• Home
  • Berita
  • Server Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan 15 Jenisnya

Server Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan 15 Jenisnya

Oleh Ratna Patria
Server Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan 15 Jenisnya 1

Server adalah sistem yang menyediakan layanan, data, atau resource kepada perangkat lain yang disebut client melalui jaringan. Dalam praktiknya, istilah server dapat merujuk pada komputer fisik, mesin virtual, maupun software yang menjalankan layanan tertentu.

Server digunakan di banyak aktivitas digital, mulai dari membuka website, mengirim email, mengakses database, menyimpan file, hingga menjalankan aplikasi. Karena perannya berbeda-beda, kebutuhan spesifikasi dan konfigurasi server juga akan menyesuaikan beban kerja yang harus ditangani.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian server, fungsi, manfaat, cara kerja, serta berbagai jenis server yang umum digunakan.

server adalah
Sumber: Envato

Apa Itu Server?

Server adalah sistem yang menerima permintaan dari client, memprosesnya, lalu menyediakan layanan atau resource sesuai kebutuhan. Resource tersebut dapat berupa halaman website, file, database, email, aplikasi, autentikasi, hingga layanan jaringan.

Server tidak selalu berarti satu komputer fisik berukuran besar. Sebuah server dapat berjalan pada komputer fisik, mesin virtual, maupun lingkungan cloud. Bahkan, satu perangkat fisik dapat menjalankan beberapa server virtual yang memiliki sistem operasi dan konfigurasi masing-masing.

Spesifikasi server juga tidak selalu harus sangat tinggi. Kebutuhan CPU, RAM, storage, dan bandwidth bergantung pada jenis layanan, jumlah pengguna, pola traffic, serta aplikasi yang dijalankan. Semakin besar beban kerja, semakin besar pula resource yang umumnya dibutuhkan.

Untuk layanan online seperti website atau aplikasi, server biasanya dirancang agar tersedia selama mungkin. Karena itu, pengelola server perlu memperhatikan kapasitas resource, keamanan, jaringan, monitoring, backup, dan mekanisme pemulihan ketika terjadi gangguan.

Contohnya adalah web server. Ketika kamu membuka sebuah website, browser mengirimkan permintaan melalui jaringan. Web server kemudian merespons dengan resource yang diperlukan agar halaman dapat ditampilkan.

Baca juga: Apakah Hosting Memiliki Karakteristik Server Hosting Berbeda?

Fungsi Server

Fungsi server bergantung pada layanan yang dijalankan. Namun, secara umum server berperan sebagai pusat penyedia resource dan pengelolaan layanan di dalam jaringan.

1. Menyimpan dan Menyediakan Data

Server dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data yang dapat diakses oleh perangkat lain. Dalam jaringan kantor, misalnya, file server dapat menjadi tempat penyimpanan dokumen bersama sehingga anggota tim tidak perlu menyimpan salinan terpisah di setiap komputer.

Konsep yang sama juga digunakan pada layanan online. Ketika kamu menyimpan dokumen di layanan berbasis cloud, data tersebut berada pada infrastruktur server penyedia layanan dan dapat diakses kembali dari perangkat lain sesuai hak akses yang diberikan.

2. Melayani Permintaan Client

Fungsi utama server adalah melayani permintaan dari client. Saat kamu membuka website, menonton video, mengambil file, atau menggunakan aplikasi online, perangkatmu bertindak sebagai client yang meminta data atau layanan dari server.

Server dapat menangani banyak permintaan dari client secara bersamaan. Kapasitasnya bergantung pada resource server, arsitektur aplikasi, konfigurasi jaringan, serta mekanisme distribusi beban yang digunakan.

fungsi server melayani client
Sumber: Envato

3. Menjalankan dan Mengelola Database

Server juga dapat menjalankan sistem database untuk menyimpan, membaca, memperbarui, dan menghapus data secara terstruktur. Database server biasanya digunakan oleh website, aplikasi, sistem internal perusahaan, maupun layanan digital lainnya.

Misalnya, ketika pengguna mencari produk pada toko online, aplikasi dapat mengirim query ke database untuk mengambil data yang sesuai. Jika ingin memahami komponen dan cara pengelolaannya lebih lanjut, kamu dapat membaca artikel database dan fungsinya.

Baca Juga:  PHP vs HTML: Perbandingan 2 Bahasa Pemrograman Web

4. Mengatur Lalu Lintas dan Akses Jaringan

Beberapa jenis server digunakan untuk membantu mengatur lalu lintas data, menerapkan aturan akses, atau menjadi perantara komunikasi antarperangkat. Proxy server, misalnya, dapat berada di antara client dan layanan tujuan untuk menerapkan kebijakan jaringan, caching, filtering, atau kebutuhan administrasi tertentu.

Penjelasan lebih lengkap mengenai perannya dapat kamu baca pada artikel proxy server.

5. Mendukung Keamanan Sistem

Server dapat menjadi bagian penting dari sistem keamanan, tetapi bukan satu-satunya lapisan perlindungan. Keamanan server biasanya melibatkan autentikasi, pembatasan hak akses, firewall, pembaruan sistem, enkripsi, monitoring, backup, dan konfigurasi layanan yang aman.

Firewall, misalnya, dapat membantu mengizinkan atau menolak traffic berdasarkan aturan tertentu. Kamu dapat mempelajari konsep tersebut lebih lanjut di artikel apa itu firewall.

keamanan server
Sumber: Envato

Baca juga: Kenali Colocation Server, Lengkap dengan Jenis dan Manfaatnya

Manfaat Server

Penggunaan server membantu organisasi maupun pengguna individu mengelola layanan dan resource secara lebih terpusat. Berikut beberapa manfaat yang paling umum.

1. Pengelolaan Resource Lebih Efisien

Dengan server, resource dapat dikelola dan digunakan bersama sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, satu file server dapat melayani penyimpanan dokumen untuk banyak pengguna, sedangkan print server dapat membantu beberapa perangkat memakai printer yang sama.

Pendekatan terpusat juga memudahkan administrator menentukan kapasitas, hak akses, serta kebijakan penggunaan resource tanpa harus mengatur setiap perangkat secara terpisah.

2. Keamanan Data Lebih Mudah Dikontrol

Penyimpanan dan layanan yang terpusat membuat kebijakan keamanan lebih mudah diterapkan secara konsisten. Administrator dapat menentukan siapa yang boleh mengakses data, menerapkan autentikasi, mengaktifkan enkripsi, menjalankan backup, serta memantau aktivitas sistem.

Meski demikian, penggunaan server tidak otomatis membuat data selalu aman. Tingkat keamanan tetap bergantung pada konfigurasi, pembaruan sistem, pengelolaan kredensial, backup, dan praktik keamanan lainnya.

3. Manajemen Data Menjadi Terpusat

Server memudahkan pengelolaan data karena banyak proses dapat dikendalikan dari satu lingkungan. Pembaruan file, pengaturan izin, monitoring, backup, dan pemeliharaan dapat dilakukan secara terpusat sehingga versi data dan konfigurasi lebih mudah dijaga.

4. Mendukung Kolaborasi dan Akses Jarak Jauh

Server memungkinkan beberapa pengguna mengakses layanan atau data yang sama dari perangkat dan lokasi berbeda, selama jaringan dan hak aksesnya tersedia. Hal ini membantu kolaborasi tim, penggunaan aplikasi internal, dan pengelolaan layanan yang harus diakses secara remote.

manfaat server untuk kolaborasi
Sumber: Envato

Jika kebutuhan website atau aplikasi mulai memerlukan kontrol resource dan konfigurasi server yang lebih leluasa, kamu bisa melihat pilihan Cloud VPS DomaiNesia untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan layanan yang dijalankan.

Baca juga: Belajar Komputer Server: Pengertian, Fungsi, Jenis, hingga Perbedaannya dengan Komputer Client

Butuh Server Virtual dengan Resource Lebih Fleksibel?
Cloud VPS dapat digunakan untuk menjalankan website, aplikasi, database, maupun layanan server dengan kontrol konfigurasi dan resource yang lebih leluasa dibanding lingkungan hosting bersama.

Lihat Cloud VPS DomaiNesia

Cara Kerja Server

Cara kerja server pada dasarnya menggunakan pola request dan response. Client mengirim permintaan melalui jaringan, server menerima dan memproses permintaan tersebut, kemudian mengirimkan hasilnya kembali kepada client.

Detail proses dapat berbeda tergantung jenis server dan protokol yang digunakan. Namun, secara umum alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Client mengirim permintaan ke alamat atau layanan server.
  2. Server menerima permintaan melalui protokol dan port yang sesuai.
  3. Server memeriksa aturan akses dan memproses permintaan.
  4. Jika diperlukan, server mengambil data dari file, aplikasi, database, atau layanan lain.
  5. Server mengirimkan response kepada client.
  6. Client menampilkan atau menggunakan hasil yang diterima.

Contohnya ketika kamu membuka sebuah website. Browser mencari tujuan website melalui DNS, lalu mengirim permintaan HTTP atau HTTPS ke server. Web server memproses permintaan tersebut dan mengirimkan resource yang diperlukan agar halaman dapat ditampilkan.

Pola ini juga digunakan pada banyak layanan lain, seperti email, database, API, file sharing, dan aplikasi berbasis jaringan. Untuk memahami hubungan kedua sisi tersebut lebih dalam, kamu dapat membaca artikel client server dan cara kerjanya.

Baca Juga:  Apa itu PHP Foreach? Pahami Perbedaan PHP For dan Foreach

Jenis Server

Server dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi, layanan, maupun bentuk infrastrukturnya. Karena itu, beberapa istilah di bawah mengacu pada fungsi software, sedangkan istilah lain mengacu pada bentuk hardware atau metode virtualisasi.

1. Web Server

Web server adalah server yang menangani permintaan HTTP atau HTTPS dari browser maupun client lain. Web server dapat menyajikan file statis seperti HTML, CSS, JavaScript, dan gambar, serta meneruskan permintaan ke aplikasi untuk menghasilkan konten dinamis.

Software web server yang banyak dikenal antara lain Apache HTTP Server, Nginx, dan LiteSpeed. Masing-masing memiliki karakteristik konfigurasi dan penggunaan yang berbeda. Penjelasan lebih lengkap tersedia pada artikel apa itu web server.

web server
Sumber: Envato

2. Application Server

Application server menyediakan lingkungan untuk menjalankan logic atau komponen aplikasi. Server ini dapat menangani proses bisnis, autentikasi, komunikasi dengan database, pengelolaan session, maupun integrasi dengan layanan lain.

Dalam arsitektur modern, fungsi application server dapat dijalankan oleh berbagai framework, runtime, container, atau platform aplikasi. Client-nya bisa berupa website, aplikasi mobile, desktop, maupun layanan lain.

3. Communication Server

Communication server digunakan untuk mendukung komunikasi atau pertukaran data antarclient dan layanan. Implementasinya dapat mencakup layanan messaging, voice, collaboration, maupun sistem komunikasi internal perusahaan.

Fungsi dan arsitektur communication server dapat berbeda tergantung protokol serta aplikasi yang digunakan.

4. Proxy Server

Proxy server bertindak sebagai perantara antara client dan layanan tujuan. Proxy dapat digunakan untuk filtering, caching, pembatasan akses, pencatatan traffic, reverse proxy, maupun kebutuhan pengelolaan jaringan lainnya.

Penggunaan proxy tidak selalu bertujuan menyembunyikan alamat IP. Fungsinya sangat bergantung pada jenis proxy dan arsitektur jaringan yang digunakan. Kamu dapat membaca pembahasannya lebih lanjut pada bagian fungsi proxy server di atas.

5. Name Server atau DNS Server

Name server merupakan bagian dari Domain Name System (DNS) yang menyimpan atau menyediakan informasi DNS untuk domain. Dengan DNS, nama domain dapat dipetakan ke alamat IP atau record lain yang diperlukan untuk menemukan layanan di jaringan.

Ketika konfigurasi hosting atau server berubah, pemilik domain dapat memperbarui record DNS atau mengubah nameserver sesuai arsitektur yang digunakan. Penjelasan lebih lengkap mengenai mekanismenya dapat kamu baca pada artikel DNS server.

name server dan dns server
Sumber: Envato

6. Mail Server

Mail server adalah server yang menangani pengiriman, penerimaan, penyimpanan, atau pengambilan email. Dalam praktiknya, sistem email dapat menggunakan beberapa protokol, seperti SMTP untuk pengiriman serta IMAP atau POP3 untuk mengakses pesan.

Selain fungsi utama tersebut, mail server biasanya dilengkapi mekanisme autentikasi, filtering spam, pengaturan reputasi pengiriman, dan keamanan. Kamu dapat mempelajari konsepnya pada artikel mail server.

7. Virtual Server

Virtual server adalah server yang dijalankan sebagai mesin virtual atau lingkungan virtual di atas infrastruktur fisik. Teknologi virtualisasi memungkinkan satu server fisik menjalankan beberapa lingkungan terisolasi dengan alokasi resource masing-masing.

Salah satu implementasi yang umum adalah Virtual Private Server atau VPS. VPS dapat memiliki sistem operasi dan konfigurasi sendiri sehingga pengguna memperoleh kontrol yang lebih luas dibanding layanan hosting bersama. Untuk memahami konsep dasarnya, kamu dapat membaca artikel VPS adalah.

8. Blade Server

Blade server adalah bentuk hardware server yang dirancang ringkas agar beberapa unit server dapat ditempatkan dalam satu chassis. Chassis tersebut dapat menyediakan komponen bersama seperti daya, pendinginan, dan konektivitas tertentu.

Keunggulan blade server terutama berkaitan dengan efisiensi ruang dan pengelolaan infrastruktur di lingkungan data center. Blade server bukan jenis layanan server berdasarkan fungsi, melainkan salah satu bentuk perangkat server fisik.

blade server
Sumber: Envato

9. File Server

File server digunakan untuk menyimpan dan mengelola file agar dapat diakses melalui jaringan. Administrator dapat mengatur folder, hak akses, kapasitas penyimpanan, sharing, dan backup dari satu lingkungan terpusat.

Baca Juga:  Mengenal Forward Proxy: Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

File server dapat berupa perangkat khusus, server fisik, virtual machine, maupun layanan penyimpanan jaringan tergantung skala dan kebutuhan pengguna.

10. API Server

API server menyediakan endpoint agar aplikasi dapat berkomunikasi dengan sistem lain. Server ini menerima request dari client, menjalankan validasi atau logic yang diperlukan, kemudian mengembalikan response dalam format yang telah ditentukan.

API server sering digunakan untuk menghubungkan frontend dengan backend, aplikasi mobile dengan database, atau satu layanan dengan layanan lainnya. Jika ingin memahami konsep dasarnya, baca artikel apa itu API.

11. Policy Server

Policy server merupakan komponen yang membantu menyimpan, mengevaluasi, atau menerapkan kebijakan akses dalam suatu sistem atau jaringan. Kebijakan tersebut dapat berkaitan dengan autentikasi, otorisasi, penggunaan resource, atau aturan koneksi.

Implementasinya berbeda pada setiap platform. Karena itu, istilah policy server lebih tepat dipahami berdasarkan arsitektur dan produk yang menggunakannya.

12. Database Server

Database server menjalankan sistem manajemen database dan melayani permintaan data dari aplikasi atau client. Server ini dapat menangani query, transaksi, autentikasi pengguna database, indexing, serta pengelolaan data lainnya.

Pada website dinamis seperti WordPress atau aplikasi bisnis, performa database dapat memengaruhi waktu respons keseluruhan. Karena itu, kapasitas CPU, RAM, storage, konfigurasi database, serta pola query perlu disesuaikan dengan beban kerja.

database server
Sumber: Envato

13. Game Server

Game server digunakan untuk menangani komunikasi dan state permainan pada game multiplayer. Tergantung jenis game, server dapat mengelola posisi pemain, sesi permainan, sinkronisasi data, matchmaking, maupun logic permainan lainnya.

Kebutuhan resource game server sangat bergantung pada jumlah pemain, karakteristik game, tick rate, lokasi pengguna, latency jaringan, dan arsitektur aplikasinya.

14. Print Server

Print server memungkinkan satu atau beberapa printer digunakan oleh banyak perangkat melalui jaringan. Server dapat mengelola antrean cetak, menentukan printer tujuan, dan membantu administrator mengatur akses pengguna.

Model ini umum digunakan di lingkungan kantor karena penggunaan printer dapat dikelola secara terpusat tanpa harus menghubungkan setiap perangkat secara langsung ke printer.

15. DHCP Server

DHCP server menjalankan Dynamic Host Configuration Protocol untuk memberikan konfigurasi jaringan secara otomatis kepada perangkat. Konfigurasi tersebut umumnya mencakup alamat IP, subnet mask, default gateway, dan DNS server.

Dengan DHCP, administrator tidak perlu mengatur alamat IP satu per satu pada setiap perangkat yang bergabung ke jaringan. Misalnya, ketika ponsel terhubung ke Wi-Fi, DHCP dapat memberikan konfigurasi jaringan yang diperlukan agar perangkat dapat berkomunikasi.

Jika ingin mempelajari prosesnya lebih lanjut, baca artikel apa itu DHCP server.

Perbedaan Server Fisik dan Virtual Server

Server fisik menggunakan satu perangkat hardware sebagai mesin utama untuk menjalankan sistem operasi dan layanan. Sementara itu, virtual server berjalan sebagai lingkungan virtual yang mendapatkan alokasi resource dari server fisik melalui teknologi virtualisasi.

Server fisik biasanya memberikan kontrol langsung terhadap hardware, tetapi pengadaan dan pengelolaannya membutuhkan infrastruktur tersendiri. Virtual server lebih fleksibel untuk provisioning dan pembagian resource karena beberapa server virtual dapat berjalan pada satu host fisik dengan isolasi masing-masing.

Pilihan antara server fisik dan virtual sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, tingkat kontrol, skalabilitas, anggaran, keamanan, serta kemampuan pengelolaan infrastruktur.

Kesimpulan

Server adalah sistem yang menyediakan data, layanan, atau resource kepada client melalui jaringan. Server dapat berupa perangkat fisik, mesin virtual, maupun software yang menjalankan fungsi tertentu.

Fungsi server sangat beragam, mulai dari menyimpan file, menjalankan database, melayani website, mengatur komunikasi jaringan, mengelola email, menyediakan API, hingga mendukung sistem keamanan. Karena itu, jenis server yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan beban kerja.

Untuk website atau aplikasi yang membutuhkan kontrol konfigurasi dan resource server yang lebih fleksibel, virtual server seperti Cloud VPS dapat menjadi salah satu pilihan infrastruktur. Sebelum menentukan layanan, pertimbangkan kebutuhan CPU, RAM, storage, bandwidth, sistem operasi, keamanan, backup, dan kemampuan pengelolaannya.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


karimunjawa
May 29, 2022

panjang namun sangat jelas. ternyata kecepatan hosting pengaruh ya mas di search engine. boleh minta info biaya hosting pertahun untuk umkm mas? salam kenal, saya tunggu reply nya.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya