perusahaan-perusahaan smartphone juga dapat mengembangkan produk baru dengan fitur-fitur yang lebih menarik untuk tetap bersaing di pasar. Selain itu perusahaan smartphone juga saling meningkatkan kualitas produk dan layanan purna jual untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.

Contoh produk smartphone pada tahap growth adalah Samsung Galaxy S7 dan iPhone 6s. Pada tahap ini, perusahaan-perusahaan smartphone mulai memperluas pangsa pasar mereka dengan meningkatkan promosi produk mereka dan menawarkan harga yang lebih terjangkau.

Produk-produk ini sukses di pasar dan penjualan mereka terus meningkat seiring waktu.

Tahap Kedewasaan (Maturity)

Pada tahap ini, penjualan smartphone mencapai puncaknya, tetapi pertumbuhan penjualan mulai melambat. Pada tahap maturity, pasar untuk produk tersebut sudah cukup mapan dan konsumen biasanya sudah memilih merek yang mereka sukai.

Dalam kasus smartphone, tahap maturity dapat terjadi ketika pasar mulai jenuh dengan pilihan smartphone yang tersedia dan pertumbuhan penjualan smartphone mulai melambat.

Perusahaan smartphone biasanya berfokus pada strategi pemasaran untuk mempertahankan pangsa pasar yang ada dan meningkatkan loyalitas konsumen.

Selain itu, perusahaan juga dapat mencoba untuk mengoptimalkan produksi dan mengurangi biaya produksi untuk meningkatkan keuntungan. Contoh smartphone pada tahap maturity adalah Samsung Galaxy S8 dan iPhone X.

Tahap Saturation

Pada tahap saturation, pasar smartphone telah mencapai titik jenuh dengan jumlah produk yang tersedia di pasar. Para produsen smartphone tidak lagi dapat meningkatkan penjualan mereka secara signifikan dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Persaingan di pasar smartphone menjadi semakin ketat. Banyak perusahaan yang mencoba untuk mempertahankan pangsa pasarnya dengan berbagai strategi, seperti menawarkan harga yang lebih rendah, meningkatkan kualitas produk, atau memperkenalkan fitur-fitur baru yang lebih menarik bagi konsumen.

Perusahaan-perusahaan smartphone harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti peningkatan kualitas produk, pengembangan fitur-fitur baru yang lebih menarik, atau menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Sumber : envato

Beberapa perusahaan juga memperluas pasar mereka ke negara-negara berkembang yang belum mencapai titik jenuh pada pasar smartphone. Contoh produk smartphone pada tahap saturation adalah Samsung Galaxy S9 dan iPhone XS.

Pada tahap ini, perusahaan-perusahaan smartphone mulai memfokuskan strategi mereka untuk mempertahankan pangsa pasarnya, mengembangkan fitur-fitur baru yang lebih menarik, serta meningkatkan kualitas produk mereka untuk tetap bersaing di pasar smartphone yang semakin ketat.

Tahap Penurunan (Decline)

Tahap decline pada smartphone terjadi ketika penjualan produk menurun secara signifikan dan produk tidak lagi diminati oleh pasar. Pada tahap ini, perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlangsungan bisnisnya.

Tahap decline dapat terjadi ketika terjadi pergeseran tren dan permintaan konsumen berubah, atau ketika teknologi baru muncul yang menggantikan kebutuhan akan smartphone.

Misalnya, pada masa lalu ponsel flip atau lipat cukup populer, tetapi sekarang hampir tidak ada lagi yang menggunakan ponsel seperti itu karena sudah tergantikan dengan smartphone.

Pada tahap decline, perusahaan smartphone biasanya harus mengambil tindakan untuk mengurangi biaya produksi dan menyesuaikan dengan perubahan pasar untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Perusahaan-perusahaan smartphone pada tahap ini perlu memutuskan apakah akan memperbaharui produk atau menarik produk dari pasar.

Contoh tersebut tidaklah spesifik membahas bagaimana keberjalanan product life cycle satu merek produk. Masih terdapat banyak contoh produk lain yang juga mengalami product life cycle untuk mempertahankan eksistensinya.

Namun, contoh tersebut sudah cukup memberikan gambaran tentang bagaimana tahapan product life cycle terjadi pada berbagai produk dalam industri dan pemasaran.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah